Surat Rahasia Menghebohkan Benjamin Franklin Sebelum Meninggal

0
792
Benjamin Franklin (17 Januari 1706 – 17 April 1790) adalah salah satu Bapak Pendiri Amerika Serikat dan penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat (4 Juli 1776). Ia adalah seorang pembelajar termasyur,  penulis terkemuka, pencetus, politisi, kepala kantor pos, ilmuwan, musisi, penemu, satiris, aktivis sipil, negarawan, dan diplomat. Sebagai ilmuwan, ia adalah tokoh utama dalam Pencerahan Amerika dan sejarah fisika untuk penemuan-penemuannya dan teori tentang listrik. Dia menemukan penangkal petir, kacamata, kompor Franklin dan odometer kereta. Dia banyak difasilitasi organisasi sipil, termasuk pemadam kebakaran dan universitas. 
Namun ada suatu penemuan yang menarik dari surat Benjamin Franklin muda yang dikirim kepada kerabatnya yang bernama Dwight Howe, dimana isi surat itu telah menunjukkan sisi buruk para Founding Father Amerika Serikat dan bahaya kaum Yahudi. Kumpulan surat-surat itu lalu dikirim ke Dewan Rekonstruksi Sejarah dari University of British Columbia oleh keturunan Dwight Howe. 
Berikut kurang lebih gambaran beberapa isi surat dan point-point penting dalam isi transkrip surat-surat tersebut:

Kepada kerabat ku yang setia Dwight,

Saya memiliki harapan sepenuhnya bahwa surat ini saya buat kepada Anda karena saya merasa masalah yang kita bahas memerlukan urgensi besar. Pada balasan pertama dan terutama pertanyaan Anda yang sangat menarik bagi saya. Saya setuju sepenuhnya dengan Jenderal Washington, bahwa kita harus melindungi negara ini dari pengaruh berbahaya. Di sana ada bahaya, yang amat menakutkan mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orang-orang Yahudi. Di bumi manapun Yahudi berdiam, mereka selalu merusak tingkat moral kejujuran dalam dunia komersial. Mereka hidup mengisolasi diri, dan berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumi, seperti apa yang terjadi di Portugal dan Spanyol.

Sejak lebih 1700 tahun, orang Yahudi mengeluhkan nasib yang mereka alami, karena mereka telah diusir dari bumi kelahiran nenek moyang mereka. Perlu diketahui wahai saudara sekalian, seandainya dunia berbudaya sekarang memberi mereka tanah Palestina, mereka akan segera mencari alasan untuk tidak kembali kesana. Mengapa ? Mereka tak lain adalah Vampir penghisap darah. Dan seekor vampir tidak akan bisa hidup dengan vampir lainnya. Orang Yahudi tidak bisa hidup sesama mereka sendiri. Mereka harus hidup bersama orang Kristen atau bangsa-bangsa yang bukan golongan mereka.

Jika bangsa Yahudi tidak disingkirkan dari Amerika dengan kekuatan Undang-Undang, maka dalam masa 100 tahun mendatang mereka akan menguasai dan menghancurkan kita dengan mengganti bentuk pemerintahan yang telah kita perjuangkan dengan darah, harta, nyawa, dan kemerdekaan kita. Seandainya bangsa Yahudi itu tidak diusir dari Amerika, maka dalam waktu 200 tahun mendatang anak cucu dan cicit kita nanti akan bekerja di ladang-ladang untuk memberi makan orang-orang Yahudi itu. Sementara itu, Yahudi akan menghitung-hitung uang dengan tangan mereka di berbagai perusahaan keuangan.

Aku ingatkan Anda sekalian. Kalau Anda tidak menyingkirkan Yahudi dari Amerika untuk selamanya, maka anakcucu dan cicit kalian akan memanggil-manggil nama kalian dari atas liang kubur kalian kelak. Pikiran yang ada di benak orang Yahudi tidak sama seperti yang pada orang Amerika. Meski pun mereka hidup bersama kita selama beberapa generasi, mereka tidak akan berubah sebagaimana tutul tidak bisa mengubah warna tutul kulitnya. Mereka akan menghapus institusi kita. Oleh karena itu, mereka harus disingkirkan dengan kekuatan konstitusi kita. Oleh karena itu, mereka harus disingkirkan dengan konstitusi”

Terterima kasih atas waktu Anda.
Hormat kami,
Benjamin

Surat ini juga ditulis oleh Benjamin Franklin berkenaan dengan Rencana Undang-Undang tahun 1789 dan dimuat dalam Charles Pinsky Journal, South Carolina. Teks aslinya sampai sekarang masih bisa dilihat di Franklin Institute Philadelphia, AS.

“Dulu, orang-orang yahudi masuk ke negeri ini sebagai imigran dekil. Kemudian mereka menguasai potensi-potensi alam kita. Sekarang, mereka begitu sombong kepada kita dengan memonopoli kekayaan alam kita. Mereka adalah iblis-iblis jahannam dan kelelawar penghisap darah rakyat Amerika. Tuan-tuan, usir gembel laknat itu dari negeri ini sebelum terlambat, demi melindungi kepentingan rakyat kita dan generasi medatang. 

Kalau tidak Tuan-tuan akan melihat dalam satu abad mendatang mereka akan menjadi tantangan yang lebih besar daripada apa yang sekarang ini tuan pikirkan. Tiba-tiba, tuan akan menyaksikan mereka menguasai negeri dan bangsa ini. Mereka akan menghancurkan segala sesuatu yang telah kita bangun dengan darah kita. Percayalah, mereka tidak akan memiliki belas-kasihan kepada anak cucu kita nanti. Bahkan, tidak mustahil, mereka akan memperbudak kita demi mewujudkan apa yang mereka cita-citakan. 

Mereka akan berada dalam kantor-kantor sambil berfoya-foya untuk mentertawakan kebebalan, kebodohan dan kedunguan kita. Tuan-tuan yakinlah, Jika tuan-tuan tidak segera mengambil tindakan, niscaya ketika generasi-generasi mendatang tengah terinjak-injak sepatu mengkilat Yahudi, mereka akan melaknat kebijaksanaan kita sekarang ini.”

Peringatan itu di cetuskan oleh Benyamin Franklin. Tapi imbaun Franklin tak mampu beredar luas. Karena Freemasonry Yahudi telah keburu menjegalnya. Dengan menguasai seluruh posisi vital di AS, khususnya media massa, Yahudi bisa berbuat semaunya. Harian Charles Pickney dalam edisi yang mengekspos pidato Franklin, seluruh oplahnya di bakar habis kalangan Yahudi AS. Usia kepemimpinan Benyamin Franklin pun tak lama, karena setelah itu media massa Zionis yang ganas memfitnahnya dengan tuduhan yang keji, mengakibatkan karir politiknya ambruk. 
Sampai hari ini, makar Zionis berjalan atas Amerika dan seluruh dunia dimana tak ada satupun Presiden yang naik tanpa restu Yahudi. Yahudi betul-betul mencekik leher Amerika tanpa di sadari bangsanya, kecuali hanya segelintir orang yang tahu. Dalam buku berjudul “Cerita Bangsaku“, Aba Eban, mantan Mentri Luar Negeri Israel, merinci pengaruh Yahudi di Amerika Serikat. 
“Sepanjang sejarah Yahudi, belum pernah terjadi kasus dominasi sebesar yang kita lihat sekarang ini di Amerika Serikat. Penyebab hal itu adalah, luasnya pengaruh mereka melebihi jumlah seluruh populasi di AS. Hanya 3% jumlah Yahudi dari jumlah seluruh penduduk di sana.” 
Semoga kita belajar dari peringatan Benjamin Franklin ini, pada saat surat ini dibuat dia telah keluar dari anggota Freemason dan bertobat.
Sumber :
Eramuslim Digest Edisi Koleksi 4
http://canadianresearchauthority.wordpress.com/