HAARP, Senjata Modern AS di Perang Dunia Ke-3

0
1758

“Mereka (HAARP) dapat mengubah iklim, memicu gempa bumi dan gunung berapi dari jarak jauh melalui penggunaan gelombang elektromagnetik”
(Mentri Pertahanan AS 1997, William S. Cohen)

Salah satu proyek yang banyak dibahas dan meliputi baik aplikasi geofisika sipil maupun militer adalah Program Riset Aurora Aktif Frekuensi Tinggi (High-frequency Active Auroral Research Program, HAARP). Meskipun para pendukung HAARP mengklaim bahwa program tersebut tidak lebih dan stasiun penelitian sipil sederhana yang dirancang untuk menyelidiki sifat dari atmosfer atas, namun hanya sedikit peneliti yang mempercayai penjelasan tersebut.
HAARP memang memiliki penampilan sebuah proyek sipil dengan akses terbuka dan pekerjaan yang dilakukan oleh para ilmuwan sipil. Namun, proyek ini dikelola oleh gabungan komite Angkatan Udara dan Laut AS serta didanai oleh anggaran Departemen Pertahanan (Department of Defense atau DoD). Program ini berkenaan dengan Instrumen Penelitian lonosfer (IRI), diselesaikan oleh salah satu kontraktor pertahanan terbesar di dunia yang bekerja di bawah arahan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), organisasi pusat penelitian dan pengembangan (R&D) untuk Departemen Pertahanan. DARPA mengelola dan mengarahkan proyek R&D dasar dan terapan yang terpilih untuk DoD yang mencari riset dan teknologi di mana memiliki resiko dan biaya yang amat tinggi, keberhasilan HAARP memberikan kemajuan yang dramatis bagi peran dan misi militer tradisional.
HAARP mulai dibangun sejak tahun 1990, HAARP IRI terdiri dari antena-antena yang dibangun di sebidang lokasi di wilayah tenggara Alaska. Fasilitas ini diselesaikan akhir tahun 2005 dengan pengumuman yang dicantumkan di situs DARPA pada bulan Maret 2006. HAARP merupakan pemancar frekuensi radio (radio frequency atau RF), dengan daya pancar efektif 3,6 juta watt, lebih 72.000 kali lebih kuat daripada daya pancar stasiun radio AM tunggal di Amerika Serikat (50.000 watt). IRI menggunakan kemampuan unik yang telah dipatenkan untuk memfokuskan energi RF yang dihasilkan oleh sebidang antena-antena tersebut, menyuntikkan ke sebuah tempat di bagian paling atas dari atmosfer. Tembakan energi ini memanaskan atmosfer tipis wilayah ionosfer beberapa ribu derajat, inilah kenapa kemudian HAARP disebut sebagai perangkat pemanas ionosfir. Pemanas ini memungkinkan para ilmuwan untuk melakukan sejumlah hal dengan ionosfer seperti pengendalian dan pengarahan kekuatan yang terkait pengaruh ionosfer. 
Sebuah dokumen HAARP awal menyatakan:
Inti dari program ini adalah pengembangan kemampuan pemanas ionosfir yang unik untuk melakukan percobaan perintis yang diperlukan untuk menilai secara memadai potensi pemanfaatan teknologi peningkatan ionosfir untuk kepentingan Departemen Pertahanan.

Komplek HAARP apabila dilihat dari atas

Kenapa harus dikelola oleh Departemen Pertahanan? Dan apakah yang menjadi tujuan Departemen Pertahanan? Apakah untuk mempersiapkan perang? Bagaimana mungkin tujuan itu bisa dicapai? Teknologi apa yang akan dibutuhkan untuk memenangkan perang masa depan? 

Pada 23 Maret 1983 Presiden Ronald Reagan berseru, “Masyarakat ilmiah di negara kita, mereka yang memberi kita senjata nuklir, agar mengubah bakat besar mereka sekarang untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia, agar memberikan sarana kepada kita untuk mengganti senjata nuklir yang telah tidak berfungsi dan usang.” 
Inisiatif Reagan tersebut membuat akademi industri militer Amerika Serikat melakukan perburuan senjata terbesar dan termahal dalam sejarah manusia.
Pada Agustus 2002 State Duma (semacam Kongres atau Parlemen) Rusia menyatakan keprihatinan tentang HAARP dan menyebutnya sebagai program untuk mengembangkan “jenis senjata kualitas baru”. Sebuah gabungan Komisi Urusan Luar Negeri dan Komisi Pertahanan State Duma Rusia mengeluarkan laporan yang mengatakan:
Di bawah High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) Amerika Serikat menciptakan senjata geofisika baru yang integral dan dapat mempengaruhi medium di dekat Bumi dengan gelombang radio frekuensi tinggi. Signifikansi lompatan kualitatif ini bisa disamakan dengan transisi dari senjata tangan menjadi senjata api, atau dari senjata konvensional menjadi senjata nuklir. Jenis senjata baru ini berbeda dengan jenis sebelumnya karena medium dekat Bumi ini merupakan kesatuan yang memiliki pengaruh terhadap berbagai komponen yang berada di dalamnya.
Laporan tersebut lebih lanjut menyatakan bahwa rencana AS untuk membawa percobaan ilmiah skala besar di bawah Program HAARP, dan tidak dikontrol oleh masyarakat global, akan membuat senjata yang mampu mengacaukan komunikasi radio, mengganggu peralatan yang terpasang pada pesawat ruang angkasa dan roket, menimbulkan kecelakaan serius dalam jaringan listrik dan jaringan minyak dan pipa gas dan memiliki dampak negatif pada kesehatan mental orang-orang di seluruh tempat.
Teknologi ini pernah mengalami penolakan yang  ditandatangani  oleh  90  deputi dan menuntut agar larangan internasional diberlakukan pada percobaan geofisika berskala besar yang dikirimkan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan organisasi internasional lainnya, demikian juga kepada parlemen  dan pemimpin negara-negara anggota PBB, kepada masyarakat ilmiah dan media massa, namun sayangnya penolakan ini kurang ditanggapi secara serius.


Apakah tujuan diciptakannya HAARP? Inilah tujuannya…
  1. Pengendali Cuaca, Penciptaan senjata pamungkas ini telah diprediksi oleh banyak orang sebelumnya. Seorang ilmuwan kelas dunia seperti Dr. Rosalie Bartell telah mengkonfirmasi bahwa militer Amerika sedang mengerjakan sebuah sistem pengatur cuaca sebagai senjata potensial. Metodenya termasuk mengendalikan badai dan mengatur arah penguapan air di atmosfer bumi untuk menghasilkan banjir di tempat tertentu.

    Bukan hanya Dr Bartell yang mengatakan hal ini, mantan penasehat keamanan gedung putih bernama Zbigniew Brzezinski juga meramalkan hal ini dalam bukunya yang berjudul “Between Two Ages”. Di dalam bukunya, Ia menulis :

    “Tekonologi akan menyediakan teknik untuk melakukan peperangan rahasia yang hanya membutuhkan sedikit pasukan, seperti teknik memodifikasi cuaca yang dapat menimbulkan badai yang berkepanjangan.”

    Marc Filterman, seorang mantan pejabat militer Perancis pernah mengatakan bahwa Amerika telah memiliki teknologi untuk memanipulasi frekuensi radio untuk melepaskan kondisi cuaca tertentu seperti badai dan Topan

  2. Mengendalikan Pikiran, HAARP dirancang untuk menyelimuti dunia dengan frekuensi radio ultra rendah (EXTREMELY LOW FREQUENCY atau ELF) pada frekuensi yang sama persis rendahnya dengan gelombang otak, sebuah sejata pengendali pikiran. Untuk mengetahui cara kerja HAARP ini dengan detail kalian bisa membaca buku yang diterbitkan pada tahun 1998 yang berjudul HAARP: The Ultimate Weapon of the Conspiracy, karya Jerry E. Smith. Kalian juga bisa merujuk pada buku Planet Earth: The Latest Weapon of War karya Dr. Rosalie Bertell.

    Setelah dua puluh tahun mempelajari teknologi pengendali pikiran, hal pertama yang berada di pikiran Jerry E. Smith mengenai HAARP adalah sama persis seperti apa yang dikatakan oleh Mentri Pertahan AS, William S. Cohen. HAARP secara tidak sengaja dapat menyebabkan gangguan mental di seluruh benua tanpa disadari ilmuwan yang terlibat di dalamnya. Lebih buruk lagi, mereka sengaja menggunakannya untuk tujuan rahasia, HAARP bisa menjadi perangkat pengendali pikiran global utama, persis seperti apa yang menjadi tujuan New World Order oleh Komite 300, lihat artikel saya New World Order, Tujuan Utama Illuminati dan Commitee of 300.

    Hal ini diakui juga oleh peneliti lainnya, yaitu Begich dan Manning ketika mereka menulis “Vandalisme In The Sky?”, mereka mengutip dari Brzezinski tentang proposal dari Dr Macdonald:

    Para ahli srategi politik tergoda untuk mengeksploitasi penelitian mengenai otak dan perilaku manusia. Geofisikawan Gordon JF. MacDonald, spesialis dalam masalah Perang mengatakan “sebuah hantaman elektronik buatan yang mengejutkan dan pada waktu yang tepat… bisa menyebabkan pola osilasi yang menghasilkan tingkat daya yang relatif tinggi atas daerah tertentu di Bumi… Dengan cara ini, seseorang dapat mengembangkan sebuah sistem yang secara serius akan merusak kinerja otak populasi yang sangat besar dalam daerah terpilih selama jangka panjang..”

  3. Melindungi Dari Bahaya Nuklir, Teknologi HAARP dapat mendeteksi benda frekuensi sinyal rendah seperti pesawat dan missile melalui udara, sehingga membuat teknologi lainnya kalah canggih. HAARP juga didukung oleh Radar Cakrawala atau Over The Horizon Radar, yaitu radar yang mencakup seluruh dunia karena penghubungnya adalah atmosfer (ionosfer). Tidak dapat diragukan lagi akurasi dari radar HAARP karena gelombang radio bekerja pada atmosfer ini.
  4. Menciptakan Gempa Bumi Buatan, Memicu suatu wilayah tertentu menjadi diguncang gempa bumi. Dan efek HAARP ini bisa diteliti ketika terjadi gempa bumi di Jepang pada tahun 2011 lalu.
    Aktifitas HAARP saat gempa di Jepang (3/11/2011)
    Credit : www.haarp.alaska.edu

    Contrail di awan yang terbentuk ketika terjadi gempa di Jepang tahun 2011

Cara kerja HAARP

Cara kerja HAARP adalah dengan memanaskan lapisan atmosfer di tingkat ionosfir. Hal ini dapat memanipulasi keadaan langit disekitarnya, sehingga pada masa percobaan dapat terjadi suatu hal yang tidak diinginkan misalnya terjadi badai, gempa bumi, gangguan sinyal dan lain-lain. Dengan menentukan satu titik lokasi ionosfir yang akan dipanaskan, maka tekanan yang berada di atmosfer juga akan naik. Tekanan yang terbentuk dikumpulkan di satu titik dan terbentuklah manipulasi jetstream (arus jet).
Cara kerja HAARP
Efek buruk HAARP pada ionosfir
Bentuk manipulasi jetstream (arus jet) yang di lakukan oleh HAARP, menciptakan kerusakan di lapisan atmosfer bumi

Lubang yang tercipta di awan yang disebabkan oleh HAARP
David Yarrow, seorang peneliti dengan latar belakang bidang elektronik mengatakan bahwa interaksi ini akan menyebabkan ionosfer menjadi robek. Padahal ionosfer-lah yang melindungi kita dari radiasi matahari yang ganas.Charles Yost peneliti lain dari North Carolina berkata,”Jika ionosfer terganggu, maka atmosfer dibawahnya pasti akan terganggu.”
Bagi ilmuwan, kekuatiran utamanya adalah kerusakan terhadap ionosfer bumi. Namun bagi penganut teori konspirasi, kekuatiran utamanya adalah kehadiran senjata pemusnah massal.
Menurut militer, tidak ada tujuan untuk menciptakan senjata pemusnah massal. Aplikasi HAARP hanyalah digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas pertahanan Amerika seperti untuk menciptakan sistem komunikasi kapal selam yang lebih efisien, memantau dan menangkal serangan rudal yang datang tiba-tiba dan untuk memantau topografi wilayah luas untuk tujuan pertahanan.
Walaupun militer telah menyangkal, namun dokumen yang dirilis oleh militer jelas mengatakan bahwa HAARP didirikan memang untuk kepentingan departemen pertahanan, dan untuk apa lagi kalau bukan untuk mempersiapkan perang.
Sumber :
Weather Warfare, Jerry E. Smith
http://akhirzaman.info
http://firtstest.wordpress.com
http://indocropcircles.wordpress.com