Dokumen RAND Corporation, Sebuah Desain Perang Terencana Melawan Islam

0
5903

RAND Corporation adalah Pusat Penelitian dan Kajian Strategis tentang Islam di Timur Tengah atas biaya Smith Richardson Foundation, berpusat di Santa Monica-California dan Arington-Virginia, Amerika Serikat (AS). Sebelumnya RAND Corp adalah perusahaan bidang kedirgantaraan dan persenjataan Douglas Aircraft Company di Santa Monica-California, namun entah kenapa beralih menjadi think tank (gudang pemikir) dimana dana operasionalnya berasal dari proyek-proyek penelitian pesanan militer.

Kantor Pusat RAND di Santa Monica-California, Amerika Serikat (AS)

Sebagai lembaga think-tank (gudang pemikir) AS yang memberikan jasa informasi kepada Pentagon, RAND menciptakan suatu agenda dan strategi AS di masa depan mengenai perang melawan terorisme, isi dokumen RAND menyimpulkan bahwa AS harus menghentikan “perang melawan teror”-nya dan mengubah strateginya dalam melawan terorisme, dari strategi yang mengandalkan kekuatan militer menjadi strategi yang lebih mengandalkan kebijakan dan kerja-kerja “intelijen”.

Lebih jauh dalam hasil studinya RAND Corporation mengatakan :

“AS sudah seharusnya tidak lagi menggunakan frasa ‘perang melawan terorisme’. Para pelaku terorisme harus dilihat dan disebut sebagai pelaku tindak kriminal, dan bukan disebut sebagai pasukan perang suci. Persoalan ini bukan sekedar masalah bahasa. Istilah yang kita gunakan untuk menjelaskan strategi kita dalam melawan terorisme sangatlah penting, karena hal ini akan mempengaruhi kekuatan apa yang akan digunakan.1 

Inti dari garis besar dokumen RAND berisi kebijakan AS dan sekutu di Dunia Islam. “Inti tujuannya adalah mempeta-kekuatan (mapping), sekaligus memecah-belah dan merencanakan konflik internal di kalangan umat Islam melalui berbagai (kemasan) pola, program bantuan, termasuk berkedok capacity building dan lainnya”.

ISIS menjadi isu terorisme hangat di media-media mainstream saat ini, sesuai dengan yang ada pada dokumen RAND, ini merupakan strategi mereka untuk propaganda memecah-belah di dalam konflik internal kalangan umat Islam, dengan maksud tujuan melabeli Islam adalah teroris yang patut diperangi, padahal Islam tidaklah seperti yang digambarkan.

Dalam dokumen lainnya yang senada, Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Council) atau NIC pada Desember 2004 membuat sebuah dokumen bertajuk Mapping The Global Future. Tugas NIC sendiri ialah meramal masa depan dunia. Tajuk NIC di atas pernah dimuat di USA Today pada 13 Februari 2005, juga dikutip oleh Kompas edisi 16 Februari 2005.

Desember 2004, Dewan Intelijen Nasional Amerika Serikat (National Inteligent Council / NIC) membuat dokumen bertajuk Mapping The Global Future yang meramal masa depan dunia tahun 2020. Kalian bisa melihat dokumen tersebut disini www.futurebrief.com/project2020.pdf

Inti laporan NIC tentang perkiraan situasi tahun 2020-an. Rinciannya ialah sebagai berikut:

  1. Dovod World: Kebangkitan ekonomi Asia, dengan China dan India bakal menjadi pemain penting ekonomi dan politik dunia;
  2. Pax Americana: Dunia tetap dipimpin dan dikontrol oleh AS;
  3. A New Chaliphate: Bangkitnya kembali Khilafah Islamiyah, yakni Pemerintahan Global Islam yang bakal mampu melawan dan menjadi tantangan nilai-nilai Barat; dan
  4. Cycle of Fear: Muncul lingkaran ketakutan (phobia). Yaitu ancaman terorisme dihadapi dengan cara kekerasan dan akan terjadi kekacauan di dunia – kekerasan akan dibalas kekerasan.

Jujur harus diakui, ke-empat perkiraan NIC kini mendekati kebenaran, terutama jika publik mengikuti “opini global” bentukan media mainstream yang dikuasai oleh Barat. Isi dokumen NIC di atas menyertakan pandangan 15 Badan Intelijen dari kelompok Negara Barat. Tahun 2008 dokumen ini direvisi kembali tentang perkiraan atas peran AS pada tata politik global. Judulnya tetap Mapping The Global Future, cuma diubah sedikit terutama hegemoni AS era 2015-an diramalkan bakal turun meski kendali politik masih dalam cengkeramannya.

Dokumen RAND Corporation yang Memecah Belah Dunia Islam

Tahun 2007, Rand menerbitkan sebuah dokumen Building Moderate Muslim Networks, yang juga didanai oleh Smith Foundation. Baik RAND maupun Smith Foundation, keduanya adalah lembaga berafiliasi Zionisme Internasional. Dalam dokumen RAND Corp berjudul Building Moderate Muslim Network ini, secara jelas RAND Corp betujuan membangun jarigan muslim moderat yang menjadi tujuan eksplisit kebijakan pemerintahan AS yang tak lain hanyalah untuk memecah belah umat Islam. Isi dokumen ini memuat langkah-langkah membangun Jaringan Muslim Moderat pro-Barat di seluruh dunia.

Dokumen RAND CORPORATION berjudul Building Moderate Muslim Networks oleh Angel Rabasa, Cherly Benard, Lowell H. Schwartz dan Peter Sickle. Dapat di akses melalui website RAND Corporation disini http://bit.ly/1jfR5aT

Menurut laporan RAND yang diterbitkan pada tanggal 26 Maret 2007 ini, strategi yang digunakan Amerika dalam melawan terorisme sama seperti yang digunakan dalam menentang ajaran Komunisme di Uni Soviet selama masa Perang Dingin, Amerika menggunakan strategi yang sama dalam dunia Islam ini dengan mendukung jaringan Muslim moderat sebagai pihak yang bersebrangan dengan Islamis radikal.

Penulis utama laporan ini, Angel Rabasa, mengatakan bahwa “Amerika Serikat memiliki peran penting untuk bermain di level moderat. Apa yang dibutuhkan pada tahap ini adalah untuk memperoleh pelajaran dari pengalaman Perang Dingin, menentukan penerapan mereka ke kondisi dunia Islam saat ini, dan mengembangkan sebuah “road map” untuk pembangunan Muslim moderat dan jaringan muslim liberal”.2

Masih menurut dokumen ini, mereka mendukung muslim moderat dan liberal di Asia Tenggara menggunakan media untuk merespon dengan cepat dan efektif paham radikalisme ke masyarakat, yang menyebabkan dua kubu saling bersebrangan untuk menimbulkan perpecahan. Mereka menciptakan program radio muslim liberal dengan topik “Agama dan Toleransi” yang menjadi acara talk show paling populer di Indonesia. Transkrip dari acara ini sudah diterbitkan di Jawa Pos dan membuat sindikasi di lebih dari 70 surat kabar.3

Strategi berikutnya ada dalam dokumen RAND Corp berjudul Civil Democratic Islam, Parters, Resources, And Strategies yang ditulis Cheryl Benard, di dalamnya diungkap  secara detil upaya untuk memecah-belah umat Islam.

Dokumen RAND CORPORATION berjudul Civil Democratic Islam – Partners, Resources and Strategies dikarang oleh Cherly Benard. Dapat di akses melalui website RAND Corporation disini http://bit.ly/1wLJDnX

Langkah pertama dari usaha adu domba itu adalah melakukan pengelompokan umat Islam menjadi 4 (empat) berdasarkan kecenderungan dan sikap politik terhadap Barat dan nilai-nilai demokrasi.

  • Pertama: kelompok fundamentalis, yaitu kelompok yang dinilai menolak nilai-nilai demokrasi dan budaya Barat serta menginginkan sebuah negara otoriter yang puritan yang akan dapat menerapkan  Hukum Islam yang ekstrem.
  • Kedua: kelompok tradisionalis, yaitu kelompok yang menginginkan suatu masyarakat yang konservatif.
  • Ketiga: kelompok  modernis,   yaitu kelompok yang menginginkan Dunia Islam menjadi bagian modernitas global. Mereka juga ingin memodernkan dan mereformasi Islam dan menyesuaikan Islam dengan perkembangan zaman.
  • Keempat: kelompok sekular, yaitu kelompok yang menginginkan Dunia Islam dapat menerima paham sekular dengan cara seperti yang dilakukan negara-negara Barat dimana agama dibatasi pada lingkup pribadi saja.

Langkah berikutnya adalah melakukan politik belah bambu, mendukung satu pihak dan menjatuhkan pihak lain serta membenturkan antarkelompok.

  • Pertama: dukung kelompok modernis dengan mengembangkan visi mereka tentang Islam sehingga mengungguli kelompok tradisionalis. Caranya dengan memberikan arena yang luas agar mereka dapat menyebarkan pandangan mereka. Mereka harus dididik dan diangkat ke tengah-tengah publik untuk mewakili wajah Islam kontemporer.
  • Kedua: dukung kelompok tradisionalis sebatas untuk mengarahkan mereka agar berlawanan dengan kelompok fundamentalis dan untuk mencegah pertalian yang erat di antara mereka; menerbitkan kritik kaum tradisionalis atas kekerasan dan ekstremisme yang dilakukan kaum fundamentalis; mendorong perbedaan antara kelompok tradisionalis dan fundamentalis; mendorong kerjasama antara kaum modernis dan kaum tradisionalis yang lebih dekat dengan kaum modernis; juga mendorong popularitas dan penerimaan atas sufisme.
  • Ketiga: dukung kelompok sekularis secara kasus-perkasus dan mendorong pengakuan fundamentalisme sebagai suatu musuh bersama; mendorong ide bahwa agama dan negara dapat dipisahkan, dan hal ini tidak membahayakan keimanan tetapi malah akan memperkuatnya.
  • Keempat:  musuhi kelompok fundamentalis dengan menunjukkan kelemahan pandangan keislaman mereka; mendorong para wartawan untuk mengekspos isu-isu korupsi, kemunafikan dan tidak bermoralnya kaum fundamentalis, pelaksanaan Islam yang salah dan ketidakmampuan mereka dalam memimpin dan memerintah.  Posisikan mereka sebagai pengacau dan pengecut, bukan sebagai pahlawan, serta dorong perpecahan antara kaum fundamentalis.

Perang Melawan Terorisme dan Radikalisme

Presiden AS George W. Bush adalah orang pertama yang mempelopori apa yang disebutnya sebagai “perang global melawan terorisme” pasca insiden serangan 11 September 2001. Pemerintah AS bahkan sampai membuat situs khusus “Perang Melawan Teror”. Perang ini dijadikan alasan Bush untuk melakukan invasi ke Afghanistan dan Irak. Faktanya, yang menjadi target perang melawan terorisme yang dikampanyekan AS adalah negara-negara Muslim dan warga Muslim.

Kalian bisa melihat video perkataan Bush tersebut pasca tragedi 9/11 disini..

Tak heran jika kampanye perang melawan teror yang dilakukan AS dianggap sebagai perang melawan agama Islam dan bukan perang untuk melawan sekelompok umat Islam yang menganut ideologi yang radikal, faktanya dalam pernyataannya dalam video tersebut, Bush menyebut ini sebagai Crusade (Perang Salib).

RAND dalam kesimpulannya juga mengatakan bahwa AS sudah gagal dalam menerapkan strategi melawan terorisme dengan mengandalkan kekuatan militer. “AS tidak mampu secara efektif melakukan kampanye melawan terorisme dalam jangka panjang, terutama terhadap kelompok al-Qaidah dan kelompok-kelompok yang oleh AS dianggap kelompok terorisme tanpa memahami bagaimana kelompok terorisme itu akan berakhir, ” kata Seth Jones, penulis dari hasil studi yang juga pakar politik.

“Dari sejumlah fakta, kekuatan militer terbukti terlampau tumpul jika digunakan sebagai instrumen untuk melawan kelompok-kelompok terorisme. Kekuatan militer efektif hanya tujuh persen dari kasus-kasus yang diteliti, ” sambung Jones.

Para peneliti di RAND meneliti sekitar 648 kelompok yang dianggap sebagai kelompok teroris yang ada dalam kurun waktu antara tahun 1968 dan tahun 2006. Dari jumlah itu, hanya sebagian kecil yang bisa dibasmi dengan menggunakan kekuatan militer. Sebagian kelompok-kelompok teroris mengakhiri kegiatannya dengan ikut serta dalam proses politik atau para anggotanya ditangkap atau dibunuh oleh pihak kepolisian dan lewat operasi-operasi intelijen.

Penutupan 19 situs Islam yang dilakukan oleh BNPT baru-baru ini sangat sesuai dengan apa yang di rencanakan dalam dokumen RAND Corporation perihal melawan radikalisme melalui jalur intelijen, nyatanya tidak ada bukti kuat alasan kenapa BNPT menutup situs ini, bahkan salah satu media yang bernama gemaislam.com adalah media yang justru berkerjasama dengan BNPT dalam mengadakan seminar bahaya ISIS dan terorisme di Hotel Royal Kuningan pada Agustus 2014

Kutipan DR. John Coleman Mengenai RAND Corporation4 

Ahli sekaligus pengamat konspirasi ternama, DR. John Coleman dalam bukunya Conspirators’ Hierarchy – The Story of the Committee of 300, mengutip perihal RAND Corporation sebagai berikut:

DR. John Coleman dalam 40 tahun penelitiannya sebagai pengamat konspirasi telah banyak membuat hasil risetnya dalam berbagai buku, salah satu karyanya yang menjadi best seller ialah Conspirators’ Hierarchy – The Story of the Committee of 300.

Tak ada keraguan lagi, RAND adalah gudang pemikir yang paling berutang budi kepada Tavistock Institute dan tentunya wahana RIIA (The Royal Institute of International Affairs) paling bergengsi untuk mengendalikan kebijakan-kebijakan Amerika Serikat di tiap tingkatan. Kebijakan-kebijakan khusus RAND yang sudah ditetapkan meliputi program ICBM AS, analisis terbaik untuk penyusunan kebijakan luar negeri AS, penganjuran program antariksa, kebijakan nuklir AS, analisis korporasi, ratusan proyek untuk militer, dan eksperimen-eksperimen CIA dalam penggunaan obat-obat halusinogen seperti peyote (dari kaktus Lophophora wiliamsii) dan LSD.

(Operasi rahasia MK-Ultra, yang berlangsung selama 20 tahun, terdiri atas mengasupkan LSD kepada orang-orang yang tidak tahu bahwa mereka diam-diam dibius. Ada eksperimen lain yang melibatkan subjek yang memang bersedia, tetapi eksperimen yang paling serius, paling lama, melibatkan orang-orang yang tidak tahu bahwa mereka diberi LSD.)

Benar-benar ada ribuan perusahaan, lembaga dan organisasi pemerintah yang sangat penting yang memanfaatkan RAND. Salah satu proyeknya yang terpenting adalah kelompok penelitian yang memprediksi waktu dan arah perang termonuklir, dan mengembangkan banyak skenario berdasarkan temuan-temuannya. RAND pernah dituduh mendapat tugas dari USSR untuk memikirkan syarat-syarat menyerahnya pemerintah Amerika Serikat, tuduhan yang sampai ke Senat Amerika dan ditangani oleh Senator William Symington. Investigasi berikutnya menghadapi berondongan celaan yang ditembakkan oleh pers kalangan berpengaruh. Cuci otak tetap menjadi prioritas RAND.

Ringkasnya, lembaga-lembaga utama Tavistock di Amerika Serikat yang terlibat dalam pencuci-otakan pada semua level, termasuk pemerintah, militer bisnis, lembaga agama, dan pendidikan, adalah yang berikut ini:

  • Brookings Institution
  • Hudson Institute
  • Institute of Policy Studies
  • Massachusetts Institute of Studies
  • National Training Laboratories
  • Rand Research and Development Corporation
  • Stanford Research Institute
  • Wharton School di University of Pennsylvania

Semoga bermanfaat 🙂

Sumber :

  • Website resmi RAND Corporation, http://www.rand.org
  • Jurus Sakti “Pecah Belah” Sesama Kelompok Islam ala Rand Corporation oleh Hisyam Ad Dien, Link terkait : http://bit.ly/1Ikub9h (globalmuslim.web.id)
  • Mapping The Global Future, National Intelligent Council (2004),Link : www.futurebrief.com/project2020.pdf
  • Rand Corp: New Designs for Muslim World oleh Abdul Sattar Ghazali,

    Rand Corp: New Designs for Muslim World

  • Munarman: Pecah Belah Tanzim Jihad dan Pertarungan antar Media Islam itu Agenda Rand Corporation. http://panjimas.com/news/2014/09/06/munarman-pecah-belah-tanzim-jihad-dan-pertarungan-antar-media-islam-itu-agenda-rand-corporation/

_____________________________

  1. RAND Corporation: AS Harus Hentikan “Perang Melawan Terorisme”, http://www.eramuslim.com/berita/dunia-islam/rand-corporation-as-harus-hentikan-quot-perang-melawan-terorisme-quot.htm
  2. Angel Rabasa, Building Moderate Muslim Networks (laporan Rand Corporation, 26 Maret 2007), hal. iii
  3. Angel Rabasa, Building Moderate Muslim Networks (laporan Rand Corporation, 26 Maret 2007), hal. 110
  4. DR. John Coleman, Conspirator’s Hierarchy: The Story of the Committee of 300

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here