False Flag Operation, Inilah Teknik Perang Psikologi Menuju Perang Dunia Ke-3

0
1390
False Flag Operation, Inilah Teknik Perang Psikologi Menuju Perang Dunia Ke-3
False Flag Operation, Inilah Teknik Perang Psikologi Menuju Perang Dunia Ke-3

False Flag operation merupakan teknik PsyOP (psychological operation/warfare/perang psikologi). “Falseflag terrorism/operation” terjadi ketika elemen dalam pemerintah (bayangan) bersandiwara melakukan operasi tersembunyi dengan cara angkatan-angkatan perang pemerintah berpura-pura menjadi sasaran musuh padahal di lain sisi justru pemerintah sendiri liang menyerang angkatan-angkatan perang mereka termasuk mengorbankan penduduk. Serangan-serangan tersebut selanjutnya difitnahkan kepada musuh yang diinginkan untuk memberikan alasan dan pembenaran bagi pemerintah dengan tujuan melakukan perang legal terhadap musuh yang dikambinghitamkan tersebut, contoh False Flag operation adalah trageti 9/11 yang berhasil memicu perang global di timur tengah.

False Flag Operation, Inilah Teknik Perang Psikologi

Deanna Spingola, dalam artikelnya False Flag Operation1, memberikan gambaran mengenai motif dan bencana akibat false flag tersebut. Secara sederhana motif false flag meliputi:

  1. Perampasan tanah dan atau alam/ sumber mineral (dalam atau luar negeri)
  2. Pemerolehan upah murah pekerja
  3. Pemerolehan upah murah pekerja
  4. Ketidakstabilan ekonomi
  5. Depopulasi militer atas penduduk setempat
  6. Penghancuran ideologi politis agama
  7. Pendirian tirani politis atau kudeta (seperti yang terjadi setelah 9/11 dengan diresmikannya PATRIOT ACT dan Department of Homeland Security)
  8. Untuk membantu sekutu yang diduga terancam
  9. Melindungi penduduk A.S yang ada dinegara lain

Selanjutnya dijabarkan bencana akibat false flag dapat berupa:

  1. Serangan-serangan teroris
  2. Pembunuhan-pembunuhan terhadap para pimpinan politis
  3. Berbagai bencana “alami”
  4. “Kecelakaan” industri
  5. Serangan bersenjata atas penduduk (Waco, Ruby Ridge, Kent State/penembakan oleh warga sipil lain yang diklaim mengalami gangguan jiwa/depresi)
  6. Serangan dalam bentuk ketekoran ekonomi seperti depresi ekonomi atau sekarang ini bailouts dari para bankir dll.

Teror Demi Teror Menuju Perang Dunia III

Ketika menilik telah dilakukan PD I dan II, serta mempertimbangkan ulang isi surat Albert Pike kepada Mazzini mengenai blueprint Perang Dunia (global) untuk melelahkan dunia dalam situasi perang dan ketakutan/ancaman global, Pike benar-benar tidak hanya sesumbar dalam perencanaan perang-perang global tersebut. Kini, hanya masalah waktu untuk menunggu detik-detik PD III.

False Flag Operation, Inilah Teknik Perang Psikologi
Albert Pike (December 29, 1809 – April 2, 1891), Seorang Mason dengan Derajat 33 dan Memiliki Pangkat Sovereign Grand Commander.

Mari kita lihat kembali seperti apa rencana Perang Dunia versi Albert Pike tersebut,

PERANG DUNIA I harus dimainkan untuk menaklukan Kekaisaran Rusia di bawah kendali Bavarian llluminati. Rusia selanjutnya harus digunakan sebagai “momok” (komunisme) untuk menjalankan tujuan Bavarian llluminati ke seluruh dunia. PERANG DUNIA II harus dimulai dengan memanipulasi perbedaan antara para nasionalis Jerman dan para Zionis politis. Perang ini bertujuan untuk melebarkan pengaruh komunisme Rusia dan pendirian negara Israel di Palestina.2

Dari kutipan-kutipan rencana tersebut, PD I dan II telah sukses dilakukan para konspirator, dan PD III sekarang ini tengah diupayakan. Pertanyaan mendesak yang harus kita jawab ialah bukan kapan Perang Dunia III dilakukan, namun bagaimana PD III ini diupayakan dan dilakukan. Dengan mengetahui bagaimana Perang Dunia III dilakukan, kita juga setidaknya mengupayakan bagaimana melakukan tindakan pencegahan dan menghindari perang global tersebut. Menuju PD III (Armageddon), para konspirator telah menjalankan beberapa agenda teror demi teror yang berhasil menyeret rakyat dunia dan Amerika Serikat.

Teknik Flash Flag Operation pada Perang Dunia Ke-1

False Flag operation PD I dijalankan oleh para konspirator dengan berbagai pengikutnya dengan sengaja membiarkan Kapal Lusitania diterpedo oleh U-Boat milik Jerman. Melalui propaganda Perang Dunia I secara sitematis dibantu oleh media, rakyat Amerika Serikat yang masih netral tidak terlibat PD I akhirnya berhasil diyakinkan dan diseret dalam kancah Perang Dunia kali pertama.

Sebelum PD I pecah, pada tanggal 1 Mei 1915, kedutaan besar Jerman di Washington DC telah mengumumkan dalam New York Papers, selain pengumuman secara verbal, memperingatkan rakyat Amerika bahwa kapal tersebut akan diserang. Tiga bulan lebih awal Jerman telah mengeluarkan pengumuman bahwa perairan sekitar Kepulauan Britania merupakan zona perang. Selain itu, selanjutnya diungkap bahwa pada tanggal 14 Desember 1914, Intelijen Inggris telah meretas kode Perang Jerman, yang menandakan bahwa First Lord of the Admiralty, Winston Churchill, telah mengetahui lokasi setiap U-Boat di area Terusan Inggris.3

Teknik Flash Flag Operation pada Perang Dunia Ke-2

False Flag operation PD II ialah bagaimana para konspirator kembali menyeret rakyat Amerika Serikat ke ladang perang global selanjutnya. Kali ini konspirator, melalui para pengikutnya, sengaja menjajakan Pearl Harbour agar diserang Jepang meski Jepang sendiri sudah bersusah payah menghindari PD II.

Padahal menjelang PD II, jauh-jauh hari sebelum penyerangan Pearl Harbor, dinas militer dan keamanan Amerika sebenarnya telah berhasil memecahkan kode adanya penyerangan yang akan dilakukan militer Jepang. Telah banyak peringatan yang telah disampaikan kepada Roosevelt baik secara langsung atau tidak. The Hilo Tribune Herald seminggu sebelum terjadi serangan Pearl Harbor juga telah memberitakan akan adanya serangan tersebut.

The Hilo Tribune Herald melaporkan bahwa “Japan May Strike Over Weekend” pada 30 November 1941 hanya sepekan sebelum serangan Pearl Harbor.

Selain keterangan dari Hilo Tribune Herald, ada juga memo “McCollum” yang memberikan rincian mengenai tindakan F.D. Roosevelt untuk sengaja memicu PD II waktu itu. Memo tersebut telah dirilis oleh NSA (NJ-25 orders of 1979).

Memo “McCollum” Mmeberitahukan Kesengajaan FDR untuk Memicu Perang Dunia ke II.

Menilik pemicu perang PD I dan PD II di atas, sebenarnya sudah ada daya dan upaya dari beberapa pihak dari kalangan intelijen, militer dan publik untuk bersusah payah mengingatkan pihak-pihak terkait agar tidak melanjutkan rencana perang global.

Namun ketika perang tersebut memang diinginkan oleh para konspirator -melalui para banker dan global elit mereka apa hendak dikata. Dalam realitas, falseflag operation/terrorism yang memicu PD I dan II berhasil dilakukan. Ok, Wars must go on.

Bagaimana dengan Flash Flag Operation pada Perang Dunia Ke-3?

Bagaimana dengan perang global ke tiga? Adakah rangkaian flaseflag opération yang dilakukan para bankir dan global elit menuju Perang Armageddon ?

Jelang PD III, para konspirator telah beberapa kali mencoba mengondisikan fear (rasa takut) sebagai pemicu perang. Di Amerika Serikat, di era J.F. Kennedy, terdapat Opération/Project Northwoods sebagai upaya falseflag opération untuk melegitimasi invasi militer Pemerintah (Bayangan) Amerika ke Kuba, dengan mencoba menarik dukungan dari publik agar mendukung upaya invasi tersebut. Project Northwood ini dilakukan dengan cara mengorbankan fasilitas militer dan publik serta publik sekaligus atas nama teror yang dilakukan pihak Kuba, meski yang melakukan ialah pihak militer/pemerintah sendiri.

Proyek ini diprakarsai oleh Lyman L. Lemnitzer4, Chairman of the Joint Chiefs of Staff waktu itu. Ia juga menjadi NATO Suprême Allied Commander. Untungnya, Kennedy tidak merestui proyek terorisme tersebut. Secara lebih kentara, Kennedy juga berupaya membubarkan CIA; mulai menarik pasukan Amerika Serikat dari medan pertempuran di Vietnam waktu itu; mencegah Israel menjadi negara penghasil nuklir terbesar di dunia; bahkan ia berusaha membubarkan The Federal Reserve yang menjadi biang kebangkrutan dan kemelaratan bangsanya. Namun sayang, seperti halnya Lincoln, Kennedy wajib tewas karena berani mengotak-atik status quo The Federal Reserve. CIA dan Mossad merupakan agen yang paling bertanggung jawab atas pembunuhan J.F. Kennedy dan keluarganya tanpa tersisa. Kamu bisa membaca artikel saya yang berjudul Mengungkap Konspirasi Dibalik Pembunuhan Presiden JFK.

06.jpg
Salah satu isi dari Project Northwoods sebagai dalih Membenarkan Invasi ke Kuba

Di ranah lain di Eropa, upaya teror serupa Operation Northwood (namun lebih menuai hasil) ialah Operation Gladio yang digunakan untuk mengorbankan publik Eropa dengan menggunakan label teroris internasional sebagai alasan sah meneror dan melakukan pembunuhan massal atas nama GWOT (Global War on Terrorism). Faktanya, justru CIA dan MI6 (intelijen Inggris) (serta pasukan inti NATO, Gladio5) yang harus bertanggung jawab dalam kasus terorisme terhadap warga Eropa.

Tak hanya cukup disitu, di era teknologi canggih sekarang ini, PD III juga dimulai melalui perang teknologi yang kini baru saja kita ketahui bahwa pasca tragedi 9/11, pemerintah Amerika Serikat membuat undang-undang Patriot Act dan Homeland Security Act yang melucuti setiap kebebasan rakyat Amerika Serikat / termasuk dunia, di mana pihak komunitas intelijen memiliki hak penuh untuk mengintai, mengawasi, menguping, memerangi, menawah warga sipil dan non sipil tanpa ada surat perintah dan jaminan. Alhasil, tidak lagi ada privasi dan hak pembelaan diri bagi warga AS alias nol besar (zero privacy).

Seperti dalam lirik lagi lagu Green Day dalam julul 21st Century Breakdown.

Homeland security could kill us all

04.jpg
Presiden George W. Bush menandatangani USA Patriot ACT dalam satu peresmian di White House (Gedung Putih) pada 26 Oktober 2001. Undang-unadang tersebut disetujui dalam upaya merespon serangan terorisme pada 11 September 2001 (yang sesungguhnya hanya mitos), dan meberikan agen-agen penegak hukum dan intelijen otoritas yang belum pernah diberikan sebelumnya guna (katanya) melakukan penyelidikan teror (yang dilakukan sendiri).

Semoga informasi ini bermanfaat bagi para patriot bangsa yang merindukan perdamaiaan abadi, bukan maniak perang seperti apa yang konspirator global elit inginkan.

Sumber :

Jagad A.P., Pemerintahan Bayangan dan Big Brother, hlm. 189-198.

______

  1. Deanna Spingola, False Flag Operation, (www.bibliotecapleyades.net/sodopoIitica/sociopol_falseflag02.htm.) Diakses pada 7/29 2013 6:13 AM.
  2. Jan Van Helsing, Secret Societies and their Power in the 20th Century, hlm. 125.
  3. Jagad A.P., The New World Order: Konspirasi Global Para Penyembah Iblis Menaklukan Dunia, hlm. 176.
  4. Lemnitzer, menurut Rhode Island Freemason Newsletter, merupakan seorang Mason derajat 33 dan juga teman baik dari Dwight D. Eisenhower.
  5. Pasukan inti NATO, Gladio, pada dasarnya hanya bertugas di wilayah Eropa saja. Pun demikian, seiring kebutuhan militerisasi global, Gladio kabarnya juga melanglang buana hingga ke Asia, hingga ke tanah air.