Bumi Pusat Alam Semesta, Manusia Makhluk Spesial di Jagat Raya

8
853

bumi pusat alam semesta

Bumi psusat alam semesta? benarkah?

Sungguh diluar dugaan kita yang sejak dibangku sekolah mempelajari model alam semesta Copernicus di mana model ini menyatakan bumi tidaklah unik di alam semesta, bumi dan planet-planet mengitari pusat tata surya (heliosentrik) ternyata adalah salah dan tidak sesuai dengan fakta eksperimen ilmiah yang ditemukan baru-baru ini.

Penemuan demi penemuan dari data eksperimen ilmiah yang ditemukan oleh para ahli fisika dan instrumen teleskop sepanjang 2005-2013 berturut-turut justru membuktikan Bumi pusat alam semesta (geosentrik).

Ini benar-benar gila, apakah selama ini kita benar-benar salah dalam memahami alam semesta yang sudah dipelajari hampir 500 tahun terakhir?

Indikasi Awal, Adanya Pergeseran Merah dan Pernyataan Horror Hubble

Redshift atau pergeseran merah adalah adanya sebuah pergeseran di riak gelombang cahaya ke arah merah (merah dalam spektrum cahaya memiliki energi paling rendah), dimana cahaya dari galaksi-galaksi yang mengalami pergeseran merah ini telah kehilangan energinya, dengan kata lain alam semesta mengembang secara seragam (uniform).

Pergeseran merah membuat galaksi-galaksi mengembang secara seragam (uniform) seperti sebua balon bergambar galaksi di mana galaksi-galaksinya ikut mengembang ketika ditiup

Edwin Hubble yang menemukan pergeseran merah secara seragam di galaksi-galaksi yang ia amati melalui teleskop, membuat sebuah pernyataan horor bagi para ilmuan mainstream heliosentrik dalam bukunya The Observational Approach to Cosmology.

“… Keadaan semacam itu akan menyiratkan kita menempati posisi yang unik di alam semesta, analoginya, dalam arti, konsep kuno Bumi pusat alam semesta (geosentrik). Hipotesis ini tidak bisa dibantah, tapi tak disukai dan akan diterima sebagai upaya terakhir demi mempertahankan fenomena tersebut. Oleh karena itu kami mengabaikan kemungkinan itu…. Posisi yang tidak disukai (geosentrik) harus dihindari dengan segala cara…  Posisi yang disukai (heliosentrik) tak tertahankan.”

(Edwin Hubble, The Observational Approach to Cosmology. Hal. 40)

Apakah yang dimaksud Hubble bahwa alam semesta ini mengarah pada geosentrik? Tentu saja belum cukup bukti dengan hanya pergeseran merah yang ditemukan Hubble ini untuk membuktikan bahwa bumi pusat alam semesta.

Mari kita lihat urutan-urutan penemuan demi penemuan yang kita akan bahas setelah ini.

Awal Penemuan, The Sloan Digital Sky Survey (SDSS)

Awal penemuan yang membantah teori Copernicus ini dimulai melalui riset pemetaan galaksi menggunakan instrumen teleksop The Sloan Digital Sky Survey (SDSS) pada tahun 2005 yang diprakarsai oleh institusi Alfred P. Sloan Foundation, hasil riset ini bertujuan untuk survey pemetaan benda-benda langit dan galaksi-galaksi di alam semesta.

bumi pusat alam semesta

Teleskop SDSS terletak di Apache Point Observatory (APO) di Sunspot, New Mexico. Observatorium ini berada di Lincoln National Forest di Pegunungan Sacramento, dan berada di atas gunung 9.200 kaki di atas permukaan laut, di mana sangat bagus untuk mengambil objek langit di luar angkasa karena sedikit mengandung uap air dan polutan. Dikarenakan tempatnya yang tinggi dan jauh dari kota-kota besar inilah, langit malam yang terlihat dari APO termasuk yang paling bagus dan jelas bagi para ilmuan meneliti benda-benda langit.

bumi pusat alam semesta
Distribusi galaksi di alam semesta yang diambil oleh instrumen SDSS III pada tahun 2005. Persebaran seluruh galaksi memiliki pola yang sangat unik dimana terdapat 7 lapis tingkatan pergeseran merah (Redshift), jarak dari satu lapisan ke lapisan lainnya terpisah dengan nilai pergeseran merah (redshift) delta z = 0.0246 atau sekitar 250 juta tahun cahaya. Image Credit: http://www.sdss3.org/science/gallery_sdss_pie2.php

Gambar diatas adalah distribusi galaksi yang dipetakan oleh teleskop The Sloan Digital Sky Survey di mana Bumi ada di tengahnya, perlu diketahui kita hanya bisa memetakan 1/4 luas alam semesta, pada gambar di atas area hitam itu tidak bisa kita lihat karena terhalangi oleh galaksi Bima Sakti.

Pemetaan ini sangat mengagetkan para ilmuan mainstream karena bertentangan dengan model alam semesta yang selama ini diyakini (heliosentrik), dan mengarah pada alam semesta sebelum era Galileo dan Newton yaitu alam semesta geosentrik di mana bumi merupakan pusat alam semesta.

Ahli fisika Professor John Harnett telah meneliti gambar The Sloan Digital Sky Survey ini, ia berkesimpuan bahwa distribusi galaksi-galaksi di luar angkasa membuat sebuah pola unik di mana membentuk pola lapisan-lapisan konsentris sebanyak 7 lapis, mirip seperti lapisan-lapisan kulit bawang, setiap lapisan-lapisannya terpisah dengan jarak pergeseran merah (redshift) delta-z = 0.426 atau sejauh 250 juta tahun cahaya.

Kamu bisa melihat cuplikan video dokumenter The Principle dari analisa Professor John Harnett mengenai bumi pusat alam semesta yang memiliki 7 lapis langit disini.

Penemuan Radiasi Gelombang Mikro Latar Belakang Kosmik (CMB)

bumi pusat alam semesta
Perkembangan terbaru dari gambar pemetaan galaksi atau CMB (Cosmic Microwave Background) yang ditemukan oleh satelit COBE tahun 1992, WMAP tahun 2003 dan Planck tahun 2013.

Gambar-gambar di atas adalah Radiasi Latar Belakang Gelombang Mikro Cosmis atau yang biasa disingkat dengan CMB (The Cosmic Microwave Background) yang kini gambarnya sudah lebih diperjelas melalui instrumen-instrumen COBE tahun 1992, kemudian WMAP tahun 2003 dan yang terakhir lebih detail lagi oleh instrumen Planck pada tahun 2013.

Menurut kalangan saintis mainstream yang berhaluan heliosentrik (bumi mengelilingi matahari), bumi kita tidaklah unik karena ada bumi-bumi lain diluar sana yang memungkinkan adanya kehidupan di luar bumi dengan sistem tata suryanya tersendiri, dan CMB yang mereka maksud adalah sisa radiasi terakhir dari ledakan besar  (bigbang) yang masih bisa teramati, kalangan saintis menggunakan riset ilmiah ini untuk membuktikan adanya bigbang 15 miliar tahun yang lalu.

Namun benarkah demikian? Mari kita buktikan melalui penemuan-penemuan para ahli fisika baru-baru ini.

Anomali CMB – Axis of Evil, Bukti Tak Terbantahkan Bumi Adalah Pusat Alam Semesta

Hasil dari penemuan SDSS dan CMB terbaru membuat penasaran beberapa ilmuan, salah satunya adalah ahli kosmologi Max Tegmark dari MIT yang meriset CMB dengan cara baru. Apa yang ditemukan Max Tegmark sungguh diluar dugaan dan bertentangan saintis mainstream saat ini.

Max Tegmark meriset CMB dari dari data terbaru yang ditemukan oleh instrumen Planck (2013) dengan memisahkannya menjadi bentuk gelombang sferis (bola) – lihat garis gelombang pada gambar CMB dibawah. Disinilah kita akan melihat adanya anomali (keanehan) dimana mengarah pada hasil temuan Max Tegmark  yang dinamakan Axis of Evil.

Peta Radiasi CMB di alam semesta dari instrumen Planck (2013). Perlu untuk kita ketahui, inti pusat yang berada ditengah pada gambar CMB diatas adalah Bumi, sedangkan seluruh peta langit disekitarnya adalah distribusi radiasi CMB-nya yang tersebar di jagat raya.

Max menggunakan program komputer yang ia buat khusus untuk memodifikasi bentuk porosnya.

Pertama Max Tegmark membuatnya dalam bentuk quadrupole (l=2),  sebuah pola yang terdiri dari dua buah dipole atau disebut quadrupole (dua buah kutub yang saling berlawanan arah). Ia kaget karena hasilnya membuat pola yang seragam yang berarti distribusi radiasi CMB tersebar sama rata, ia masih belum yakin, sehingga diperjelas polanya lagi dalam bentuk octupole (l=3), octupole (tiga buah kutub yang saling berlawanan arah).

Hasilnya sangat mengejutkan, pola quadrupole yang dibuat sebelumnya hasilnya sama dengan pola yang digolongankan menjadi octupole. Pola dari kutub-kutub yang tersebar ini pastilah bukan sebuah kebetulan karena melebar ke berbagai kutubnya secara selaras dan seragam.

Dengan demikian, hasil pemetaan radiasi dari CMB dan dari teleskop SDSS yang memetakan galaksi ke segala arah di alam semesta sama-sama mendukung bukti bahwa bumi adalah pusat atau lebih tepatnya sebagai poros alam semesta, dan itu berarti radiasi CMB bukanlah radiasi yang isotropik (keseragaman atau uniformitas ke segala arah), melainkan berporos ke arah bumi secara seragam (anisotropik).

Ini adalah bukti ilmiah yang tidak terbantahkan. Hasil temuan Max Tegmark ini ia namakan sebagai Axis of Evil. Tidak sampai disitu, Ahli fisika Professor Lawrence Krauss melihat anomali lain dari CMB, ketika dicocokkan dengan Axis of Evil.

Ahli fisika Professor Lawrence Krauss, pernah menulis dalam bukunya yang membahas tentang anomali CMB ini sebagai berikut.

“Di peta CMB terdapat pula struktur yang telah diobservasi yang begitu anehnya berkolerasi dengan bidang orbit Bumi mengitari Matahari (ekliptika). Apakah ini Copernicus datang menghantui kita? Ini gila… Kami mengamati keseluruhan alam semesta. Tak memungkinkan adanya kolerasi struktur dengan pergerakan Bumi mengitari Matahari. Bisa dibilang kita memang pusat dari alam semesta.”

(Professor Lawrence Krauss, The Energy of Empty Space That Isn’t Zero)

Singkatnya, Professor Lawrence Krauss mengatakan bahwa penjajaran Axis of Evil ini berkolerasi dengan lingkungan kita, dipole pada gambar diatas persis sejajar dengan equinox dan ekliptika (satu jalur yang sama), ini berarti bertentangan dengan kosmologi heliosentrik dan bigbang selama ini yang mengatakan equinox dan ekliptika adalah dua jalur yang berbeda.

Dengan kata lain bidang orbit (ekliptika) bumi mengelilingi matahari itu tidak ada, ke arah mana pun kita melihat galaksi dan bintang-bintang yang tersebar secara seragam di bumi, baik dari arah samping, atas dan bawah bumi tetap saja semuanya berporos dari bumi, jadi tidak ada arah khusus di alam semesta, dengan kata lain bumi kita ini unik sebagai pusat atau lebih tepatnya poros alam semesta.

Untuk lebih jelasnya kamu bisa melihat potongan film The Priciple mengenai pemaparan Bumi Pusat Alam Semesta dari para ahli fisika seperti Max Tegmark, Professor Lawrence Krauss, Michio Kaku dan para ahli lainnya mengenai yang kita bahas diatas.

Pernyataan Ilmuan-ilmuan yang Menguatkan Bumi Pusat Alam Semesta

Fisikawan Hendrik Lorentz dan Albert Einstein membuat sebuah pernyataan dan meyakinkan dirinya sendiri pasca gagalnya percobaan interferometer Michelson-Morley dalam mendeteksi pergerakan bumi. Lorentz dan Einstein berkata :

“Briefly, everything occurs as if the Earth were at rest…”

“Singkatnya, semua berlaku apabila buminya tak bergerak.”
(Fisikawan, Henrick Lorentz)

“I have come to believe that the motion of the Earth cannot be detected bu any optical experiment..”

“Aku sudah meyakini pergerakan Bumi tidak bisa dideteksi lewat eksperiment optikal apapun..” (Fisikawan, Alber Einstein)

Saya juga mengutip kata-kata Niko Tesla, saintis jenius tanpa pamrih yang diakui oleh Einstein.

“Earth is a realm, it is not a planet. It is not an object, therefore, it has no edge. Earth would be more easily defined as a system environment. Earth is also a machine, it is a Tesla coil. The sun and moon are powered wirelessly with the electromagnetic field. This field also suspends the celestial spheres with electo-magnetic levitation. Electromag levitation disproves gravity because the only force you need to counter is the electromagnetic force, not gravity. The stars are attached to the FIRMAMENT.”

“Bumi adalah Bumi, bukan planet, bukan objek, oleh karena itu, tidak memiliki tepi. Bumi lebih mudah didefinisikan sebagai lingkungan sistem. Bumi juga merupakan mesin, itulah (yang saya sebut) Tesla Coil. Matahari dan bulan digerakan secara wireless dengan medan elektromagnetik. Medan ini juga yang mengangkat kubah bumi ke langit. Elektromagnetik menyangkal gravitasi karena satu-satunya kekuatan yang Anda butuhkan adalah gaya elektromagnetik, bukan gravitasi. Bintang-bintangnya melekat pada FIRMAMENT (lapisan-lapisan langit).”

Benar kata Tesla, ilmuan jenius yang telah mematenkan banyak penemuan-penemuan fenomenal ini sejalan dengan bukti-bukti saintifik dan informasi yang tertulis di dalam kitab suci. Iman dan Sains memang sudah saatnya kembali berdampingan setelah terpisah sejak abad pencerahan yang meninggikan akal ketimbang iman.

Keajaiban Al Qur’an, Bumi yang Unik dan Terdiri dari 7 Lapis Langit

7 lapis langit dalam al quran

Informasi mengenai bumi yang spesial untuk manusia dan adanya 7 lapis langit telah Allah swt firmankan dalam Al Quran 1400 tahun lalu :

“Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”(QS. Al-Mulk 67:3)

“Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. Al-Baqarah 2:29)

SubhanAllah.

Semoga tulisan ini bermanfaat, silahkan disebarkan dan cantumkan sumber situs ini.

Sumber :

Baca juga :

8 COMMENTS

  1. RIP Coppernicus, uda menbodohi dunia sains 500 tahun lamanya bahkan menjauhkan iman dari manusia. padahal coppernicus cuma bermodal teleskop ding dong abad 15 tapi dengan pedenya bilang alam semesta ini adalah Heliosentrik dan ternyata mata kita dibuka dengan Teleskop Modern ditambah data CMB dari satelit Plank membuktikan memang Bumi itu adalah spesial dan mengatur seluruh alam semesta.
    tapi benar juga yang dibilang Michio Kaku kalau beruntung kita ngak membakar Hidup-hidup Astronom, karena kalau di bakar terus nanti tidak bisa menemukan hal ini, Allah memang punya rencana lain untuk kita,

    • Rap rip,,, apa anda arti R.I.P??? Sbg muslim tak patut meniru2 kebiasaan org kafir sblh.
      Saya masih blum yakin ttg ini. Ada bnyk pertanyaan yg blum terjawab.

      1. Jupiter tdk mengorbit matahari. 2. Hal ini membenarkan sbagian isi alkitab pny sblh.

      • jupiter tidak mengeliligi matahari berati itu sudah membuktikan kalau sistem heliosentrik itu salah karena dalam ajaran heliosentrik semua planet dari Merkurius sampe Neptunus mengelilingi matahari…. dan kata kamu membenarkan kitab sebelah ya emang kenapa? bisa saja karena kita semua berasal dari agama samawi dan kitab seperti taurat, injil harus juga di imani orang muslim karena turun sebelum dan sudah dijelaskan dalam salah satu surat Alquran

        • Pret,,,, jgn jadikan kebiasaan beo latah sehingga membeo kebiasaan org kafir. Emang situ tahu arti R.I.P?? Gak salah niru2 org kafir sblh?? Apa situ sudah dengar hadist berbunyi begini, “siapa yg meniru2 suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut”.

          Jgn terlalu cepat menarik kesimpulan. Para ilmuwan diatas masih blum 100% yakin ttg ini, kata mereka, “kita masih dihantui oleh copernicus”.
          Btw, sprtnya anda blum pernah membaca alkitab pny sblh. Taurat dan injil yg diklaim skrg ini DIKORUP.

          • hmm… kayaknya mas belum paham deh apa yg dimaksud dengan HELIOSENTRIK gini saya jelaskan. HELIOSENTRIK adalah teori Kosmologi kalau bumi itu tidak berada di pusat alam semesta karena hasil ledakan Big Bang yg menempatkan bumi di posisi yg acak atau terbentuk secara Random, bumi mengelilingi matahari sama seperti 8 planet lain, di dalam galaxy juga terdapat bintang seperti matahari yg jumlahnya Miliaran dan dapat diartikan bumi kita itu TIDAK SPESIAL karena ada Bumi2 yg lain di luar sana, lalu kenapa harus HELIOSENTRIK? pertanyaan simple seperti yg di katakan edwin hubble tadi kalau GEOSENTRIK sangat di benci oleh para ilmuwan walaupun seandainya GEOSENTRIK itu Fakta, karena dengan HELIOSENTRIK ilmuwan bisa dengan muda menjelaskan Teori Asal Kehidupan yaitu berawal dari kecelakaan kosmik, dimana meteor yg membawa air kebetulan menabrak bumi dan disitu muncul mahluk ber sel satu dan berevolusi menjadi ikan dan ikan menjadi kadal dan kadal menjadi mamalia dan setelah itu berevolusi menjadi Kera dan Manusia, jadi tak ada Tuhan dalam HELIOSENTRIS, manusia hanya tinggal di planet debu yg tak penting di dalam galaxy mati yg tak Bertuhan. dan lucu nya kamu mendukung Heliosentris dengan membawa islam, sungguh mas Islam itu ngak pernah mendukung Heliosentris karena bertentangan dengan Al-Qur’an. kalau mas ngak paham maksud saya berarti mas ngak pernah belajar kosmology

          • Jgn melawak! Jawab pertanyaan saya diatas lw anda benar2 paham geosentris.
            Teori ini masih muda ,,, masih bnyk pertanyaan seputar neo geosentris ini. Ilmuwan bnyk menolak krn meruntuhkan sesuatu yg telah matang.

            Mw heliosentris atau geosentris,, tak ada yg lolos dr fakta penciptaan! Dihitung dr fakta big bang+latar belakang,, kemudian matahari tercipta dr asap(membenarkan alquran), kemudian air dan besi dibawa dr meteor(juga membenarkan alquran). Tdk butuh geosentris ato heliosentris utk membantah fakta penciptaan makhluk hidup oleh tuhan, sains modern telah mematahkan teori2 evolusi dan teori makhluk hidup brasal dr benda mati.

            Coba jelaskan bgmn teori geosentris adlh fakta stlh melihat video ini? https://youtu.be/vFYAc6-NrYs

            Coba kasih tahu saya mana dalil alquran mendukung heliosentris?!

  2. Dari Judul Videonya sudah jelas Mas Ade Kurniawan, The earth doesn’t revolve around the sun! (Bumi tidak berputar mengelilingi matahari!) dimana sudah jelas mendukung teori Geosentris ini (Bumi Pusat Alamat Semesta)

    Memang tidak ada Dalil Al Quran yang mendukung teori Heliosentris dan pada tulisan ini memang juga tidak membahas mengenai Teori Heliosentris.

    Saya rasa Statement Mas Ade Kurniawan sudah tidak relevant, terlalu banyak terbawa emosi ketimbang penjabaran fakta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here