<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sains Archives | ardiyansyah.com</title>
	<atom:link href="https://ardiyansyah.com/tag/sains/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ardiyansyah.com/tag/sains/</link>
	<description>Melihat dengan Mata Hati</description>
	<lastBuildDate>Thu, 18 May 2017 07:11:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/06/favicon.png</url>
	<title>sains Archives | ardiyansyah.com</title>
	<link>https://ardiyansyah.com/tag/sains/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Inilah Fenomena Alam di Dasar Laut yang Menakjubkan</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2017 18:12:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[gelombang internal]]></category>
		<category><![CDATA[internal waves]]></category>
		<category><![CDATA[ombak di dasar laut]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=3599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterbatasan manusia dalam melakukan eksplorasi di kedalaman laut tanpa menggunakan teknologi khusus, menjadi penghalang bagi para ilmuan untuk mendapatkan informasi penting seperti apa kondisi di dasar laut yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan manusia tidak mampu menyelam dibawah kedalaman lebih dari 30 meter disebabkan bertambahnya tekanan air pada tubuh penyelam mempengaruhi kerja otaknya, sehingga ia kehilangan...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/">Inilah Fenomena Alam di Dasar Laut yang Menakjubkan</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Keterbatasan manusia dalam melakukan eksplorasi di kedalaman laut tanpa menggunakan teknologi khusus, menjadi penghalang bagi para ilmuan untuk mendapatkan informasi penting seperti apa kondisi di dasar laut yang sebenarnya.</p>
<p>Hal ini dikarenakan manusia tidak mampu menyelam dibawah kedalaman lebih dari 30 meter disebabkan bertambahnya tekanan air pada tubuh penyelam mempengaruhi kerja otaknya, sehingga ia kehilangan kontrol terhadap geraknya. Untuk itu diperlukan peralatan khusus untuk menyelami dasar laut di kedalaman yang bisa mencapai 200 meter, bahkan 1000 meter!.</p>
<p>Dengan teknologi mutakhir saat ini, akhirnya terjawab sudah apa-apa yang menganjal para ilmuan dalam menyingkap misteri alam di dasar laut.</p>
<p>Apa sajakah itu? Berikut kita akan bahas seperti apa kondisi di kedalaman laut itu.</p>
<h2>Gelapnya Kondisi di Dasar Laut</h2>
<p>Dalam publikasi ilmiah berjudul Oceans, sekolompok ilmuan mendeskripsikan keadaan di dasar laut sebagai berikut:</p>
<p><strong>Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. <span class="anasayfa">(Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)</span></strong></p>
<p>Dengan kecanggihan IPTEK dan teknologi kapal selam saat ini, para ilmuan dapat menemukan informasi perihal gambaran yang ada di dasar laut, seperti kandungan kadar garam, jumlah air, memperkirakan luas permukaan dan juga keadalamannya.</p>
<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3639 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/001-Ombak-di-Dasar-Lautan-1.jpg" alt="Fenomena Alam di Dasar Laut" width="620" height="362" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/001-Ombak-di-Dasar-Lautan-1.jpg 620w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/001-Ombak-di-Dasar-Lautan-1-600x350.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/001-Ombak-di-Dasar-Lautan-1-400x234.jpg 400w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /></p>
<p>Pengukuran terbaru menggunakan teknologi masa kini berhasil mengungkapkan bahwa antara 3 hingga 30% sinar matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Hampir tujuh warna yang menyusun spektrum sinar matahari diserap satu demi satu ketika menembus permukaan lautan hingga kedalaman 200 meter, kecuali sinar biru (lihat pada gambar di atas). Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak dijumpai sinar apa pun. (Oceans, Elder and Pernetta, p. 27.)</p>
<h2>Ada Gelombang Ombak di Dasar Laut</h2>
<p>Benarkah ada gelombang laut di dasar laut? Selama ini kita hanya mengetahui bahwa gelombang air laut terdapat pada permukaan air laut bukannya di dasar laut. Namun penelitian ilmuan baru-baru ini, mereka menemukan sesuatu yang unik, yaitu adanya gelombang di dasar lautan, hal ini dapat ditemukan pada lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.</p>
<figure id="attachment_3625" aria-describedby="caption-attachment-3625" style="width: 431px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-3625 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/002Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg" alt="Fenomena Alam di Dasar Laut" width="431" height="306" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/002Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg 431w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/002Ombak-di-Dasar-Lautan-400x284.jpg 400w" sizes="(max-width: 431px) 100vw, 431px" /><figcaption id="caption-attachment-3625" class="wp-caption-text">Ombak di dasar laut ini ditemukan pada batas pertemuan dua lapisan air yang berbeda massa jenisnya. Gelombang laut yang dibawah bersifat lebih padat, sedangkan gelombang di atas permukaan lebih encer. (Oceanography, Gross, hal. 204)</figcaption></figure>
<p>Gelombang di kedalaman laut ini disebut gelombang internal (<em>internal waves</em>), di mana terdapat pada wilayah perairan di kedalaman laut dan samudra. Pada kedalaman ini, air laut memiliki massa jenis yang lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal biasanya tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. <span class="anasayfa">(Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)</span></p>
<figure id="attachment_3636" aria-describedby="caption-attachment-3636" style="width: 634px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-3636 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg" alt="Fenomena Alam di Dasar Laut" width="634" height="630" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg 503w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan-150x150.jpg 150w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan-402x400.jpg 402w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan-302x300.jpg 302w" sizes="(max-width: 634px) 100vw, 634px" /><figcaption id="caption-attachment-3636" class="wp-caption-text">Foto gelombang internal (internal waves) yang berada di dasar laut. Diperkirakan berada di kedalaman 1000 meter.</figcaption></figure>
<h2>Gelombang Internal di Selat Gibraltar</h2>
<p>Pengamatan dari satelit menunjukkan adanya gelombang internal di selat Gibraltar.</p>
<figure id="attachment_3644" aria-describedby="caption-attachment-3644" style="width: 540px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3644 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg" alt="Fenomena Alam di Dasar Laut" width="540" height="532" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg 508w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan-406x400.jpg 406w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan-300x295.jpg 300w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan-305x300.jpg 305w" sizes="auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px" /><figcaption id="caption-attachment-3644" class="wp-caption-text">Foto ini diambil di sekitar laut Mediterranean pada 19 Februari 2001 oleh sekelompok astronot STS-98.</figcaption></figure>
<p>Tim dari Physical Oceanography Group dari University of Málaga di Spanyol juga membuat visualisasi gelokmbang internal di selat Gibraltar dalam video berikut.</p>
<p style="text-align: center;"><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/x7GXLJQ2Zn0" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<h2>Eksperimen Gelombang Internal di Dalam Air</h2>
<p>Kamu juga bisa membuat eksperimen gelombang internal sendiri menggunakan percobaan sederhana berikut ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="An internal wave - fun with density" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/39Av1dp-esQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<h2>Fakta Ilmiah dalam Al Qur&#8217;an</h2>
<p>Sungguh Maha Benar Allah atas segala FirmanNya, dikala teknologi kapal selam belum ditemukan, informasi Al Qur&#8217;an 1400 tahu lalu tentang keadaan di dasar lautan seperti yang kita paparkan diatas sangatlah berkesusaian dengan penemuan ilmiah saat ini.</p>
<p>Ini adalah bukti, bahwa Al Qur&#8217;an adalah Firman Allah SWT yang mutlak benar, dan tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">&#8220;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.&#8221; </span></strong><br />
<strong><span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an An-Nur 24:40)</span></strong></p>
<p><strong>Sumber :</strong><br />
<a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_darkness.html" target="_blank">http://www.keajaibanalquran.com/earth_darkness.html</a><br />
<a href="https://www.islam-guide.com/ch1-1-f.htm" target="_blank">https://www.islam-guide.com/ch1-1-f.htm</a><br />
<a href="https://www.youtube.com/watch?v=x7GXLJQ2Zn0" target="_blank">https://www.youtube.com/watch?v=x7GXLJQ2Zn0</a><br />
<a href="https://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=1224" target="_blank">https://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=1224</a><br />
<a href="http://www.al-habib.info/review/al-quran-kegelapan-lautan.htm" target="_blank">http://www.al-habib.info/review/al-quran-kegelapan-lautan.htm</a><br />
<a href="https://www.youtube.com/watch?v=39Av1dp-esQ" target="_blank">https://www.youtube.com/watch?v=39Av1dp-esQ</a></p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/">Inilah Fenomena Alam di Dasar Laut yang Menakjubkan</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/hewan-purba-yang-sudah-ada-sebelum-adanya-pohon-di-bumi/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/hewan-purba-yang-sudah-ada-sebelum-adanya-pohon-di-bumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2016 03:43:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Galeri]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Archaeopteris]]></category>
		<category><![CDATA[galeri]]></category>
		<category><![CDATA[hewan purba]]></category>
		<category><![CDATA[hiu purba]]></category>
		<category><![CDATA[kepting tapal kuda]]></category>
		<category><![CDATA[nautilus]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[ubur ubur purba]]></category>
		<category><![CDATA[zaman devonian]]></category>
		<category><![CDATA[zaman Ordovician]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=3023</guid>

					<description><![CDATA[<p>Menurut Science Daily pohon yang ada sekarang hidup sekitar 345 sampai 360 juta tahun yang lalu. Pohon modern yang kita lihat sekarang ini berawal dari jenis Archaeopteris yang dulunya terdiri dari sebagian besar hutan di Bumi pada periode Devon Akhir yang kini telah pundah. Temuan ini dilaporkan oleh tiga ilmuwan pada 22 April 1999 dalam...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/hewan-purba-yang-sudah-ada-sebelum-adanya-pohon-di-bumi/">Inilah Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3025" aria-describedby="caption-attachment-3025" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3025 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/japanese-maple-portland-oregon.jpg" alt="Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi" width="800" height="534" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/japanese-maple-portland-oregon.jpg 749w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/japanese-maple-portland-oregon-600x400.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/japanese-maple-portland-oregon-400x267.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-3025" class="wp-caption-text">Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi</figcaption></figure>
<p class="aligncenter wp-image-3025 size-full" style="text-align: justify;">Menurut Science Daily pohon yang ada sekarang hidup sekitar 345 sampai 360 juta tahun yang lalu. Pohon modern yang kita lihat sekarang ini berawal dari jenis <em>Archaeopteris</em> yang dulunya terdiri dari sebagian besar hutan di Bumi pada periode Devon Akhir yang kini telah pundah. Temuan ini dilaporkan oleh tiga ilmuwan pada 22 April 1999 dalam edisi jurnal Nature (&#8220;<a href="https://www.sciencedaily.com/releases/1999/04/990422060147.htm" target="_blank">Archaeopteris adalah awal dikenalnya pohon modern,&#8221; oleh Brigitte Meyer-BERTHAUD, Stephen E. Scheckler, dan Jobst Wendt.</a>).</p>
<figure id="attachment_3027" aria-describedby="caption-attachment-3027" style="width: 220px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3027 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/F-arch-halliana.jpg" alt="Archaeopteris halliana" width="220" height="260" /><figcaption id="caption-attachment-3027" class="wp-caption-text">Fosil dari jenis pohon Archaeopteris halliana. Kredit foto dari Walt Cressler.</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Meskipun pohon hanyalah jenis tanaman, dan tanaman telah ada lebih lama dari 360 juta tahun, hal yang menarik lainnya untuk dikaji adalah binatang apa yang masih ada sebelum pepohon di bumi ada. Di bawah ini kamu akan menemukan 4 contoh hewan tersebut.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Inilah Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi</h2>
<h2 style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">1. Hiu</span></h2>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Menurut <a href="http://www.pelagic.org/biology/evolution.html" target="_blank">Pelagic Shark Research Foundation</a> dan <a href="http://www.elasmo-research.org/education/evolution/geologic_time.htm" target="_blank">Pusat ReefQuest for Shark Research</a>, hiu telah ada lebih dari 400-450 juta tahun yang lalu. Pada waktu itu hewan ini telah bertahan selama empat kali masa kepunahan massal global dan diversifikasi lebih dari 470 spesies saat itu. Saat ini spesies hiu yang terkenal bertahan ialah hiu putih besar, hiu macan, hiu biru, hiu mako, dan hiu martil yang terkenal sebagai organisme predator di bawah air.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" title="01.jpg" src="https://lh3.googleusercontent.com/-H4sQp_xta2k/V-iMykO5yUI/AAAAAAAAN9I/C2TNjo2SPiQ4K69jy5Whv-JG8ADdsIz-ACHM/s1600/01.jpg" alt="Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi" width="800" height="557" /></p>
<h3 style="text-align: justify;">2. Nautilus</h3>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Catatan fosil menunjukan bahwa Nautilus telah ada sejak setengah miliar tahun yang lalu. Dalam peroide itu Nautilus merupakan salah satu hewan paling tertua yang telah lama ada di bumi yang sering dijuluki sebagai fosil hidup.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Menurut Peter Ward, seorang profesor biologi, bumi dan ilmu ruang angkasa di University of Washington mengatakan :</span></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Nautilus mungkin tidak tampak karismatik sebagai harimau atau gajah, tapi memiliki daya tarik lain yang khas. Kerang spiral pada Nautillus terdiri dari beberapa ruang didalamnya, pada salah satu bagian terbesarnya digunakan sebagai rumah Nautilus hidup dan bagian yang kosong lainnya digunakan sebagai sistem pengaturan <span class="">daya apung</span> yang memungkinkan Nautilus untuk bergerak ke atas <span class="">dan ke bawah untuk mencari mangsa</span>. Nautilus tidak hanya dikategorikan sebagai makhluk purba, <span class="">tetapi juga sebagai</span> makhluk hidup yang berumur panjang. Mereka dapat hidup selama lebih dari 100 <span class="">tahun</span>.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone" title="02.jpg" src="https://lh3.googleusercontent.com/-CNBoPBBfBwk/V-iMysCPT9I/AAAAAAAAN9I/KW4JhkZSpKcxXQ1C6zPEOVtb8ejl1-ulgCHM/s1600/02.jpg" alt="Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi" width="800" height="536" /></p>
<h3 style="text-align: justify;">3. Kepiting Tapal Kuda</h3>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Juga dianggap sebagai fosil hidup, Kepiting Tapal Kuda telah ada sejak 450 juta tahun yang lalu. Menurut Science Daily, pada tahun 2008 sebuah tim ilmuwan Kanada menemukan fosil Kepiting Tapal Kuda dari bebatuan di zaman Ordovician yang berusia 445 juta tahun di Manitoba tengah dan utara. Hewan jenis Arthropoda laut ini hidup pada di dasar laut dangkal yang berpasir lembut atau berlumpur.</span></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti rekan-rekan mereka di atas, hewan-hewan ini telah berhasil bertahan melalui beberapa kepunahan massal di Bumi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" title="03.jpg" src="https://lh3.googleusercontent.com/-IkDkwET2Ea8/V-iMyrZeZZI/AAAAAAAAN9I/iL-RXgmkL9o4zMbQbKmhro2YL5q7rwxVwCHM/s1600/03.jpg" alt="Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi" width="800" height="506" /></p>
<h3 style="text-align: justify;">4. Ubur-ubur</h3>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Anggota lain hewan yang lebih tua dari setengah miliar tahun adalah ubur-ubur. Ubur-ubur banyak ditemukan di setiap laut dan hewan multi-organ tertua yang ada di Bumi [<a href="http://www.nytimes.com/2011/06/07/science/07jellyfish.html?_r=2&#038;" target="_blank">sumber</a>]. Sementara menurut catatan fosil tertua ditemukan di batuan berumur lebih dari 500 juta tahun, bahkan ada yang meyakini 700 juta tahun silam. Sekarang hewan laut yang berenang bebas seperti ubur-ubur telah berkembang menjadi hampir 2000 spesies yang berbeda.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3026 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/phyllorhiza_punctata_white-spotted_jellyfish.jpg" alt="Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi" width="800" height="600" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/phyllorhiza_punctata_white-spotted_jellyfish.jpg 667w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/phyllorhiza_punctata_white-spotted_jellyfish-600x450.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/phyllorhiza_punctata_white-spotted_jellyfish-534x400.jpg 534w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/phyllorhiza_punctata_white-spotted_jellyfish-400x300.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga bermanfaat <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<p><a href="http://twistedsifter.com/2014/09/ancient-animals-older-than-trees/" target="_blank">http://twistedsifter.com/2014/09/ancient-animals-older-than-trees/</a></p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/hewan-purba-yang-sudah-ada-sebelum-adanya-pohon-di-bumi/">Inilah Hewan Purba yang Sudah Ada Sebelum Adanya Pohon di Bumi</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/hewan-purba-yang-sudah-ada-sebelum-adanya-pohon-di-bumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2016 00:46:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[7 lapis atmosfer bumi]]></category>
		<category><![CDATA[atmosfir bumi]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi atmosfer bumi]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi atmosfir]]></category>
		<category><![CDATA[lapisan atmosfer bumi]]></category>
		<category><![CDATA[magnet bumi]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk radiasi van allen]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk van allen]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[tameng bumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=2858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Atmosfer yang melingkupi lapisan bumi sangatlah penting bagi berlangsungnya kehidupan yang ada di bumi. Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, seperti bumi, dari permukaannya sampai jauh di luar angkasa. Atmosfer memiliki beberapa lapisan, yang dinamai menurut peran yang terjadi di masing-masing lapisannya. Atmosfer Bumi Atmosfer bumi berada di ketinggian 0 km di atas...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/">7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2863" aria-describedby="caption-attachment-2863" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2863" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/magnetosphere-earth-sun-nasa.jpg" alt="7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara" width="660" height="414" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/magnetosphere-earth-sun-nasa.jpg 660w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/magnetosphere-earth-sun-nasa-600x376.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/magnetosphere-earth-sun-nasa-400x251.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px" /><figcaption id="caption-attachment-2863" class="wp-caption-text">7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer yang melingkupi lapisan bumi sangatlah penting bagi berlangsungnya kehidupan yang ada di bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, seperti bumi, dari permukaannya sampai jauh di luar angkasa. Atmosfer memiliki beberapa lapisan, yang dinamai menurut peran yang terjadi di masing-masing lapisannya.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Atmosfer Bumi</h2>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer bumi berada di ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km di atas permukaan bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer bumi terdiri dari nitrogen (78.17%), oksigen (20.97%), argon (0.9%), karbondioksida (variabel, sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Fungsi Atmosfer Bumi</h2>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer melindungi kehidupan yang ada di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu yang sangat ekstrim di antara siang dan malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer bumi juga menyaring sinar-sinar yang masuk dari ruang angkasa yang sangat membahayakan kehidupan di bumi. Untungnya, Atmosfer di bumi hanya membiarkan masuk sinar-sinar tak berbahaya dan berguna saja bagi kehidupan di bumi, seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan tentunya. Sinar ultraviolet tepi misalnya, sangatlah penting bagi proses fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup lainnya. Sedangkan, sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon Atmosfer, sehingga hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi pelindung pada lapisan dari Atmosfer tidak berhenti sampai disitu saja. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin yang membeku di ruang angkasa, yang sekarang suhunya mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Lapisan-lapisan Atmosfer Bumi (Lapisan Langit Bumi)</h2>
<p style="text-align: justify;">Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER.<sup>1</sup></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2862 aligncenter" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/atmosphere.jpg" alt="atmosphere" width="420" height="594" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/atmosphere.jpg 354w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/atmosphere-283x400.jpg 283w" sizes="auto, (max-width: 420px) 100vw, 420px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut lapisan-lapisan pada atmosfer bumi, dilengkapi dengan beberapa informasi ketinggian, suhu dan fungsinya :</p>
<h3 style="text-align: justify;">1. Troposfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Lapisan ini berada pada level terendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan, angin, musim salju, kemarau, dan sebagainya. Seiring dengan ketinggiannya yang bertambah, suhu udara pada lapisan ini akan berkurang secara tunak (<i>steady</i>), dari sekitar 17℃ sampai -52℃.</p>
<h3 style="text-align: justify;">2. Stratosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu -70<sup>0</sup>F atau sekitar -57<sup>0</sup> C. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar <span class="mwe-math-mathml-inline mwe-math-mathml-a11y"> 18<sup>0</sup> C p</span>ada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan ini merupakan tempat terbangnya pesawat.</p>
<h3 style="text-align: justify;">3. Ozonosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Lapisan ozon terjadi di  seluruh bagian stratosfer, tetapi lebih rapat pada jarak antara 20 dan 30 km di atas  tanah. Lapisan ini menyerap  sebagian besar dari radiasi ultraungu dari matahari yang mencapai bumi. Sinar ultraungu yang mencapai permukaan bumi mempunyai pengaruh yang penting. Radiasi ini memberikan warna kulit yang alami pada  manusia.</p>
<h3 style="text-align: justify;">4. Mesosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi terbakar pada lapisan ini. Kurang lebih 25 mil atau 40 km di atas permukaan bumi, saat suhunya berkurang dari 290 K hingga 200 K, terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, hingga menjadi sekitar -143<sup>o</sup> C (dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km di atas permukaan bumi).</p>
<h3 style="text-align: justify;">5. Termosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982<sup>0</sup> C. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra violet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio.</p>
<h3 style="text-align: justify;">6. Ionosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi. Pada lapisan ionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini.</p>
<h3 style="text-align: justify;">7. Eksosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span class="" lang="id" tabindex="-1">Berada pada ketinggian sekitar 700 km sampai sekitar 10.000 km (6.200 mil; 33.000.000 ft) di atas permukaan laut di mana ia menyatu ke dalam <strong>angin matahari (Solar wind)</strong>, s</span>uhu di eksosfer bervariasi bahkan dapat mencapai 1700 derajat Celcius. D<span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">isinilah bumi terlindungi dari jilatan api matahari yang begitu luar biasa panasnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Pelindung ini dinamakan <strong>Sabuk Van Allen</strong> atau Sabuk radiasi Van Allen.<br />
</span></p>
<figure id="attachment_2860" aria-describedby="caption-attachment-2860" style="width: 648px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2860 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/profile.jpg" alt="suhu atmosfer bumi" width="648" height="864" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/profile.jpg 375w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/profile-300x400.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 648px) 100vw, 648px" /><figcaption id="caption-attachment-2860" class="wp-caption-text">Gambar ini menunjukkan profil suhu rata-rata atmosfer bumi. Suhu pada laposan termosfer bumi sangat sensitif terhadap aktivitas matahari dan dapat bervariasi dari 500 ° C sampai 1500 ° C, bahkan dapat mencapai 1700<sup>0</sup> C di lapisan eksosfer.</figcaption></figure>
<h2 style="text-align: justify;">Sabuk Van Allen,  Atap Bumi yang Terpelihara</h2>
<p style="text-align: justify;">Sabuk Van Allen adalah lapisan yang terbentuk akibat adanya medan magnet bumi yang berperan melindungi Bumi melawan radiasi berbahaya dan mengancam kehidupan di dalam planet Bumi. Radiasi ini terus menerus dipancarkan dari matahari dan bintang-bintang lainnya sehingga sangat mematikan. Seandainya saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan panas energi tinggi yang disebut jilatan api matahari yang dipancarkan berkali-berkali oleh matahari dapat menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2861 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/6268_fig09-20.jpg" alt="6268_fig09-20" width="756" height="365" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/6268_fig09-20.jpg 756w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/6268_fig09-20-600x290.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/6268_fig09-20-400x193.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 756px) 100vw, 756px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius &#8211; tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.<sup>2</sup></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.</p>
<h2 style="text-align: justify;">7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen di dalam Al Quran</h2>
<p>Dalam Al Qur&#8217;an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada 7 lapis langit di bumi sebagai berikut :</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. </span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 2:29)</span></h3>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. </span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 41:11-12)</span></h3>
</blockquote>
<p>Sabuk Van Allen diungkapkan dalam Al Quran 1400 tahun yang lalu melalui ayat berikut.</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.</span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 21:32)</span></h3>
</blockquote>
<p>SubhanAllah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_roof.html" target="_blank">http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_roof.html</a></li>
<li><a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_layers.html" target="_blank">http://www.keajaibanalquran.com/earth_layers.html</a></li>
<li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bumi" target="_blank">https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bumi</a></li>
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Atmosphere_of_Earth" target="_blank">https://en.wikipedia.org/wiki/Atmosphere_of_Earth</a></li>
</ul>
<p>______________</p>
<ol>
<li>Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322</li>
<li><span class="anasayfa">Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.</span></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/">7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>SkySafari 5, Aplikasi Penjelajah Langit Berbasis Mobile untuk Pencinta Astronomi</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/skysafari-5-aplikasi-penjelajah-langit-berbasis-android-untuk-pencinta-astronomi/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/skysafari-5-aplikasi-penjelajah-langit-berbasis-android-untuk-pencinta-astronomi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Aug 2016 01:07:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Astronomi di Android]]></category>
		<category><![CDATA[Aplikasi Astronomi di iOS]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[SkySafari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=2814</guid>

					<description><![CDATA[<p>Rilis terbaru Skysafari 5 untuk Android memiliki fitur kontrol waktu-aliran yang memiliki layar tampilan yang lebih luas, mencakup panorama dan menambahkan kemampuan untuk menampilkan asterisms &#8211; pola bintang yang berbeda dari rasi bintang yang membentuk objek yang jelas di langit, seperti Teapot Sagitarius. Ada tiga versi aplikasi Skysafari, yaitu Basic, Plus dan Pro, masing-masing dari versi tersebut menawarkan...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/skysafari-5-aplikasi-penjelajah-langit-berbasis-android-untuk-pencinta-astronomi/">SkySafari 5, Aplikasi Penjelajah Langit Berbasis Mobile untuk Pencinta Astronomi</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2815" aria-describedby="caption-attachment-2815" style="width: 980px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2815 size-large" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/08/01-2-1024x581.jpg" alt="SkySafari 5, Aplikasi Penjelajah Langit Berbasis Mobile untuk Pencinta Astronomi" width="980" height="556" /><figcaption id="caption-attachment-2815" class="wp-caption-text">SkySafari 5, Aplikasi Penjelajah Langit Berbasis Mobile untuk Pencinta Astronomi</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Rilis terbaru Skysafari 5 untuk Android memiliki fitur kontrol waktu-aliran yang memiliki layar tampilan yang lebih luas, mencakup panorama dan menambahkan kemampuan untuk menampilkan asterisms &#8211; pola bintang yang berbeda dari rasi bintang yang membentuk objek yang jelas di langit, seperti Teapot Sagitarius.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada tiga versi aplikasi Skysafari, yaitu Basic, Plus dan Pro, masing-masing dari versi tersebut menawarkan sesuatu level berbeda untuk para astronomi antusias, dari pemula sampai dengan astronom profesional, tersedia untuk perangkat android dan iOS.</p>
<h2>SkySafari Basic</h2>
<p style="text-align: justify;">Ada banyak fitur gratis yang terkait aplikasi astronomi  SkySafari untuk iOS dan Android, seperti aplikasi Start Chart yang bisa di unduh untuk iOS dan Google Sky Map untuk Android. Tapi banyak aplikasi sederhana yang lebih menekankan estetika atas konten, atau dirancang untuk mengidentifikasi objek yang sering dilihiat, tanpa memberikan informasi tambahan atau menunjukkan bagaimana benda-benda sebenarnya muncul di langit.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga aplikasi yang lebih difokuskan untuk menelusuri konten yang lebih kepada pecinta astronomi. Sebagian besar aplikasi ini dibutuhkan biatya unutk mendapatkannya, tetapi cukup terbayar dibandingkan dengan membeli buku kertas astronomi atau atlas bintang. Namun, rilis terbaru Skysafari 5 untuk Android menambahkan beberapa fitur yang hebat yang sudah juga dimiliki aplikasi astronomi yang top kebanyakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu bisa mendapatkannya pada SkySafari versi basic yang bisa di unduh <a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.simulationcurriculum.skysafari5" target="_blank">disini</a>, dengan harga yang cukup dibilang masuk di kantong mahasiswa, hehe.</p>
<p style="text-align: justify;">Fitur yang ditawarkan pada versi basic ini cukup menarik, mari kita tinjau beberapa elemen dasar yang Skysafari versi basic ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan aplikasi astronomi peta langit melakukan dua tugas utama. Pertama, mereka mengambil database dari benda-benda tetap di langit, termasuk bintang, cluster, nebula dan galaksi, dan akurasi objek-objek di langit untuk sesuai lokasi kamu berada, baik tanggal dan waktu. Kedua, mereka menggunakan elemen orbit benda bergerak &#8211; matahari, bulan, planet, asteroid, komet dan satelit &#8211; untuk menghitung di langit mana benda-benda ini harus diposisikan di setiap tempat dan waktu tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti banyak aplikasi astronomi yang canggih lainnya, Skysafari 5 memungkinkan kamu untuk menyesuaikan cara bagaimana langit muncul di layar, memperhitungkan polusi cahaya yang memungkinkan kamu mencari dan mengobservasi objek di langit dengan jelas. Skysafari menyediakan rincian tambahan tentang obyek, termasuk penamaan sebuah objek, sejarah dan rincian ilmiah. Karena semuanya diberikan secara matematis, langit dapat disajikan dengan menggunakan sistem koordinat yang berbeda, yang berguna untuk menunjukkan gerakan langit, menempatkan objek dalam sistem tata surya atau galaksi, atau pergi meneusuri objek yang diinginkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kamu juga memungkinkan untuk mengontrol waktu yang diinginkan untuk melihat langit daalam kondisi seperti sekarang maupun di setiap saat, baik masa lalu atau masa depan. Skysafari juga memungkinkan kamu melakukan pengaturan lainnya, melihat perubahan-bintang di setiap musim, simulasi gerak sebuah planet atau komet selama periode waktu tertentu, atau menunjukkan gerhana matahari atau bulan lebih cepat dari waktu kejadian aslinya.</p>
<h2>SkySafari Pro</h2>
<p style="text-align: justify;">Bagi para astronom tingkat lanjut, direkomendasikan meggunakan yang versi  Skysafari 5 Pro, yang bisa membantu melihat objek yang terlalu redup untuk dilihat tanpa menggunakan teleskop besar atau gambar dengan <em>long-exposur</em>e. Aplikasi ini dapat menampilkan apakah benda akan cocok di bidang pandang teleskop tertentu dan lensa mata, atau sensor astrophotography yang kamu miliki. Versi Pro juga menawarkan fitur remote control teleskop.</p>
<figure style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" src="http://www.space.com/images/i/000/057/839/original/160826-TabletMenuMap.jpg?1472246396?interpolation=lanczos-none&amp;downsize=*:1400" alt="SkySafari 5, Aplikasi Penjelajah Langit Berbasis Mobile untuk Pencinta Astronomi" width="1920" height="1125" /><figcaption class="wp-caption-text">Versi tablet dari Skysafari 5 terlihat lebih efisien yang menempatkan menu utama di sisi kiri layar sementara daftar pengaturan di sisi kanan. Lokasi menu sekarang memungkinkan pengguna untuk menjatuhkan pin lokasi mereka melalui Google Maps.</figcaption></figure>
<figure style="width: 820px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" src="http://www.space.com/images/i/000/057/840/original/160826-SkyTonight.jpg?1472246499?interpolation=lanczos-none&amp;downsize=*:1400" alt="SkySafari 5, Aplikasi Penjelajah Langit Berbasis Mobile untuk Pencinta Astronomi" width="820" height="1400" /><figcaption class="wp-caption-text">Fitur baru &#8220;Tonight&#8221; pada pilihan di menu utama menampilkan daftar matahari, bulan dan planet-planet yang menunjukkan di mana mereka berada dan ketika terbit dan pengaturannya. Hal ini juga memungkinkan untuk memonitor lewat satelit, termasuk Stasiun Luar Angkasa Internasional dan Iridium flare.</figcaption></figure>
<figure style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" src="http://www.space.com/images/i/000/057/841/original/160826-SatelliteQuickLinks.jpg?1472246611?interpolation=lanczos-none&amp;downsize=*:1400" alt="SkySafari 5, Aplikasi Penjelajah Langit Berbasis Mobile untuk Pencinta Astronomi" width="1920" height="1125" /><figcaption class="wp-caption-text">Halaman informasi untuk setiap satelit memberikan informasi teknis yang rinci. Terdapat fitur Quick Link ditandai dengan ikon jam, memunculkan langit, menunjukkan satelit, serta tanggal dan waktu. Aplikasi ini juga memicu pemberitahuan untuk Stasiun Luar Angkasa Internasional lewat, terbitnya planet dan Iridium flare.</figcaption></figure>
<p>Untuk versi Pro ini kamu bisa mendownload versi APK <a href="http://www10.zippyshare.com/v/PBPSmoZQ/file.html" target="_blank">disini</a> beserta file DATA-nya <a href="https://dailyuploads.net/mzo42p0pwqnq" target="_blank">disini</a>.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga bermanfaat untuk kamu yang ingin belajar ilmu astronomi agar lebih mudah, ingat hanya untuk belajar yah&#8230; hehe.</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/skysafari-5-aplikasi-penjelajah-langit-berbasis-android-untuk-pencinta-astronomi/">SkySafari 5, Aplikasi Penjelajah Langit Berbasis Mobile untuk Pencinta Astronomi</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/skysafari-5-aplikasi-penjelajah-langit-berbasis-android-untuk-pencinta-astronomi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2016 17:32:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi gunung]]></category>
		<category><![CDATA[geografi gunung]]></category>
		<category><![CDATA[pemebentukan gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=2464</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gunung adalah bentuk permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah permukaan bumi lainnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu; misalnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.1 Fungsi Gunung Gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/">Inilah Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gunung adalah bentuk permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah permukaan bumi lainnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu; misalnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.<sup>1</sup></p>
<h2 style="text-align: justify;">Fungsi Gunung</h2>
<p style="text-align: justify;">Gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Atau dengan kata lain fungsi gunung ialah sebagai pasak agar bumi tidak goncang.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-MTHnBbTTlXk/V4-w_mlyM7I/AAAAAAAANDU/TXLVdTN21_AZt2wmliaAp61C88Vmz7vjQCCo/s800/03.jpg" alt="Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung" width="800" height="504" /></p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah &#8220;isostasi&#8221;. Isostasi bermakna sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi.<br />
(<span class="anasayfa">Webster&#8217;s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition &#8220;Isostasy&#8221;, New York, s. 975)</span></p></blockquote>
<h2 style="text-align: justify;">Proses Terbentuknya Gunung</h2>
<p style="text-align: justify;">Gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung.</p>
<p style="text-align: justify;">Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.</p>
<p>Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma.<br />
<span class="anasayfa">(General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305) </span></p>
</blockquote>
<p>Proses terbentuknya gunung seperti ilustrasi pembentukan gunung Himlaya dibawah ini.</p>
<figure style="width: 385px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/-375IMEx_AmA/V4-nOjKdQ_I/AAAAAAAANC4/9YzuzefsKao6ZIzqfMLklsP4TUbFNQh5QCCo/s385/01.jpg" alt="Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung" width="385" height="275" /><figcaption class="wp-caption-text">Skema Proses Terjadinya Pegunungan Himalaya</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Sebelum terbentuk pegunungan Himalaya, terjadi gerakan lempeng India ke arah lempeng Eurasia. Lempeng India merupakan komposisi batuan yang sangat tua 2-2,5 milyar tahun. Titik referensi yang berwarna kotak kuning masih berada dibawah. Setelah mengalami proses tumbukan yang lama antara dua lempeng tersebut maka sebagian dari tepi lempeng India terangkat dimana terlihat kotak kuning berubah posisi ke tempat yang lebih tinggi.Sehingga terbentuklah pegunungan Himalaya saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Model terjadinya gunung mengalami tiga tingkatan proses, yaitu:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Akumulasi sedimen: lapisan lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk sampai kedalaman beberapa kilometer.</li>
<li style="text-align: justify;">Perubahan bentuk batuan dan pengangkatan kerak bumi: sedimen yang terbentuk tadi mengalami deformasi karena adanya gaya kompresi akibat tumbukan antar lempeng-lempeng tektonik.</li>
<li>Pengangkatan kerak bumi akibat gerakan blok sesar: tumbukan antar lempeng akan mengangkat sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya sehingga terbentuk gunung. Sedangkan jika terjadi gaya tegangan atau tarikan antar lempeng maka akan terbentuk graben (lembah)</li>
</ol>
<figure style="width: 421px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/-dyDbeMhmdws/V4-pT5B68kI/AAAAAAAANDE/KqgrMnwFZWsME-8ImpcIR0vLbCVWoyZMQCCo/s421/02.jpg" alt="Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung" width="421" height="395" /><figcaption class="wp-caption-text">Skema Pembentukan Dataran Rendah (Graben). Sumber: http://csmres.jmu.edu/geollab/vageol/vahist/mtnmodel.html</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Kulit bumi yang sebelumnya dalam kondisi seimbang, mendapat gaya tektonik yang saling berlawanan arah (gaya regangan) akibat desakan panas ke atas, sehingga menimbulkan retakan (cracking). Proses tektonik ini berlangsung terus menerus dalam jangka waktu geologi yang cukup lama. Blok yang retak menjadi turun akibat gaya tarik gaya berat sehingga terbentuk</p>
<h2 style="text-align: justify;">Keajaiban Al Quran yang Megungkap Fungsi dan Terbentuknya Gunung</h2>
<p style="text-align: justify;">Secara akurat peran dan terbentuknya gunung diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai &#8220;pasak&#8221; dalam Al Qur&#8217;an firman Allah swt sebagai berikut :</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">&#8220;Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?&#8221; </span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 78:6-7)</span></h3>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau, yaitu agar bumi itu tidak goncang.</p>
<blockquote>
<h3 class="ayet" style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">&#8220;Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka&#8230;&#8221; </span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 21:31)</span></h3>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Untuk lebih memahami proses terjadinya gunung lebih detail, kamu bisa melihatnya pada video dibawah ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Miracle of Quran : Eksistensi Gunung (mountain)" width="480" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/Ntjrhyufmls?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>SubhanAllah!</p>
<p>Sumber :</p>
<ol>
<li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung" target="_blank">https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung</a></li>
<li><a href="http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Fenomena.Alam/Gunung.Api/materi2.html" target="_blank">http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Fenomena.Alam/Gunung.Api/materi2.html</a></li>
<li><a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_mountains.html" target="_blank">http://www.keajaibanalquran.com/earth_mountains.html</a></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/">Inilah Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eta Carinae, Misteri Ledakan Bintang yang Belum Terpecahkan</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/eta-carinae-misteri-ledakan-bintang/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/eta-carinae-misteri-ledakan-bintang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2015 01:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[Eta Carinae]]></category>
		<category><![CDATA[ledakan bintang]]></category>
		<category><![CDATA[nebula]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[Science]]></category>
		<category><![CDATA[supernova]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/2015/01/10/eta-carinae-misteri-ledakan-bintang/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Eta Carinae adalah sistem bintang biner (ganda) paling terang dan padat yang berjarak 10.000 tahun cahaya dari Bumi, dikenal memiliki perilaku yang unik, meledak dua kali pada abad ke-19 dan sampai saat ini para ilmuan belum mengetahui apa sebabnya. Sebuah studi jangka panjang yang dipimpin oleh astronom di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt,...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/eta-carinae-misteri-ledakan-bintang/">Eta Carinae, Misteri Ledakan Bintang yang Belum Terpecahkan</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p>Eta Carinae adalah sistem bintang biner (ganda) paling terang dan padat yang berjarak 10.000 tahun cahaya dari Bumi, dikenal memiliki perilaku yang unik, meledak dua kali pada abad ke-19 dan sampai saat ini para ilmuan belum mengetahui apa sebabnya. Sebuah studi jangka panjang yang dipimpin oleh astronom di NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, Maryland, menggunakan satelit NASA, teleskop berbasis darat dan pemodelan teoritis untuk menghasilkan gambar yang paling komprehensif dari Eta Carinae sampai saat ini. Temuan terbaru gambar dari Teleskop Ruang Angkasa Hubble menunjukkan citra berumur puluhan tahun lalu dari gas terionisasi bintang terbesar yang melaju satu juta mil per jam ini, model 3D terbaru yang mengungkapkan sifat-sifat interaksi bintang ini tidak pernah dilihat sebelumnya.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami datang untuk memahami keadaan dan lingkungan obyek yang luar biasa kompleks ini, tapi kami memiliki perjalanan panjang untuk menjelaskan ledakan masa lalu Eta Carinae atau untuk memprediksi perilaku masa depan,&#8221; kata astrofisikawan Goddard Ted Gull, yang telah mengkoordinasikan  kelompok riset dalam mengamati bintang ini lebih dari satu dekade.</p>
<div>Kalian bisa melihat simulasi super komputer Eta Carinae dari pengamatan ilmuan NASA pada video berikut ini. (Klik di bagian CC pada video untuk melihat terjemahannya dalam bahasa Inggris)</div>
<div></div>
<p style="text-align: center;"> <iframe loading="lazy" src="//www.youtube.com/embed/0rJQi6oaZf0" width="640" height="360" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara pada konferensi pers pertemuan American Astronomical Society di Seattle, para peneliti Goddard membahas pengamatan Eta Carinae baru-baru ini dan bagaimana mereka mencocokan pemahaman saat ini dari sistem Eta Carinae.</p>
<div style="text-align: justify;">
<p>Pada pengamatan lebih dekat di titik fokus bintang (periastron), bintang-bintang ini terpisah 140 juta mil jaraknya (225 juta kilometer), atau sekitar jarak rata-rata antara Mars dan matahari. Para astronom mengamati perubahan dramatis dalam sistem selama berbulan-bulan sebelum dan sesudah periastron. Ini termasuk pancaran sinar-X, diikuti dengan penurunan tiba-tiba dan pemulihan akhir emisi sinar-X; hilang dan munculnya kembali struktur bintang dekat terdeteksi pada panjang gelombang tertentu dari cahaya tampak; dan bahkan perubahan cahaya dan bayangan terjadi di bintang yang kecil di sekitar bintang utama (pusat).</p>
<p>Selama 11 tahun terakhir, mencakup tiga bagian periastron, kelompok Goddard telah mengembangkan model yang didasarkan pada pengamatan rutin bintang menggunakan teleskop berbasis darat dan beberapa satelit NASA. &#8220;Kami menggunakan pengamatan terakhir untuk membangun sebuah simulasi komputer, yang membantu kami memprediksi apa yang akan kita lihat pada siklus berikutnya, dan kemudian kita menyuplai pengamatan baru kembali ke model untuk lebih memperbaikinya,&#8221; kata Thomas Madura, seorang doktor dari program riset NASA di Goddard dan tim teoritis Eta Carinae.</p>
<figure style="width: 320px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2015/01/animated_crab_eta_car_slowest.gif" alt="Eta Carinae" width="320" height="317" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">Dilihat dari emisi cahaya biru yang dipancarkan oleh atom besi ganda terionisasi (4659 angstrom), gambar-gambar dari Eta Carinae ditangkap oleh instrumen STIS Hubble antara tahun 2010 dan 2014. Gas dari kerangka diciptakan selama pendekatan terdekat sistem bintang biner tahun 2003 yang melaju sekitar 1 juta mph (1,6 juta km / jam). Kredit gambar : NASA&#8217;s Goddard Space Flight Center/T. Gull et al.</figcaption></figure>
<p>Simulasi yang dilakukan oleh Thomas Madura, yang menggunakan superkomputer Pleiades di Ames Research Center NASA di Moffett Field, California, mengungkapkan kompleksitas interaksi angin. Ketika bintang rekannya melaju cepat di sekitar bintang utama, angin lebih cepat mengukir keluar rongga spiral dari aliran padat bintang yang lebih besar. Untuk lebih memvisualisasikan interaksi ini, Madura mengkonversi simulasi komputer model digital 3D dan membuat versi padat menggunakan printer 3D. Proses ini mengungkapkan tonjolan seperti tulang belakang di aliran gas sepanjang tepi rongga, ciri khas yang belum pernah dilihat sebelumnya.Menurut model ini, interaksi dua angin bintang menyumbang banyak perubahan periodik yang diamati dalam sistem. Angin dari setiap bintang memiliki sifat yang sangat berbeda: tebal dan lambat untuk bintang yang utama, sedangkan tipis dan cepat untuk rekan bintangnya yang lebih panas. Angin di bintang utama berhembus hampir 1 juta mph dan sangat padat, membawa pergi massa setara dengan matahari kita setiap seribu tahun. Sebaliknya, angin bintang rekannya membawa materi sekitar 100 kali lebih kecil dari yang utama, tetapi melaju keluar arah enam kali lebih cepat.</p>
<p>&#8220;Kami pikir struktur ini adalah nyata dan mereka terbentuk sebagai akibat dari ketidakstabilan aliran di bulan sekitarnya,&#8221; kata Madura. &#8220;Saya ingin membuat cetakan simulasi 3D untuk lebih memvisualisasikannya, yang ternyata jauh lebih berhasil daripada yang pernah saya bayangkan.&#8221; Sebuah paper yang merinci penelitian ini telah disampaikan kepada jurnal Pemberitahuan Bulanan Royal Astronomical Society.</p>
<figure style="width: 320px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2015/01/r1_xy_density.gif" alt="Eta Carinae" width="320" height="320" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">Dalam simulasi superkomputer ini, bintang-bintang Eta Carinae ditampilkan sebagai titik-titik hitam. Warna yang lebih ringan menunjukkan kepadatan yang lebih besar dalam angin bintang yang dihasilkan oleh masing-masing bintang. Pada pendekatan terdekat, angin cepat dari bintang yang lebih kecil mengukir sebuah terowongan di angin tebal dari bintang yang lebih besar. Kredit gambar :  Goddard Space Flight Center/T. Madura</figcaption></figure>
<p>&#8220;Perubahan sinar-X adalah penyelidikan langsung dari zona tumbukan angin dan mencerminkan perubahan bagaimana bintang-bintang ini kehilangan massa,&#8221; kata Michael Corcoran, seorang astrofisikawan Universities Space Research Association yang berkantor pusat di Columbia, Maryland. Dia dan rekan-rekannya membandingkan emisi periastron yang diukur selama 20 tahun terakhir oleh NASA Rossi X-ray Timing Explorer, yang menghentikan operasinya pada tahun 2012, dan Teleskop sinar-X dari satelit Swift NASA. Pada bulan Juli 2014, bintang ini melaju ke arah satu sama lain, Swift mengamati serangkaian flare yang berpuncak pada emisi sinar-X terang belum terlihat pada Eta Carinae. Ini berarti terjadi perubahan kehilangan massa oleh salah satu bintang, namun sinar-X sendiri tidak bisa menentukan yang mana.Tim merinci beberapa kunci pengamatan yang mengungkapkan beberapa sistem di dalamnya. Selama tiga bagian periastron terakhir, teleskop berbasis darat di Brazil, Chili, Australia dan Selandia Baru telah memantau panjang gelombang tunggal cahaya biru yang dipancarkan oleh atom helium yang telah kehilangan elektron tunggal. Menurut model ini, terlihat kondisi trek emisi helium dari angin bintang utama. Space Telescope Imaging Spectrograph (STIS) di Teleskop Hubble, menangkap panjang gelombang yang berbeda dari cahaya biru yang dipancarkan oleh atom besi yang telah kehilangan dua elektron, yang unik adalah pengungkapan di mana gas dari bintang utama ditetapkan dengan sinar ultraviolet intens bintang rekannya. Terakhir, sinar-X dari sistem membawa informasi secara langsung dari zona tumbukan angin, di mana angin berlawanan arah menciptakan gelombang kejut gas panas dengan ratusan juta derajat.</p>
<p>Goddard Mairan Teodoro memimpin ekspedisi berbasis darat yang melacak emisi helium mengatakan &#8220;Emisi di tahun 2014 hampir identik dengan apa yang kita lihat di periastron sebelumnya pada tahun 2009, yang menunjukkan angin utama telah konstan dan angin rekannya bertanggung jawab atas pancaran sinar-X,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Setelah astronot NASA memperbaiki instrumen STIS pada Telescope Hubble pada tahun 2009, Gull dan rekan-rekannya diminta untuk menggunakannya mengamati Eta Carinae. Dengan memisahkan cahaya bintang dalam spektrum seperti pelangi, STIS mengungkapkan perubahan kimia dari lingkungan Era Carinae. Tetapi spektrum itu juga menunjukkan struktur tipis bintang terdekat yang membuat instrumen tersebut dapat digunakan untuk memetakan daerah terdalam sistem bintang biner  (ganda) yang tidak pernah terlihat serinci ini sebelumnya.</p>
<figure style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2015/01/hs-2009-25-aw-full_jpg.jpg" alt="Eta Carinae" width="400" height="393" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">Ledakan besar Eta Carinae di tahun 1840-an menciptakan kepulan Nebula Homunculus, dicitrakan disini oleh Hubble. Sekarang sekitar 1 tahun cahaya panjangnya, awan yang mengembang mengandung cukup bahan untuk membuat setidaknya 10 salinan matahari kita. Para astronom belum bisa menjelaskan apa yang menyebabkan ledakan ini. Kredit gambar : NASA, ESA, and the Hubble SM4 ERO Team</figcaption></figure>
<p>Gambar yang dihasilkan, mengungkapkan untuk pertama kalinya pada hari Rabu (7 Januari 2015), menunjukkan bahwa emisi besi terionisasi ganda yang berasal dari struktur gas kompleks membentang hampir sepersepuluh tahun cahaya jauhnya, Gull mengumpamakannya seperti kepiting biru di Maryland. Melalui gambar STIS, tempurung besar gas mewakili &#8220;capit&#8221; kepiting yang dapat dilihat melaju jauh dari bintang-bintang dengan kecepatan yang diukur sekitar 1 juta mph (1,6 juta km / jam). Dengan masing-masing pendekatan lebih dekat, sebuah bentuk rongga spiral angin bintang besar bersamaan dengan perluasan bagian luarnya, seperti kerangka yang bergerak.STIS melihat melalui satu celah sempit untuk membatasi kontaminasi dari sumber lain. Sejak Desember 2010, tim Gull telah teratur memetakan wilayah pusat pada sistem bintang biner dengan menangkap spektrum di 41 lokasi yang berbeda, upaya yang sama untuk membangun sebuah gambar panorama dari serangkaian snapshot. Penglihatan STIS mencakup sekitar 430 miliar mil (670 miliar km), atau sekitar 4.600 kali rata-rata jarak Bumi-Matahari.</p>
<p>&#8220;Selongsong gas ini bertahan selama ribuan kali jarak antara Bumi dan matahari,&#8221; Gull menjelaskan. &#8220;Backtracking-nya, kita menemukan kerangka mulai bergerak menjauh dari bintang utama sekitar 11 tahun atau tiga bagian periastron lalu, menyediakan kami cara tambahan untuk melihat sekilas apa yang terjadi di masa lalu.&#8221;</p>
<p>Ketika bintang-bintang saling mendekat, rekannya menjadi tenggelam ke bagian paling tebal dari angin utama, menyerap sinar UV dan mencegah radiasi mencapai gas sejauh bagian kerangka. Tanpa energi ini, besi yang terionisasi ganda berhenti memancarkan cahaya dan struktur kepiting menghilang pada panjang gelombang ini. Setelah bintang rekannya disekitar bintang utamanya dan membersihkan angin terpadat, yang lolos sinar UV, kembali memberikan energi-atom besi dalam kerangka, dan muncul seperti kepiting kembali.</p>
<p>Kedua bintang besar Eta Carinae mungkin suatu hari mengakhiri hidup mereka dalam ledakan supernova. Untuk bintang, massa menentukan akhir takdirnya, dan apa yang akan menentukan nasib akhir mereka adalah berapa banyak materi yang hilang &#8211; melalui angin bintang atau ledakan yang belum bisa dijelaskan- sebelum mereka kehabisan bahan bakar dan runtuhnya berat massa-nya sendiri.</p>
<p>Untuk saat ini, para peneliti mengatakan, tidak ada bukti yang menunjukkan kematian bintang ini dengan baik. Mereka menjelajahi data periastron 2014 untuk membuat prediksi terbaru, dan akan diuji lagi ketika bintang-bintang ini berinteraksi bersamaan pada bulan Februari tahun 2020.</p>
<p>NASA sedang menjajaki tata surya kita dan di ruang angkasa untuk memahami alam semesta dan di tempat kita berada di dalamnya. Kami berusaha untuk mengungkap rahasia alam semesta kita, asal-usulnya dan evolusinya, dan mencari kehidupan di antara bintang-bintang.</p>
<p>Sumber :<br />
<a href="https://www.nasa.gov/content/goddard/nasa-observatories-take-an-unprecedented-look-into-superstar-eta-carinae" target="_blank">http://www.nasa.gov/content/goddard/nasa-observatories-take-an-unprecedented-look-into-superstar-eta-carinae/</a></p>
</div>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/eta-carinae-misteri-ledakan-bintang/">Eta Carinae, Misteri Ledakan Bintang yang Belum Terpecahkan</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/eta-carinae-misteri-ledakan-bintang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Big Bang dan Mengembangnya Alam Semesta</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/bigbang-dan-mengembangnya-alam-semesta/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/bigbang-dan-mengembangnya-alam-semesta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2014 00:08:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[alam semesta mengembang]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[bigbang]]></category>
		<category><![CDATA[hubble]]></category>
		<category><![CDATA[ledakan besar]]></category>
		<category><![CDATA[mengembangnya alam semesta]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/2014/11/01/bigbang-dan-mengembangnya-alam-semesta/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Seabad yang lalu, penciptaan alam semesta adalah sebuah konsep yang diabaikan para ahli astronomi. Alasannya pada waktu itu alam semesta telah ada sejak waktu tak terbatas dan telah diterima secara umum mentah-mentah. Dalam mengkaji alam semesta, ilmuwan beranggapan bahwa jagat raya hanyalah akumulasi materi dan tidak mempunyai awal. Tidak ada momen &#8220;penciptaan&#8221;, yaitu momen ketika...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/bigbang-dan-mengembangnya-alam-semesta/">Big Bang dan Mengembangnya Alam Semesta</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Seabad yang lalu, penciptaan alam semesta adalah sebuah konsep yang diabaikan para ahli astronomi. Alasannya pada waktu itu alam semesta telah ada sejak waktu tak terbatas dan telah diterima secara umum mentah-mentah. Dalam mengkaji alam semesta, ilmuwan beranggapan bahwa jagat raya hanyalah akumulasi materi dan tidak mempunyai awal. Tidak ada momen &#8220;penciptaan&#8221;, yaitu momen ketika alam semesta dan segala isinya muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Tahun 1920-an adalah tahun yang penting dalam perkembangan astronomi modern. Pada tahun 1922, ahli fisika Rusia, Alexandra Friedman, menghasilkan perhitungan yang menunjukkan bahwa struktur alam semesta tidaklah statis dan bahwa impuls kecil pun mungkin cukup untuk menyebabkan struktur keseluruhan mengembang atau mengerut menurut Teori Relativitas Einstein. George Lemaitre adalah orang pertama yang menyadari apa arti perhitungan Friedman. Berdasarkan perhitungan ini astronomer Belgia, Lemaitre, menyatakan bahwa alam semesta mempunyai permulaan dan bahwa ia mengembang sebagai akibat dari sesuatu yang telah memicunya. Dia juga menyatakan bahwa tingkat radiasi (rate of radiation) dapat digunakan sebagai ukuran akibat dari mengembangnya alam semesta.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemikiran teoritis kedua ilmuwan ini tidak menarik banyak perhatian dan barangkali akan terabaikan kalau saja tidak ditemukan bukti pengamatan baru yang mengguncangkan dunia ilmiah. Baru pada tahun 1929 astronom Amerika, Edwin Hubble, yang bekerja di Observatorium Mount Wilson California, membuat penemuan paling penting dalam sejarah astronomi. Ketika mengamati sejumlah bintang melalui teleskop raksasanya, dia menemukan bahwa cahaya bintang-bintang itu bergeser ke arah ujung merah spektrum, dan bahwa pergeseran itu berkaitan langsung dengan jarak bintang-bintang dari bumi.</p>
<figure style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2014/11/edwin-hubble-and-mt-wilson.jpg" alt="Big Bang dan Mengembangnya Alam Semesta" width="640" height="352" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">Edwin Hubble menggunakan teleskop Hooker saat mengamati pergeseran merah pada suatu bintang di Observatorium Mount Wilson, pergeseran merah merupakan suatu bukti alam semesta menjauh atau mengembang</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Menurut ilmu fisika, spektrum berkas cahaya yang mendekati titik observasi cenderung ke arah ungu, sementara spektrum berkas cahaya yang menjauhi titik observasi cenderung ke arah merah. (Seperti suara peluit kereta yang semakin samar ketika kereta semakin jauh dari pengamat). Pengamatan Hubble menunjukkan bahwa menurut hukum ini, benda-benda luar angkasa menjauh dari kita. Tidak lama kemudian, Hubble membuat penemuan penting lagi, bintang-bintang tidak hanya menjauh dari bumi tetapi juga menjauhi satu sama lain atau dengan kata lain alam semesta &#8220;mengembang&#8221;.</p>
<figure style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2014/11/alamsemestamengembang-1.jpg" alt="Big Bang dan Mengembangnya Alam Semesta" width="400" height="257" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">Untuk memahami pengembangan alam semesta dapat diumpamakan dengan balon yang di tiup dan mengembang, seluruh benda angkasa pada balon tersebut menjauh satu sama lain seiring dengan mengembangnya balon</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Hubble menemukan bukti pengamatan yang telah diramalkan George Lamaitre sebelumnya. Pada tahun 1915, Albert Einstein juga telah menyimpulkan bahwa alam semesta tidak mungkin statis dengan perhitungan-perhitungan berdasarkan teori relativitas yang baru ditemukannya.</p>
<p style="text-align: justify;">Penemuan Hubble bahwa alam semesta mengembang memunculkan model lain yang menghasilkan persamaan yang sesuai dengan keinginan. Kia tau alam semesta semakin besar mengembang sejalan dengan waktu, jika mundur ke masa lalu berarti alam semesta semakin kecil, segala sesuatunya akan mengerut dan bertemu pada satu titik. Kesimpulan adalah semua materi sebelum alam semesta mengembang berada dalam massa satu titik yang mempunyai &#8220;volume nol&#8221;. Alam semesta kita muncul dari hasil ledakan massa yang mempunyai volume nol ini. Ledakan ini mendapat sebutan &#8220;BIG BANG&#8221; dan keberadaannya telah berulang-ulang ditegaskan dengan bukti pengamatan.</p>
<figure style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2014/11/conseq-expandingview.jpg" alt="Big Bang dan Mengembangnya Alam Semesta" width="640" height="354" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">14 Miliar tahun yang lalu terjadi Big Bang, sejalan dengan waktu alam semesta terus mengembang sampai sekarang</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Jika alam semesta terbentuk dalam sebuah ledakan besar yang tiba-tiba, maka harus ada sejumlah tertentu radiasi yang ditinggalkan dari ledakan tersebut. Radiasi ini harus bisa dideteksi, dan lebih jauh, harus sama di seluruh alam semesta.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1965, dua peneliti bernama Arno Penzias dan Robert Wilson menemukan sebentuk radiasi yang selama ini tidak teramati. Disebut &#8220;radiasi latar belakang kosmik&#8221;, radiasi ini tidak seperti apa pun yang berasal dari seluruh alam semesta karena luar biasa seragam. Radiasi ini tidak dibatasi, juga tidak mempunyai sumber tertentu, radiasi ini malah tersebar merata di seluruh jagat raya. Segera disadari bahwa radiasi ini adalah gema Big Bang yang masih menggema balik sejak momen pertama ledakan besar tersebut. Gamov telah mengamati bahwa frekuensi radiasi hampir mempunyai nilai yang sama dengan yang telah diperkirakan oleh para ilmuwan sebelumnya. Penzias dan Wilson dianugerahi hadiah Nobel untuk penemuan mereka.</p>
<figure style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2014/11/penzisdanwilson.jpg" alt="Big Bang dan Mengembangnya Alam Semesta" width="400" height="271" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">Penzias dan Wilson mendapat hadiah Nobel berkat penemuan radiasi Big Bang menggunakan teleskop radio</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;"> Pada tahun 1989, George Smoot dan tim NASA-nya meluncurkan sebuah satelit ke luar angkasa. Sebuah instrumen sensitif yang disebut &#8220;Cosmic Background Emission Explorer&#8221; (COBE), di dalam satelit itu hanya memerlukan delapan menit untuk mendeteksi dan menegaskan tingkat radiasi yang dilaporkan Penzias dan Wilson. Hasil ini secara pasti menunjukkan keberadaan bentuk rapat dan panas sisa dari ledakan yang menghasilkan alam semesta. Kebanyakan ilmuwan mengakui bahwa COBE telah berhasil menangkap sisa-sisa Big Bang.</p>
<p style="text-align: justify;">Dihadapkan pada bukti seperti itu, Big Bang memperoleh persetujuan dunia ilmiah sampai saat ini. Dalam sebuah artikel edisi Oktober 1994, Scientific American menyatakan bahwa model asal muasal alam semesta Big Bang, adalah satu-satunya yang dapat menjelaskan pengembangan terus menerus alam semesta dan hasil-hasil pengamatan lainnya.</p>
<figure style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2014/11/wmap_poster2002a2-1024x768.jpg" alt="Big Bang dan Mengembangnya Alam Semesta" width="640" height="480" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">Radiasi Latar Belakang Kosmik atau energi gelombang mikro yang di dapat satelit COBE, membuktikan radiasi yang terjadi saat Big Bang 14 miliar tahun lalu</figcaption></figure>
<h2 style="text-align: justify;"><b>Keajaiban Penciptaan Alam Semesta</b></h2>
<p style="text-align: justify;">1400 tahun lalu ternyata Al Quran telah memaparkan bahwa alam semesta mengembang.</p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><b>&#8220;Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesung-guhnya Kami benar-benar meluaskannya.&#8221;<br />
(QS. Adz-Dzaariyat, 51: 47)</b></span></h3>
<p style="text-align: justify;"> Selain itu aspek penting lain yang diungkapkan dalam Al Quran empat belas abad sebelum penemuan modern Big Bang adalah bahwa ketika diciptakan, alam semesta menempati volume yang sangat kecil:</p>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"> <b>&#8220;Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan daripada air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?&#8221;<br />
(QS. Al Anbiyaa&#8217;, 21: 30)</b></span></h3>
<p style="text-align: justify;"><b> </b></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga bermanfaat</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<p style="text-align: justify;">http://harunyahya.com</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/bigbang-dan-mengembangnya-alam-semesta/">Big Bang dan Mengembangnya Alam Semesta</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/bigbang-dan-mengembangnya-alam-semesta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
