Rahasia Dibalik Materi, Fakta Ilmiah Dunia Hanyalah Ilusi yang Menipu

3
2140

Pembahasan ini sangatlah penting karena akan mengubah cara pandang kita terhadap dunia materi.

Penelusuran masalah ini bukanlah sebuah teori yang bersifat asumsi melainkan sebuah fakta ilmiah yang dibuktikan ilmu pengetahuan saat ini.

Manusia sejak lahir sudah dibiasakan memandang materi dengan arti yang absolut (nyata).

Dunia dan seluruh isinya yang kita pahami hanya sebatas apa yang dilihat oleh mata, dicium oleh hidung, diraba oleh tangan, dirasa oleh lidah dan didengar oleh telinga, sehingga manusia selalu bergantung kepada ke 5 indra ini sejak lahir.

Tapi tahukan anda, penemuan ilmu pengetahuan modern saat ini sangatlah berbeda dari apa yg kita pahami selama ini?

Apa yang kita lihat oleh mata misalnya sejatinya hanyalah ilusi belaka. Hal ini karena apa yang dilihat oleh mata kita hanyalah berupa respon sinyal-sinyal elektris yang diteruskan ke otak, namun otak kita memprosesnya sehingga lingkungan disekitar kita seperti nyata.

Frederick Vester menjelaskan apa yang dicapai ilmu pengetahuan mengenai subjek ini :
Pernyataan sejumlah ilmuan bahwa manusia adalah gambar, segala yang dirasakan bersifat sementara, dan tipuan dan alam semesta hanyalah sebuah bayangan, tampak dibuktikan oleh ilmu pengetahuan saat ini.1

Proses Mata Melihat

Untuk memahami lebih mudah, kita harus mengetahui porses tahapan yang dilihat oleh mata.

Proses melihat melalui beberapa tahap.

Pada saat melihat, kumpulan cahaya (foton) bergerak dari benda menuju mata menembus melewati lensa dimana foton dibelokan dan difokuskan pada retina di belakang mata, hal ini menyebabkan objek terlihat terbalik.

Tahapan proses yang dilihat oleh mata

Di sini, cahaya tersebut diubah menjadi sinyal-sinyal elektris, kemudian dikirimkan oleh sel-sel saraf ke bintik kecil yang disebut pusat penglihatan di bagian belakang otak, tepatnya di Korteks visual (visual cortex).

Segala sesuatu yang kita lihat saat ini, semuanya terjadi dalam bagian otak yang sangat kecil dan gelap ini.

Mulai dari lingkungan disekitar kita sampai galaksi yang jauh di ufuk terjadi pada tempat yang ukurannya hanya beberapa cm3 ini.

Selain itu, kita tahu otak adalah bagian yang tertutup dan gelap gulita, sehingga otak tidak mungkin berhubungan dengan cahaya.

Kita bisa menjelaskan ini dengan contoh.

Anggaplah kita melihat cahaya lilin, selama melihat cahaya lilin ini, bagian dalam otak kita sama sekali gelap. Cahaya lilin tidak pernah menerangi otak maupun pusat pengelihatan kita, melainkan hanyalah sinyal-sinyal listrik di otak.

Namun nyatanya kita dapat melihat dunia yang berwarna warni di dalam otak kita yang gelap.

Lalu, seperti apa sebenarnya dunia di luar otak itu?

Hal yang perlu diperhatikan mengenai dunia di luar otak kita adalah perasaan tentang jarak.

Jarak yang terbentuk dari benda yang kita lihat di depan kita, tidaklah lebih dari perasaan tentang ukuran ruang yang terbentuk dalam otak kita.

Benda-benda yang kita lihat sangat jauh dalam pandangan seseorang ternyata adalah sejumlah bayangan yang terkumpul pada satu titik di dalam otak.

Misalnya, seorang yang melihat bintang-bintang di langit pasti beranggapan bahwa benda yang dilihatnya berjarak jutaan tahun cahaya jauhnya.

Padahal bintang-bintang ini ada pada dirinya sendiri, di pusat pengelihatan pada otaknya.
Ketika kita membaca artikel ini, sebenarnya kita tidaklah berada pada ruang sebagaimana yang kita yakini, melainkan ada pada diri kita sendiri, bahkan tubuh kita yang kita lihat sendiri pun merupakan gambar yang terbentuk dalam otak kita.
Hal ini sama seperti indra yang lain, suara, sentuhan, perasa dan bau, semuanya hanya dirasakan oleh otak sebagai sinyal-sinyal listrik.
Otak kita sepanjang hidup tidak berhubungan secara langsung dengan materi sesungguhnya yang ada di luar kita.
Disinilah kita tertipu ketika menganggap tiruan ini sebagai materi sesungguhnya diluar kita.

Untuk lebih memahami dunia di luar otak adalah tipuan belaka, kalian bisa melihatnya pada video dibawah ini.

Dunia Dalam Mimpi

Sama seperti halnya kita melihat di dunia yang kita anggap nyata, pengalaman dunia di dalam mimpi pun sama sekali nyata, padahal kita tidak beranjak selangkah pun dari tempat tidur kita.

Untuk mempermudah memahami dunia dalam mimpi seperti terjadi di alam nyata dapat di contohkan pada video berikut ini.

Bagi kita yang masih menganggap bahwa dunia mimpi hanyalah khayalan dan dunia sebagai alam nyata hanyalan karena kebiasaan dan prasangka kita saja.

Lalu jika semua ini hanyalah khayalan, kehendak apakah yang melihat, meraba, merasa, mendengar, mencium jika bukan otak?

Siapakah wujud ini, yang berfikir, beralasan dan memiliki perasaaan dan berkata saya adalah saya?

Jawabannya adalah ruh / roh. Wallahua’lam bishawab, bagaimana pun penjelasan tentang ruh ini hanya Allah yang tau, penulis hanya menjelaskan keberadaan ruh (titik). 

Allah swt berfirman :

Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: “Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”. (QS. Al-Isra’: 85)

Inilah rahasia dibalik materi! apa yang sejatinya kita lihat di alam nyata tentang keberadaaan materi hanyalah ilusi.
Hal ini mematahkan argumentasi kaum materialis bahwa materi bersifat absolut (nyata).
Pertanyaan penting lainnya ialah…
Jika kita mengetahui bahwa alam materi yang kita lihat ini dirasakan oleh ruh, lalu dari manakah sumber penampakan ini?
Penampakan ini tidak lain pasti telah DICIPTAKAN.
Dan bukan hanya itu, penciptaan ini haruslah terjadi terus menerus.
Jika tidak demikian maka, apa yang kita lihat sebagai alam materi akan musnah dan hilang.
Hal ini dapat disamakan dengan televisi yang terus menampilkan gambar selama ada sinyal yang terus menerus dipancarkan, jika pemancar ini berhenti maka gambar pada layar tv juga akan hilang.
Siapakah Wujud Absolut (Nyata) yang Sebenarnya?
Wujud absolut sesungguhnya pastilah berbeda dengan apa yang diciptakannya yang bersifat khayalan.

Dialah Allah, yang Maha Pencipta, memiliki kekuatan dan kebesaran yang abadi, seluruh penampakan ini Dia ciptakan atas kehendak-Nya dan Dia berkuasa atas apa yang diciptakan-Nya setiap saat.

Hal ini dikemukakan oleh ilmuan muslim Imam Rabbani.

Allah.. Materi pembentuk wujud-wujud yang Dia ciptakan ini hanyalah ketiadaan… Ia menciptakan semuanya di dalam dunia indra dan hayalan.. Keberadaan alam semesta berada di dalam dunia indra dan hayalan, dan ia bukanlah materi… Sesungguhnya, di luar itu tidak ada apa-apa kecuali Wujud Yang Maha Suci (yaitu Allah).2

Fakta Ilmiah Dalam Al Qur’an

Sungguh Maha Benar Allah atas segala firman-Nya. Semua yang kita bahas tadi telah disampaikan di Al Qur’an 1400 tahun yang lalu.

Berikut adalah ayat Al Qur’an yang membuktikan bahwa dunia dan isinya, langit dan bumi sejatinya adalah khayalan dan akan lenyap.

“Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”
(QS. Fathir : 41)

Dalam ayat lain Allah swt tidaklah tidur dan terus menerus mengurus makhluknya. 

“Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”
(QS. Al-Baqarah : 255)

Ilmu Allah swt meliputi segala sesuatu, dan Dia tidak berada pada apa yang diciptakan-Nya melainkan dekat kepada hamba-Nya tanpa jarak. Allah swt tidak serupa dengan makhluk-Nya dan tidak bisa dijangkau pandangan mata manusia.

“Dan kepunyaan Allahlah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap maka disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmatNya) lagi Mahamengetahui”
(QS. Al-Baqarah : 115)

“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-An’am : 103)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”
(QS. Al-Qaf : 16)

“Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat”
(QS. Al-Waaqiah : 83-85)

 
Semoga bermanfaat 🙂
_____________________
1. Frederick Vester, Denken, Lerne, Vergessen, vga, 1978, hlm. 6
2. Imam Rabbani dalam surat-surat Rabbani. Vol. II, Surat 357, hlm. 163

3 COMMENTS

  1. hmmmm,,,,,,saya tidak mampu menerimanya. terus jika semua cuma khayalan,,terus disaat hari kebangkitan umur, badan, harta, waktu, dan satu lagi(lupa) dipertanggung jawabkan?? oh ya trus bgmn ayat2 ancaman “merasa aman kah kamu jika ALLAH mengirim meteor dr langit, membenamkan kamu ke dalam bumi…….”?

  2. Allah.. Materi pembentuk wujud-wujud yang Dia ciptakan ini hanyalah ketiadaan… Ia menciptakan semuanya di dalam dunia indra dan hayalan.. Keberadaan alam semesta berada di dalam dunia indra dan hayalan, dan ia bukanlah materi… Sesungguhnya, di luar itu tidak ada apa-apa kecuali Wujud Yang Maha Suci (yaitu Allah).2

    saya memandang ini adlh pelecehan thd ALLAH,,, bgmn dgn hadist ukuran langit RASULULLAH?? “perbandingan LANGIT PERTAMA dgn langit kedua itu ibarat cincin dibuang dipadang pasir…………………”!?

    ALLAH menciptakan adam dr tanah liat dgn KUASANYA sendiri………… < salah satu ayat suci alquran!

    saya bahkan beranggapan inilah adlh hasil pemikiran para ilmuwan kuffar guna meniadakan hari pembalasan!

  3. Sodara Ade Kurniawan, mohon untuk tidak salah paham, di artikel ini sama sekali tidak bermaksud menjelaskan bahwa surga dan neraka itu adalah hayalan dan keberadaaanya tidak ada, surga dan neraka adalah fakta karena itu adalah janji Allah swt kepada makhlukNya, yang dimaksud dalam artikel ini adalah apa yang kita rasakan di dunia yg fana inilah yang ilusi, wujudnya bisa dilihat tapi tahapan proses melihatnya ditinjau dari aspek ilmiah lah yang bersifat hayalan (seperti di alam mimpi, meskipun kita tidak dalam keadaan sadar namun kejadian yang ada di alam mimpi terasa nyata).

    Adapun pembahasan tentang Ruh itu adalah urusan Allah, manusia memiliki keterbatasan untuk mengetahuinya kecuali sedikit sekali.

    Di dalam artikel ini justru menagungkan Allah yang menciptakan Alam Semesta ini, semua makhluk diciptakan oleh Allah dengan KuasaNya dan KecerdasanNya yang tidak terkira.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here