Tokoh-tokoh Freemason Indonesia, Mengungkap Sejarah Munculnya Perkumpulan Mason Pertama di Indonesia

0
19127

Siapakah yang mengira tokoh seperti Raden Saleh, Sri Sultan Hamengkubuwono VIII dan Kapolri RI pertama Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo adalah seorang anggota mason? Taukah anda bahwa Kongres Pemuda Pertama tahun 1926 diadakan di Loji Freemason Batavia? Pertanyaan ini mungkin bukanlah hal yang terlalu krusial untuk dimuat di buku-buku sejarah karena keotentikannya, namun semua ini dibantah melalui buku dari sejarahwan Belanda, Dr. Th. Stevens dalam penelusurannya mengenai gerakan mason di Indonesia atau Hindia Belanda antara tahun 1764-1962.

Diabadikan di Rijksmuseum, Amsterdam tahun 1845, Lukisan sosok diri Raden Saleh yang berada di Gedung Loji “Ster in het Oosten” (sekarang gedung Bappenas). Kredit foto : http://de.wikipedia.org

Raden Sarif Bastaman Saleh, lahir disekitar tahun 1810-an di Terboyo, Semarang dan meninggal di tahun 1880 di Bogor. Pelukis termasyur ini, menurut sejarahwan Belanda Dr. Th. Stevens yang juga seorang Mason, dianggap sebagai salah satu orang Indonesia pertama yang menjadi anggota Tarekat Mason Bebas pada masa Hindia Belanda. Pendidikannya telah diperoleh di Eropa tetapi kebanyakan karyanya dihabiskan di Indonesia. Ia dianggap sebagai pembangun jembatan antara dua kebudayaan.

Pada tahun 1934, gedung baru Loji (tempat ritual ibadah kaum Mason) yaitu Loji Bintang Timur atau bernama Adhuc Stat. Perancangnya ialah Ir. N.E. Burkoven Jaspers. Terletak di ujung Jl. Teuku Umar, gedung ini merupakan titik penting dalam perencanaan wilayah Menteng tempo dulu.  Kini gedung ini ditempati oleh Bappenas.

Dr. Th. Stevens, seorang sejarahwan Belanda, dalam bukunya berjudul “Tarekat Mason Bebas dan Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962“, yang edisi bahasa Indonesianya diterbitkan oleh Sinar Harapan dalam jumlah yang sangat terbatas, banyak memaparkan tentang gerakan dan tokoh-tokoh Freemasonry di Indonesia.1 Tokoh-tokoh Mason Indonesia menurut buku tersebut yang dilengkapi foto-foto ekslusif sebagai buktinya, banyak menyangkut nama-nama terkenal seperti Sultan Hamengkubuwono VIII, RAS. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Paku Alam VIII, RMAA. Tjokroadikoesoemo, dr. Radjiman Wedyodiningrat, dr. Tengku Mansyur (Gubernur Negara Sumatera Timur), dan banyak pengurus organisasi Boedhi Oetomo.

Apakah itu Tarekat Mason Bebas?
Tarekat Mason Bebas tak ubahnya seperti perkumpulan Mason di seluruh dunia lainnya yang di wadahi oleh suatu organisasi Mason International yang bernama Freemasonry atau dalam bahasa belanda disebut Vrijmetselarij.

Sejarah Freemasonry sendiri ada sejak sebelum abad pertengahan. Berdasarkan manuskrip dari sebuah perusahaan bangunan Inggris. Manuskrip ini yang merupakan dasar pembentukan organisasi yang digunakan oleh Freemason, dan masih digunakan hingga saat ini.[2][3] Selain itu, terdapat pula sebuah puisi Inggris yang dikenal sebagai “manuskrip Regius” tahun 1390 dan merupakan naskah Mason tertua.4 Dengan begitu secara resmi sejarah Freemasonry adalah berasal dari Inggris.

Logo Freemason direprsentasikan dengan jangka (compass) & penggaris kuadrat (square) yang selalu dikorelasikan dengan GEOMETRI (sains & intelektualitas) & konsep DEITY (ketuhanan/kedewaan), seperti yang terdapat dalam buku Morals & Dogma yang ditulis oleh Grand Master Mason, Albert Pike.
Freemasonry merupakan organisasi yang tertutup dan ketat dalam penerimaan anggota barunya. Organisasi ini bukan merupakan organisasi agama dan tidak berdasarkan pada teologi apapun. Tujuan utamanya adalah membangun persaudaraan dan pengertian bersama akan kebebasan berpikir dengan standar moral yang tinggi. Freemasonry sendiri adalah simbolisasi dari pengertian pekerja keras yang mempunyai kebebasan berpikir. Kata mason berasal dari bahasa Perancis, maçon, yang artinya “tukang batu”5. Sama halnya seperti  pemahat patung batu kaum pagan (penyembah berhala) dulu.

Dalam bukunya, Dr. Th. Stevens mengutip bahwa asas-asas Tarekat Mason Bebas adalah bekerja dengan caranya sendiri melalui simbol-simbol dan ritus (dalam freemasonry ibadah ritual). Ritusnya dapat dapat dilukiskan sebagai tindakan yang seluruhnya simbolis dan bersifat upacaraSuatu gambaran dari ritus adalah bahwa manusia secara simbolis dilihat sebagai batu kasar.6

Inilah mengapa kaum Mason sangat sering menempatkan simbol-simbol dalam ritualnya, kalian bisa melihat artikel saya yang berujudul Peristiwa 9/11, Sebuah Mega Ritual Setan dan Kode Tangan Tersembunyi Jahbulon, Isyarat Rahasia Para Penyembah Setan

Tokoh-tokoh Freemason Indonesia 

Pengurus, anggota dan undangan Logi Serajoedal – Lembah Serayu berforto bersama. Loji ini berdiri di Purwokerto dan banyak anggotanya berbangsa Indonesia. Duduk di sebelah kiri sekali R.A.S. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, yang nantinya menjadi Suhu Agung Pertama dari Tarekat Mason Indonesia. Foto ini berasal dari tahun 1933.
Antara para Sultan Jogya dan Loji Mataram selalu terjalin hubungan yang erat. Gedung Loji yang terletak di Jl. Malioboro dipinjam pakai oleh Sultan. Dalam tahun 1925 Yang Mulia Hamengkoe Boewono VIII dari Yogya berkunjung ke Loji ‘Mataram’. 

Siapa sajakah tokoh-tokoh Freemason di Indonesia?

Saya akan ungkap berdasarkan sumber otentik dari kaum Mason sendiri, yaitu Dr. Th. Stevens dalam bukunya Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Beberapa di antaranya ialah :


1. Pangeran Ario Notodirodjo

Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 167
Pangeran Ario Notodirodjo, 1858-1917. Masuk keanggotaan Loji Mataram pada tahun 1887 dan memegang berbagai jabatan kepengurusan. Ia ketua Boedi Oetomo antara tahun 1911-1914. Pada tahun 1913 ia mendirikan Sarekat Islam Cabang Yogya yang banyak beranggotakan elite Jawa. Notodirodjo seorang yang disegani dan dianggap sebagai pendekar pergerakan rakyat Jawa.
2. Raden Adipati Tirto Koesoemo
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 168
Raden Adipati Tirto Koesoemo. Bupati Karanganyar. Anggota Loji Mataram sejak tahun 1895. Ketua pertama Boedi Oetomo. Pada kongres ke dua Boedi Oetomo, yang diadakan di gedung Loji Mataram, ia mengusulkan pemakaian Bahasa Melayu, mendahului Sumpah Pemuda dengan kira-kira dua puluh tahun.

3. Mas Boediardjo

Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 169
Mas Boediardjo, Anggota Mason Boediardjo menjadi sekretaris pada pengurus Boedi Oetomo, sekitar 1916 ia masih memegang jabatan di kepengurusan. Antara tahun 1916-1922 ia menjabat sebagai inspektur pembantu dari apa yang dinamakan Pendidikan Pribumi (Inlands Ondenvijs).

4. A.H. van Ophuysen S.H.

Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 169
A.H. van Ophuysen S.H. (1883-1956). Notaris dan anggota Dewan Kota Batavia. Salah seorang pendiri dari Indo Europees Verbond – Ikatan Indo Eropa. Wakil Suhu Agung untuk Indonesia.
5. Raden Mas Toemenggoen Ario Koesoemo Yoedha
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 170
Raden Mas Toemenggoen Ario Koesoemo Yoedha, 1882-1955, putra dari Paku Alam V. Menjadi anggota Loji Mataram pada tahun 1909 dan berkali kali memegang jabatan kepengurusan. Pada tahun 1930 menjadi Anggota Pengurus Pusat.
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 170
Koesemo Yoedha berpakaian Jawa.
6. Dr. Radjiman Wedyodiningrat 
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 171
Dr. Radjiman di masa mudanya.
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 171
Dr. Radjiman Wedyodiningrat, 1879-1952. Antara tahun 1906 dan 1936 dokter pada kraton Solo. Sarjana dan penulis mengenai falsafah budaya. Pejabat Ketua Boedi Oetomo 1914-1915. Pada tahun 1945 memainkan peranan penting sebagai ketua dari Badan Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Bersama Soekarno dan Hatta pergi menemui Marskal Terauchi dalam pembicaraan Kemerdekaan Indonesia.
7. Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo (mantan Kapolri RI pertama)
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 172
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Bogor, 1908. Dalam tahun 1952 menjadi anggota Loji dari Loji Indonesia Purwo-Daksina. Ia menjabat sebagai Kepala Kepolisian Pertama Negara R.I (Kapolri dulu bernama Kepala Djawatan Kepolisian Negara). Soekanto menjadi Suhu Agung (Ketua Umum) dari Timur Agung Indonesia atau Federasi Nasional Mason. Ia juga menjabat sebagai ketua dari Yayasan Raden Saleh yang merupakan penerusan dari Carpentier Alting Stichting.
8. Poerbonegoro Soemitro Kolopaking
Ir. C.M.R. Davidson, Suhu Agung dari Tarekat Mason yang bekerja di bawah Timur Agung Belanda, dan R.A.S. Soemitro Kolopaking Poerbonegoro, Suhu Agung dari Timur Agung Indonesia, 7 April 1955.
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 176
Pada tanggal 7 April 1955 lahirlah Tarekat Mason Indonesia, peresmian pengurus baru.
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 176
Pengurus Baru, 7 April 1955.
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 177
Pada tanggal 7 April 1955 lahirlah Tarekat Mason Indonesia, peresmian pengurus baru. 
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 177
Soemitro Kolopaking
Poerbonegoro dan rekan-rekannya pamitan dari Pengurus Provinsial.
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 178
Tarekat Mason Indonesia berdiri, Suhu Agung Indonesia memberi kata sambutan.
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 178
Salah seorang anggota Mason
tertua, Sosrohadikoesoemo, mengucap selamat kepada Suhu Agung yang baru,
Soemitro Kolopaking. 
Kredit gambar : Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 179
Beberapa tokoh Indonesia lainnya yang dikenal sebagai anggota Mason di Indonesia menurut Dr. Th. Stevens adalah :

 KPH Suryodilogo (Paku Alam V)
Paku Alam V terlahir dengan nama KPH Suryodilogo pada tahun 1833. Bergelar Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Prabu Suryodilogo, ia merupakan salah satu anggota awal organisasi ini.
Paku Alam VI
Suksesor Paku Alam V, Paku Alam VI juga tercatat sebagai anggota Freemason dari Yogyakarta. Ia terkenal sebagai tokoh yang mahir bahasa Belanda baik lisan maupun tulisan.
KPH Notokusumo (Paku Alam VII)
Paku Alam VII atau KPH Notokusumo juga merupakan anggota Tarekat Mason Bebas. Ia berjasa membawa perubahan sosial dan agraria di Pakualaman, Yogyakarta.
Sri Sultan Hamengkubuwono VIII
Sri Sultan Hamengkubuwono VIII terlahir dengan nama GRM Sujadi. Ia sangat memperhatikan soal pendidikan sehingga anak-anaknya banyak yang disekolahkan hingga jenjang tertinggi bahkan sampai dikirim ke negeri Belanda.
R.M. Adipati Ario Poerbo Hadiningrat
R.M. Adipati Ario Poerbo Hadiningrat menulis buku “Wat ik als Javaan voor geest en gemoed in de Vrijmetselarij heb gevonden” yang berisi tentang pengalaman hidupnya sebagai seorang Jawa yang menemukan jiwa dalam organisasi Freemason. Ia merupakan mantan Bupati Semarang yang pernah pula memimmpin Salatiga.

Semoga bermanfaat 🙂

Sumber:

  • Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Freemasonry_di_Indonesia
  • http://elf4lah.blogspot.com/2013/01/10-tokoh-freemason-terkenal-indonesia.html

____________________

  1. Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan
  2. Akkerman,WJM (1989): Vrijmetzelaarij een levenshouding, AO – actuele Onderwerpen Stichting IVIO, Lelystad.
  3. Baigent,M & Leigh R (1989): The Temple and The Lodge, Jonathan Cape Ltd. London.
  4. “The Regius Manuscript”. Masonicsites.org.
  5. Heydanus, R (2006): Verschuivingen in het maçonnieke landschap 1950 -2005, dalam Vrijmetselarij vandaag en morgen, Stichting de Vrijmetselaar
  6. Stevens, Th. 2002. Tarekat Mason Bebas Masyarakat di Hindia Belanda dan Indonesia 1764-1962. Jakarta: Sinar Harapan, hal. 4

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here