Denver International Airport, Markas Rahasia New World Order?

0
686
Denver International Airport yang terletak di Colorado Amerika Serikat ini, memiliki luas 142 kilometer persegi dan menjadikannya sebagai bandara terbesar di Amerika Serikat dan bandara nomor tiga terbesar di dunia.  
Denver International Airport (DIA) mulai beroperasi secara penuh pada tahun 1995. Sebelum bandara ini dioperasikan, di Denver ada satu bandara yang sudah memenuhi standar internasional, yaitu bandara Stapleton. Ketika DIA dioperasikan secara penuh, bandara Stapleton ditutup untuk mencegah persaingan.
Lokasi Denver International Airport dan Stapleton International Airport
Padahal, DIA memiliki gerbang dan jalur penerbangan yang lebih sedikit dibanding bandara Stapleton. Manajemen pelayanan dan fasilitas di DIA malah jauh di bawah standar Stapleton. Satu-satunya kelebihan DIA dibanding Stapleton hanyalah luas lahannya. Saking luasnya, banyak orang yang menuding kalau ini adalah sebuah pemborosan.
Misteri apakah yang menyelimuti bandara ini? 
Keanehan bandara ini bisa dilacak ke belakang ketika proses konstruksinya dimulai. Para pekerja atau kontraktor disewa untuk mengerjakan bagian-bagian kecil dari konstruksinya. Ketika bagian itu sudah selesai, mereka akan menyewa kontraktor lain untuk mengerjakan bagian lainnya. Dengan metode ini, tentu saja tidak ada satu pekerja pun yang mengetahui gambaran besar konstruksi bandara ini.
Pada saat konstruksi berlangsung, lima bangunan besar telah selesai dibuat. Lalu, suatu hari, lima bangunan ini dianggap “salah konstruksi”. Jadi, mereka mengubur bangunan-bangunan itu dan membuat bangunan baru di atasnya. Dalam proses konstruksi itu, mereka juga memindahkan 84 juta meter kubik tanah. Jumlah ini sangat besar dan tidak biasa sehingga banyak yang percaya kalau sebuah fasilitas bawah tanah sedang dibuat.
Selain faktor pembangunan yang misterius, kecurigaan lain juga timbul akibat pembengkakan biaya konstruksi dari 1,7 miliar dolar menjadi 4,8 miliar dolar! sebuah angka yang fantastis jika hanya dihabiskan untuk membangun sebuah bandara saja.
Bukan hanya itu, DIA juga memiliki lukisan-lukisan aneh dan patung-patung misterius di dalamnya. Padahal bandara ini termasuk “tidak canggih” dalam fasilitas di dalam gedungnya. Tapi ada misteri disini, disudut ruangannya, terdapat sebuah prasasti Freemason dan di bawah tanah bandara ini ada sebuah bunker rahasia yang ditutupi rapat-rapat.
Karena keanehan-keanehan ini, banyak yang percaya kalau bandara ini sebenarnya merupakan sebuah markas rahasia. Kecurigaan ini dikonfirmasikan oleh seorang mantan ahli geologi pemerintah bernama Phil Schneider yang mengatakan kalau di bawah DIA terdapat sebuah bangunan sedalam delapan lantai. Ia juga mengatakan kalau di bandara ini terdapat level elektromagnetik tinggi yang tidak biasa untuk sebuah bandara.
Pertanyaannya, markas rahasia apakah yang tersembunyi di dalam bandara itu?
Fasilitas yang Luar Biasa 
Bandara ini memiliki kabel komunikasi fiber optik sepanjang 5.300 mil. Ini setara jarak antara New York dan Argentina. Lalu, sistem pengisian bahan bakarnya bisa menyalurkan 1.000 galon bahan bakar jet per menit lewat pipa sepanjang 28 mil. Kemudian ada 6 tangki bahan bakar yang masing-masingnya berisi 2,73 juta galon bahan bakar jet. Kapasitas ini terlalu besar untuk lalu lintas sehari-hari bandara ini. Bahkan di seluruh dunia tidak ada bandara yang memiliki kapasitas penyimpanan bahan bakar sebesar ini.
Jika ada markas rahasia tersembunyi di bandara itu, maka wajar saja fasilitas dengan kapasitas raksasa itu diperlukan.
Terdapat Prasasti Freemason

Untuk menghiasi bandara ini, mereka mengimpor batu granit dari seluruh dunia yang kemudian digunakan untuk membuat lantai di terminal utama, seakan-akan para pengunjung peduli dengan asal granit tersebut.
Terminal utama di bandara itu bernama Jeppesen Terminal. Luasnya sangat menakjubkan, 140.000 meter persegi. Ukuran ini adalah yang paling besar di seluruh dunia. Nama lain terminal ini adalah Great Hall, sebuah nama yang mengingatkan orang dengan Freemasonry. Ini bukanlah kebetulan, karena di dalam terminal ini terdapat sebuah prasasti berisi kapsul waktu yang di permukaannya terdapat lambang Freemasonry yang terkenal, yaitu jangka dan penggaris.
Tidak heran karena peletakan prasasti ini dilakukan oleh anggota Freemasonry. Selain itu, Di bawah simbol itu, kita bisa menemukan tulisan “New World Airport Commission”.

New World Airport Commission? Apakah merujuk kepada New World Order? New World Order merupakan istilah yang cukup terkenal bagi para pengamat konspirasi karena berhubungan erat dengan cita-cita perkumulan mason yang ingin membuat pemerintahan satu dunia atau One World Government.

Kemudian, di lantai Great Hall ini juga terdapat tanda-tanda lain yang tidak biasa. Salah satunya adalah tulisan “DZIT DIT GAII”. Kalimat misterius ini adalah sebuah kalimat dari bahasa asli suku Navajo yang berarti “The Mountain that is white” atau “Gunung berwarna putih”.

Lalu, Di lantai bagian lain, tertera tulisan “Mt.Blanca”.
Mt. Blanca adalah sebuah gunung yang terletak di Colorado dan merupakan salah satu dari empat tempat suci kaum Navajo. Ini konsisten dengan prasasti sebelumnya yang juga ada hubungan dengan Navajo.
Tetapi, ada tafsiran lain. Di Perancis, Mt.Blanca atau Mont Blanc ternyata merupakan nama gunung tertinggi di Alpen. Nama Mont Blanc ini berarti Gunung putih dalam bahasa Perancis yang artinya sama dengan DZIT DIT GAII.
Menariknya, di kaki gunung ini, lebih dari seribu tahun yang lalu, para leluhur Freemason yaitu Knight Templar membuat dan menandatangani pakta perjanjian Templar.
Terdapat Patung Kuda yang Menyeramkan
Di halaman bandara ini ada sebuah patung kuda. Seniman pembuat patung kuda ini bernama Luis Jimenez, memutuskan untuk membuat sebuah patung kuda yang aneh. Patung ini memiliki wajah cukup menakutkan. Tidak cukup sampai disitu, Jimenez memutuskan untuk menambahkan lampu merah di kedua matanya. Kedua mata merah ini cukup untuk membuat seorang anak kecil mengalami mimpi buruk di tidurnya.
Tidak heran, orang-orang menyebut kuda ini “Blue Devil Horse” atau “Bluecifer”.
Patung Anubis
Patung terakhir yang juga menyeramkan lainya juga dibangun di bandara Denver, adalah patung Anubis, sang Dewa Kematian, patung diletakkan di luar bandara Denver.
Bagunan dan Mural Nazi
Apa yang segera terlintas di pikiran kalian?
Ya, lambang NAZI. Walaupun tidak terlalu mirip, Namun, struktur bangunan yang cukup unik ini memang dibangun untuk suatu tujuan rahasia. Lukisan-lukisan dinding di dalam bandara menunjukkan adanya selera yang aneh dan juga memiliki hubungan dengan NAZI.
Lukisan ini menggambarkan kota yang hancur terbakar di latar belakangnya. Juga tampak bahwa beberapa binatang yang akan atau telah punah, dan sekarang satu-satunya tempat di mana mereka dapat melihatnya hanyalah di dalam kotak kaca.
Lalu di bawahnya terlukis seorang wanita Afrika dengan pakaian tradisional, wanita indian Amerika dan seorang wanita pirang dengan simbol bintang Daud di dadanya dengan sebuah alkitab di tangannya.
Masing-masing wanita itu terbaring tak bernyawa di dalam sebuah peti mati.
Lalu, di lukisan lainnya, terlihat seorang figur alien atau malaikat maut yang menggunakan pakaian militer NAZI dengan masker gas serta memegang pedang dan senapan mesin di tangannya. Ujung pedangnya menusuk ke arah seekor merpati putih (yang biasanya melambangkan perdamaian dunia).
Figur ini dikelilingi oleh wanita yang sedang menggendong bayi-bayi yang sudah mati.
Di kanan bawah lukisan terlihat adanya sebuah lembaran kertas.
Kalimat-kalimat yang tertulis di atas kertas itu sesungguhnya adalah tulisan Hama Herchenberg, seorang bocah Yahudi berusia 14 tahun yang tewas pada tanggal 18 Desember 1943 di kamp konsentrasi Auschwitz. Sekali lagi, kita melihat adanya hubungan bandara ini dengan NAZI. 
Memang, biasanya para seniman suka dengan hal-hal yang tidak biasa, namun siapakah yang pernah berpikir untuk melukis hal-hal semacam ini di sebuah bandara internasional. Dan yang paling membingungkan adalah, mengapa otoritas bandara mengijinkan lukisan-lukisan ini dibuat di bandara mereka?
Lukisan-lukisan itu dibuat oleh seniman bernama Leo Tanguma. Pada sebuah wawancara Mr.Tanguma mengaku kalau ia diberikan petunjuk mengenai detail gambar yang harus dilukis. Namun anehnya, pada wawancara berikutnya, Mr.Tanguma menyangkal pernyataannya dan mengatakan kalau isi lukisan itu adalah murni inspirasinya.
Kemudian gambar mural dibawah ini, terlihat anak-anak dari berbagai bangsa sedang mengumpulkan senjata mereka dan menyerahkannya kepada seorang anak lelaki Jerman yang ada di tengah lukisan mural ini.
Terlihat juga tentara mirip Nazi yang memakai topeng anti-gas telah tergeletak mati dibawahnya. Juga terlihat dua burung merpati lambang perdamaian sedang bertengger diatas tentara yang mati tersebut. Ini bisa berarti semua senjata sudah tak berguna lagi, semua dikumpulkan dan membuat dunia menjadi lebih tenang dan damai tanpa persenjataan, menurut cara dan versi mereka.

Anak lelaki jerman tersebut sama seperti yang ada di mural Bank of Amerika di Charlotte, NC. Mural yang ditampilkan ini penuh dengan simbol okultis, di belakang anak itu ada pohon terbakar, yang merupakan referensi dari Burning Bush dari Perjanjian Lama. The Burning Bush sangat penting dalam ritual Masonik, terutama untuk seorang mason level ke-33, yang anggotanya dianggap “near the Burning Bush”. Di belakangnya juga ada lambang piramida Mesir, simbol utama dari misteri dalam ajaran okultisme.

Sebuah gambar yang aneh terlihat dari lukisan adalah wanita yang terperangkap di dalam kubus transparan, tergantung dengan benang yang berasal dari langit. Apakah dia merupakan orang-orang biasa yang terjebak dalam batas-batas dunia material (simbol okultis diwakili oleh kubus) dan dimanipulasi oleh kekuatan tak terlihat dari atas?

Di bawah lantai terdapat simbol checkered floor, simbol lantai mason yang terkenal. Di sebelah kiri gambar tangga, tampaknya mengarah ke langit, simbol klasik yang mewakili jalur untuk pencahayaan Illuminati yang di adposi oleh simbol Masonry. Hari ini, simbol Black Sun sebagian besar terkait dengan esoteris Nazisme dan kultus seperti Temple of Set. Hal ini juga ditemukan di tempat-tempat aneh seperti Bracken House, di London.

Desain lantai di DIA juga menggambarkan matahari hitam yang bergerak di depan matahari emas.

Pada lukisan mural terakhir dibawah, terlihat seorang pemimpin anak-anak berada ditengah. Mungkin ini melambangkan adanya pemimpin dunia baru dikemudian hari.
Jika bandara ini memang dibangun untuk menampung markas rahasia New World Order, maka saya rasa, saya perlu mengacungkan jempol karena mereka telah berani membangun sebuah markas rahasia tepat di bawah hidung jutaan pengunjung bandara.

Seperti kata George Washington, bapak pendiri Amerika Serikat dan seorang mason derajat 33 yang mengatakan :

Cara terbaik menyembunyikan rahasia adalah dengan meletakkannya di tempat umum… 
Semoga bermanfaat 🙂
Sumber:
  1. http://www.secretsinplainsight.com/2011/09/29/airports/
  2. https://indocropcircles.wordpress.com/2012/09/27/markas-nwo-di-denver/
  3. http://xfile-enigma.blogspot.com/2010/07/denver-international-airport-markas.html
  4. http://vigilantcitizen.com/sinistersites/new-strange-2014-addition-georgia-guidestones/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here