Dinasti Rockefeller, Keluarga Sangat Kaya Raya dan Serakah yang Mengendalikan Perekonomian Dunia

3
18234

“Keluarga Rockefeller dapat menciptakan krisis moneter internasional dalam waktu semalam.” 
(Gary Allen, wartawan investigatif terkemuka Amerika. Gary meninggal dunia sesaat setelah menyelesaikan bukunya yang berjudul “Say No To The New World Order” pada tahun 1986)


“Dan sungguh, engkau (Muhammad) akan mendapati mereka (orang-orang Yahudi), manusia yang paling tamak akan kehidupan (dunia), bahkan (lebih tamak) dari orang-orang musyrik. Masing-masing dari mereka, ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu tidak akan menjauhkan mereka dari azab. Dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan.” (QS. AL BAQARAH AYAT : 96)

Keluarga sangat kaya di Amerika ini memiliki kekuasaan dan hak prerogatif yang tak dapat dibayangkan oleh sebagian besar orang seperti kita. Siapakah yang dapat membayangkan ada sebuah keluarga yang memiliki kerajaan pribadi terdiri dari 100 rumah, dengan 2.500 orang pelayan, ribuan barang mewah dan jutaan dollar yang tersembunyi?

Ya, Amerika memiliki sebuah keluarga sangat kaya, yang menikmati berbagai kemewahan semacam itu selama beberapa generasi. Tak lain dan tentu saja keluarga itu adalah keluarga Rockefeller
Melalui artikel ini, saya akan mengungkap betapa besarnya dan tamaknya keluarga ini terhadap harta. Sendainya Bill Gates dan pemilik Google belum pensiun pun, kekayaannya tidak akan pernah tergantikan oleh keluarga Rockefeller selama beberapa generasi. Namun anehnya kenapa Rockefeller tidak pernah tercatat sebagai orang terkaya di dunia? seakan menutupi dan menjadi sejarah kebohongan publik terbesar sebagai orang yang mengendalikan perekonomian dunia. Sebesar apakah kekayaan keluarga ini? dan seberapa rakuskah sampai Gary Allen, penulis buku Rockefeller’s Files pernah berkata bahwa kekayaan dan kekuasaanya dapat menciptakan krisis moneter internasional dalam waktu semalam? Simaklah! semoga bermanfaat untuk kalian.

John D. Rockefeller, Sr, (R) pendiri Standard Oil Company dan Rockefeller Foundation, dikelilingi oleh polisi negara bagian dan penggemarnya saat berkunjung ke Lakewood, NJ, pada tanggal 14 Mei, 1933. (AP Photo)
Perusahaan Minyak Rockefeller
Sekarang minyak menjadi komoditas paling penting dalam perdagangan dunia. Tentu saja minyak menjadi bahan bakar untuk hampir semua kendaraan bermotor di dunia, menjadi tenaga untuk sebagian besar pembangkit listrik, dan bahan baku paling penting untuk pembuatan plastik, bahan kimia, dan obat. Semua ini memberikan keuntungan yang sangat besar bagi keluarga Rockefeller. Seperti yang dilaporkan oleh majalah Time dalam edisi 18 Februari 1974:

Selama 111 tahun, perusahaan yang selama ini dikenal dengan banyak nama seperti Standard Oil Trust, Standard Oil Co. (New Jersey), Esso, dan sekarang Exxon telah selamat dari perang, pengambilalihan, persaingan yang  kejam, serangan korupsi, dan bahkan pembagian usaha oleh Mahkamah Agung AS (pada 1911). Perusahaan ini tidak hanya selamat, tetapi juga telah berkembang dari sebuah perusahaan pengilangan minyak di Cleveland menjadi raksasa dunia yang menjual minyak di lebih dari 100 negara melalui 300 kantor cabang dan afiliasi sehingga terlihat seperti “Perserikatan Bangsa-Bangsa minyak” Perusahaan ini tidak hanya berkembang, tetapi juga sangat kaya sehingga bulan lalu perusahaan tersebut melaporkan laba tahunan terbesar yang pernah didapatkan oleh perusahaan industri mana pun yaitu sebesar 2,4 miliar dolar setelah dipotong pajak.
Perkembangan pesat Exxon sebagai macan dalam industri perminyakan, diungkapkan dalam UPI (United Press International) berikut ini yang dikeluarkan lima belas bulan setelah artikel majalah Time tersebut:
ExxonMobil perusahaan kilang minyak nomor satu di dunia 
Majalah Fortune baru saja mengeluarkan daftar 500 perusahaan terbesar di Amerika, dan selama 20 tahun majalah tersebut mengikuti kinerja semua perusahaan, peringkat tersebut tidak pernah berubah sedrastis ini. Edisi bulan Mei dari majalah tersebut melaporkan bahwa alasannya adalah minyak.

Daftar baru perusahaan industri terbesar majalah Fortune pada 1974 memperkenalkan peringkat 1 yang baru yaitu Exxon Corporation. Perusahaan tersebut menggantikan General Motors Corporation, yang  menjadi   perusahaan industri terbesar di Amerika selama 40 tahun. Exxon berada di peringkat ke 2 pada 1973.

Didorong oleh harga minyak yang melambung tinggi, penjualan Exxon yang menjadi ukuran majalah Fortune dalam menentukan ukuran sebuah perusahaan melonjak dari 25,7 miliar dolar pada 1973 menjadi 35,8 miliar dolar dari tahun yang lalu.
Untuk memahami betapa besarnya Exxon, bayangkan berikut ini. Jika Exxon menutup semua kantor cabangnya di luar negeri, maka perusahaan tersebut masih menjadi industri terbesar kesembilan atau kesepuluh di Amerika Serikat. Namun, perusahaan tersebut hanya mendapatkan 16% dari produksi minyaknya dan 32% penjualannya dari Amerika. Jika Exxon hanya mengirimkan minyak, maka perusahaan tersebut akan menjadi perusahaan pengiriman terbesar di dunia. Perusahaan tersebut memiliki 155 kapal tangki sendiri dan banyak sekali kapal yang dapat disewa. Exxon adalah bank internasional besar yang menyimpan kekayaan dalam mata uang Mark, Yen, Franc, Pound, dan Dolar di seluruh dunia dan sebagainya.
Untuk mengetahui kendali keluarga Rockefeller yang sebenarnya terhadap Exxon dan cabang lainnya dari Standard Oil Trust yang asli (Mobil, Standard of Indiana, Standard of California, Chevron, Sohio, Phillips 66, Marathon, dan sebagainya) kita harus mengumpulkan semua potongan teka-teki yang bisa kita temukan dan memasangnya dengan hati-hati.

Dalam kesaksiannya di depan Kongres, Dilworth (pengacara keluarga Rockefeller) mengungkapkan bahwa keluarga Rockefeller memiliki persediaan minyak yang nilainya sekitar 324.600.000 dolar. Angka ini mewakili rata-rata sekitar 2% saham di empat perusahaan minyak raksasa. Namun, pada 1966, kesaksian di depan Komite Patman menunjukkan bahwa sembilan yayasan keluarga Rockefeller juga mengendalikan rata-rata sekitar 3% saham di semua perusahaan cabang Standard Oil Trust. Saham keseluruhan sebesar 5% ini memberi keluarga Rockefeller kendali yang besar terhadap keempat perusahaan raksasa tersebut.

Kartel Perbankan Rockefeller 
Namun, mengagumkannya, minyak bukanlah bisnis terbesar keluarga Rockefeller. Kehormatan tersebut diberikan kepada perbankan internasional. Beberapa bank milik keluarga Rockefeller adalah First National City Bank dan Chase Manhattan Bank. Chase Manhattan adalah lembaga perbankan terbesar ketiga di dunia, dan meskipun hanya berada di peringkat ketiga, tetapi sejauh ini merupakan lembaga perbankan yang paling berpengaruh.
Chase bank di Chinatown, Manhattan AS
Bank terbesar di dunia adalah Bank of America di California yang merupakan pencipta kartu kredit bank bernama Bank Americard, yang sekarang memiliki 39 juta pemegang kartu tersebut di seluruh dunia. Bank of America menjadi bank raksasa melalui kantor cabangnya di California yang memiliki lebih dari 1.000 kantor.
Chase manhattan didirikan oleh gabungan Chase Bank milik Rockefeller dengan Manhattan Bank yang dikendalikan oleh Kuhn, Loeb. Kerja sama tersebut menjadi keberhasilan sangat besar bagi kedua keluarga karena pada 1971 Chase Manhattan dikatakan memiliki aset senilai 36 miliar dolar. Ini cukup mengesankan, tetapi New York Times telah menuliskan bahwa itu bukan cerita keseluruhannya, Time menekankan besarnya kekuatan Chase Manhattan dengan menuliskan :

“Chase memiliki 28 kantor cabang sendiri di luar negeri, tetapi yang lebih penting lagi, bank tersebut memiliki 50.000 kantor cabang koresponden di seluruh dunia.”
Lima puluh ribu bank koresponden di seluruh dunia! Jika setiap bank koresponden nilainya hanya 10 juta dolar, maka Chase akan mendapatkan kekayaan sebesar lima ratus miliar dolar dari seluruh dunia! 
Kekayaan sebesar itu membuat keluarga Rockefeller dapat menciptakan krisis moneter internasional dalam waktu semalam.  Setiap  kali terjadi  badai moneter internasional, beberapa ratus juta dolar masuk ke kantong bank-bank Eropa. Saat badai tersebut berhenti, mereka yang mengetahuinya sejak awal mendapatkan banyak sekali uang. Sehingga, kenyataan bahwa keluarga Rockefeller mendapatkan laba yang sangat besar melalui Chase Manhattan Bank dan kantornya di luar negeri, menjadi jauh lebih masuk akal.
Bank ini bahkan mempekerjakan para wakil penuh waktu di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Selama 1973 direktur utama Chase yaitu David Rockefeller bertemu dengan 27 kepala negara, termasuk para pemimpin Rusia dan Cina Komunis, serta sejumlah pejabat tinggi lainnya. Bahkan Henry Kissinger, yang sering terlibat dalam makan malam kenegaraan, tidak dapat menandingi pengaruh Rockefeller terhadap para pejabat tinggi tersebut.
Laporan Tahunan Chase untuk tahun 1974 melaporkan bahwa aset keseluruhan dari Chase Manhattan Corporation sebesar 42.532.003.302 dolar. Angka itu lebih dari empat puluh dua miliar dolar. Chase melaporkan bahwa dari aset ini mereka memiliki pendapatan bersih sebesar 180.801.382 dolar pada tahun 1974. Laba tersebut lebih dari 180 juta dolar hanya dalam satu tahun atau 3,5 juta dolar per minggu dan dari laba tersebut keluarga Rockefeller mengantongi lebih dari empat persen atau sekitar 7,2 juta dolar. Itu angka yang lumayan, jika mengingat Chase hanyalah alat untuk menyimpan dan mengembangkan sebagian besar lembaga keuangan keluarga tersebut.
Namun, Chase Manhattan bukan satu-satunya bank besar dalam kerajaan keuangan keluarga Rockefeller. Bank pertama di mana keluarga Rockefeller terlibat langsung di dalamnya adalah National City Bank of New York, yang sebenarnya berada di peringkat kedua di dunia internasional. Mantan direktur bank tersebut yaitu James Stillman menjadi teman dekat saudara laki-laki John D. yaitu William, yang pada saat itu mengelola Standard Oil Trust yang sangat besar. William Rockefeller menyerahkan bisnis perbankan Standard Oil kepada Stillman sehingga National City menjadi bank terbesar di New York City. Kerja sama di bidang keuangan tersebut diperkuat dengan pernikahan dua putra William Rockefeller dengan dua putri Stillman.
Perusahaan Asuransi Rockefeller

Perusahaan asuransi jiwa memainkan peran penting dalam pembiayaan karena menjadi pemberi utama kredit jangka panjang, karena bank biasanya hanya memberikan kredit jangka pendek dan menengah. Sehingga kesanggupan membayar utang (atau kebangkrutan) dari perusahaan lain seringkali tergantung pada kemampuan mereka untuk mendapatkan pinjaman dari perusahaan keuangan raksasa yang dikendalikan oleh keluarga Rockefeller.
Bank-bank milik Kelompok Rockefeller berhubungan erat dengan dewan direksi tiga dari empat perusahaan asuransi jiwa terbesar yaitu Metropolitan Life, Equitable Life, dan New York Life. Aset keseluruhan dari ketiga raksasa asuransi ini lebih dari 113 miliar dolar pada 1969. Menurut Profesor Knowles, bank-bank yang dikendalikan oleh Kelompok Rockefeller memiliki sekitar 25% dari semua aset yang dimiliki oleh lima puluh bank umum terbesar di Amerika dan sekitar 30% dari semua aset yang dimiliki oleh lima puluh perusahaan asuransi jiwa terbesar. 
Teman, maukah kau membaginya sedikit? 🙁
Perusahaan-perusahaan yang Berada di Bawah Kendali Keluarga Rockefeller Menurut Majalah Fortune tahun 1975
Berikut ini adalah seluruh daftar perusahaan yang berada dibawa kendali keluarga Rockefeller menurut majalah Fortune tahun 1975 :
  1. Urutan besarnya aset (diberikan tanda kurung).
    Exxon (1), Mobil Oil (5), Standard of California (6), Standard of Indiana (13), International Harvester (26), Inland Steel (78), Marathon Oil (60), Quaker Oats (163), Wheeling-Pittsburgh Steel (194), Freeport, dan International Basic Economy Corporation.
  2. Melalui lembaga keuangan dan departemen wali amanat (yayasan).
    IBM (9), Mobil (5), Texaco (4), IT & T (10), Westinghouse (19), Boeing (39), International Paper (56), Minnesota Mining & Manufacturing (59), Sperry Rand (70), Xerox (41), National Cash Register (97), National Steel (64), American Home Products (92), Pfizer (130), Avon (159), dan Merck (152).
  3. Urutan berdasarkan peringkat perusahaan transportasi.
    Perm Central (T3), TWA (Tl), Eastern Airlines (T8), United Airlines (T2); National Airlines (T26), Delta (T13), Braniff (T19), Northwest Airlines {T18), dan Consolidated Freightways (T17).
  4. Beberapa perusahaan lainnya, meskipun kategori ini tidak memiliki cukup bukti kuat.
    AT &T (Ul), Motorola (149), Safeway (R-2), Honeywell (68), General Foods (58),Hewlett-Packard (225), dan Burlington Industries (86).
Sebagian kecil perusahaan besar tadi belum seluruhnya disebutkan, karena ada beberapa perusahaan yang memiliki dewan pimpinan dan saling berkaitan dengan Kelompok Rockefeller, beberapa di antaranya ialah:

Allied (Chemical) (8,5), Anaconda Copper (118), DuPont(17), Monsan-to (43), Olin Mathison (161), Borden (47), National Distillers (185), Shell (14), Gulf (7), Union Oil (34), Dow (27), Celanese (101),’ Pittsburgh Plate Class (113), Cities Service (61), Stauffer Chemical (233), Continental Oil (16), Union Carbide    (22), American Cyanamid (107) American Motors (93), Bendix (77), Chrysler (11), S. Kresge (R5), dan R.H. Macy, C.l.T Financial (F9.), S. (R27).

Kesimpulan
Seandainya Anda tidak dapat menghitung jumlah keseluruhan perusahaan yang terperangkap di dalam berbagai jaring keluarga Rockefeller, mari kita meringkas hasilnya, yaitu 37 dari 100 perusahaan industri terbesar di Amerika, 9 dari 20 perusahaan transportasi terbesar, perusahaan keperluan umum nomor satu di Amerika, 3 dari 4 perusahaan asuransi terbesar, ditambah dengan sejumlah perusahaan kecil yang berkecimpung dalam bidang produksi, distribusi, penjualan eceran, pinjaman, atau investasi, semuanya dikendalikan oleh keluarga Rockefeller.
Mengejutkan, bukan? Gabungkanlah semuanya maka ejaannya bukanlah I-B-U. Tapi menjadi K-E-K-U-A-S-A-A-N.
Kekuasaan dari kekayaan keluarga tersebut tak terkira,” lapor Washington Post. Dan kali ini surat kabar tersebut mengatakan yang sebenarnya, “Serangkaian kepemilikan dan pengaruh yang lebih besar dari jumlah saham yang dimilikinya.” Namun, Rocky (julukan Rockefeller) mengatakan kalau ini semua hanyalah mitos! Tentu saja, Rocky. Itu sama dengan mengatakan kalau Raquel Welch kurus dan Mark Spitz tidak bisa berenang.
Seperti yang kita lihat, keluarga Rockefeller menginginkan lebih banyak uang dan lebih banyak kekuasaan. Keluarga tersebut akan menggunakan kekayaan pribadinya, posisinya dalam masyarakat, dan apa pun untuk mewujudkannya. Rockefeller senior adalah pengusaha lihai yang memulai usahanya dengan bersekongkol melawan para pesaing lokal dan akhirnya bersekongkol dengan beberapa kartel untuk mengendalikan perekonomian dunia. Sementara para pewarisnya membuat cara yang digunakannya terlihat seperti tawar-menawar ramah di acara obral Sabtu siang.
Sumber :
Gary Allen, The Rockefeller’s Files, p. 43-62

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here