Inilah 20 Foto Berwarna Peninggalan Firaun yang Ditemukan pada Tahun 1920-an

0
11029
Nebkheperure Tutankhamun atau Tutankhamun, kadang dieja dengan Tuten, amen atau amon, adalah Firaun dari Dinasti Kedelapanbelas Mesir (memerintah 1333 SM – 1324 SM), pada masa yang disebut Kerajaan Baru Mesir. Nama aslinya, Tutankhaten, berarti “Jelmaan hidup Aten”, sedangkan Tutankhamun berarti “Jelmaan hidup Amun”. Pada tahun 1922, makamnya ditemukan oleh Howard Carter dan sejak itu Tutankhamun menjadi ikon populer dari peradaban Mesir Kuno.
Pada bulan Februari 2010, hasil tes DNA memnyatakan bahwa dia adalah anak dari Akhenaten (mumi KV55) dan adiknya / istri (mumi KV35YL), yang namanya tidak diketahui tetapi secara positif diidentifikasi sebagai mumi “Nyonya Muda” yang ditemukan di KV35.
Harry Burton, seorang Egyptologist Inggris dan fotografer arkeologi, mendokumentasikan penggalian yang luar biasa ini dengan nama Metropolitan Museum of Art, yang mengambil lebih dari 1400 foto untuk pertama kalinya sepanjang sejarah..
Dalam pamerannya di New York, spesialis studio British Dynamichrome mewarnai pilihan foto Burton, foto tersebut menggambarkan selama penggalian berlangsung. Di bawah ini Anda akan menemukan foto versi hitam putih dan berwarna yang akan saya jelaskan dengan keterangan pada masing-masing foto.
Pada foto diatas, adalah kuburan Tutankhamun yang terlihat utuh. Peti matinya dilapisi dengan emas padat 24 karat dengan kaca biru dan batu semi mulia, simbol kain kepalanya khas menggambarkan burung bangkai dari dewi Mesir Nekhbet, yang melambangkan kedaulatan tertinggi di Mesir dan lambang Wadjet yang bergambar ular di atas alis melambangkan kedaulatan terendah di Mesir.
Carter dan pembantunya, memeriksa sarkofagus / peti mati firaun yang dilapisi emas, peti mati kayu ini juga dilapisi kaca berwarna yang berbeda.
Howard Carter sedang meneliti sarkofagus Tutankhamun.
Howard Carter, Arthur Callender dan pembantunya orang Mesir membuka pintu kuil terdalam dan melihatnya untuk pertama kali di sarkofagus Tutankhamun.

Carter, Callender dan dua pekerja Mesir hati-hati membongkar salah satu kuil emas dalam ruang pemakaman.
Carter, Mace dan seorang pekerja Mesir, terlihhat sangat hati-hati menggulung selubung kain yang menutupi kuil kedua.
Di dalam kuil terluar di ruang pemakaman, terlihat kain besar dengan mawar emas, mengingatkan pada langit malam, meliputi kuil yang lebih kecil didalamnya. Mural pada dinding di sebelah utara menggambarkan tiga adegan Tutankhamun menghadap Osiris, dengan Ay dan Firaun baru yang sedang melakukan upacara pembukaan. Di dinding barat diperlihatkan berbagai dewa Mesir seperti Horus dan Maat.

Sebuah patung Anubis (dewa kematian) di dalam kuil dengan tiang pengusung jenazah yang terletak disekitar makam.

Sebuah patung Sapi berlapis emas yang adalah dewi air Firaun yang bernama Mehet-Weret, terletak di sekitar makam.

Terlihat perkakas dan harta peninggalan  Firaun Mesir yang didalamnya berisi perhiasan, pakaian dan kosmetik untuk anak raja.

Bermacam-macam model perahu di sekitar makam. Ada sekitar 35 perahu yang terletak di seluruh makam.

Howard Carter, Arthur Callender dan pekerja Mesir membungkus salah satu patung sentinel untuk transportasi.

Banyak kereta ditumpuk disebuah ruangan. Sebuah skema besar penataan seluruh makam dapat ditemukan di sini.

Sebuah tempat tidur seremonial dalam bentuk Sapi, dikelilingi benda-benda lain di ruang depan makam. Terdapat benda berbentuk telur bulat putih yang digunakan  untuk persembahan makanan, termasuk salah satunya berisi daging sapi!

Hiasan ukiran vas pualam di ruang depan, yang mengandung parfum.

Di bawah tempat tidur singa di ruang depan terdapat beberapa kotak dan peti, eboni dan gading kursi yang digunakan Tutankhamun sebagai seorang anak.

Sebuah tempat tidur berbentuk singa emas, pakaian dan benda-benda lain di ruang depan. Dinding ruang pemakaman dijaga oleh patung-patung.

Lord Carnarvon, finance dari penggalian Howard Carter berpose di luar Burial Chamber

Arthur Mace dan Alfred Lucas bekerja pada kereta emas dari makam Tutankhamun di luar “laboratorium” di makam Sethos II.

Laboratorium didirikan di makam Sethos II, konservator Arthur Mace dan Alfred Lucas sedang membersihkan salah satu patung sentinel dari ruang depan.

Luar biarsanya, penemuan peninggalan perkakas Firaun yang mewah ini, sudah dijelaskan di dalam Al Qur’an ini 1400 tahun yang lalu.

Allah swt berfirman :

“Dan betapa banyak kami membinasakan sebelum mereka dari penduduk negeri, mereka lebih bagus perkakas rumah tangganya dan bangun badannya.” (QS. Maryam : 74)

Semoga bermanfaat 🙂

Baca juga : Inilah Penemuan Jasad Firaun dan Roda Keretanya yang Tenggelam di Laut Merah

Sumber :
All images by Harry Burton. © The Griffith Institute, Oxford. Colorized by Dynamichrome for the exhibition “The Discovery of King Tut” on New York’s 5th Avenue on November 21st, 2015.

http://www.instagram.com/dynamichrome
http://www.dynamichrome.com
http://www.tutnyc.com
https://id.wikipedia.org/wiki/Tutankhamuns
http://twistedsifter.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here