Inilah Teori Konspirasi yang Terbukti Kebenarannya

0
457
Di dalam setiap situasi bencana, selalu ada sekelompok orang yang mengeluarkan teori konspirasi. Mulai dari pembunuhan Kennedy hingga tragedi WTC. Tentu saja tidak semua ‘teori’ konspirasi teruji kebenarannya, namun yang saya bahas di sini bukanlah pembahasan konspirasi tanpa dasar melainkan membuktikan beberapa teori konspirasi yang justru telah terbukti kebenarannya. Kadang hal yang paling gila pun ternyata merupakan sebuah kebenaran yang tidak dapat disangkal. Berikut adalah 5 teori konspirasi yang belakangan ternyata terbukti kebenarannya. 



1. Eksperimen dengan substansi kimia dan biologi

Sekarang sudah merupakan pengetahuan lazim yang juga sudah diakui oleh pemerintah Amerika sendiri kalau pada masa lampau mereka memang melakukan eksperimen semacam itu. Catatan militer Amerika Serikat menunjukkan kalau mereka pernah melakukan eksperimen menggunakan substansi biologi terhadap warga sipil. Bahkan dilakukan hingga 239 kali!
Diantara eksperimen tersebut adalah penyemprotan yang dilakukan pada tahun 1966 di stasiun bawah tanah New York dengan substansi sejenis Anthrax!

Selain itu, pada tahun 1950, pemerintah Amerika juga melakukan penyemprotan awan bakteri di teluk San Fransisco. Awan ini disebut pemerintah sebagai agent biologi yang tidak berbahaya. Namun setelah itu, dilaporkan kalau ada 11 orang yang masuk rumah sakit dengan infeksi urinal yang langka. Paling tidak satu orang dilaporkan meninggal. Belakangan, diketahui kalau bakteri tersebut memang tidak berbahaya bagi orang sehat, namun dapat membawa dampak buruk bagi mereka yang memiliki tubuh yang lemah. 

Pada tahun 2012, seorang peneliti bernama Lisa Martino Taylor berhasil mengumpulkan data yang membuktikan kalau ilmuwan militer telah menyemprotkan partikel radioaktif di St.Louis, Missouri, yang disebut bertujuan untuk menguji teknologi senjata kimia. Penyemprotan ini dilakukan antara tahun 1950an hingga 1960an.

Hal ini terjadi juga pada rekayasa genetik pada bahan makanan atau proyek GMO. Kalian bisa melihat pembahasannya secara lengkap melalui artikel saya yang berjudul Monsanto dan Codex Alimentarius, Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita.

Aspartame merupakan bahan kimia yang mengandung racun, yang diproduksi oleh perusahaan bernama Monsanto. Aspartame telah dipasarkan ke seluruh dunia sebagai pengganti gula dan dapat dijumpai pada semua jenis minuman ringan untuk diet, seperti Diet Coke dan Diet Pepsi.

2. Project MK Ultra : Program Pengendali Pikiran CIA

Pada pertengahan tahun 1900an, beredar isu kalau pemerintah Amerika Serikat, dalam hal ini CIA, telah melakukan eksperimen pengendalian pikiran yang dilakukan melalui obat-obatan seperti LSD Asam lisergat dietilamida, yang merupakan jenis bahan kimia baru yang bersifat halusinogen). Mereka yang mengajukan teori ini akan ditertawakan dan dianggap sebagai seorang Paranoid. Pemerintah Amerika juga tidak mengakuinya dan menganggap isu tersebut sebagai sebuah rumor yang tidak berdasar.
Namun pada tahun 1975, kongres Amerika Serikat mulai membentuk komite untuk menyelidiki aktivitas CIA di dalam negeri. Komite yang disebut Church Committe ini menemukan fakta tentang MK Ultra. CIA memang melakukan eksperimen pengendalian pikiran atau “Rekayasa Perilaku Manusia” lewat divisi Scientific Intelligent milik CIA.
Program ini dimulai tahun 1950an hingga dihentikan pada tahun 1973. Penyelidikan ini juga menemukan kalau ketua CIA saat itu, Richard Helms, telah memerintahkan pemusnahan dokumen-dokumen yang berhubungan dengan MK Ultra pada tahun itu.
Pada tahun 1995 Presiden Clinton sebenarnya mengeluarkan permintaan maaf secara resmi atas nama pemerintah AS.
CIA menggunakan obat-obatan, perangkat elektronik, hipnosis, pengurangan sensorik otak, pelecehan verbal dan seksual, dan penyiksaan untuk melakukan eksperimen rekayasa perilaku pada mata pelajaran di institusi pendidikan. Program ini dilakukan di lebih dari 80 lembaga yang berbeda, termasuk perguruan tinggi, rumah sakit, penjara, dan perusahaan farmasi.
Lewat undang-undang kebebasan informasi, CIA mulai melepaskan dokumen-dokumen yang tersisa ke publik hingga pada tahun 2001 MK Ultra sudah tidak dianggap sebagai proyek rahasia lagi.
3. Operation Mockingbird, Indikasi awal kontrol pemerintah terhadap media

Setiap aspek kehidupan kita dibentuk oleh informasi yang kita terima. Namun, bagaimana jika arus informasi dikendalikan oleh pemerintah (tentunya pemerintah yangs aya maksud di sini adalah pemerintahan bayangan)?
Para penganut teori konspirasi memiliki satu kecenderungan. Mereka tidak mempercayai media mainstream. Mereka berargumen kalau media-media utama telah dikuasai oleh pemerintah yang mencoba untuk mengatur arus informasi. Buktinya adalah keengganan media utama untuk memberitakan masalah teori konspirasi.
Dalam banyak kasus, hal ini boleh dibilang benar. Pemerintah memiliki kepentingan dan punya kuasa untuk mengambil tindakan apa saja untuk melindungi keamanan nasional atau orang-orang tertentu.
Misalnya, ketika putri Obama, Malia, pergi berlibur ke Mexico, beberapa media memberitakan kunjungan itu. Namun keesokan harinya, berita tersebut lenyap begitu saja dari internet. Belakangan, Secret Service mengakui kalau mereka telah meminta media untuk mencabut berita itu demi keselamatan Malia.
Pada masa berakhirnya perang dunia II, sekitar permulaan tahun 1948, seorang agen CIA bernama Frank Wisner diberi kepercayaan untuk mengurus salah satu cabang CIA yang bernama Office of Policy Coordination. Dalam implementasi wewenangnya, Wisner memulai Operation Mockingbird yang tujuan utamanya adalah menginfiltrasi media-media utama di Amerika Serikat.
Pada pertengahan tahun 1950an, CIA sudah menjalin kerjasama dengan 400 jurnalis dari media-media utama di seluruh Amerika. Dengan operasi ini, pemerintah bisa dengan mudah mengatur arus informasi sehingga mengarah ke kondisi yang diinginkan.
Pada pertengahan tahun 1970an, Operation Mockingbird tersingkap dan dibubarkan. Entah apa dampak dari operasi tersebut dan informasi macam apa yang telah dikendalikan oleh Pemerintah. 
4. Operation Northwoods, Militer AS memiliki rencana ‘false flag’ untuk provokasi Kuba
Teori konspirasi: Kepala staf gabungan militer AS menyusun dan menyetujui rencana untuk membuat aksi terorisme di tanah AS untuk mempengaruhi publik Amerika mendukung perang terhadap Kuba.
Namun ternyata konspirasi ini terbukti benar dan kalian bisa melihat buktinya dalam dokumen ini.
Untungnya, Presiden Kennedy menolak Operasi Northwoods yang direncanakan para staf gabungan militer AS ini, termasuk menghindari penembakan rakyat Amerika yang tidak berdosa jika kapal yang membawa pengungsi Kuba melarikan diri dan menenggelamkannya di laut lepas, kalau ini terjadi gelombang terorisme dan kekerasan tentunya akan diperintahkan dari Washington DC itu sendiri.
Selain itu, pada tahun 1962, kepala staf gabungan militer AS George Decker (Angkatan Darat), David Shoup (Marinir), Georg Anderson, Jr (Angkatan Laut), Curtis LeMay (Angkatan Udara), dan Edwin Roland (Coast Guard) yang dipimpin oleh Ketua Lyman Lemnitzer, direncanakan untuk membuat bukti yang akan melibatkan Fidel Castro dan pengungsi Kuba sebagai rencana serangan balik. Lemnitzer direncanakan dalam insiden rumit ini di mana pesawat Kuba akan menyerang dan menembak jatuh sebuah pesawat yang berisi mahasiswa tak berdosa.

Akibat dari penolakan JFK ini, menimbulkan syok traumatis rakyat Amerika di mana presiden JFK mati dibunuh. Kalian bisa melihat artikel saya yang berjudul Mengungkap Konspirasi Dibalik Pembunuhan Presiden JFK.


Selama bertahun-tahun, rumor beredar soal eksistensi Operasi Northwoods, tapi secara umum hal itu dianggap hanya teori konspirasi. Lalu, pada tahun 1997, tim dari Tim Peninjau Dokumen Pembunuhan John F. Kennedy (ARRB) mengungkapkan lebih dari 1.500 halaman dokumen, yang salah satu isinya mencantumkan tentang catatan ‘Operasi Northwoods’ dan sekaligus membuktikan bahwa hal tersebut bukanlah hanya teori konspirasi semata melainkan fakta.

5. Pemerintah Bayangan Amerika (Shadow Government) dan Pembunuhan Terencana Lainnya



Mulai dari skandal Watergate yang di alami presiden AS Richard Nixon sampai tragedi WTC yang menggiring Amerika terlibat dalam kekacauan di Timur Tengah, menambah ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah Amerika berada pada titik puncaknya.

Hal ini juga diikuti banyaknya bukti pembunuhan terencana oleh FBI dan CIA lainnya terhadap para pemimpin di Amerika Tengah dan Selatan, yang sering dilakukan dengan cara-cara yang sulit dilacak. Investigasi mengungkapkan bahwa CIA menggunakan beberapa metode pembunuhan termasuk kecelakaan mobil, kanker, bunuh diri, serangan jantung, dan ditembak mati. Alih-alih meningkatkan kepercayaan publik pada pemerintahnya, temuan tersebut justru tak meredakan ketakutan publik.

Shadow Government adalah pemerintahan tersembunyi dan tak kasat mata yang “sebenar-benarnya” mengendalikan laju utama pemerintah yang digambarkan kepada kita secara umum (Public Government). Sejatinya pemerintahan tersembunyi ini memiliki sifat dan bertujuan bertolak belakang dari pemerintah yang kita pahami dalam konteks akademis, yakni pemerintahan yang benar-benar kita pilih untuk mengabdi kepada rakyat (Pemerintahan Resmi / Public Government).

David Wise dan Thomas B. Ross dalam bukunya The Invisible Government mengatakan, “TERDAPAT dua macam pemerintah di Amerika dewasa ini. Yang pertama nampak mata. Yang satunya tidak terlihat.” Dengan sifat tersembunyi tersebut, Shadow Government dapat diposisikan oleh para konspirator untuk berada di depan, di belakang, bahkan sejajar dengan jalannya roda pemerintahan yang dilakukan oleh Pemerintah Publik dalam menentukan segala kebijakan, keputusan dan tindakan dalam bidang apapun baik yang telah, sedang dan akan dilakukan. Kemampuan fleksibel tersebut menjadikan Pemerintah Bayangan tentunya lebih powerful dari Pemerintah Publik. Peran selangkah lebih maju ini dapat dimaklumi sebab Shadow Government berhubungan erat dengan Intelligence Community (Komunitas Intelijen) suatu negara.”

Adalah sebuah fakta mengerikan bahwa CIA, FBI, NSA adalah salah satu Komunitas Intelijen yang berada pada Executive Branch (Cabang Eksekutif) pemerintahan Amerika Serikat yang tidak sepenuhnya dikendalikan konstitusi melainkan berada dibawah kontrol Pemerintahan Bayangan, seperti halnya Federal Reserve pada Financial Department (Departemen Keuangan), sebagai lembaga keuangan yang mencetak mata uang dollar Amerika, kontrol penuh pencetakan uang sepenuhnya berada di bawah kendali swasta yang di kendalikan oleh Bankir Elit International.

Mengenai Shadow Government kalian bisa melihat artkel saya yang berjudul Menyelidiki Pemerintahan Bayangan (Shadow Government), Sudahkah Indonesia Menjadi Negara Berdaulat?

Semoga bermanfaat 🙂

Sumber :
  • http://www.oddee.com/item_99023.aspx
  • http://xfile-enigma.blogspot.com
  • http://www.lolwot.com