Inilah Kandungan Meteorit Sutter Mill yang Jatuh di California

0
328

Sebuah meteorit yang jatuh di wilayah California, Amerika Serikat tahun 2012 lalu menunjukan jenis komposisi meteorit yang berbeda, yaitu berlian kecil yang mengungkap para ilmuwan tentang bagian dalam asteroid.
Meteorit yang dikenal sebagai Sutter’s Mill ini, jatuh di tanah pada tanggal 22 April 2012, setelah masuk ke atmosfer bumi dengan berapi-api yang menarik perhatian pengamat meteorit profesional dan amatir. Sebuah tim ilmiah yang berpacu melawan hujan, mengambil fragmen meteorit sebelum sampel meteorit tercemar oleh air. Upaya mereka berguna untuk mengungkap rahasia debu kosmik di alam semesta.
Tertanam di dalam bagian meteorit 10 mikron (0.01 mm) butir berlian, jauh lebih kecil dari apa yang terdapat dalam cincin berlian. Tapi ukuran kecil ini masih lebih besar dari apa yang biasanya ditemukan dalam meteorit. Temuan ini mengisyaratkan apa yang bisa ada di kandungan debu kosmik yang akhirnya pecah dan menghasilkan Meteoroid Sutter Mill sebelum fragmen menabrak atmosfer bumi.
Sebuah gambar elektron sekunder mengungkapkan kristal berlian di dalam fragmen meteorit yang jatuh di Sutter Mill, California. Credit: NASA Johnson/M. Zolensky
“Sutter Mill memberi kita sekilas tentang apakah pesawat ruang angkasa NASA di masa depan mungkin menemukan dan membawa kembali sampel dari asteroid primitif ini?”, kata ketua peneliti Peter Jenniskens, yang memegang afiliasi ganda di SETI Institute dan di NASA Ames Research Center, ia juga mengatakan dalam pernyataannya “Dari apa yang jatuh secara alami ke tanah, banyak yang tidak bertahan karena kerasnya tabrakan dengan atmosfer bumi.”
Sebuah gambar menunjukkan bagaimana meteorit Sutter Mill jatuh di California pada bulan April 2012.
Credit: L. Warren; composite by P. Jenniskens/NASA Ames/SETI
Tidak semua kandungan berlian dalam meteorit ini yang peneliti temukan. Fragmen yang lebih mengungkapkan berlian ialah isotop dari unsur yang disebut kromium. Berbagai jenis kromium mengungkapkan bahwa setidaknya lima bintang mengirim materi ke tata surya muda sekitar 4,5 miliar tahun yang lalu, dengan beberapa materi masih menempel di dalam meteorit yang para ilmuwan temukan ini.
“Pembentukan tata surya tidak sepenuhnya menghapus dan menyeragamkan bukti tersebut, dan Sutter Mill memberikan catatan yang belum jelas,” Qing-Zhu Yin, Konsorsium Sutter Mill Meteorite yang memimpin riset isotop dan elemen jejak geokimia, mengatakan dalam pernyataan yang sama.
Bagian kecil meteorit ini memiliki sejarah yang rumit tentang lahirnya alam semesta, dengan cairan air yang menyerap beberapa fragmen (memproduksi mineral seperti kalsium dan magnesium karbonat). Ini bisa menjadi indikasi radiasi dalam tubuh induk meteorit, yang dipanaskan es di luar titik lebur.
Elemen yang tidak biasa lainnya, seperti kalsium sulfida yang disebut oldhamite, juga menunjukkan pemanasan dalam tubuh induk meteorit ini, tidak semua bagiannya mengalami pemanasan. Pemanasan juga datang ketika fragmen dalam perjalananya di atmosfer. Selama 100.000 tahun terakhir, Meteoroid terpanaskan setidaknya 572 derajat Fahrenheit (300 derajat Celsius). Pemanasan ini bisa terjadi selama masuk ke atmosfer bumi, kata para peneliti.
“Saya tidak tahu apakah ada meteorit yang sama yang mengandung bahan-bahan baik terpanaskan maupun tidak,” kata anggota tim Mike Zolensky, seorang ilmuwan ruang angkasa di NASA Johnson Space Center di Houston.
Bagian yang dipanaskan menyebabkan perubahan lain bagian dalam meteorit, seperti penghapusan senyawa organik yang mudah menguap. Para ilmuwan juga berhasil melacak asam amino (blok bangunan protein) dalam meteorit ini.
Tiga belas makalah berdasarkan temuan-baru ini diterbitkan dalam jurnal Meteoritics dan Planetary Science.
Kalian bisa melihat video detik-detik jatuhnya meteorit Sutter Mill ini disini.

Semoga bermanfaat 🙂

Seumber :
http://www.livescience.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here