Ledakan Kambrium, Bukti Awal Mula Penciptaan Flora Fauna di Bumi

0
1431

Apabila kita bertanya bagaimana makhluk hidup kompleks khususnya flora dan fauna (tumbuhan dan hewan) muncul pertama kali di Bumi, maka jawaban yang tepat adalah “Penciptaan”, melalui sebuah peristiwa yang dikenal sebagai “Ledakan Kambrium“.

Semua makhluk hidup ada karena diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Pencipta. Kehidupan beserta berjuta-juta bentuknya tidaklah mungkin muncul secara kebetulan. Pertama kali diciptakan, makhluk hidup telah memiliki organ tubuh yang lengkap, sempurna dan sama seperti yang dimilikinya sekarang. Ini dibuktikan secara jelas dan nyata, yang mana makhluk hidup paling sederhana sekali pun telah memiliki struktur dan sistem kompleks yang mustahil tercipta sebagai akibat dari faktor kebetulan dan kondisi alam. Kita akan buktikan melalui catatan fosil pasca ledakan Kambrium nanti.

Selain melalui penciptaan tidak ada yang paling meyakinkan tentang asal muasal makhluk hidup. Karena seluruh makhluk hidup ini telah muncul di muka bumi dalam wujud sempurna tanpa sedikitpun cacat dan memiliki kecerdasannya tersendiri.

Seorang ahli biologi Amerika, Douglas Futuyma pernah berkata :
Jika organisme muncul dalam wujud telah terbentuk sempurna, pastilah organisme itu diciptakan oleh suatu kecerdasan mahakuasa. 1

Catatan fosil memberikan jawaban kepada Futuyma. Paleontologi menunjukkan bahwa semua jenis makhluk hidup muncul di Bumi pada saat berlainan, sekaligus dalam sekejap dan dalam wujud yang telah sempurna terbentuk.

Semua hasil penggalian dan penelitian selama seratus tahun lebih menunjukkan bahwa, makhluk hidup muncul secara tiba-tiba dalam wujud sempurna tanpa cacat, atau dengan kata lain makhluk hidup telah “diciptakan”. Bakteri, protozoa, cacing, moluska, dan makhluk laut tak bertulang belakang lainnya, artropoda, ikan, amfibi, reptil, unggas, dan mamalia, semua muncul “seketika“, lengkap dengan sistem dan organ yang kompleks. Tidak ada fosil yang dapat disebut sebagai makhluk transisi atau tahap perantara (berevolusi). Paleontologi menampilkan pesan yang sama dengan cabang ilmu lainnya: Makhluk hidup tidak berevolusi, tetapi diciptakan. 

Jenis makhluk hidup dibagi-bagi oleh para ahli biologi menjadi kelompok-kelompok utama, seperti tumbuhan, hewan, jamur, dst. Kelompok utama ini kemudian dibagi lagi menjadi filum (dari kata phylum atau phyla). Saat menelaah berbagai filum ini, haruslah diingat bahwa setiap filum memiliki struktur fisik yang amat berlainan. Hewan jenis Artropoda (serangga, laba-laba, dan makhluk lainnya yang kakinya beruas-ruas) misalnya, adalah satu filum tersendiri, dan semua hewan dalam filum ini memiliki struktur dasar fisik yang sama. Filum Chordata meliputi hewan yang memiliki notochord atau sumsum tulang belakang (kolumna spinalis). Semua hewan berukuran besar, seperti ikan, unggas, reptil dan mamalia, tergolong ke dalam sub-filum Chordata yang disebut vertebrata.

Terdapat sekitar 35 filum hewan, termasuk Moluska, yang meliputi hewan bertubuh lunak, seperti siput dan gurita, serta Nematoda, yang mencakup cacing berukuran kecil. Ciri terpenting filum ini, seperti telah kita sebutkan tadi, adalah terdapatnya ciri-ciri fisik yang amat berbeda. Kategori di bawah filum memiliki rancangan tubuh yang serupa, tetapi satu filum amatlah berbeda dari filum lainnya.

Tahukah kalian bahwa seluruh binatang dan tumbuh-tumbuhan sudah berwujud amat kompleks dan saling berlainan sejak pertama kali muncul di Bumi secara seketika? Dan bagaimana bisa muncul secara seketika? Inilah jawabannya..

Ledakan Kambrium

Semua filum binatang yang telah kita ketahui tadi, muncul di saat yang sama dalam tenggang waktu geologis yang dikenal sebagai Zaman Kambrium. Zaman Kambrium adalah periode waktu dalam ilmu geologi yang lamanya diperkirakan kurang-lebih 65 juta tahun, sekitar 570 hingga 505 juta tahun yang lalu. Disaat inilah terjadi ledakan mendadak seketika dan menghasilkan berbagai kelompok utama hewan yang strukturnya sempurna seperti bentuknya sekarang, peristiwa ini disebut dengan “Ledakan Kambrium ”.

Stephen C. Meyer, P. A. Nelson, dan Paul Chien, dalam sebuah artikel yang didasarkan pada pengkajian literatur terperinci di tahun 2001, menyatakan “ledakan Kambrium terjadi dalam sepenggal waktu geologis yang teramat sempit, yang lamanya tak lebih dari 5 juta tahun.” 2

Gambar ini diambil dari buku berjudul The Book of Life, terbit tahun 2001, yang disunting di bawah pengawasan mendiang Stephen Jay Gould (beliau adalah salah satu evolusionis terkemuka di dunia).
Keterangan Gambar :
1) Masa kini,
2) Zaman Cenozoic 65 juta tahun yang lalu
3) Zaman Cretaceous 144 juta tahun yang lalu,
4) Zaman Jurassic 208 juta tahun yang lalu,
5) Zaman Triassic 245 juta tahun yang lalu,
6) Zaman Permian 286 juta tahun yang lalu,
7) Zaman Carboniferous 360 juta tahun yang lalu,
8) Zaman Devonian 408 juta tahun yang lalu,
9) Zaman Silurian 438 juta tahun yang lalu,
10) Zaman Ordovician 505 juta tahun yang lalu,
11) Zaman Cambrian 550 juta tahun yang lalu,
12) Zaman Venedian 630 juta tahun yang lalu,
13) Zaman Proterozoic 2,500 juta tahun yang lalu.
 

LEDAKAN KAMBRIUM MENGHANCURKAN “POHON SILSILAH KEHIDUPAN” EVOLUSI PADA GAMBAR DIATAS. 

Bila kita teliti gambar diatas, tampak jelas keajaiban yang terjadi di Zaman Kambrium. Sebelum Zaman Kambrium, hanya ada satu filum (yaitu Cnidaria, yang mencakup ubur-ubur dan koral). Akan tetapi, di Zaman Kambrium, tiba-tiba saja muncul 13 filum yang berbeda. Gambar ini berlawanan dengan teori evolusi, karena menurut teori evolusi, jumlah filum makhluk hidup bertambah secara bertahap, seperti bertambahnya percabangan pada sebatang pohon.

Sebelum itu, tak ada sedikit pun catatan fosil tentang makhluk hidup, selain yang bersel tunggal serta sedikit makhluk bersel majemuk yang amat primitif. Semua filum hewan muncul serentak dalam wujud sempurna, dalam tenggang waktu singkat melalui Ledakan Kambrium (Lima juta tahun adalah amat singkat dalam istilah geologi!)

Dalam bebatuan Kambrium ditemukan fosil-fosil dari makhluk-makhluk yang amat berbeda, seperti siput, trilobita, spons, ubur-ubur, bintang laut, kerang, dst. Kebanyakan makhluk pada lapisan ini memiliki sistem yang rumit dan struktur yang maju, misalnya mata, insang, dan sistem sirkulasi, yang persis sama dengan yang terdapat pada spesimen hewan di zaman modern. Semua truktur ini sangatlah maju dan sangat berlainan satu dengan yang lain.

Trilobita yang muncul secara tiba-tiba pada periode Kambrium memiliki struktur mata yang sangat kompleks. Mata ini terdiri dari jutaan partikel kecil menyerupai sarang lebah dan sebuah sistem lensa ganda. Mata ini muncul 530 juta tahun lalu dalam kondisi sempurna. Mata ini tersusun atas ratusan mata kecil. Di samping itu, setiap mata kecil ini memiliki dua lensa yang berbeda. Diperkirakan bahwa mata kecil yang disebut “struktur doublet” ini memungkinkan trilobita untuk melihat secara sempurna di dalam air tanpa kesalahan.
Hallucigenia : Salah satu makhluk yang tiba-tiba muncul di Zaman Kambrium. Ini dan banyak fosil Kambrium lainnya memiliki struktur keras seperti duri tajam untuk melindungi mereka dari serangan predator. Suatu sistem pertahanan yang efektif ketika ada predator yang menggangunya.
Marrella, Salah satu makhluk yang di ambil dari fosil yang ditemukan di Burgess Shale, sebuah formasi batuan fosil di Zaman Kambrium.

Richard Monastersky, seorang staf penulis jurnal Science News, menyatakan tentang ledakan Kambrium :

Setengah miliar tahun silam, … beragam jenis hewan yang amat kompleks, yang kita lihat sekarang, tiba-tiba muncul. Saat itu, tepat di awal Zaman Kambrium di Bumi, sekitar 550 juta tahun yang lalu, menandai ledakan evolusioner yang mengisi penuh lautan dengan berbagai makhluk kompleks pertama di dunia3
Phillip Johnson, seorang profesor Universitas California di Berkeley, yang juga salah seorang kritikus Darwinisme yang terkenal dengan teori evolusinya, menjabarkan pertentangan antara Darwinisme dengan kebenaran paleontologis sebagai berikut:
Teori Darwinisme meramalkan adanya sebuah “kerucut peningkatan keragaman”, yang mana organisme hidup pertama, atau spesies hewan pertama, secara bertahap dan kontinyu menjadi beragam dan menciptakan tingkat taksonomi yang lebih tinggi. Namun catatan fosil binatang lebih mirip kerucut yang terbalik, yaitu banyak filum yang berada di jenjang awal, dan setelah itu semakin berkurang4

Seperti diungkapkan Phillip Johnson, yang telah terjadi bukanlah terbentuknya berbagai filum secara bertahap. Jauh daripada itu, semua filum timbul serentak, dan bahkan ada yang punah dalam periode selanjutnya. Munculnya makhluk hidup yang beragam dalam wujud sempurna dan seketika, merupakan bukti “penciptaan” seperti yang juga diakui oleh Futuyma.

Semoga bermanfaat 🙂

Sumber :

  1. Douglas J. Futuyma, Science on Trial, New York: Pantheon Books, 1983. s. 197
  2. Richard Monestarsky, “Mysteries of the Orient”, Discover, Nisan 1993, s. 40
  3. Phillip E. Johnson, “Darwinism’s Rules of Reasoning”, Darwinism: Science or Philosophy, Foundation for Thought and Ethics, 1994, s. 12
  4. idem
  5. http://www.harunyahya.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here