Ternyata Matahari Memiliki Garis Edar, Inilah Lama Peredarannya Mengelilingi Galaksi Bima Sakti!

5
5278

Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km,kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya.

Namun, tahukah kamu? ada sebuah fenomena matahari yang mungkin jarang kita ketahui bahwa sebenarnya matahari juga berjalan di alam semesta mengelilingi galaksi sebagaimana berjalannya bulan mengelilingi bumi?

Matahari Memiliki Garis Edar

Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari (tata surya) juga berjalan menempuh jarak ini. Tata surya kita mengelilingi galaksi bima sakti yang begitu luas dan jauh. 

Seperti kita ketahui, Bima Sakti adalah galaksi spiral dimana tata surya berada, dan diperkirakan berusia sekitar 13,2 miliar tahun. Saat ini, diketahui dari data terbaru bahwa ukuran diametar galaksi Bima Sakti ialah hampir 150.000 tahun cahaya. Galaksi ini, mengandung 200 sampai 400 miliar bintang, dengan perkiraan ada dialamnya 50 miliar planet, 500 juta di antaranya bisa ditemukan di pusat Bima Sakti.

Matahari berjalan mengelilingi galaksi dengan bentuk spiral layaknya gelombang berjalan keatas dan kebawah, dimana satu siklus perputaran dari titik utara sampai ke titik selatan ialah selama 30 juta tahun!

Bima Sakti bergerak dengan kecepatan 552-630 km per detik. Tata Surya kita bergerak pada 720 ribu km per jam dan membutuhkan 230 Juta tahun untuk menyelesaikan satu putaran mengelilingi galaksi Bima Sakti.

Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya. Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh semesta alam.

Keajaiban Al Qur’an Mengenai Garis Edar Matahari di Alam Semesta

Saat Al Qur’an diturunkan 1400 tahun yang lalu, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa matahari sebenarnya memiliki garis edarnya sendiri sebagaimana bulan mengelilingi bumi, ini merupakan bukti mukjizat Nabi Muhammad saw bahwa Al Qur’an memang benar firman Allah swt, seperti dalam ayat Al Qur’an berkut ini.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”
(QS. Al Anbiya:33)

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Yasin:38)

 “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.”
(QS. Az Zariyat:7)

SubhanAllah…

Semoga bermanfaat.

Sumber :
https://id.wikipedia.org
http://mujahidah213.blogspot.co.id
https://larouchepac.com

5 COMMENTS

  1. Keyakinan Solar System adalah keyakinan bathil menurut Al-Quran. Anehnya umat islam justru mendukung teori aau hipotesa tersebut. Sebenarnya banyak kejanggalan kita dapati dalam konsep tata surya dan alam raya (jagad raya) atau universe versi orang-orang barat yg kebanyakan menentang Tuhan.

    Allah jelas-jelas hanya menciptakan ruang (space) antara langit dan bumi yang berisi Bulan, Matahari dan bintang, dimana penciptaan bulan dan matahari tepat setelah penyempurnaan bumi dan penciptaan bintang tepat setelah penyempurnaan langit dengan meletakan bintang-bintang dekat langit terdekat (Lapisan langit yang terdekat dengan bumi)

    Allah mengatakan bahwa Langit dan Bumi sebelumnya adalah suatu yang padu. Kemudian Allah memisahkan keduanya. Allah menciptakan (menyempurnakan) penciptaan Langit dan Bumi dalam Enam Hari (Masa). Empat Hari dalam penciptaan bumi dan segala urusanya dan dua hari menciptakan langit.

    Apa dampak Allah memisahkan langit dan bumi? Dampaknya adalah adanya ruang yang denganya ALlah menciptakan Matahari dan Bulan Juga Bintang. Matahari dan bulan diciptakan setelah penciptaan bumi dan urusanya selama empat hari selesai. Dan diciptakanya matahari dan bulan sebagai cahaya dan penerang adalah diluar dari empat masa penciptaan bumi. Ini meunjukan bahwa penciptaan matahari dan bulan tidak membutuhkan waktu yang significant ketimbang penciptaan langit dan bumi dalam enam masa.

    Setelah menyempurnakan penciptaan bumi dan segala urusanya termasuk menciptakan matahari dan bulan yang diletakan dekat bumi maka Allah menuju langit untuk menyempurnakan penciptaan langit. Allah menyempurnakan penciptaan langit dan menjadikan langit tujuh lapis dalam dua masa dan setelahnya menciptkan bintang-bintang sebagai penghias dan meletakanya dekat langit yang terdekat.

    Mengapa matahari dan bulan dikatakan dekat dengan bumi? Penciptaan bulan dan matahari dikerjakan tepat setelah ALlah menyempurnakan penciptaan bumi dalam empat masa sebagai cahaya dan penerang. Begitu juga penciptaan bintang2 yang diletakan dekat dengan langit tepat setelah Allah menyempurnakan penciptaan langit. Pembagian penciptaan bintang setelah penyempurnaan langit dan penciptaan bulan dan matahari setelah penyempurnaan bumi menunjukan bahwa benda-benda di ruang (antara bumi dan langit) ada yang didekatkan dengan bumi dan ada yang didekatkan dengan langit.

    Dalam banyak ayat, Allah berkali-kali mengtakan, bahwa Dia menciptakan langi dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya. Atau Allah lah pemilik langit dan bumi dan yang berada diantara keduanya. Apa yang ada diantara keduanya? Bulan, Matahari dan Bintang.

    Pertanyaan kita adalah, bagaimana Solar System (Teori tata Surya) berimajinasi bahwa bumi adalah benda ruang angkasa yang berputar-putar dan melayang mengelilingi matahari? Tentu saja ini bertentangan dengan kronologi penciptaan Alam berdasarkan AL-Quran.

    Dalam Solar System teori, pemahaman alam (universe) adalah jagad raya atau ruang yang sangat besar dan tanpa batas. Sementara Al-Quran menyatakan bahwa CIptaan Allah adalah Langit, Bumi dan apa saja yang ada diantara keduanya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Ini menunjukan bahwa Alam ini dibatasi dengan Langit dan Bumi termasuk semua mahluk di bumi dan dilangit serta benda apa saja yang ada diantara keduanya.

    Selain itu pertanyaan kita pada solar system adalah dImana langit? Pertanyaan ini penting karena Allah juga mengatakan bahwa Dia menciptakan langit sebagai atap sementara SOlar system hanya menggambarkan benda-benda diruang angkasa dimana ruang angkasa itu sesuatu yang teramat luas dan tanpa batas dan yang jelas-jelas sangat bertentangan adalah bumi dikatakan benda yang berada diruang angkasa (space). Bukankah ini tidak sejalan dan bahkan bertentangan dengan Al-Quran? Maka dalam hal bagaimana umat Islam ikut-ikut mendukung teori bathil tersebut berdasarkan Al-Quran?

    Jika Pondasi teorinya salah, maka otomatis semua salah. Ini sama saja dengan efek domino. Maka kita bisa katakan bahwa teori bathil itu pun hampir salah semua. Maka pernyataan bahwa bumi mengelilingi mataharipun adalah bathil. Yang benar adalah matahari bergerak pada garis edarnya memutari bumi agar penduduk bumi silih berganti mendapat sinar matahari. Begitu juga bulan.

    Tidak benar bumi mengelilingi matahari dan mengatakan bumi terletak di ruang angkasa (space). Ruang (space) dan apapun yang ada di dalamnya, tidak akan ada jika Allah Tidak memisahkan langit dan bumi. Ketergantungan yang benar adalah tidak ada bulan dan matahari jika tidak ada bumi. Dan ini sesuai dengan kronologi dan logika penciptaan yang Allah ceritakan.

    Kebathilan berikutnya adalah mengatakan bahwa Matahairi lebih besar dari bumi. Jelas ini sama saja memasukan Gajah ke dalam Kulkas. Apa yang patut kita masukan ke dalam kulkas adalah sesuatu yang ukuranya lebih kecil atau setidaknya sama dengan ruang yang ada di dalamnya.

    Dengan demikian jelas lah kebathilan teori tata surya, termasuk teori big bang yang jelas-jelas bertentangan dengan Al-Quran. Semoga kita semua sadar dan tidak pongah dengan mencari-cari pembenaran teori bathil dan jahil tersebut menggunakan Al-Quran.

    • Terima kasih atas informasinya, sebagai orang mukmin yang beriman terhadap Al Quran kita wajib Sami’na Wa Atho’na (Kami Mendengar dan Kami Taat), apapun jika itu benar sesuai yang terkandung dalam Al Quran saya percaya, silahkan mas kirimkan referensinya saya akan koreksi artikel saya agar lebih baik lg…

      Sekarang pun banyak tandingan konsep bumi bulat yaitu bumi datar (flat earth), selama itu terbukti benar dan bisa dipertanggungjawabkan saya menghargainya.. seperti teori evolusi darwin yang kini diruntuhkan dengan penemuan ledakan di lapisan kambrium Bumi yang mematahkan silsilah pohon evolusi…

      Sekali lagi terima kasih atas informasinya, saya sangat senang jika ada yang meluruskan jika ada pemahaman sayang yang keliru 🙂

      • Alhamdulillah anda orang yang open mind. Mengenai Referensi anda bisa check di Al-Quran tentang ayat-ayat yang berhubungan dengan penciptaan langit dan bumi dan apa saja yang berada diantara keduanya.

        Untuk kronologis penciiptaan juga bisa dilihat di surat Fuslhat (9-12)

        Bumi bulat itu absurd. Dengan bumi Bulat, hanya orang disekitar ka’bah saja yang benar2 shalat menghadap Kiblat, sementara yang jauh seperti kita diindonesia sebenarnya menghadap ke langit, kecuali menghadap diterjemahkan dengan memandang secara melengkung bukan datar. Tentu saja kita tidak keliru karena memang bumi bukan bulat.

        Silahkan check hadist nabi seputar baitul makmur juga dalam surat At Thur. Nabi Muhammad menjelaskan Baitul Makmur itu tempat thawaf para malaikat. Letaknya dilangit ke tujjuh dan jika baitul makmur jatuh maka pasti akan menimpa ka’bah. Ini menunjukan bahwa antara baitul Makmur dengan Ka’bah adalah sejajar lurus (vertikal). Hal ini tidak mungkin jika bumi berputar. Karena saat bumi berputar posisi ka’bah tidak lagi tegak lurus dengan baitul makmu, kecuali baitul makmur ikut bergerak seiring rotasi dan evolusi bumi menurut teori solar system.

        Nabi menjelaskan bahwa Baitul Makmur terleatk dilangit ke tujuh sebelum Arsynya Allah. Mungkinkah Baitul Makmur itu bergerak sesuai rotasi dan evolusi bumi? Tentu saja ini pemahaman yang tidak bisa diterima akal sehat.

        Maka Bumi Datar dan semua orang menghadap lurus (horizontal) ke ka’bah, tidak masalah orang tersebut berada di sydnet, di london, jakarta atau manapun.

        Dan karena bumi datar, maka atas itu adalah angit dan bawah itu adalah bumi. Tidak ada relatifitas arah sebagaimana yang terjadi di bumi Bulat. Dalam Bumi bulat orang yang berada ditimur tidak akan berada di timur lagi ketika bumi bergerak. Dan ini absurd.

        Let’s back to Al-Quran

        salam

  2. dari awal saya denger tentang sistem tata surya saya cuma meng “iya” kan saja toh itu kalimat2 yg ditulis di buku yg semua org baca. Tapi kalo dipikir2 kembali, ilmu tsb saya rasa diluar nalar manusia, Bagaimana mungkin ada org yg menyebutkan kalo bumi kita bagian dari Milky Way. Gimana ceritanya kita yg hidup di “secuil” milky way bisa “tahu” kalo kita berada pada bagian milky way yg begitu besar. Sampe2 di gambar pula bagaimana galaksinya. Belum lagi katanya ada Galaksi2 lain. Ada apa dengan teori mereka? padahal definisi garis edar matahari aja masih belum ada kejelasan pasti dan sepertinya masih jadi perdebatan umum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here