PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi

0
688
PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi
PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi

Dari sejak berdiri, NSA dikenal memiliki banyak proyek yang tersembunyi. Pada 6 Juni 2013 salah satu program surveillance NSA baru dibongkar. Program ini merupakan upaya NSA menyadap ke dalam sistem-sistem perusahaan internet untuk mengumpulkan data pengguna internet secara massal. Program surveillance (pengasawan) ini disebut PRISM. Selain itu, terdapat pula program Xkeyscore, yang dibongkar pada 11 Juli 2013, namun pembahasan kali ini difokuskan untuk membahas proyek PRISM.

Pada 6 Juni 2013, PRISM diungkap melalui slide yang “kecolongan” : The Washington Post dan The Guardian “mendapatkan” suatu presentasi security slide sebanyak 41 halaman. Kedua media tersebut menyampaikan bahwa program ini diangkat kepermukaan berdasarkan slide yang diperoleh – PRISM dianggap sebagai salah satu program sangat rahasia yang memperkenankan National Security Agency dan Federal Bureau of Investigation untuk mendapatkan data secara langsung dan cuma-cuma dari server Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, PalTalk, AOL.

PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi

Atas nama MITOS TERORISME, sejak 11 September 2001, Shadow Government Amerika secara dramatis meningkatkan kemampuan badan-badan intelijen mereka untuk mengumpulkan dan menyelidiki informasi baik dari warga asing atau penduduk Amerika Serikat sendiri. Sekian dari seabreg program surveillance, termasuk program tersembunyi yang disebut PRISM, berfungsi menangkap data pribadi warga negara yang tidak dicurigai memiliki hubungan dengan mitos terorisme ataupun siapa dia yang berbuat salah.

Program top-secret PRISM memperbolehkan NSA mengakses secara langsung dan gratis berbagai server perusahaan-perusahaan termasuk Google, Apple, Facebook, juga raksasa provider internet lain di Amerika. Disebabkan adanya kebocoran dokumen dari program tersebut, perusahaan-perusahaan seperti google, Apple, Facebook, dan lain-lain. mencoba berkilah menolak tidak tahu menahu urusan surveillance yang melanggar privasi publik tersebut.

PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi

Dari ulasan T.C. Sottek dan Josh Kopstein diperoleh keterangan berharga sebagai berikut1:

Pada dasarnya PRISM merupakan sampel dari sekian program/proyek Pemerintah Bayangan AS untuk mencuri data pribadi setiap individu yang bersinggungan dengan segala bentuk teknologi dengan cara apapun. Meski PRISM berhasil diungkap akhir-akhir ini, bukan berarti Shadow Government tidak menjalankan atau memiliki program lain. Pun begitu, PRISM bisa dijadikan petunjuk bagaimana warga AS pada khususnya telah kecolongan data pribadi penting dan kita juga kehilangan begitu banyak data pribadi pada khususnya, melalui teknologi yang kita gunakan sehari-hari.

Bagaimana dengan program lain yang juga mengintai dan mencuri data kita? Well. Who knows. Berikut ulasan dari Verge Staff2

What the hell is PRISM?

Disebutkan bahwa PRISM merupakan suatu alat yang digunakan NSA untuk mengumpulkan data elektronik pribadi yang dimiliki pengguna layanan internet besar semisal Gmail, Facebook, Outlook dan lainya. PRISM merupakan evolusi terbaru dari upaya surveillance elektronik pasca 9/11. Program ini ada di bawah naungan Bush melalui Patriot Act, dan dipeluas mencakup Foreign Intelligence Surveillance Act (FISA) sejak 2006 dan 2007.

Masih banyak yang tidak diketahui dari program ini, namun ide mendasarnya ialah PRISM membiarkan NSA untuk meminta data individu tertentu dari perusahaan-perusahaan teknologi utama semisal Google, Yahoo, Facebook, Microsoft, Apple dan lainya. Pemerintah AS berkilah bahwa data boleh diakses jika mendapat izin dari Foreign Intelligence Surveillance Court.

Kenapa PRISM menjadi perkara besar?

Presentasi rahasia yang banyak menerangkan kinerja PRISM dibocorkan oleh mantan kontraktor NSA. Pada 6 Juni,  The Guardian dan Wahington Post melaporkan dari presentasi tersebut bahwa NSA memiliki “akses langsung” ke dalam server Google, Facebook, dan lainya. Pada saat skandal ini terungkap, “secara kebetulan” perusahaan-perusahaan telekomunikasi yang terlibat, menolak keras andil mereka dalam memberikan kemudahan akses langsung ke dalam server perusahaan mereka. Mereka membantah bila memang NSA harus diberi akses tentunya harus ada jaminan dari FISA court. Namun apa yang bisa menjadi jaminan, FISA court sendiri bekerja dengan penuh kerahasiaan.

Bagaimana PRISM diciptakan?

Seperti yang dilaporkan The Washington Post, The Protect America Act of 2007 menghasilkan program rahasia NSA yang disebut US-984XN – dikenal PRISM. Program ini katanya menjadi suatu versi efisien praktek-praktek surveillance yang sama yang dilakukan pemerintah Amerika pasca 9/11, di bawah wewenang “Terrorist Surveillance Program” karya Presiden George W. Bush.

PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi

Metode bagain atas memberitahukan penyadapan langsung menuju infrastruktur semisal kabel fiber optik untuk mengumpulkan data. Metode yang bawah berlabel “PRISM” memberitahukan “pengumpulan langsung dari berbagai server dari Service Providers AS semisal Microsoft, Yahoo, Google, Facebook, PalTalk, AOL, Skype, YouTube, Apple.”

PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi

Siapa yang membocorkan PRISM?

Edward Snowden, kontraktor intelijen berusia 30 tahun. Dulu dipekerjakan NSA, CIA, dan Booz Allen Hamilton. Ia mengaku bertanggung jawab atas kebocoran dokumen PRISM. Ia muncul ke publik pada 9 Juni 2013, tiga hari setelah laporan-laporan PRISM diterbitkan; dalam sebuah interview dengan The Guardian, ia berucap, “Aku tidak ingin hidup dalam suatu masyarakat yang melakukan hal-hal tersebut dan ia menyatakan termotivasi oleh kewajiban sipil untuk membocorkan informasi tersebut.

Ia meninggalkan AS sebelum membocorkan dokumen-dokumen tersebut agar tidak ditangkap, mencari perlindungan ke Hong Kong hingga 23 Juni 2013. Dengan bantuan WikiLeaks, Snowden kabur dari Hong Kong menuju Moscow, dan mencari suaka di Ecuador, Russia, dan negara lainya. Ia masih tinggal di bandara Moscow sambil menunggu suaka dikabulkan.

PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi
Edward Snowden seorang pegawai suatu subkontraktor NSA, membocorkan suatu tempat penyembunyian berbagai dokumen berisi bukti kuat pelanggaran besar-besaran NSA terhadap 4th Amendment AS melalui surveillance jejaring rekaman telepon jutaan rakyat Amerika.

Apa saja yang dikumpulkan NSA ?

Selagi program PRISM banyak dibicarakan akibat dari pengungkapan Snowden, petunjuk mengenai program-program surveillance NSA menjadi semakin jelas. Secara umum program ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Penyadapan “upstream” yang mengambil data secara langsung dari kabel-kabel telekomunikasi bawah laut, dan upaya seperti PRISM, yang memperoleh data dari layanan provider AS. Salah satu slide yang dibocorkan ialah adanya perintah bahwa para analis harus menggunakan “menggunakan kedua” cara dalam presentasi yang dimaksud.

PRISM, Inilah Cara Intelijen Mencuri Data Kita Melalui Teknologi

Berbagai program NSA pada dasarnya mengumpulkan dua jenis data metadata dan isi (content). Metadata merupakan by product beragam komunikasi, semisal rekaman-rekaman telepon yang memberikan informasi partisipan (penelpon dan yang ditelepon), waktu, dan lama penelponan (durasi); komunikasi-komunikasi yang dikumpulkan melalaui PRISM mencakup isi emails, chats, VoIP calls, cloud-stored files dan sebagainya.

Offisial AS telah mencoba menghilangkan berbagai kekhawatiran mengenai pengumpulan metadata NSA yang tidak pandang bulu dengan cara meyakinkan bahwa pengumpulan data tersebut tidak membuka content (isi) percakapan. Namun faktanya, metadata benar-benar sama dengan membuka contentsmetadata internet mencakup informasi semisal email logs, data geolokasi (IP addresses) dan histories dari pencarian di web. Disebabkan undang-undang yang sudah puluhan tahun using, metadata juga jauh dari terjamin ketimbang contents.

Berbagai program NSA mengumpulkan dua : Metadata dan content

Metadata apa saja yang diakses NSA?

Ibarat orang rakus dan kemaruk, dari sisi dunia Internet, NSA mengambil apa saja yang bisa diperoleh dari semua fasilitas yang ada di Internet. Sebut saja metadata email, Twitter, Google Search, Facebook, Web Browser, dan lain-lain. Fasilitas gratisan tersebut ibarat umpan kail yang justru kita makan sendiri. Berikut gambaran metadata yang diambil NSA, Email.

Metadata Email

  • Nama pengirim email, email dan IP address
  • Nama penerima dan alamat email
  • Informasi transfer server
  • Tanggal, waktu dan zona waktu
  • Encoding dan tipe content
  • Catatan Iogin klien beserta alamat IP
  • Format kop surat klien
  • Prioritas dan kategori
  • Subyek email status email
  • Permintaan si penerima

Facebook

  • Nama Anda dan informasi bio profile termasuk kapan ultah
  • Rumah, catatan pekerjaan dan kegemaran
  • Username dan pengenal unik Anda
  • Abonemen Anda
  • Lokasi Anda
  • Piranti yang Anda gunakan
  • Tanggal aktivitas, waktu dan zona waktu
  • Aktivitas Anda, kesukaan, pendaftaran pesawat Anda, beragam peristiwa

Twitter

  • Nama, lokasi, bahasa, informasi bio profile, informasi Anda serta url
  • Kapan Anda menciptakan akun
  • Namapengguna dan piranti pengenal unik
  • Lokasi penge-tweet-an, tanggal, waktu dan zona waktu
  • ID unik tweet dan ID tweet yang dijawab
  • Contributor IDs
  • Follower Anda, jumlah yang Anda follow dan favorite
  • status verifikasi
  • Applikasi pengiriman tweet

Google Search

  • Pertanyaan pencarian Anda
  • Berbagai hasil yang muncul dalam pencarian
  • Halaman-halaman yang Anda cari

Web Browser

  • Aktivitas Anda termasuk halaman-halaman yang telah Anda kunjungi dan kapan
  • Data pengguna dan detail login pengguna dengan auto-fill features
  • Alamat IP address Anda, provider layanan internet, detail piranti hardware, operating system dan versi browser
  • Cookies dan cached data dari berbagai website

Informasi dari Snowden menunjukan bahwa Verizon menangani rekaman dan catatan panggilan masuk dan metadata telepon semua pelanggannya kepada NSA tiap harinya. Pengumpulan masai metadata internet dimulai pada era Bush dengan program yang disebut “Stellar Wind”. Program ini diungkap William Binney. Program tersebut berlanjut selama dua tahun di masa Obama. Setelah mandeg, program tersebut digantikan dengan program bersandi lain, “Evil Olive” dan “Shell Trumpet”.

Kritik dari Band Rock Korn untuk Pemerintah

Band beraliran nu-metal Korn merilis album kesebelas, The Paradigm Shift pada tahun 2013. Video musik  yang berjudul “Spike in My Veins” menampilkan pesan yang berbeda dari kebanyakan video musik saat itu, yang menyinggung program pengawasan NSA dan manipulasi media-media.

John Gentile dari Rolling Stone menjelaskan bahwa video musik ini sebenarnya merupakan “perlawanan kepada pemerintah terhahadap pengawasan data dan informasi yang berlebihan kepada rakyatnya“. Ini adalah kritik yang efektif dari pergeseran paradigma mengenai pengumpulan informasi modern yang diizinkan oleh Undang-Undang PATRIOT ACT di bawah Presiden George W. Bush dan penerusnya.

Kamu bisa melihat cuplikan video klip-nya disini.

Kesimpulan

Well,  sekarang tinggal kita yang menilai, artikel ini saya buat guna menyadarkan anak muda saat ini yang sedang giat-giatnya di sosial media dan smartphone untuk senantiasa waspada. Orang-orang mengira perang dunia ke-3 belum dimulai, mereka keliru, inilah perang dunia ke-3 yang sesungguhnya – melalui media dan teknologi abad modern, mereka mengontrol kita, mengawasi kita dan memanipulasi dunia kita, mereka membunuh naluri berfikir kita, mematikan dunia nyata kita yang sesungguhnya dan merampas hak-hak kebebasan setiap individu.

Semoga kita bijak menilainya dan tidak berlebihan dalam menggunakan teknologi yang sering kali menghipnotis dunia kita saat ini.

Semoga bermanfaat, sebarkan artikel ini kepada kerabat, sahabat dan keluarga sebagai peringatan kepada anak cucu kita kelak 🙂

Baca juga : Pokemon Go, Tahap Baru Totalitarianisme & Alat Mata-mata Intelijen

Artikel ini boleh di copy paste asalkan mencantumkan sumber dibawah dan backlink ardiyansyah.com

Sumber :

_________

  1.  Verge Staff (T.C. Sottek dan Josh Kopstein). Everything you need to know about PRISM: A cheat sheet for fhe NSA’s unvrecedented surveillance program [http://www.theverge.com/2013/7/17/4517480/nsa-spying-prism-surveillance-cheat-sheet]. Diakses pada 9/10/2013 7:40 AM.
  2. Dikutip dan saripatikan dari http://www. theverge.com/2013/7/17/4517480/nsa-spying-prism-surveillance-cheat-sheet. Diakses terakhir pada 1/8/2016 6:12 AM

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here