Keajaiban Lebah Madu, Hewan yang Memiliki Kehebatan Luar Biasa

1
1240
Lebah merupakan sekelompok besar serangga yang dikenal karena hidupnya berkelompok meskipun sebenarnya tidak semua lebah bersifat demikian. Semua lebah masuk dalam suku atau familia Apidae (ordo Hymenoptera: serangga bersayap selaput). Di dunia terdapat kira-kira 20.000 spesies lebah dan dapat ditemukan di setiap benua, kecuali Antartika.
Sebagai serangga, ia mempunyai tiga pasang kaki dan dua pasang sayap. Lebah membuat sarangnya di atas bukit, di pohon kayu dan pada atap rumah. Sarangnya dibangun dari propolis (perekat dari getah pohon) dan malam yang diproduksi oleh kelenjar-kelelenjar lebah betina yang masih muda terdapat dalam badannya. Lebah memakan nektar bunga dan serbuk sari.
Tahukah kamu banyak kehebatan luar biasa lebah madu yang mungkin kamu belum mengetahuinya? Apa sajakah kehebatan hewan yang satu ini? simaklah dalam penulusuran saya berikut ini.

Cara komunikasi antar lebah yang sulit dipercaya

Lebah memiliki alat komunikasi yang sangat unik dan sulit dipercaya. Komunikasi unik ini terjadi setelah lebah menemukan sumber makanan, lebah pemadu yang bertugas mencari bunga untuk pembuatan madu terbang lurus ke sarangnya. Ia memberitahukan kepada lebah-lebah yang lain arah sudut dan jarak sumber makanan dari sarang dengan sebuah tarian khusus. Setelah memperhatikan dengan seksama isyarat gerak dalam tarian tersebut, akhirnya lebah-lebah yang lainnya mengetahui posisi sumber makanan tersebut dan mampu menemukannya tanpa kesulitan.

Ketika lebah kembali dari sumber makanan, mereka menari di sarangnya. Lebah melakukan tarian ketika sumber makanan ada di dekatnya. Lebah membuat dua garis setengah lingkaran, kemudian kembali ke titik awal.
Lebah juga menunjukkan tarian berbentuk garis bergelombang setengah lingkaran yang berbentuk angka delapan untuk memberikan informasi tentang jarak dari sumber makanan.

Mata lebah yang bisa merasakan sinar ultraviolet

Mata lebah diciptakan untuk merasakan sinar ultraviolet. Dengan cara ini, sinar ultraviolet yang tercermin dari kelopak bunga akan memberitahukan lebah terbang pada koordinat di mana mereka menemukan bunga yang dipenuhi serbuk sari.

Cara lebah membangun sarang

Lebah menggunakan cara yang sangat menarik ketika membangun sarang. Mereka memulai membangun sel-sel tempat penyimpanan madu dari sudut-sudut yang berbeda, seterusnya hingga pada akhirnya mereka bertemu di tengah. Setelah pekerjaan usai, tidak nampak adanya ketidakserasian ataupun tambal sulam pada sel-sel tersebut. Manusia tak mampu membuat perancangan yang sempurna ini tanpa perhitungan geometris yang rumit; akan tetapi lebah melakukannya dengan sangat mudah. 

Setiap sel heksagonal yang dipenuhi dengan madu, serbuk sari dan telur dibentuk dalam urutan tertentu. Keseluruhan sel dibangun secara sinergi dari atas ke tengah sarang. Bagian tengah membentuk serbuk sari. Bagian bawah membentuk bilik larva. Pada bagian paling bawah dibangun bilik sel untuk ratu lebah yang baru.
Struktur sarang lebah

Struktur paling mencolok dalam desain sarang lebah adalah bentuk tiga belah ketupat sama sisi di bagian bawah sel heksagonal. Setiap sel dirancang sedemikian rupa agar dapat dihubungkan dengan tiga sel di sisi yang berlawanan. Struktur saling berhubungan ini memberikan ketahanan sarang lebah yang maksimal. Sama seperti dua besi baja di hubungkan dengan cara dilas satu sama lain.
Para ilmuwan meneliti struktur sempurna sarang lebah ini memiliki perhitungan matematis mengagumkan yang dilakukan sedemikian rupa dan sangat kompleks. Ini adalah desain yang membutuhkan kejelian matematika paling rumit.

Lebah menghitung besar sudut antara rongga satu dengan lainnya pada saat membangun rumahnya. Suatu rongga dengan rongga di belakangnya selalu dibangun dengan kemiringan tiga belas derajat dari bidang datar. Dengan begitu, kedua sisi rongga berada pada posisi miring ke atas. Kemiringan ini mencegah madu agar tidak mengalir keluar dan tumpah.

Lebah membuat penyimpanan madu dengan bentuk yang paling efektif

Sarang lebah yang berbentuk heksagonal
Lebah madu membuat tempat penyimpanan madu dengan bentuk heksagonal. Sebuah bentuk penyimpanan yang paling efektif dibandingkan dengan bentuk geometris lain. Lebah menggunakan bentuk yang memungkinkan mereka menyimpan madu dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit. Para ahli matematika merasa kagum ketika mengetahui perhitungan lebah yang sangat cermat ini. 
Bentuk heksagonal adalah bentuk yang paling memungkinkan lebah untuk menyimpan madu
dalam jumlah maksimal dengan menggunakan material yang paling sedikit
Bagaimana dengan bentuk lingkaran?
Dari gambar dibawah terlihat bahwa jika lebah membentuk sarangnya berbentuk lingkaran maka akan terdapat ruang kosong (warna pink). Hal tersebut menunjukkan bahwa jika lebah membentuk sarangnya berbentuk lingkaran maka “space” untuk meletakkan madu semakin sempit. Lain halnya bila lebah membentuk segi enam (heksagonal) dalam pembuatan sarangnya. Titik berwarna “pink” atau ruang kosong tersebut tidak akan ditemui atau dengan kata lain ruang atau “space” untuk meletakkan madu semakin luas.
Bentuk lingkaran tidak memungkinkan karena banyak ruang kosong yang tidak terisi
Lalu mengapa lebah tidak membentuk sarangnya berbentuk segiempat atau segitiga? bukankah ruang kosongnya juga tidak ada?
Perbedaan bentuk geometris segi enam, kotak dan segitiga
Berdasarkan hasil penelitian para ilmuwan, bahan baku yang diperlukan lebah untuk membuat sarang berbentuk segitiga maupun persegi lebih banyak dibandingkan berbentuk segi enam, sehingga segi enam merupakan bentuk paling ideal untuk sarang lebah. Kesimpulannya sarang berbentuk segi enam merupakan sarang terluas dengan bahan baku terkecil.
Madu yang dihasilkan lebah memiliki banyak manfaat
Madu tersusun atas beberapa molekul gula seperti glukosa dan fruktosa serta sejumlah mineral seperti magnesium, kalium, potasium, sodium, klorin, sulfur, besi dan fosfat. Madu juga mengandung vitamin B1, B2, C, B6 dan B3 yang komposisinya berubah-ubah sesuai dengan kualitas madu bunga dan serbuk sari yang dikonsumsi lebah. Di samping itu di dalam madu terdapat pula tembaga, yodium dan seng dalam jumlah yang kecil, juga beberapa jenis hormon.
Fakta ilmiah ini telah dibenarkan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Dalam konferensi tersebut didiskusikan pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu.
Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari dan propolis (getah lebah) dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter asal Rumania mengatakan bahwa ia mencoba menggunakan madu untuk mengobati pasien katarak, dan 2002 dari 2094 pasiennya sembuh sama sekali. Para dokter asal Polandia juga mengatakan dalam konferensi tersebut bahwa getah lebah (bee resin) dapat membantu menyembuhkan banyak penyakit seperti bawasir, penyakit kulit, penyakit ginekologis dan berbagai penyakit lainnya.
Keajaiban Al Qur’an mengenai lebah
Dengan banyaknya bukti-bukti kehebatan lebah di atas, hal ini membuktikan kepada kita bahwa Allah swt lah yang telah menciptakan makhluk yang diberi petunjuk melalui “ilham” ini, sehingga memiliki kehebatan yang luar bisa yang kita sendiri pun kadang tak sanggup melakukannya, sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nahl ayat 68-69 :
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan ditempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Tuhan, bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An-Nahl, 16: 68-69)

Semoga bermanfaat 🙂

Sumber :

  • http://id.wikipedia.org/wiki/Lebah
  • id.harunyahya.com
  • http://kerenews.blogspot.com