Rothschild dan Revolusi, Menelusuri Pengaruh Keluarga Rothschild yang Mendalangi Berbagai Revolusi Besar Dunia

0
102

Rothschild dan Revolusi, Menelusuri Pengaruh Keluarga Rothschild yang Mendalangi Berbagai Revolusi Besar Dunia.

Sebelumnya saya pernah membuat artikel yang berjudul Dinasti Rothschild, Inilah Orang Paling Kaya di Dunia yang Tidak Pernah Dipublikasikan, yang mengisahkan tentang keluarga sangat kaya raya dan serakah di dunia. Saking begitu besar pengaruhnya, mereka mampu mengubah alur sejarah dan memperjualbelikan kedudukan para negarawan, raja, bangsawan dan uskup yang tak ubahnya sebuah komoditas dagang, lalu mencampakkannya bak baju atau sepatu usang jika paranan mereka tak lagi diperlukan.

Keluarga inilah yang mendalangi berbagai revolusi, perang, dan pemberontakan, serta mengubah konstelasi politik Eropa, Timur Tengah, dan Amerika Serikat untuk selamanya.

Logo tameng merah Dinasti Rothschild

Untuk memahami revolusi apa saja yang didalangi oleh keluarga yang dikenal dengan logo “Tameng Merah” ini, kita akan merujuk dari buku DR. John Coleman yang berjudul “The Rothschild Dynasty” yang merupakan salah satu rujukan terbaik mengenai sepak terjang keluarga yang sangat berkuasa di Eropa dan di dunia ini sejak tahun 1870-an.

The Rothschild Dynasty, buku yang mengupas berbagai pengaruh hegemoni politik dan ekonomi keluarga Rothschild di Eropa sejak abad ke-18.

Rothschild dan Revolusi

Dokumen-dokumen yang tersimpan di Museum Inggris menyebutkan bahwa keluarga Rothschild terlibat dalam berbagai peperangan dan pemberontakan sejak tahun 1770. Ditemukan bukti bahwa keluarga Rothschild secara tidak langsung ikut membiayai Revolusi Perancis, Keluarga ini memberikan pinjaman dana melalui Bank yang dimiliki oleh Moses Mocatta, paman dari Sir Moses Montefiore – Saudara kandung Moses Montefiore ini menikah dengan Jeanette, salah satu putri Mayer Amschel.

Peta silsilah keturunan Mayer Amschel Rothschild yang tersebar di Eropa.

Putra Mayer Amschel, Nathan, menikah dengan saudara ipar Sir Moses Montefiore pada tahun 1806. Putri Abraham Montefiore lainnya, Louisa, menikah dengan Sir Anthony Rothschild pada tahun 1840.

Silsilah hubungan keluarga Moses Montefiore dengan Nathan Rothschild.

Sejarah merekam bahwa lembaga perbankan Yahudi yang dimiliki oleh Daniel Itzig, David Friedlander, Herz Geribeer, serta Benjamin dan Abraham Goldsmith adalah lembaga-lembaga penyandang dana utama Revolusi Perancis. Sangat menarik jika kita memperhatikan lima puluh delapan pernikahan yang dilakukan oleh para ahli waris Mayer Amschel. Nyaris separonya dilakukan dengan keluarga dekatnya sendiri.

Sejak tahun 1848 ritme aktivitas mereka meningkat pesat, Marx mendeklarasikan bahwa setiap peperangan harus dilakukan demi penyebaran paham sosialisme internasional. Lenin dan Trotsky mengabadikan mandat itu dalam doktrin Komunisme mereka. Perang Dunia Pertama dikobarkan dengan tujuan untuk menegakkan paham Bolshevisme di Rusia, “mendirikan pemukiman Yahudi di Palestina”, memusnahkan gereja Katholik dari muka bumi, dan memberangus pengikutnya dari benua Eropa. Ini sekaligus bukti bahwa paham Komunis sejatinya sejalan dengan bangsa Israel yang menginginkan Yahudi merdeka di atas tanah Palestina.

Pembentukan paham Komunisme dan Negara Israel berakar dari satu silsilah keturuan Yahudi yang sama.

Untuk mengetahui jejak berdarah Komunis kamu bisa membaca artikel ini, Komunisme : Ideologi Sesat Okultisme yang Jarang Diketahui Publik.

Usaha pertama untuk menegakkan Pemerintahan Dunia Satu (New World Order) disamarkan sebagai gerakan Liga Bangsa-Bangsa, Perang Dunia Kedua dikobarkan untuk menghancurkan Jepang dan Jerman, membangun sebuah Negara komunis Uni Soviet dan menyebarkan paham Bolshevisme kepada tiga perempat penduduk dunia. Setelah berakhirnya perang tersebut Amerika Serikat menjalankan sebuah rencana lanjutan untuk mendirikan Pemerintahan Dunia Satu. Ia membentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Markas besar PBB yang terletak di tepi East River, Lake Success, New York, didirikan di atas tanah yang disumbangkan oleh John Davison Rockefeller Junior (merupakan sekutu bisnis keluarga Rothschild di Amerika Serikat).

Perang Dunia Kedua mengubah wajah Amerika Serikat. Benua ini dipaksa untuk berhenti menerapkan konstitusinya dan mengubah bentuk pemerintahannya, dari sebuah republik menjadi oligarkis ala Kekaisaran Romawi. Singkatnya, Amerika Serikat mengalami sebuah transformasi dari sebuah negara Kristen yang berbentuk Republik menjadi sebuah negara adidaya yang berhasrat untuk menaklukkan dunia demi kepentingan gerakan sosialis internasional.

Di balik transformasi besar-besaran ini berdirilah Rothschild sebagai pemegang kekuasaan, penyandang dana, dan pemandu arah. Saya paparkan hal ini sebagai sebuah pengantar sebelum kita membahas berbagai peristiwa penting lain yang menjadi pemicu terjadinya berbagai peperangan di dunia.

Ketika semangat revolusi berkobar di Perancis, kaum bangsawan dan rohaniwan memberikan kebebasan kepada warga negara Perancis. Rakyat Perancis diberi kebebasan untuk bekerja dan mengemukakan pendapat melalui media massa sebagaimana disebutkan dalam buku karangan Louis Diste, Freemasonry and Terror, Dan bukti mengenai kebebasan tersebut diabadikan dalam dokumen-dokumen yang ditulis sebelum 10 Agustus 1789… segala bentuk kebebasan diberikan kepada rakyat Perancis, mulai dari pembebasan dari pembayaran pajak yang jumlahnya mencekik leher, kebebasan beragama, dan sebagainya. Jika saya harus menarik sebuah kesimpulan dari peristiwa yang terjadi berikutnya maka saya akan mengatakan bahwa ada sebuah kekuatan jahat yang menginginkan agar rakyat tak lagi dapat menikmati kebebasan, persamaan, dan keadilan semacam ini.

Jika sebuah bangsa ingin mendirikan pemerintahnya, kekuatan jahat yang tersembunyi ini akan mendatangi sang penguasa dan mengacaukan sistem pemerintahan yang dibentuknya dengan jalan kekerasan dan penindasan. Hal ini terjadi pada Rusia, pada saat Tsar Alexander II dipaksa untuk menyetujui pemberlakuan sebuah konstitusi yang baru.

Menteri Rusia pada saat itu, Stolypin, telah menyiapkan sebuah rencana dengan memberikan hak kepemilikan tanah kepada para petani dan menasionalisasi semua lembaga perbankan di Rusia. Tsar Nicholar melarang segala bentuk perang dan mengancam untuk menembak mati siapapun yang terlebih dahulu memicu peperangan. Dan Para Tsar Rusia terkenal sebagai tokoh-tokoh yang paling beradab, terpelajar, dan santun di dunia. Kisah ini berakhir saat Stolypin dibantai dengan kejam oleh para pemberontak Bolshevik. Pembunuhan yang dilakukan oleh kaum Bolshevik ini memiliki tujuan untuk menghalangi terwujudnya kebebasan dan perdamaian yang dijanjikan oleh sang Tsar.

Pada tanggal 4 Agustus 1789 delapan puluh tiga orang pria tak dikenal sambil meneriakkan kalimat “kamilah Komite 300” mengepung Balai Kota Paris. Teriakan mereka secara tak langsung mengungkap siapa tokoh yang mendalangi penyerangan tersebut. Balai Kota Paris adalah pusat administrasi sipil penduduk negara itu. Robespierre dan Danton tidak langsung ambil bagian dalam peristiwa berdarah yang terjadi setelah pengepungan itu. Stephane Lausanne, editor surat kabar La Matin Paris menyebutkan dalam artikel yang ditulisnya pada tanggal 6 Januari 1923:

Kami rakyat Perancis yakin bahwa kami mengetahui tentang segala bentuk kekuatan yang ada di alam semesta. Namun kami tak tahu apapun mengenai pria-pria yang bahkan publik saja tak mengetahui identitasnya itu. Mereka lebih kuat dari Caesar, bahkan Napoleon sebab merekalah yang mengendalikan dunia. Para pria ini menguasai ibukota negara-negara di dunia, mengendalikan dan menyetir tokoh-tokoh pemerintahan, memanipulasi nilai tukar mata uang, serta mengobarkan dan memadamkan berbagai bentuk revolusi.

Tentu saja Stephane sedang mengulas mengenai 7 Bersaudara Rothschild dan Komite 300. Ia mengetahui peran yang dijalankan oleh keluarga ini namun belum menyadari bahwa Rothschild telah memperalat dan mengendalikan Napoleon sebagai bonekanya. Mereka mencampakkan Napoleon saat pria ini menyadari bahwa ia telah dimanfaatkan dan mulai memberontak. Pemberontakan ini pertama kali ditunjukkannya pada saat ia menceraikan istrinya, sang Creole, Josephina. Philip Francis menulis dalam surat kabar New York American dengan judul the Poison in Americas Cup:

Seharusnya kami mengendalikan bangsa kami sendiri, namun kenyataannya kami dikendalikan oleh sebuah kekuasaan oligarkis Amerika yang membuka perwakilan the International BankeKs Federation, Plunderbund, di negara kami. Bantuan Pemerintah Inggris hanyalah sebuah kamuflase yang digunakan oleh penguasa keuangan dunia itu untuk mengelabui publik.

Saking besar pengaruh kekuasaannya, hanya Rothschildlah (Evelyn de Rothschild) yang berani menunjuk dengan gaya tak sopannya di depan Raja Britannia Raya, Raja Charles yang dikenal Prince of Wales

Tak ada bukti nyata yang menunjukkan bahwa Rothschildlah yang mendalangi berkobarnya revolusi Perancis. Namun ada bukti kuat yang mendukung bahwa Mirabeau dan rekannya, Talleyrand, adalah anggota the Les Amis Reunis. Mirabeau dan Talleyrandlah yang menemukan sosok Napoleon, sang prajurit yang rapuh. Diyakini juga bahwa detail Revolusi Perancis telah dirancang di puri sang Tuan Tanah Hasse yang terletak di Wilhelmshad Di tempat itulah para pemimpin gerakan freemason yang memiliki hubungan dengan Mayer Amschel sering berkumpul. Di sana sering diadakan ‘pertemuan rahasia para mason’ yang dipimpin oleh Mayer Amschel dan di tempat itu pulalah detail Revolusi Perancis disusun.

Pendiri Illuminati, Adam Weishaupt juga dipercaya memiliki hubungan khusus dengan Wilhelmsbad. The Rothschild Money Trust halaman 17 menyebutkan:

Terungkap juga dalam pertemuan itu bahwa ILLuminati mendalangi peristiwa berdarah yang terjadi pada tahun 1789. Peristiwa itu direncanakan dan dibiayai oleh kaum Yahudi. Pasca terjadinya peristiwa tersebut House ofRothschild semakin mantap menguasai sektor keuangan dunia. Ada bukti yang menunjukkan bahwa peristiwa berdarah itu memang dibiayai oleh “the House ofRothschild” yang terkenal dan Revolusi Perancis memang didalangi oleh bangsa Yahudi. Tindakan ini memiliki tujuan akhir untuk merebut kembali hak-hak sipil dan politik bangsa Yahudi di Perancis.

Sayangnya the Rothschild Money Trust tidak menyebutkan bukti yang mendukung fakta bahwa Revolusi Perancis memang dibiayai oleh keluarga Rothschild.

Pada tahun 1782 setelah “menerima” uang dari Tuan Tanah Hesse-Cassel, Amschel mengirimkan uang itu kepada Weishaupt yang pada saat itu menjalani hidup sebagai seorang pengemis. Weishaupt adalah seorang pria kalangan bawah yang berjuang untuk mengumpulkan uang yang akan digunakan untuk membiayai aborsi ilegal yang dilakukan oleh kakak iparnya. Setelah menemui Amschel, Weishaupt muncul di kota Paris dengan berbekal jutaan franc. Ia “mengimpor” hampir 30.000 orang pelaku kriminal dengan reputasi terburuk ke kota itu dan menempatkan mereka dalam penjara-penjara kota Paris. Ia juga melakukan hal yang sama di Jerman. Saat panggung telah dipersiapkan dengan rapi, drama mengenaskan itupun dimulai pada tahun 1789 di Paris. Menurut Pouget St. Andre, Danton, salah satu orang yang mendalangi revolusi Perancis adalah seorang pria Yahudi. Perspicuous yang memiliki nama asli Ruban juga memiliki darah Yahudi. Pouget St. Andre, pengarang buku Les Auteurs de la Revolution Française menyajikan sederet pertanyaan dalam buku karangannya, yang hingga saat ini belum juga terjawab:

Mengapa Pertemuan itu dapat memicu pertumpahan darah yang setragis itu? Mereka mengatakan bahwa pertumpahan darah itu dilatarbelakangi motif keben¬cian rakyat terhadap kaum bangsawan, tapi mengapa hanya 5% dari para bangsawan itu yang benar-benar terbukti melakukan tindakan kejahatan? Mengapa reformasi tersebut harus menelan biaya sebesar 4 juta franc dan mengorbankan 50.000 jiwa jika Raja Louis XVI telah menawarkan kebebasan kepada para tahanan?

Ernest Renan dalam karyanya, La Monarchic Constitutionalle en France menyebutkan: pembunuhan Raja Louis XVI adalah sebuah tindakan materialis yang tak beradab, yang dilakukan oleh manusia tak berperikemanusiaan dan tak bermoral, seorang penjahat busuk yang tak mengenal jasa baik sang raja di masa lampau. Hanya penjahat haus darah yang tega merampas nyawa sang raja.

Tentu saja yang dimaksud oleh Ernest Renan ini adalah keluarga Rothschild.

Semoga bermanfaat.

Sumber :

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here