Mengungkap Konspirasi Dibalik Pembunuhan Presiden JFK

1
4890
Pada 22 November 1963, terjadi peristiwa yang mengguncang Amerika hingga ke akar-akarnya. Pada hari nahas dalam sejarah itu, tembakan-ternbakan senapan yang menggaung di Dealey Plaza, Dallas, Texas, menggema ke seluruh dunia.
Pada hari nahas itu, pembunuhan yang direncanakan secara profesional terhadap Presiden JFK (John Fitzgerald Kennedy) dilaksanakan tepat di depan mata ribuan warga Amerika yang menyesaki Dealey Plaza, dan di hadapan jutaan pemirsa televisi di seluruh Amerika Serikat.
Jam 11:45, Presiden John F. Kennedy bersama Gubernur Texas John B. Connally Jr., melambaikan tangan kepada orang banyak, dan Kennedy berangkat ke Love Field untuk tur 10 mil ke Dallas. Presiden bertanya tentang cuaca pada hari sebelumnya dan memilih untuk tidak memakai limusin.
Jam 12.15 President JFK tiba di Dallas, dan disanalah terjadi penembakan dua kali yang menyebabkan JFK mati dibunuh
Pembunuhan itu direncanakan secara saksama selama lebih dari dua tahun, dan dilaksanakan oleh tiga penembak jitu terbaik di Amerika, dengan memakai senapan-senapan penembak runduk (sniper) kaliber 7.65 Mauser berkekuatan tinggi, yang sangat akurat sampai jarak 1.200 yard (sekitar satu kilometer).
Amerika Serikat dan seluruh dunia Barat langsung mengalami syok traumatis. Rasa tidak percaya bahwa ini benar-benar terjadi melanda rakyat Amerika. Jalan yang telah disiapkan oleh para Bapak Pendiri telah selamanya diubah oleh tembakan-tembakan senapan itu. Bersumber langsung dari peristiwa berdarah di Dealey Plaza itu, perang di Vietnam pun memanas, dengan konsekuensi tragis bagi rakyat Amerika, yang dampak sepenuhnya masih terasa sampai hari ini dalam iklim sosial yang sudah diubah drastis melalui perang narkoba terhadap Amerika, perang yang mengancam akan menenggelamkan negara itu. Dampak itu juga masih sangat berat menggayuti kehidupan politik dan ekonomi negara yang dikenal Paman Sam itu.
Konspirasi Pembunuhan JFK
Ada beberapa penulis Eropa yang tidak segan menamai pembunuhan Kennedy itu suatu konspirasi. Yang terkenal di antara mereka adalah Hugh Trevor Roper, yang dalam satu kedipan mata saja sudah melihat bahwa tragedi itu suatu konspirasi. Begitu pula jurnalis-jurnalis Eropa tertentu, yang umumnya jauh lebih dekat dengan kebenaran daripada sejawat-sejawat mereka di Amerika, yang berupaya membuktikan bahwa suatu konspirasi besar telah terjadi dalam pembunuhan Kennedy. Di antara mereka adalah Leo Sauvage, wartawan utama Le Figaro, majalah bergengsi yang terbit di Perancis. Pada Maret 1963, hanya enam bulan sesudah Laporan Warren dikeluarkan, Sauvage menerbitkan The Oswald Affair. Karya ini luas dipuji di Eropa, tetapi ditolak di Amerika tak kurang oleh benteng kebebasan berbicara, New York Times. (All the News that is fit to Print)
Fakta-fakta dalam masalah ini berbicara sendiri, Sauvage sudah menandatangani kontrak dengan New York Times agar bukunya diterbitkan di Amerika. Tetapi, keluarga Sulzberger (pemilik NYT yang juga eksekutif-eksekutif eselon cukup tinggi di Komite 300), kabur ketika Laporan Warren diterbitkan, dan menolak memenuhi kewajiban mereka. Seperti itulah sifat sesungguhnya para pemimpin korps pers di Amerika, mengingkari nada-nada nyaring tentang kehormatan dan integritas yang diteriakkan dari atap gedung-gedung pencakar langit di New York City selama penyelidikan McCarthy.
Pers (juga dikenal sebagai “media”) ingin rakyat Amerika percaya bahwa sekarang ini pembunuhan Kennedy hanyalah sebuah catatan kaki dalam sejarah, atau lebih baik lagi, seperti Perang Saudara, hanya satu bab dalam sejarah Amerika. Tetapi, kasus ini berbeda. Ada terlalu banyak kontradiksi dan pertanyaan tak terjawab yang membuat peristiwa amat penting ini tidak layak disudutkan di halaman-halaman sejarah. Rakyat Amerika harusnya tidak boleh membiarkan ini terjadi. Kita tidak boleh melupakan pembunuhan Kennedy selama kasus itu tetap belum terpecahkan dan menyebabkan negara itu tergelincir menuruni lereng licin menuju Tatanan Dunia Baru (New World Order) di dalam Pemerintah Satu Dunia. Yang belum diangkat agar diketahui publik adalah bahwa suatu perubahan besar melanda Amerika Serikat setelah pembunuhan keji presiden mudanya. Pada saat Kennedy tewas terjadi perpindahan kekuasaan besar-besaran, melalui satu elemen dalam proses-proses rahasia yang bekerja di AS, oleh pemerintah paralel jenjang atas yang sekarang kita kenal sebagai Komite 300. (Sumber: Deep Politics and the Death of John F Kennedy, Peter Dale Scott).
Scott, seorang sejarawan Kanada, yakin bahwa AS tidak akan terbelit dalam perang di Vietnam seandainya Kennedy menyelesaikan masa jabatannya. Juga, reaksi berantai yang tersulut oleh pembunuhan Kennedy tidak akan terjadi. Clinton tidak akan menjadi presiden; tidak akan ada perang di Yugoslavia dan di Irak. (Sumber: John F Kennedy and Vietnam, 1999 oleh John Newman)
Mengapa John F. Kennedy Dibunuh?

Presiden JFK melawan Federal Reserve (Bank Sentral Swasta yang mengontrol Amerika) 

Kennedy memerintahkan pengkajian atas Federal Reserve setelah seseorang tak dikenal mengirimkan salinan pidato McFadden yang berisi kecaman Federal Reserve System ke Gedung Putih dan berhasil meloloskannya melewati “para penasihat” Kennedy, menurut informasi baru yang diterima dari sumber intelejen. 
Berikut kutipan McFadden (anggota Kongres dan Ketua Komite Perbankan DPR):
Tengah hari pada 4 Maret, Roosevelt dengan satu tangan di atas Alkitab, bersumpah akan menjaga, melindungi, dan membela Konstitusi Amerika Serikat Tengah malam pada 5 Maret 1933, dia menyita properti warga negara Amerika. Dia mengeluarkan, atau berusaha mengeluarkan, Federal Reserve dari mata uang dalam emas atau uang sah yang setara dengan emas. Rakyat Amerika Serikat sekarang memakai lembar-lembar kertas uang yang tidak dapat ditebus. Kementerian Keuangan tidak bisa menebus kertas itu dengan emas atau perak.

Ketika hasil pengkajian diserahkan kepadanya dan sesudah diteliti, Kennedy mengeluarkan perintah eksekutif untuk mengembalikan uang konstitusional ke Amerika Serikat.
Dia menandatangani Perintah Eksekutif 11110 tertanggal 4 Juni 1963, yang meminta Treasury (Kementerian Keuangan) untuk mencetak dan langsung mengedarkan uang dolar Amerika Serikat, bukan surat utang Federal Reserve, dengan demikian melangkahi Federal Reserve Banks. Meskipun perintah eksekutif tidak konstitusional, karena merupakan pernyataan yang dilarang oleh para Bapak Pendiri, perintah semacam itu tetap berkekuatan hukum, seolah-olah sah. Malpraktik konstitusional ini sudah dibiarkan oleh hampir setiap Presiden, dengan Theodore Roosevelt duduk di puncak daftar dengan lebih dari seribu perintah eksekutif.
Keputusan Kennedy untuk melangkahi Federal Reserve Banks, sehingga sebenarnya menutup lembaga itu, menyebabkan keresahan di Washington dan London, dan jika dibiarkan saja, akan benar-benar mengeringkan sumber uang bagi kegiatan-kegiatan “300”. Tidak lama sesudah perintah eksekutif untuk mengedarkan mata uang Amerika Serikat itu diberikan kepada Treasury, sebuah rapat tingkat tinggi para fungsionaris Komite 300 diadakan untuk membahas ancaman terhadap fondasi tempat kendali atas Amerika Serikat bertumpu: Federal Reserve System dan Federal Reserve Banks. Mengikuti keputusannya untuk melangkahi Federal Reserve, Kennedy mulai menunjukkan bahwa dia tidak akan lagi menerima perintah dari entitas-entitas asing.
Berikut kebijakan-kebijakan Kennedy:
  1. Dia memerintahkan agar CIA dikekang dan memindahkan sebagian besar kewenangan badan itu kepada Gabungan Kepala Staf melalui memorandum National Security Action nomor 55, 56, dan 57, yang membuat James Jesus Angleton dan Dulles bersaudara hilang akal, dan menurut seorang anggota staf Angleton, nyaris panik.
  2. Dia mengisyaratkan niatnya untuk berusaha memperbaiki hubungan dengan USSR dan menandatangani Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir dengan Moskow.
  3. Dia mengeluarkan peraturan yang menutup celah-celah pajak bagi perusahaan minyak besar dan raksasa korporat multinasional.
  4. Dia memerintahkan agar Nathan Goldman dan Meyer Lansky diusir dari AS Dia menyatakan harapannya bahwa Direktur FBI J. Edgar Hoover “melanjutkan langkah”.
  5. Pada 2 Oktober 1963, dia memerintahkan Menteri Pertahanan McNamara untuk mengumumkan perintahnya secara terbuka, yang disampaikan dalam memorandum Gedung Putih berlabel “EYES ONLY” (hanya untuk orang yang dituju) kepada Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, dan Gabungan Kepala Staf. Semua pasukan Amerika akan ditarik dari Vietnam mulai Oktober 1965. Pada titik itulah Kennedy memutuskan untuk menyerang bank-bank internasional milik “300” di tempat yang paling menyakitkan: kendali mereka atas sistem Federal Reserve Bank, yang memudahkan pembelanjaan defisit untuk membiayai perang seperti dulu di Vietnam dan sekarang, Irak. Kami tahu akan ada orang-orang yang berkata, “Kendali semacam itu tidak ada.” Karenanya, saya mengutip sang patriot besar, Anggota Kongres Louis T. McFadden.

Siapa yang bertanggung jawab atas konspirasi untuk membunuh Kennedy? dan siapa yang melaksanakannya?
Dalam masalah inilah spekulasi begitu marak; dan menjadi tema untuk ratusan buku, acara radio, dan beberapa film. Saya yakin skenario yang akan saya paparkan ini sangat mendekati kebenaran.
Menurut informasi intelejen, Komite 300 sudah memutuskan bahwa Kennedy harus disingkirkan. Kemarahan Kennedy karena krisis rudal Kuba, Perintah Eksekutif-nya mengenai mata uang, perintahnya untuk mengakhiri perang dan mengeluarkan pasukan AS dari Vietnam, dan sikapnya yang tidak bersedia menerima “bimbingan” dari orang-orang yang telah menempatkannya di Gedung Putih, berarti bahwa kegunaannya bagi para “Olympian Komite 300” sudah berakhir. Dia tidak bisa disogok dengan uang tak terbatas dan seks tak terbatas, dua-duanya sudah terlalu banyak dia dapatkan. Siapa pun jangan membayangkan bahwa dia bisa menantang Komite 300 dan menang, khususnya bila menyangkut kendali atas uang suatu negara. Tanpa diketahui rakyat Amerika, Treasury sudah siap mengedarkan sekitar 4 miliar dollar Surat Utang Negara. Seandainya surat utang ini beredar, akan berakhirlah kekuasaan teror finansial yang dipaksakan atas negara ini oleh Federal Reserve Banks.
Kekuatan angkuh Komite 300, cikal bakal kelompok-kelompok politik jahat yang terus-menerus berusaha mengendalikan semua negara. Dalam survei saya atas sejarah Amerika, sedikit demi sedikit saya sampai pada kesimpulan bahwa kita berada dalam cengkeraman organisasi “300”. Beberapa pengamat konspirasi percaya bahwa berbagai cabang “300” bertindak sebagai pemain utama, tetapi Council on Foreign Relations (CFR), Trilateral Commission, Bilderberg Group, Round Table, Rhodes Foundation, hanyalah tangan-tangan badan pengendali yang amat besar dan teratur rapi ini. Pemimpin-pemimpin yang sesungguhnya ditemukan dalam perkumpulan-perkumpulan sangat rahasia Freemasonry dan kembangan-kembangan seperti Skull and Bones, Scroll and Keys, Thule Society, serta Illuminati.
Hierarki Komite 300 dalam Skala Global
Baru-baru ini, para pendatang baru senang mengungkapkan segala hal yang menyangkut Tatanan Dunia Baru sebagai alasan di balik pembunuhan Kennedy. Nah, Tatanan Dunia Baru sebenarnya adalah Pemerintah Satu Dunia yang sudah ada selama hampir 400 tahun. Sejak 1917, gagasan itu dikenal sebagai “Komunisme“. Baik eksekusi terbuka terhadap Kennedy maupun pencorengan muka Presiden Nixon merupakan aksi-aksi teror yang sinis dan brutal yang dirancang untuk menunjukkan kekuasaan dan jangkauan “300”, serta kemampuannya untuk menghunjamkan rasa takut ke hati para politisi Amerika di setiap tingkatan.

Inilah alasan kenapa Presiden JFK dibunuh, berikut adalah pidato terakhir JFK sebelum dibunuh.

Pada pidato tersebut JFK membicarakan “masyarakat rahasia” dan pernyataan terhadap “New World Order”.

JFK sebenarnya berbicara tentang kejadian terkini dari perang dingin dan bagaimana musuh non tradisional yang mendapatkan informasi tentang bagaimana AS memerangi perang ini. Dalam pidato ini JFK sebenarnya menunjukkan “kebutuhan jauh lebih besar” untuk mengetahui “perkumpulan rahasia” yang mengendalikan pemerintahan dunia… serta “kebutuhan untuk informasi publik yang jauh lebih besar” untuk mengungkap mereka.

Sumber: 
Deep Politics and the Death of John F Kennedy, oleh Peter Dale Scott
John F Kennedy and Vietnam, 1999 oleh John Newman
The Conspirators’ Hierarchy: The Committee of 300, oleh DR John Coleman

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here