<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keajaiban Al Quran Archives | ardiyansyah.com</title>
	<atom:link href="https://ardiyansyah.com/tag/keajaiban-al-quran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://ardiyansyah.com/tag/keajaiban-al-quran/</link>
	<description>Melihat dengan Mata Hati</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Oct 2017 23:05:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/06/favicon.png</url>
	<title>Keajaiban Al Quran Archives | ardiyansyah.com</title>
	<link>https://ardiyansyah.com/tag/keajaiban-al-quran/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Awal Mula Alam Semesta dalam Al Quran Ini Diakui Oleh Ilmuan Jepang</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/awal-mula-alam-semesta-dalam-al-quran/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/awal-mula-alam-semesta-dalam-al-quran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Apr 2017 00:07:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[kozai mechanism]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=3659</guid>

					<description><![CDATA[<p>Prof. Yoshihide Kozai adalah seorang mantan Direktur National Astronomical Observatory of Japan dan Direktur di Gunma Astronomical Observatory. Dia mengabdikan dirinya dalam penelitian mengenai dinamika langit dan terkenal dengan penemuannya yang dinamakan Mekanisme Kozai. Mekanisme ini menjelaskan tentang titik orbit asteroid, dan telah digunakan dalam studi tabrakan galaksi dan exoplanets. Dari pengamatannya mengenai pembentukan bintang, Prof. Yoshihide...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/awal-mula-alam-semesta-dalam-al-quran/">Awal Mula Alam Semesta dalam Al Quran Ini Diakui Oleh Ilmuan Jepang</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3676 size-large" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/image_4714_1e-Kleinmann-Low-Nebula-1024x683.jpg" alt="Awal Mula Alam Semesta dalam Al Quran" width="640" height="427" />Prof. Yoshihide Kozai adalah seorang mantan Direktur National Astronomical Observatory of Japan dan Direktur di Gunma Astronomical Observatory. Dia mengabdikan dirinya dalam penelitian mengenai dinamika langit dan terkenal dengan penemuannya yang dinamakan Mekanisme Kozai. Mekanisme ini menjelaskan tentang titik orbit asteroid, dan telah digunakan dalam studi tabrakan galaksi dan exoplanets.</p>
<p>Dari pengamatannya mengenai pembentukan bintang, Prof. Yoshihide Kozai berasumsi bahwa bintang terbentuk dari asap. Asap berkumpul di bagian luar yang terlihat kemerah-merahan sebagai awal dari kumpulan panas. Asap yang berkumpul dengan kepadatannya yang tinggi menghasilkan sinar. Karena itu, bintang yang bersinar seperti yang kita lihat sekarang terbentuk dari asap yang menghiasi alam semesta.</p>
<figure id="attachment_3675" aria-describedby="caption-attachment-3675" style="width: 1680px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-3675 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/1680x1050.jpg" alt="Awal Mula Alam Semesta dalam Al Quran" width="1680" height="1050" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/1680x1050.jpg 800w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/1680x1050-600x375.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/1680x1050-400x250.jpg 400w" sizes="(max-width: 1680px) 100vw, 1680px" /><figcaption id="caption-attachment-3675" class="wp-caption-text">Ini adalah Pilar-pilar penciptaan, terletak di Nebula Elang yang diambil oleh teleskop optik Hubble. Kamu bisa lihat lebih jauh disini <a href="https://ardiyansyah.com/2015/01/pilar-pilar-penciptaan-di-nebula-elang.html" target="_blank">https://ardiyansyah.com/2015/01/pilar-pilar-penciptaan-di-nebula-elang.html</a></figcaption></figure>
<p>Para ilmuan lain menyatakan itu adalah asap yang berkabut. Namun Prof. Yoshihide Kozai mengatakan kabut tidaklah cocok untuk menggambarkan asap tersebut, sebab kabut memiliki sifat khas yang dingin, sedangkan asap kosmis agak panas.</p>
<h2>Awal Prof. Yoshihide Kozai Mengkaji Al Qur&#8217;an Perihal Awal Mula Alam Semesta</h2>
<p>Berawal ketika pertemuan Prof. Yoshihide Kozai dengan Sheikh Abdul-Majeed A. Zindani seorang ahli Farmasi dari Yaman. Sheikh Abdul-Majeed A. Zindani menyajikan sejumlah ayat Al-Qur&#8217;an kepada Prof. Yoshihide Kozai yang menjelaskan awal mula alam semesta dan langit, serta hubungan bumi dan langit.</p>
<p>Berikut ayat Al Qur&#8217;an yang mebuat Prof. Yoshihide Kozai takjub.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: Datanglah kamu: Keduanya menuruti perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa, keduanya menjawab: Kami datang dengan suka hati.&#8221; </strong><br />
<strong>(QS Fushshilat: 11).</strong></p>
<p style="text-align: left;">Ayat itu membuat Prof. Yoshihide Kozai takjub, karena informasi sains di dalam Al Qur&#8217;an ini diturunkan pada 1400 tahun yang lalu. Menurut dia, Alquran menggambarkan alam semesta seperti yang terlihat dari titik pengamatan tertinggi.</p>
<p style="text-align: left;">Berikut pernyataan Prof. Yoshihide Kozai lebih jauh.</p>
<p style="text-align: left;"><img decoding="async" class="aligncenter wp-image-3674 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/the-creation-universe-based-on-al-quran-2-638.jpg" alt="Prof. Yoshihide Kozai" width="583" height="209" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/the-creation-universe-based-on-al-quran-2-638.jpg 583w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/the-creation-universe-based-on-al-quran-2-638-400x143.jpg 400w" sizes="(max-width: 583px) 100vw, 583px" /></p>
<p style="text-align: center;"><strong>&#8220;Saya sangat terkesan dengan menemukan fakta-fakta astronomi yang benar dalam Alquran, dan bagi kami para astronom modern yang telah mempelajari potongan-potongan yang sangat kecil dari semesta. Kami telah memusatkan upaya kami untuk memahami bagian yang sangat kecil. Karena dengan menggunakan teleskop, kita dapat melihat hanya sedikit bagian dari langit tanpa berpikir tentang seluruh alam semesta. Jadi, dengan membaca Alquran dan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan, saya pikir saya dapat menemukan jalan masa depan saya untuk investigasi alam semesta.&#8221;</strong></p>
<p style="text-align: left;">Pengakuan Prof. Yoshihide Kozai terhadap bukti ilmiah di dalam Al Qur&#8217;an bisa kalian lihat melalui video berikut ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Science Islam - Scientists Comment on the Quran Prof. Yoshihide Kozai" width="480" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/UoyFpGqtERY?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>SubhnaAllah.</p>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
<p><strong>Sumber :</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/16/05/11/o6z79y361-8-ilmuwan-yang-dikejutkan-oleh-kebenaran-alquran-part1" target="_blank">http://www.republika.co.id/berita/koran/khazanah-koran/16/05/11/o6z79y361-8-ilmuwan-yang-dikejutkan-oleh-kebenaran-alquran-part1</a></li>
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Kozai_mechanism" target="_blank">https://en.wikipedia.org/wiki/Kozai_mechanism</a></li>
<li><a href="https://www.youtube.com/watch?v=UoyFpGqtERY" target="_blank">https://www.youtube.com/watch?v=UoyFpGqtERY</a></li>
</ul>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/awal-mula-alam-semesta-dalam-al-quran/">Awal Mula Alam Semesta dalam Al Quran Ini Diakui Oleh Ilmuan Jepang</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/awal-mula-alam-semesta-dalam-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Fenomena Alam di Dasar Laut yang Menakjubkan</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Apr 2017 18:12:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[gelombang internal]]></category>
		<category><![CDATA[internal waves]]></category>
		<category><![CDATA[ombak di dasar laut]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=3599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keterbatasan manusia dalam melakukan eksplorasi di kedalaman laut tanpa menggunakan teknologi khusus, menjadi penghalang bagi para ilmuan untuk mendapatkan informasi penting seperti apa kondisi di dasar laut yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan manusia tidak mampu menyelam dibawah kedalaman lebih dari 30 meter disebabkan bertambahnya tekanan air pada tubuh penyelam mempengaruhi kerja otaknya, sehingga ia kehilangan...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/">Inilah Fenomena Alam di Dasar Laut yang Menakjubkan</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Keterbatasan manusia dalam melakukan eksplorasi di kedalaman laut tanpa menggunakan teknologi khusus, menjadi penghalang bagi para ilmuan untuk mendapatkan informasi penting seperti apa kondisi di dasar laut yang sebenarnya.</p>
<p>Hal ini dikarenakan manusia tidak mampu menyelam dibawah kedalaman lebih dari 30 meter disebabkan bertambahnya tekanan air pada tubuh penyelam mempengaruhi kerja otaknya, sehingga ia kehilangan kontrol terhadap geraknya. Untuk itu diperlukan peralatan khusus untuk menyelami dasar laut di kedalaman yang bisa mencapai 200 meter, bahkan 1000 meter!.</p>
<p>Dengan teknologi mutakhir saat ini, akhirnya terjawab sudah apa-apa yang menganjal para ilmuan dalam menyingkap misteri alam di dasar laut.</p>
<p>Apa sajakah itu? Berikut kita akan bahas seperti apa kondisi di kedalaman laut itu.</p>
<h2>Gelapnya Kondisi di Dasar Laut</h2>
<p>Dalam publikasi ilmiah berjudul Oceans, sekolompok ilmuan mendeskripsikan keadaan di dasar laut sebagai berikut:</p>
<p><strong>Kegelapan dalam lautan dan samudra yang dalam dijumpai pada kedalaman 200 meter atau lebih. Pada kedalaman ini, hampir tidak dijumpai cahaya. Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak terdapat cahaya sama sekali. <span class="anasayfa">(Elder, Danny; and John Pernetta, 1991, Oceans, London, Mitchell Beazley Publishers, s. 27)</span></strong></p>
<p>Dengan kecanggihan IPTEK dan teknologi kapal selam saat ini, para ilmuan dapat menemukan informasi perihal gambaran yang ada di dasar laut, seperti kandungan kadar garam, jumlah air, memperkirakan luas permukaan dan juga keadalamannya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3639 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/001-Ombak-di-Dasar-Lautan-1.jpg" alt="Fenomena Alam di Dasar Laut" width="620" height="362" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/001-Ombak-di-Dasar-Lautan-1.jpg 620w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/001-Ombak-di-Dasar-Lautan-1-600x350.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/001-Ombak-di-Dasar-Lautan-1-400x234.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 620px) 100vw, 620px" /></p>
<p>Pengukuran terbaru menggunakan teknologi masa kini berhasil mengungkapkan bahwa antara 3 hingga 30% sinar matahari dipantulkan oleh permukaan laut. Hampir tujuh warna yang menyusun spektrum sinar matahari diserap satu demi satu ketika menembus permukaan lautan hingga kedalaman 200 meter, kecuali sinar biru (lihat pada gambar di atas). Di bawah kedalaman 1000 meter, tidak dijumpai sinar apa pun. (Oceans, Elder and Pernetta, p. 27.)</p>
<h2>Ada Gelombang Ombak di Dasar Laut</h2>
<p>Benarkah ada gelombang laut di dasar laut? Selama ini kita hanya mengetahui bahwa gelombang air laut terdapat pada permukaan air laut bukannya di dasar laut. Namun penelitian ilmuan baru-baru ini, mereka menemukan sesuatu yang unik, yaitu adanya gelombang di dasar lautan, hal ini dapat ditemukan pada lapisan-lapisan air laut yang memiliki kerapatan atau massa jenis yang berbeda.</p>
<figure id="attachment_3625" aria-describedby="caption-attachment-3625" style="width: 431px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3625 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/002Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg" alt="Fenomena Alam di Dasar Laut" width="431" height="306" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/002Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg 431w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/002Ombak-di-Dasar-Lautan-400x284.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 431px) 100vw, 431px" /><figcaption id="caption-attachment-3625" class="wp-caption-text">Ombak di dasar laut ini ditemukan pada batas pertemuan dua lapisan air yang berbeda massa jenisnya. Gelombang laut yang dibawah bersifat lebih padat, sedangkan gelombang di atas permukaan lebih encer. (Oceanography, Gross, hal. 204)</figcaption></figure>
<p>Gelombang di kedalaman laut ini disebut gelombang internal (<em>internal waves</em>), di mana terdapat pada wilayah perairan di kedalaman laut dan samudra. Pada kedalaman ini, air laut memiliki massa jenis yang lebih tinggi dibanding lapisan air di atasnya. Gelombang internal memiliki sifat seperti gelombang permukaan. Gelombang ini dapat pecah, persis sebagaimana gelombang permukaan. Gelombang internal biasanya tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi keberadaannya dapat dikenali dengan mempelajari suhu atau perubahan kadar garam di tempat-tempat tertentu. <span class="anasayfa">(Gross, M. Grant; 1993, Oceanography, a View of Earth, 6. edition, Englewood Cliffs, Prentice-Hall Inc., s. 205)</span></p>
<figure id="attachment_3636" aria-describedby="caption-attachment-3636" style="width: 634px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3636 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg" alt="Fenomena Alam di Dasar Laut" width="634" height="630" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg 503w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan-150x150.jpg 150w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan-402x400.jpg 402w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/003-Ombak-di-Dasar-Lautan-302x300.jpg 302w" sizes="auto, (max-width: 634px) 100vw, 634px" /><figcaption id="caption-attachment-3636" class="wp-caption-text">Foto gelombang internal (internal waves) yang berada di dasar laut. Diperkirakan berada di kedalaman 1000 meter.</figcaption></figure>
<h2>Gelombang Internal di Selat Gibraltar</h2>
<p>Pengamatan dari satelit menunjukkan adanya gelombang internal di selat Gibraltar.</p>
<figure id="attachment_3644" aria-describedby="caption-attachment-3644" style="width: 540px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3644 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg" alt="Fenomena Alam di Dasar Laut" width="540" height="532" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan.jpg 508w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan-406x400.jpg 406w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan-300x295.jpg 300w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/04/005-Ombak-di-Dasar-Lautan-305x300.jpg 305w" sizes="auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px" /><figcaption id="caption-attachment-3644" class="wp-caption-text">Foto ini diambil di sekitar laut Mediterranean pada 19 Februari 2001 oleh sekelompok astronot STS-98.</figcaption></figure>
<p>Tim dari Physical Oceanography Group dari University of Málaga di Spanyol juga membuat visualisasi gelokmbang internal di selat Gibraltar dalam video berikut.</p>
<p style="text-align: center;"><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/x7GXLJQ2Zn0" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<h2>Eksperimen Gelombang Internal di Dalam Air</h2>
<p>Kamu juga bisa membuat eksperimen gelombang internal sendiri menggunakan percobaan sederhana berikut ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="An internal wave - fun with density" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/39Av1dp-esQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<h2>Fakta Ilmiah dalam Al Qur&#8217;an</h2>
<p>Sungguh Maha Benar Allah atas segala FirmanNya, dikala teknologi kapal selam belum ditemukan, informasi Al Qur&#8217;an 1400 tahu lalu tentang keadaan di dasar lautan seperti yang kita paparkan diatas sangatlah berkesusaian dengan penemuan ilmiah saat ini.</p>
<p>Ini adalah bukti, bahwa Al Qur&#8217;an adalah Firman Allah SWT yang mutlak benar, dan tidak ada keraguan sedikitpun didalamnya.</p>
<p style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">&#8220;Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun.&#8221; </span></strong><br />
<strong><span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an An-Nur 24:40)</span></strong></p>
<p><strong>Sumber :</strong><br />
<a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_darkness.html" target="_blank">http://www.keajaibanalquran.com/earth_darkness.html</a><br />
<a href="https://www.islam-guide.com/ch1-1-f.htm" target="_blank">https://www.islam-guide.com/ch1-1-f.htm</a><br />
<a href="https://www.youtube.com/watch?v=x7GXLJQ2Zn0" target="_blank">https://www.youtube.com/watch?v=x7GXLJQ2Zn0</a><br />
<a href="https://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=1224" target="_blank">https://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=1224</a><br />
<a href="http://www.al-habib.info/review/al-quran-kegelapan-lautan.htm" target="_blank">http://www.al-habib.info/review/al-quran-kegelapan-lautan.htm</a><br />
<a href="https://www.youtube.com/watch?v=39Av1dp-esQ" target="_blank">https://www.youtube.com/watch?v=39Av1dp-esQ</a></p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/">Inilah Fenomena Alam di Dasar Laut yang Menakjubkan</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/fenomena-alam-di-dasar-laut/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Rahasia Pembangunan Piramida Mesir</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/inilah-rahasia-pembangunan-piramida-mesir/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/inilah-rahasia-pembangunan-piramida-mesir/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 20 Mar 2017 06:50:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[firaun]]></category>
		<category><![CDATA[piramid]]></category>
		<category><![CDATA[piramida]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=3535</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berabad-abad lamanya para ilmuan belum bisa memecahkan rahasia pembangunan piramida di Mesir yang terkenal karena kekohohan bangunannya selama ribuan tahun. Namun, dengan penelitian modern baru-baru ini, masalah ini mulai terjawab dan ajaibnya hal ini diterangkan secara jelas melalui informasi dalam kitab suci ribuan tahun yang lalu sebelum para ilmuan menemukannya. Dalam koran New York Times...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/inilah-rahasia-pembangunan-piramida-mesir/">Inilah Rahasia Pembangunan Piramida Mesir</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Berabad-abad lamanya para ilmuan belum bisa memecahkan rahasia pembangunan piramida di Mesir yang terkenal karena kekohohan bangunannya selama ribuan tahun. Namun, dengan penelitian modern baru-baru ini, masalah ini mulai terjawab dan ajaibnya hal ini diterangkan secara jelas melalui informasi dalam kitab suci ribuan tahun yang lalu sebelum para ilmuan menemukannya.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3572 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/16724858500_6c8f04be77_h_web_1024.jpg" alt="Rahasia Pembangunan Piramida Mesir" width="1024" height="415" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/16724858500_6c8f04be77_h_web_1024.jpg 800w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/16724858500_6c8f04be77_h_web_1024-600x243.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/16724858500_6c8f04be77_h_web_1024-400x162.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></p>
<p>Dalam koran New York Times edisi 1 Desember 2006, menerbitkan penemuan ilmiah yang menginformasikan bahwa Firaun menggunakan tanah liat untuk membangun piramid! Penelitian menyebutkan bahwa batu yang dibuat untuk membangun piramid itu adalah tanah liat yang dipanaskan sehingga membentuk batuan keras yang sulit dibedakan dengan batu aslinya. Disebutkan juga Firaun pada saat itu sangat mahir dalam ilmu kimia untuk memperoses tanah liat menjadi batu yang kokoh yang digunakan sebagai bahan pembangunan piramid.</p>
<figure id="attachment_3563" aria-describedby="caption-attachment-3563" style="width: 450px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3563 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/tanah-liat.jpg" alt="Rahasia Pembangunan Piramida Mesir" width="450" height="336" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/tanah-liat.jpg 450w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/tanah-liat-400x300.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 450px) 100vw, 450px" /><figcaption id="caption-attachment-3563" class="wp-caption-text">Batuan Piramid yang terbuat dari tanah liat ini menginformasikan penemuan penting bagaimana Firaun membangun monumen tinggi seperti Piramid</figcaption></figure>
<p>Profesor Gilles Hug dan Michel Barsoum mengatakan bahwa pembangunan piramida yang paling besar yaitu piramida Giza, dibangun menggunakan dua jenis batu; batu asli dan batu-batu yang dibuat dari olahan tanah liat.</p>
<figure id="attachment_3561" aria-describedby="caption-attachment-3561" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3561 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/Michel-Barsoum.jpg" alt="Rahasia Pembangunan Piramida Mesir" width="660" height="993" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/Michel-Barsoum.jpg 332w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/Michel-Barsoum-266x400.jpg 266w" sizes="auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px" /><figcaption id="caption-attachment-3561" class="wp-caption-text">Profesor Michel Barsoum berdiri didepan salah satu dari piramida Mesir. Kredit: Michel Barsoum, Drexel University.</figcaption></figure>
<p>Pada penelitian lainnya yang dipublikasikan oleh majalah Journal of American Ceramic Society, Firaun mengguankan sejenih <em>Slurry</em> (bubur semen dari lumpur) untuk membangun monumen yang tinggi termasuk piramid. Sementara untuk dasar bangunannya digunakan batu alam.</p>
<p>Ilmuan asal Perancis Profesor <span class="fullpost">Joseph </span>Davidovits, menjelaskan bahwa batu piramid yang ternyata berasal dari unsur tanah dan lumpur, lebih jauh ia mengatakan :</p>
<p style="text-align: center;"><em><strong>&#8220;Setelah melakukan beberapa uji coba dan eksperimen terhadap batu-batu piramida, begitu juga dengan lapisan dindingnya, saya katakan bahwa, batu-batu piramida tersebut ternyata terdiri dari unsur elemen tanah dan lumpur terutama dibagian yang tinggi piramida di mana sulit untuk menaikkan batu alam.&#8221;</strong></em></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-3557 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/header-jd.jpg" alt="Rahasia Pembangunan Piramida Mesir" width="1280" height="444" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/header-jd.jpg 800w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/header-jd-600x209.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2017/03/header-jd-400x139.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /></p>
<p style="text-align: left;"><span class="fullpost">Hal ini dikuatkan oleh ilmuwan dari Belgia, Guy Demortier, yang akhirnya setuju dan membenarkan hasil penelitian Joseph Davidovits. Setelah bertahun-tahun melakukan riset dan studi, Guy Demortier akhirnya yakin bahwa piramida yang terletak di Mesir dibuat dengan menggunakan tanah liat.</span></p>
<p style="text-align: left;">Untuk mengetahui lebih jauh proses pembuatan batu dari tanah liat, Profesor <span class="fullpost">Joseph </span>Davidovits dari Geopolymer Institue mendemokannya dalam video berikut ini :</p>
<p style="text-align: center;"><iframe loading="lazy" src="https://www.youtube.com/embed/znQk_yBHre4?rel=0" width="560" height="315" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen"></iframe></p>
<h2>Keajaiban Al Qur&#8217;an Mengenai Pembuatan Piramid</h2>
<p>SubhnAllah.. penemuan ilmuan terkini mengenai pembangunan piramid di Mesir jauh-jauh hari telah di informasikan dalam Al Quran 14 abad yang lalu, pembuatan bangunan-bangunan yang tinggi seperti Piramid pada masa itu menggunakan tanah liat sebagai bahan utamanya.</p>
<p>Allah Swt. berfirman :</p>
<p style="text-align: center;"><span class="fullpost"><strong><i>&#8220;Dan berkata Fir&#8217;aun: &#8220;Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui Tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah Hai Haman untukku tanah liat kemudian buatkanlah untukku bangunan yang Tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Musa, dan Sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa Dia Termasuk orang-orang pendusta&#8221;</i>. (QS. Al-Qashash: 38)</strong><br />
</span></p>
<div>Semoga bermanfaat <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div>
<div></div>
<div>Sumber :</div>
<ul>
<li>http://www.nytimes.com/2006/12/01/science/01pyramid.html?ref=science</li>
<li>http://www.livescience.com/1554-surprising-truth-great-pyramids-built.html</li>
<li>http://www.republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/14/11/07/nenhso45-pembuatan-piramida-menurut-alquran</li>
<li>https://www.geopolymer.org/news/cutting-edge-analysis-proves-davidovits%e2%80%99-pyramid-theory/</li>
<li>https://www.davidovits.info/davidovits-pyramid-theory-worldwide/</li>
<li>https://www.youtube.com/watch?v=znQk_yBHre4</li>
</ul>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/inilah-rahasia-pembangunan-piramida-mesir/">Inilah Rahasia Pembangunan Piramida Mesir</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/inilah-rahasia-pembangunan-piramida-mesir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu&#8217;jizat Nabi Muhammad saw</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/bulan-pernah-terbelah-inilah-bukti-mujizat-nabi-muhammad-saw/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/bulan-pernah-terbelah-inilah-bukti-mujizat-nabi-muhammad-saw/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2016 09:01:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[bulan terbelah]]></category>
		<category><![CDATA[terbelahnya bulan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=3184</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pencarian fakta tentang Mu&#8217;jizat Nabi Muhammad saw yang dapat membelah bulan telah lama diteliti oleh para ilmuan berdasarkan Firman Allah swt dalam Al Quran dan Hadits Nabi Muhammad saw 14 abad yang lalu. Benarkah ada bukti saat ini yang menguatkan peristiwa luar biasa tersebut? mari kita telusuri lebih jauh melalui penelitian ilmiah yang ditemukan pada...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/bulan-pernah-terbelah-inilah-bukti-mujizat-nabi-muhammad-saw/">Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu&#8217;jizat Nabi Muhammad saw</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pencarian fakta tentang Mu&#8217;jizat Nabi Muhammad saw yang dapat membelah bulan telah lama diteliti oleh para ilmuan berdasarkan Firman Allah swt dalam Al Quran dan Hadits Nabi Muhammad saw 14 abad yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">Benarkah ada bukti saat ini yang menguatkan peristiwa luar biasa tersebut? mari kita telusuri lebih jauh melalui penelitian ilmiah yang ditemukan pada saat mengamati permukaan bulan oleh LRO (Lunar Reconnaissance Orbiter) dan dari saksi-saksi orang-orang yang melihat bulan terbelah berdasarkan manuskrip-manuskrip kuno.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga tulisan ini bermanfaat, dan tolong bantu sebarkan yah <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<h2 style="text-align: justify;">Bekas Terbelahnya Bulan dan Benturan Dua Lempeng Tektonik di Permukaan Bulan</h2>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Struktur potongan yang sangat panjang ditemukan pada permukaan bulan yang tidak seperti biasanya. Potongan terlihat dihampir semua permukaan bulan yang menyusut dari hasil proses geologi di masa lalu. Menurut hasil pengamatan tim analisa melalui pesawat luar angkasa LRO (Lunar Reconnaissance Orbiter) milik NASA, p</span><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">otongan ini terbentuk akibat proses benturan kedua lempeng tektonik.<sup>1</sup></span></p>
<figure id="attachment_3188" aria-describedby="caption-attachment-3188" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3188 size-large" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/475267main_gregory_scarp_300a-670x1024.jpg" alt="Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu'jizat Nabi Muhammad saw" width="640" height="978" /><figcaption id="caption-attachment-3188" class="wp-caption-text">Dari perubahan geologi bulan baru-baru ini, radius penyusutan bulan ini mecapai ketinggian sekitar 100 m. Menciptakan struktur bulan yang terbelah yang disebut lobate scarps. Bagian potongan atau belahan yang sangat mencolok di bulan berada pada benturan tektonik yang terjadi di kawah yang bernama Gregory (berlokasi di 2.1 ° N, 128,1 ° E). Kredit: NASA / Goddard / Arizona State University / Smithsonian</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1"> Mirip seperti benturan lempeng tektonik yang membentuk gunung di Bumi, Gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung.<br />
</span></p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full aligncenter" src="http://i0.wp.com/lh3.googleusercontent.com/-MTHnBbTTlXk/V4-w_mlyM7I/AAAAAAAANDU/TXLVdTN21_AZt2wmliaAp61C88Vmz7vjQCCo/s800/03.jpg?resize=640%2C403&amp;ssl=1" alt="" width="640" height="403" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id"><span class="">Penelitian terbaru LRO terhadap potongan bulan yang panjang ini,</span> <span class="">mengungkapkan</span> <span class="">aktivitas tektonik</span> yang <span class="">relatif baru</span> terjadi yang mengakibatkan penyusutan salah satu permukaan pada bulan. Hal ini persis seperti terpotongnya bola menjadi dua bagian lalu kembali dipersatukan.<br />
</span></p>
<figure id="attachment_3185" aria-describedby="caption-attachment-3185" style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3185 size-large" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/475507main_lobate_scarp_thrust_fault_graphic-1024x595.jpg" alt="blind_thrust_fault_SS8_10C" width="640" height="372" /><figcaption id="caption-attachment-3185" class="wp-caption-text">Benturan kedua permukaan yang pernah terjadi di bulan. Hasilnya adalah lereng curam di permukaan bulan yang disebut lereng curam (scarp) seperti ditunjukkan pada gambar diatas. Kredit: Arizona State University</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Dalam pengamatan lainnya, LRO juga menemukan ada bekas patahan yang membelah dua permukaan bulan.<sup>2</sup></p>
<figure id="attachment_3192" aria-describedby="caption-attachment-3192" style="width: 540px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3192 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/623707main_P1_graben_diagram_lgweb.jpg" alt="623707main_p1_graben_diagram_lgweb" width="540" height="266" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/623707main_P1_graben_diagram_lgweb.jpg 540w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/623707main_P1_graben_diagram_lgweb-400x197.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px" /><figcaption id="caption-attachment-3192" class="wp-caption-text">Patahan disini menyerupai palung yang terbentuk ketika kerak bulan terpisah. Peregangan ini menyebabkan dua tebing paralel yang dipisahkan oleh sebuah lembah. (Credit: Arizona State University / Institusi Smithsonian)</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Bentuk yang menyerupai lembah ini disebut patahan (garben), ini adalah bentuk dari hasil peregangan kerak bulan, dua sisi patahan memisah sehingga membentuk lembah diantara keduanya. Ada beberapa tempat di permukaan bulan yang mengalami patahan ini.</span></p>
<figure id="attachment_3193" aria-describedby="caption-attachment-3193" style="width: 580px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3193 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M146858595LE-fw-580-800.png" alt="Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu'jizat Nabi Muhammad saw" width="580" height="800" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M146858595LE-fw-580-800.png 363w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M146858595LE-fw-580-800-290x400.png 290w" sizes="auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px" /><figcaption id="caption-attachment-3193" class="wp-caption-text">Lebar patahan berjarak 2 kilometer, di ambil oleh LROC NAC M146858595LE pada 15 September 2011 [NASA / GSFC / Arizona State University].</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini demografi pemetaan bulan yang terbelah, diambil langsung melalui pesawat luar angkasa LRO<span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">.<sup>3</sup></span></p>
<figure id="attachment_3190" aria-describedby="caption-attachment-3190" style="width: 580px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3190 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M196308138LR-full-580x800.png" alt="Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu'jizat Nabi Muhammad saw" width="580" height="800" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M196308138LR-full-580x800.png 363w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M196308138LR-full-580x800-290x400.png 290w" sizes="auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px" /><figcaption id="caption-attachment-3190" class="wp-caption-text">Lereng curam Rupes Cauchy ini diambil dari pengamatan LOC Narrow Angle Camera M196308138 L &amp; R, terletak 200 km dari Mare Tranquillitatis. Lereng curam ini memiliki tinggi 300 meter. Kawan Cauchy B (6 km) akan tampak pada bidang yang lebih luas pada gambar berikutnya. [NASA / GSFC / Arizona State University].</figcaption></figure><figure id="attachment_3191" aria-describedby="caption-attachment-3191" style="width: 580px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3191 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M196308138LR_thumb-full-580.png" alt="Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu'jizat Nabi Muhammad saw" width="580" height="580" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M196308138LR_thumb-full-580.png 500w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M196308138LR_thumb-full-580-150x150.png 150w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M196308138LR_thumb-full-580-300x300.png 300w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/M196308138LR_thumb-full-580-400x400.png 400w" sizes="auto, (max-width: 580px) 100vw, 580px" /><figcaption id="caption-attachment-3191" class="wp-caption-text">Dari pengamatan LROC Narrow Angle Camera (NAC) M196308138L &amp; R, yang mengorbit pada 7 Juli, 2012. Gambar pada kotak kuning adalah bidang yang ditunjukkan pada gambar pertama. [NASA / GSFC / Arizona State University].</figcaption></figure><figure id="attachment_3194" aria-describedby="caption-attachment-3194" style="width: 1400px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3194 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/recta_thumb2.png" alt="Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu'jizat Nabi Muhammad saw" width="1400" height="1400" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/recta_thumb2.png 500w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/recta_thumb2-150x150.png 150w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/recta_thumb2-300x300.png 300w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/recta_thumb2-400x400.png 400w" sizes="auto, (max-width: 1400px) 100vw, 1400px" /><figcaption id="caption-attachment-3194" class="wp-caption-text">Rupes Recta adalah patahan linier terkenal yang membentang lebih dari 100 km panjangnya! [NASA / GSFC / Arizona State University].</figcaption></figure><figure id="attachment_3195" aria-describedby="caption-attachment-3195" style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3195 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/LRO-NAC-2nac-WACctxt-M1175414x-GM-400x800.png" alt="Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu'jizat Nabi Muhammad saw" width="400" height="800" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/LRO-NAC-2nac-WACctxt-M1175414x-GM-400x800.png 250w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/LRO-NAC-2nac-WACctxt-M1175414x-GM-400x800-200x400.png 200w" sizes="auto, (max-width: 400px) 100vw, 400px" /><figcaption id="caption-attachment-3195" class="wp-caption-text">Menggunakan Google Earth (versi 5 keatas) kita dapat melihat bentuk patahan di bulan, terlebih dahulu kamu harus download katalog terbaru dari LROC yang tersedia melalui data Sistem Planetary (PDS), disiapkan dan diperbarui baru-baru ini oleh Washington University, foto ini menunjukkan sejauh mana pengamatan bulan dari Narrow Angle Camera (NAC) dan LROC. [NASA / USGS / JAXA / GSFC /  Arizona State University / WUSTL / Google Earth].</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Dari pengamatan diatas, tampak bahwa dulu di bulan pernah terjadi benturan lempeng tektonik dan juga pernah terjadi pemisahan dua kerak bulan sebagaimana yang diamati oleh pesawat luar angkasa LRO dalam pengamatannya.</p>
<h2>Keajaiban Al Qur&#8217;an Terbelahnya Bulan dan Mu&#8217;jizat Nabi Muhammad saw</h2>
<p style="text-align: justify;">Dulu kita belum bisa membuktikan bulan itu terbelah karena sarana teknologi yang belum memadai, tetapi saat ini setelah manusia bisa menjelajah ke bulan dan melalui pesawat luar angkasa ditemukan bukti-bukti yang menandakan bulan pernah terbelah.</p>
<p style="text-align: justify;">Bukti fakta yang kita lihat tadi mengungkapkan Mu&#8217;jizat Ilmiah Al Qur&#8217;an bahwa benarlah FirmanNya. Allah swt berfirman :</p>
<blockquote><p>&#8220;Telah dekat datangnya Hari Kiamat dan Bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: &#8220;(Ini adalah) sihir yang terus menerus”. Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya&#8221;.<br />
(QS. Al Qamar Ayat 1-3)</p></blockquote>
<p class="r">Dinyatakan juga dalam Hadits Nabi Muhammad saw :</p>
<blockquote>
<p class="r">“Dari Abdullah Berkata bahwa ‏Bulan terbelah menjadi dua bagian di zaman Rasulullah, kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Saksikanlah”<br />
(HR. Muslim: 7249)</p>
</blockquote>
<p class="r">Saksi-saksi terbelahnya bulan saat itu, dicatat dalam beberapa manuskrip kuno. Seperti yang terdapat dalam manuskrip Madrid, Persia, India dan Bangsa Maya kuno.</p>
<h3 class="r">Manuskrip Madrid dan Naskah Persia</h3>
<p class="r"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3199 aligncenter" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image3.jpeg" alt="image3" width="612" height="320" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image3.jpeg 612w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image3-600x314.jpeg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image3-400x209.jpeg 400w" sizes="auto, (max-width: 612px) 100vw, 612px" /></p>
<p class="r" style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Terbelahnya bulan dicatat dalam naskah Persia. Hal ini disebutkan dalam Falnameh (El Fal Nameh), Kitab Nubuat Persia, dalam Bab ini, Nabi Muhammad saw diceritakan telah membelah bulan. Naskah Falnameh direkonstruksi ulang oleh Robert AMBELAIN pada tahun 1990 dengan judul El Fal Nameh.<br />
</span></p>
<figure id="attachment_3201" aria-describedby="caption-attachment-3201" style="width: 330px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3201 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/9782850900228-us.jpg" alt="9782850900228-us" width="330" height="500" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/9782850900228-us.jpg 330w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/9782850900228-us-264x400.jpg 264w" sizes="auto, (max-width: 330px) 100vw, 330px" /><figcaption id="caption-attachment-3201" class="wp-caption-text">“Falnameh,” a sixteenth century Persian book of prophesies.</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Dalam naskah Persia ini digambarkan orang yang menunjukkan bulan sedang terbelah, hal ini sama persis yang digambarkan oleh manuskrip Madrid halaman 91-92 dan 93 pada paragraf pertama yang mengatakan: &#8220;Ada sebuah naskah Persia yang menggambarkan sebuah gunung putih (di belakangnya) dan diliputi oleh bunga dan buah (seperti sayuran), dan  seorang pria yang melihat <span class="">terbelahnya </span>bulan.&#8221;</span></p>
<figure id="attachment_3202" aria-describedby="caption-attachment-3202" style="width: 556px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-3202 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/Mohammed_Splits_the_Moon.jpg" alt="mohammed_splits_the_moon" width="556" height="741" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/Mohammed_Splits_the_Moon.jpg 375w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/Mohammed_Splits_the_Moon-300x400.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 556px) 100vw, 556px" /><figcaption id="caption-attachment-3202" class="wp-caption-text">Mohammed Splits the Moon, ilustrasi yang dibuat dalam naskah Persia Kuno &#8220;Falnameh&#8221; dalam manuskrip Madrid.</figcaption></figure>
<h3 class="r" style="text-align: justify;">Manuskrip India Kuno Raja Shakruti (Cranganore) di Malabar</h3>
<p class="r" style="text-align: justify;">Insiden ini tercatat dalam Chakrawati Farmas yang telah didokumentasikan dalam manuskrip lama dan disimpan di Perpustakaan India, yang berada di London (no.rujukan: Arabic, 2807, 152-173). Manuskrip ini dinukil di dalam buku yang berjudul “Muhammad Rasulullah”, oleh M. Hamidullah:</p>
<blockquote>
<p class="r" style="text-align: justify;">Sebuah kumpulan pedagang Muslim menyelusuri (atau melalui) Malabar dalam perjalanan ke China telah berkata kepada seorang raja perihal, Allah yang telah membantu nabi dengan keajaiban membelah bulan. Raja itu lalu terkejut dan memberitahu bahawa dirinya juga telah melihat kejadian tersebut dengan matanya sendiri, kemudian menjadikan anaknya pengganti tadbir, dan terus berangkat ke negeri Arab. Raja itu memeluk Islam dari tangan Rasulullah sendiri.</p>
</blockquote>
<p class="r" style="text-align: justify;">M. Hamidullah menyambung di dalam bukunya Muhammad Rasulullah, menukilkan dari manuskrip lama dari Pejabat Perpustakaan India, London [no.rujukan : Arabic, 2807, 152-173, Vol. 16 (06)].</p>
<blockquote>
<p class="r" style="text-align: justify;">Ada satu budaya lama di Malabar, pesisir barat daya India yang salah seorang rajanya ialah Chakrawati Farmas (Cheraman Perumal), telah melihat terbelahnya bulan, sebagai satu mukjizat nabi di Mekah, dan raja tersebut dengan pengetahuannya bahawa ini adalah tanda kedatangan seorang nabi di tanah Arab, dia kemudiannya melantik anak saudaranya sebagai Regent (pengganti sementara pemerintah) dan bertolak untuk berjumpa nabi. Kecintaan kepada nabi bertambah di dalam hatinya raja dan raja itu menjadi antara Muslim terawal di negara yang kita kenali hari ini sebagai negara India.</p>
</blockquote>
<p class="r" style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Berdasarkan dokumen di Perpustakaan Inggris nama Raja Cranganore (Muziris &#8211; Kodungallur) adalah Raja Shakruti.<sup>6</sup> Manuskrip yang berjudul &#8220;Qissat Shakruti Firmad&#8221; ini, menurut katalog (Loth 1044) &#8220;berkenaan penempatan pertama Muhammadan (pengikut nabi) di Malabar, di bawah pemerintahan Raja Shakruti (Cranganore), seorang pengikut Muhammad, yang memeluk Islam setelah menyaksikan mukjizat terbelahnya bulan.&#8221;</span></p>
<h3 class="r" style="text-align: justify;">Manuskrip Bangsa Maya Kuno</h3>
<p class="r" style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1"><span title="This shows that the division of the moon log in Madrid manuscripts and Persian scrolls pointed out that there is a Persian manuscript containing an image of the man who refers to the face of the moon is divided into the sky and the same event recorded in the pages">Sejak dahulu bangsa Maya dikenal sangat mengemari Ilmu Astronomi dan merupakan salah satu negeri yang maju dalam bidang ilmu tersebut. Tetapi dalam salah satu Manuskripnya menunjukkan bahwa Mereka (Bangsa Maya) Menganggap di Bulan telah terjadi gempa dan memyebabkan terbelahnya Bulan menjadi dua bagian.</span><span title="Note 1: &quot;Muhammed (PBUH) splits the moon,&quot; an illustration in a Falnameh, a Persian book of prophesies."><br />
</span></span></p>
<p class="r" style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3200 aligncenter" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image5.jpeg" alt="image5" width="600" height="449" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image5.jpeg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image5-535x400.jpeg 535w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image5-400x300.jpeg 400w" sizes="auto, (max-width: 600px) 100vw, 600px" /></p>
<figure id="attachment_3203" aria-describedby="caption-attachment-3203" style="width: 380px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3203" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image4.jpeg" alt="Naskah yang menunjukkan keadaan Bulan dalam gambar Telinga kelinci dan wajahnya yang pecah dan ditandai dengan Simbol Dewi Bulan." width="380" height="413" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image4.jpeg 380w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/10/image4-368x400.jpeg 368w" sizes="auto, (max-width: 380px) 100vw, 380px" /><figcaption id="caption-attachment-3203" class="wp-caption-text">Naskah tersebut menggambarkan keadaan Bulan terbelah dalam gambar telinga kelinci dan wajahnya yang pecah dan ditandai dengan Simbol Dewi Bulan.</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Dalam naskah diatas menujukkan tahun 623 Masehi, sesuai dengan jumlah waktu menetap Rasulullah  Saw di Makkah sebelum Hijrah ke Madinah. Rasulullah Saw dilahirkan pada Tahun 570 atau 571 Masehi, kemudian hidup di Makkah selama 53 tahun (40 sebelum menjadi Rasul + 13 setelah diangkat menjadi Rasul). Jika pada tahun 571 (kelahiran Nabi) + 53 ( kehidupan Nabi selama di Makkah sebelum Hijrah).</p>
<p style="text-align: justify;">Atau Tahun 623 Masehi : Jika kita mulai menghitungnya pada tahun 570 Masehi. Persisi dengan tahun yang disebutkan dalam Naskah bangsa Maya di atas, serta tahun di mana terjadinya Peristiwa tebelahnya Bulan di Akhir-Akhir  tahun  Rasulullah berada di Makkah sebelum Hijrah.</p>
<p class="r">Wallahu &#8216;alam.</p>
<p class="r">Semoga bermafaat <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></p>
<p class="r">Perhatian! Artikel ini boleh di copy paste asalkan mencantumkan sumber <a href="https://ardiyansyah.com" target="_blank">ardiyansyah.com</a></p>
<p>Sumber :</p>
<ol>
<li>http://www.nasa.gov/mission_pages/LRO/news/shrinking-moon.html</li>
<li>http://www.nasa.gov/mission_pages/LRO/news/lunar-graben.html</li>
<li>http://lunarnetworks.blogspot.co.id/2012/07/lroc-rupes-cauchy-watch-that-first-step.html</li>
<li>http://www.eramuslim.com/peradaban/quran-sunnah/bukti-ilmiah-bulan-terbelah-dari-manuskrip-kuno-raja-india-dan-ilmuwan-nasa.htm</li>
<li>http://neurotherapy-of-christian-brain.blogspot.co.id/2012/12/moon-splitting-miracle-of-prophet.html</li>
<li>The shelf mark is IO ISLAMIC 2807 and the section mentioned is on pages 81 verso – 104 verso (inclusive)</li>
</ol>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/bulan-pernah-terbelah-inilah-bukti-mujizat-nabi-muhammad-saw/">Bulan Pernah Terbelah, Inilah Bukti Mu&#8217;jizat Nabi Muhammad saw</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/bulan-pernah-terbelah-inilah-bukti-mujizat-nabi-muhammad-saw/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Sep 2016 00:46:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[Sains]]></category>
		<category><![CDATA[7 lapis atmosfer bumi]]></category>
		<category><![CDATA[atmosfir bumi]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi atmosfer bumi]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi atmosfir]]></category>
		<category><![CDATA[lapisan atmosfer bumi]]></category>
		<category><![CDATA[magnet bumi]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk radiasi van allen]]></category>
		<category><![CDATA[sabuk van allen]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<category><![CDATA[tameng bumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=2858</guid>

					<description><![CDATA[<p>Atmosfer yang melingkupi lapisan bumi sangatlah penting bagi berlangsungnya kehidupan yang ada di bumi. Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, seperti bumi, dari permukaannya sampai jauh di luar angkasa. Atmosfer memiliki beberapa lapisan, yang dinamai menurut peran yang terjadi di masing-masing lapisannya. Atmosfer Bumi Atmosfer bumi berada di ketinggian 0 km di atas...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/">7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2863" aria-describedby="caption-attachment-2863" style="width: 660px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2863" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/magnetosphere-earth-sun-nasa.jpg" alt="7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara" width="660" height="414" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/magnetosphere-earth-sun-nasa.jpg 660w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/magnetosphere-earth-sun-nasa-600x376.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/magnetosphere-earth-sun-nasa-400x251.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 660px) 100vw, 660px" /><figcaption id="caption-attachment-2863" class="wp-caption-text">7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer yang melingkupi lapisan bumi sangatlah penting bagi berlangsungnya kehidupan yang ada di bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer adalah lapisan gas yang melingkupi sebuah planet, seperti bumi, dari permukaannya sampai jauh di luar angkasa. Atmosfer memiliki beberapa lapisan, yang dinamai menurut peran yang terjadi di masing-masing lapisannya.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Atmosfer Bumi</h2>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer bumi berada di ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km di atas permukaan bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer bumi terdiri dari nitrogen (78.17%), oksigen (20.97%), argon (0.9%), karbondioksida (variabel, sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Fungsi Atmosfer Bumi</h2>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer melindungi kehidupan yang ada di bumi dengan menyerap radiasi sinar ultraviolet dari Matahari dan mengurangi suhu yang sangat ekstrim di antara siang dan malam.</p>
<p style="text-align: justify;">Atmosfer bumi juga menyaring sinar-sinar yang masuk dari ruang angkasa yang sangat membahayakan kehidupan di bumi. Untungnya, Atmosfer di bumi hanya membiarkan masuk sinar-sinar tak berbahaya dan berguna saja bagi kehidupan di bumi, seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan tentunya. Sinar ultraviolet tepi misalnya, sangatlah penting bagi proses fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup lainnya. Sedangkan, sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon Atmosfer, sehingga hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi pelindung pada lapisan dari Atmosfer tidak berhenti sampai disitu saja. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin yang membeku di ruang angkasa, yang sekarang suhunya mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.</p>
<h2 style="text-align: justify;">Lapisan-lapisan Atmosfer Bumi (Lapisan Langit Bumi)</h2>
<p style="text-align: justify;">Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam sumber ilmiah, hal tersebut diuraikan sebagai berikut</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Para ilmuwan menemukan bahwa atmosfer terdiri diri beberapa lapisan. Lapisan-lapisan tersebut berbeda dalam ciri-ciri fisik, seperti tekanan dan jenis gasnya. Lapisan atmosfer yang terdekat dengan bumi disebut TROPOSFER. Ia membentuk sekitar 90% dari keseluruhan massa atmosfer. Lapisan di atas troposfer disebut STRATOSFER. LAPISAN OZON adalah bagian dari stratosfer di mana terjadi penyerapan sinar ultraviolet. Lapisan di atas stratosfer disebut MESOSFER. . TERMOSFER berada di atas mesosfer. Gas-gas terionisasi membentuk suatu lapisan dalam termosfer yang disebut IONOSFER. Bagian terluar atmosfer bumi membentang dari sekitar 480 km hingga 960 km. Bagian ini dinamakan EKSOSFER.<sup>1</sup></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2862 aligncenter" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/atmosphere.jpg" alt="atmosphere" width="420" height="594" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/atmosphere.jpg 354w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/atmosphere-283x400.jpg 283w" sizes="auto, (max-width: 420px) 100vw, 420px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Berikut lapisan-lapisan pada atmosfer bumi, dilengkapi dengan beberapa informasi ketinggian, suhu dan fungsinya :</p>
<h3 style="text-align: justify;">1. Troposfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Lapisan ini berada pada level terendah, campuran gasnya paling ideal untuk menopang kehidupan di bumi. Dalam lapisan ini kehidupan terlindung dari sengatan radiasi yang dipancarkan oleh benda-benda langit lain. Lapisan ini adalah yang paling tipis (kurang lebih 15 kilometer dari permukaan tanah).</p>
<p style="text-align: justify;">Pada lapisan ini terjadi peristiwa cuaca seperti hujan, angin, musim salju, kemarau, dan sebagainya. Seiring dengan ketinggiannya yang bertambah, suhu udara pada lapisan ini akan berkurang secara tunak (<i>steady</i>), dari sekitar 17℃ sampai -52℃.</p>
<h3 style="text-align: justify;">2. Stratosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Perubahan secara bertahap dari troposfer ke stratosfer dimulai dari ketinggian sekitar 11 km. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah relatif stabil dan sangat dingin yaitu -70<sup>0</sup>F atau sekitar -57<sup>0</sup> C. Suhu pada lapisan ini bisa mencapai sekitar <span class="mwe-math-mathml-inline mwe-math-mathml-a11y"> 18<sup>0</sup> C p</span>ada ketinggian sekitar 40 km. Lapisan ini merupakan tempat terbangnya pesawat.</p>
<h3 style="text-align: justify;">3. Ozonosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Lapisan ozon terjadi di  seluruh bagian stratosfer, tetapi lebih rapat pada jarak antara 20 dan 30 km di atas  tanah. Lapisan ini menyerap  sebagian besar dari radiasi ultraungu dari matahari yang mencapai bumi. Sinar ultraungu yang mencapai permukaan bumi mempunyai pengaruh yang penting. Radiasi ini memberikan warna kulit yang alami pada  manusia.</p>
<h3 style="text-align: justify;">4. Mesosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan meteor yang sampai ke bumi terbakar pada lapisan ini. Kurang lebih 25 mil atau 40 km di atas permukaan bumi, saat suhunya berkurang dari 290 K hingga 200 K, terdapat lapisan transisi menuju lapisan mesosfer. Pada lapisan ini, suhu kembali turun ketika ketinggian bertambah, hingga menjadi sekitar -143<sup>o</sup> C (dekat bagian atas dari lapisan ini, yaitu kurang lebih 81 km di atas permukaan bumi).</p>
<h3 style="text-align: justify;">5. Termosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Transisi dari mesosfer ke termosfer dimulai pada ketinggian sekitar 81 km. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982<sup>0</sup> C. Perubahan ini terjadi karena serapan radiasi sinar ultra violet. Radiasi ini menyebabkan reaksi kimia sehingga membentuk lapisan bermuatan listrik yang dikenal dengan nama ionosfer, yang dapat memantulkan gelombang radio.</p>
<h3 style="text-align: justify;">6. Ionosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Lapisan ionosfer yang terbentuk akibat reaksi kimia ini juga merupakan lapisan pelindung bumi dari batu meteor yang berasal dari luar angkasa karena ditarik oleh gravitasi bumi. Pada lapisan ionosfer ini, batu meteor terbakar dan terurai.</p>
<p style="text-align: justify;">Fenomena aurora yang dikenal juga dengan cahaya utara atau cahaya selatan terjadi pada lapisan ini.</p>
<h3 style="text-align: justify;">7. Eksosfer</h3>
<p style="text-align: justify;">Eksosfer adalah lapisan bumi yang terletak paling luar. Pada lapisan ini terdapat refleksi cahaya matahari yang dipantulkan oleh partikel debu meteoritik.</p>
<p style="text-align: justify;"><span class="" lang="id" tabindex="-1">Berada pada ketinggian sekitar 700 km sampai sekitar 10.000 km (6.200 mil; 33.000.000 ft) di atas permukaan laut di mana ia menyatu ke dalam <strong>angin matahari (Solar wind)</strong>, s</span>uhu di eksosfer bervariasi bahkan dapat mencapai 1700 derajat Celcius. D<span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">isinilah bumi terlindungi dari jilatan api matahari yang begitu luar biasa panasnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span id="result_box" class="" lang="id" tabindex="-1">Pelindung ini dinamakan <strong>Sabuk Van Allen</strong> atau Sabuk radiasi Van Allen.<br />
</span></p>
<figure id="attachment_2860" aria-describedby="caption-attachment-2860" style="width: 648px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-2860 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/profile.jpg" alt="suhu atmosfer bumi" width="648" height="864" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/profile.jpg 375w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/profile-300x400.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 648px) 100vw, 648px" /><figcaption id="caption-attachment-2860" class="wp-caption-text">Gambar ini menunjukkan profil suhu rata-rata atmosfer bumi. Suhu pada laposan termosfer bumi sangat sensitif terhadap aktivitas matahari dan dapat bervariasi dari 500 ° C sampai 1500 ° C, bahkan dapat mencapai 1700<sup>0</sup> C di lapisan eksosfer.</figcaption></figure>
<h2 style="text-align: justify;">Sabuk Van Allen,  Atap Bumi yang Terpelihara</h2>
<p style="text-align: justify;">Sabuk Van Allen adalah lapisan yang terbentuk akibat adanya medan magnet bumi yang berperan melindungi Bumi melawan radiasi berbahaya dan mengancam kehidupan di dalam planet Bumi. Radiasi ini terus menerus dipancarkan dari matahari dan bintang-bintang lainnya sehingga sangat mematikan. Seandainya saja sabuk Van Allen tidak ada, semburan panas energi tinggi yang disebut jilatan api matahari yang dipancarkan berkali-berkali oleh matahari dapat menghancurkan seluruh kehidupan di muka bumi.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter wp-image-2861 size-full" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/6268_fig09-20.jpg" alt="6268_fig09-20" width="756" height="365" srcset="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/6268_fig09-20.jpg 756w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/6268_fig09-20-600x290.jpg 600w, https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/09/6268_fig09-20-400x193.jpg 400w" sizes="auto, (max-width: 756px) 100vw, 756px" /></p>
<p style="text-align: justify;">Dr. Hugh Ross berkata tentang perang penting Sabuk Van Allen bagi kehidupan kita:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Bumi ternyata memiliki kerapatan terbesar di antara planet-planet lain di tata surya kita. Inti bumi yang terdiri atas unsur nikel dan besi inilah yang menyebabkan keberadaan medan magnetnya yang besar. Medan magnet ini membentuk lapisan pelindung berupa radiasi Van-Allen, yang melindungi Bumi dari pancaran radiasi dari luar angkasa. Jika lapisan pelindung ini tidak ada, maka kehidupan takkan mungkin dapat berlangsung di Bumi. Satu-satunya planet berbatu lain yang berkemungkinan memiliki medan magnet adalah Merkurius &#8211; tapi kekuatan medan magnet planet ini 100 kali lebih kecil dari Bumi. Bahkan Venus, planet kembar kita, tidak memiliki medan magnet. Lapisan pelindung Van-Allen ini merupakan sebuah rancangan istimewa yang hanya ada pada Bumi.<sup>2</sup></p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Energi yang dipancarkan dalam satu jilatan api saja, sebagaimana tercatat baru-baru ini, terhitung setara dengan 100 milyar bom atom yang serupa dengan yang dijatuhkan di Hiroshima. Lima puluh delapan jam setelah kilatan tersebut, teramati bahwa jarum magnetik kompas bergerak tidak seperti biasanya, dan 250 kilometer di atas atmosfir bumi terjadi peningkatan suhu tiba-tiba hingga mencapai 2.500 derajat celcius.</p>
<h2 style="text-align: justify;">7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen di dalam Al Quran</h2>
<p>Dalam Al Qur&#8217;an, Allah mengarahkan perhatian kita kepada 7 lapis langit di bumi sebagai berikut :</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. </span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 2:29)</span></h3>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Kemudian Dia menuju langit, dan langit itu masih merupakan asap. Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. </span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 41:11-12)</span></h3>
</blockquote>
<p>Sabuk Van Allen diungkapkan dalam Al Quran 1400 tahun yang lalu melalui ayat berikut.</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya.</span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 21:32)</span></h3>
</blockquote>
<p>SubhanAllah.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :</p>
<ul>
<li><a href="http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_roof.html" target="_blank">http://www.keajaibanalquran.com/astronomy_roof.html</a></li>
<li><a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_layers.html" target="_blank">http://www.keajaibanalquran.com/earth_layers.html</a></li>
<li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bumi" target="_blank">https://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer_Bumi</a></li>
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Atmosphere_of_Earth" target="_blank">https://en.wikipedia.org/wiki/Atmosphere_of_Earth</a></li>
</ul>
<p>______________</p>
<ol>
<li>Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; General Science, Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 319-322</li>
<li><span class="anasayfa">Taken from Big Bang Refined by Fire by Dr. Hugh Ross, 1998. Reasons To Believe, Pasadena, CA.</span></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/">7 Lapis Langit dan Sabuk Van Allen, Atap Bumi yang Terpelihara</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/7-lapis-langit-dan-sabuk-van-allen/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Inilah Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 Jul 2016 17:32:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[fungsi gunung]]></category>
		<category><![CDATA[geografi gunung]]></category>
		<category><![CDATA[pemebentukan gunung]]></category>
		<category><![CDATA[sains]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/?p=2464</guid>

					<description><![CDATA[<p>Gunung adalah bentuk permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah permukaan bumi lainnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu; misalnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.1 Fungsi Gunung Gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/">Inilah Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Gunung adalah bentuk permukaan bumi yang menjulang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah permukaan bumi lainnya. Sebuah gunung biasanya lebih tinggi dan curam dari sebuah bukit, beberapa otoritas mendefinisikan gunung dengan puncak lebih dari besaran tertentu; misalnya, Encyclopædia Britannica membutuhkan ketinggian 2000 kaki (610 m) agar bisa didefinisikan sebagai gunung.<sup>1</sup></p>
<h2 style="text-align: justify;">Fungsi Gunung</h2>
<p style="text-align: justify;">Gunung-gunung menggenggam lempengan-lempengan kerak bumi dengan memanjang ke atas dan ke bawah permukaan bumi pada titik-titik pertemuan lempengan-lempengan ini. Dengan cara ini, mereka memancangkan kerak bumi dan mencegahnya dari terombang-ambing di atas lapisan magma atau di antara lempengan-lempengannya. Singkatnya, kita dapat menyamakan gunung dengan paku yang menjadikan lembaran-lembaran kayu tetap menyatu.</p>
<p style="text-align: justify;">Atau dengan kata lain fungsi gunung ialah sebagai pasak agar bumi tidak goncang.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" src="https://lh3.googleusercontent.com/-MTHnBbTTlXk/V4-w_mlyM7I/AAAAAAAANDU/TXLVdTN21_AZt2wmliaAp61C88Vmz7vjQCCo/s800/03.jpg" alt="Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung" width="800" height="504" /></p>
<p style="text-align: justify;">Fungsi pemancangan dari gunung dijelaskan dalam tulisan ilmiah dengan istilah &#8220;isostasi&#8221;. Isostasi bermakna sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Isostasi: kesetimbangan dalam kerak bumi yang terjaga oleh aliran materi bebatuan di bawah permukaan akibat tekanan gravitasi.<br />
(<span class="anasayfa">Webster&#8217;s New Twentieth Century Dictionary, 2. edition &#8220;Isostasy&#8221;, New York, s. 975)</span></p></blockquote>
<h2 style="text-align: justify;">Proses Terbentuknya Gunung</h2>
<p style="text-align: justify;">Gunung-gunung muncul sebagai hasil pergerakan dan tumbukan dari lempengan-lempengan raksasa yang membentuk kerak bumi. Ketika dua lempengan bertumbukan, lempengan yang lebih kuat menyelip di bawah lempengan yang satunya, sementara yang di atas melipat dan membentuk dataran tinggi dan gunung.</p>
<p style="text-align: justify;">Lapisan bawah bergerak di bawah permukaan dan membentuk perpanjangan yang dalam ke bawah. Ini berarti gunung mempunyai bagian yang menghujam jauh ke bawah yang tak kalah besarnya dengan yang tampak di permukaan bumi.</p>
<p>Dalam tulisan ilmiah, struktur gunung digambarkan sebagai berikut:</p>
<blockquote>
<p style="text-align: left;">Pada bagian benua yang lebih tebal, seperti pada jajaran pegunungan, kerak bumi akan terbenam lebih dalam ke dalam lapisan magma.<br />
<span class="anasayfa">(General Science, Carolyn Sheets, Robert Gardner, Samuel F. Howe; Allyn and Bacon Inc. Newton, Massachusetts, 1985, s. 305) </span></p>
</blockquote>
<p>Proses terbentuknya gunung seperti ilustrasi pembentukan gunung Himlaya dibawah ini.</p>
<figure style="width: 385px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/-375IMEx_AmA/V4-nOjKdQ_I/AAAAAAAANC4/9YzuzefsKao6ZIzqfMLklsP4TUbFNQh5QCCo/s385/01.jpg" alt="Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung" width="385" height="275" /><figcaption class="wp-caption-text">Skema Proses Terjadinya Pegunungan Himalaya</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Sebelum terbentuk pegunungan Himalaya, terjadi gerakan lempeng India ke arah lempeng Eurasia. Lempeng India merupakan komposisi batuan yang sangat tua 2-2,5 milyar tahun. Titik referensi yang berwarna kotak kuning masih berada dibawah. Setelah mengalami proses tumbukan yang lama antara dua lempeng tersebut maka sebagian dari tepi lempeng India terangkat dimana terlihat kotak kuning berubah posisi ke tempat yang lebih tinggi.Sehingga terbentuklah pegunungan Himalaya saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Model terjadinya gunung mengalami tiga tingkatan proses, yaitu:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Akumulasi sedimen: lapisan lapisan sedimen dan batuan vulkanik menumpuk sampai kedalaman beberapa kilometer.</li>
<li style="text-align: justify;">Perubahan bentuk batuan dan pengangkatan kerak bumi: sedimen yang terbentuk tadi mengalami deformasi karena adanya gaya kompresi akibat tumbukan antar lempeng-lempeng tektonik.</li>
<li>Pengangkatan kerak bumi akibat gerakan blok sesar: tumbukan antar lempeng akan mengangkat sebagian kerak bumi sebagai lipatan lebih tinggi dari sekitarnya sehingga terbentuk gunung. Sedangkan jika terjadi gaya tegangan atau tarikan antar lempeng maka akan terbentuk graben (lembah)</li>
</ol>
<figure style="width: 421px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://lh3.googleusercontent.com/-dyDbeMhmdws/V4-pT5B68kI/AAAAAAAANDE/KqgrMnwFZWsME-8ImpcIR0vLbCVWoyZMQCCo/s421/02.jpg" alt="Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung" width="421" height="395" /><figcaption class="wp-caption-text">Skema Pembentukan Dataran Rendah (Graben). Sumber: http://csmres.jmu.edu/geollab/vageol/vahist/mtnmodel.html</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Kulit bumi yang sebelumnya dalam kondisi seimbang, mendapat gaya tektonik yang saling berlawanan arah (gaya regangan) akibat desakan panas ke atas, sehingga menimbulkan retakan (cracking). Proses tektonik ini berlangsung terus menerus dalam jangka waktu geologi yang cukup lama. Blok yang retak menjadi turun akibat gaya tarik gaya berat sehingga terbentuk</p>
<h2 style="text-align: justify;">Keajaiban Al Quran yang Megungkap Fungsi dan Terbentuknya Gunung</h2>
<p style="text-align: justify;">Secara akurat peran dan terbentuknya gunung diungkapkan melalui sebuah perumpamaan sebagai &#8220;pasak&#8221; dalam Al Qur&#8217;an firman Allah swt sebagai berikut :</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">&#8220;Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan? dan gunung-gunung sebagai pasak?&#8221; </span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 78:6-7)</span></h3>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Peran penting gunung yang ditemukan oleh ilmu geologi modern dan penelitian gempa, telah dinyatakan dalam Al Qur’an berabad-abad lampau, yaitu agar bumi itu tidak goncang.</p>
<blockquote>
<h3 class="ayet" style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">&#8220;Dan telah Kami jadikan di bumi ini gunung-gunung yang kokoh supaya bumi itu (tidak) goncang bersama mereka&#8230;&#8221; </span><br />
<span style="color: #ff0000;">(Al Qur&#8217;an, 21:31)</span></h3>
</blockquote>
<p style="text-align: left;">Untuk lebih memahami proses terjadinya gunung lebih detail, kamu bisa melihatnya pada video dibawah ini.</p>
<p><iframe loading="lazy" title="Miracle of Quran : Eksistensi Gunung (mountain)" width="480" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/Ntjrhyufmls?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture" allowfullscreen></iframe></p>
<p>SubhanAllah!</p>
<p>Sumber :</p>
<ol>
<li><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung" target="_blank">https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung</a></li>
<li><a href="http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Fenomena.Alam/Gunung.Api/materi2.html" target="_blank">http://idkf.bogor.net/yuesbi/e-DU.KU/edukasi.net/Fenomena.Alam/Gunung.Api/materi2.html</a></li>
<li><a href="http://www.keajaibanalquran.com/earth_mountains.html" target="_blank">http://www.keajaibanalquran.com/earth_mountains.html</a></li>
</ol>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/">Inilah Fungsi dan Proses Terbentuknya Gunung</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/fungsi-gunung-dan-proses-terjadinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cenote Angelita, Tempat Indah yang Mempertemukan Batas Antara Air Tawar dan Air Asin</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/cenote-angelita-tempat-indah-yang/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/cenote-angelita-tempat-indah-yang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 May 2016 14:12:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/2016/05/06/cenote-angelita-tempat-indah-yang/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kali ini saya akan coba membahas fenomena alam di dalam laut yang telah banyak dibahas diberbagai media saat ini. Namun saya tidak membahas secara mentah-mentah melainkan secara komprehensif (utuh) yang dilengkapi dengan gambar dan video sehingga mudah dipahami. Fenomena ini bukanlah hoax dan benar adanya, tapi ada beberapa hal yang harus diluruskan. Cenote Angelita sebenarnya...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/cenote-angelita-tempat-indah-yang/">Cenote Angelita, Tempat Indah yang Mempertemukan Batas Antara Air Tawar dan Air Asin</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://4.bp.blogspot.com/-rHLuXeQ_p7s/Vyyh7VC_m9I/AAAAAAAALr8/bGWMXLXPCRMPGW2JIu2ICst0uePbif7mwCLcB/s1600/cenote1.jpg" width="1278" height="696" /></div>
<p class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Kali ini saya akan coba membahas fenomena alam di dalam laut yang telah banyak dibahas diberbagai media saat ini. Namun saya tidak membahas secara mentah-mentah melainkan secara komprehensif (utuh) yang dilengkapi dengan gambar dan video sehingga mudah dipahami. Fenomena ini bukanlah hoax dan benar adanya, tapi ada beberapa hal yang harus diluruskan.</p>
</div>
<p style="text-align: justify;">Cenote Angelita sebenarnya sebuah gua berair di tengah hutan, bukan di laut, walaupun airnya memang terhubung dengan laut.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut bahasa kata &#8220;Cenote&#8221; berasal dari suku maya &#8220;D&#8217;zonot&#8221; yang berarti &#8220;sebuah lubang/gua bawah tanah yang memiliki air&#8221;. Sedangkan &#8220;Angelita&#8221; berarti &#8220;malaikat kecil&#8221;. Inilah kenapa Cenote Angelita disebut sebagai &#8220;Gua Malaikat Kecil&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Istilah Cenote ini digunakan untuk merujuk kepada gua/lubang yang ada di semenanjung Yucatan, Mexico. Selain Cenote Angelita, di semenanjung Yucatan, ada Cenote-Cenote lainnya, seperti Cenote Aktun Ha, Cenote Calavera, Cenote Chac Mool dan lain-lain. Formasi gua-gua ini terhubung dengan laut dan terbentuk sekitar 6.500 tahun yang lalu.</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-medium" src="https://4.bp.blogspot.com/-f02MmQ_vYyw/VyvvA4kHBUI/AAAAAAAALqE/6uqsyJzfWN0I_eV_ptH3xRdOO2DXrN2ZACLcB/s1600/map_cenotes_reefs.jpg" width="430" height="391" /></div>
<p style="text-align: justify;">Cenote Angelita yang sedang kita bicarakan ini terletak sekitar 17 kilometer dari Tulum. Ia memiliki diameter lubang sekitar 30 meter dengan kedalaman sekitar 60 meter. Cenote ini berada di wilayah hutan lebat yang memiliki keanekaragaman flora fauna yang cukup kaya. Bahkan Jaguar juga tinggal di hutan ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena itu sebenarnya kurang tepat kalau menyebut Cenote Angelita sebagai sungai di dasar laut. Cenote Angelita sebenarnya sebuah gua berair di tengah hutan, bukan di laut, walaupun airnya memang terhubung dengan laut.</p>
<div style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium aligncenter" src="https://3.bp.blogspot.com/-1iuoZBBc9pU/VyygXx39utI/AAAAAAAALrw/LDKJWne2C9MS7uC1ZefUPngh5dLSO7KrwCLcB/s1600/Anatoly-Beloshchin-Underwater-River.png" width="910" height="600" /></div>
<div style="text-align: justify;">
<p>Jika kita menyelam ke dalam Cenote Angelita, kita akan menemukan air tawar pada kedalaman 30 meter pertama yang kemudian diikuti dengan air asin pada kedalaman 60 meter. Pada kedalaman itu juga kita bisa melihat sungai dan pohon-pohon di dasarnya.</p>
</div>
<div>
<figure style="width: 351px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://2.bp.blogspot.com/-mOF9UE_HsFc/VyvwTxQhMbI/AAAAAAAALqM/Ylzlq_2gftcH4Z1pGxRNrqFOoVhshTvtQCLcB/s1600/Angelita_map.jpg" width="351" height="600" /><figcaption class="wp-caption-text">Peta Cenote Angelita</figcaption></figure>
</div>
<h2 style="text-align: justify;"><b>Pertemuan Air Tawar dan Air Asin</b></h2>
<div>Dalam deskripsinya mengenai Cenote Angelita, seorang fotografer profesional bernama Anatoly Beloschin  mengatakan :</div>
<div>
<blockquote class="tr_bq"><p>Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan daun-daun yang jatuh.</p></blockquote>
</div>
<p>Dari pernyataan Anatoly Beloschin tadi, benarkah ada fenomena air tawar berada diatas air asin? bagaimana mungkin kedua air tersebut tidak tercampur?Ya memang benar, fenomena ini disebut <b>Halocline</b>Halocline adalah sebuah zona vertikal di dalam laut dimana kadar garam berubah dengan cepat sejalan dengan perubahan kedalaman. Perubahan kadar garam ini akan mempengaruhi kepadatan air sehingga Zona ini kemudian berfungsi sebagai dinding pemisah antara air asin dan air tawar.</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium aligncenter" src="https://1.bp.blogspot.com/-3F2LtuXtrJ4/VyyR9IipmAI/AAAAAAAALqk/G54g-kWbK1oqN6C9X4Scw828yhmLEmJYQCLcB/s1600/halocline_18008.jpg" width="550" height="561" /></p>
<p style="text-align: justify;">Air asin memiliki kepadatan yang lebih besar dibandingkan air tawar. Ini membuat ia memiliki berat jenis yang juga lebih besar. Karena itu wajar kalau air tawar berada di atas air asin. Ketika kedua jenis air ini bertemu, ia akan membuat lapisan halocline yang berfungsi menjadi pemisah antara keduanya. Peristiwa ini tidak terjadi di semua pantai atau bagian di laut, namun cukup umum terjadi di gua-gua air yang terhubung ke laut seperti Cenote.</p>
<p>Perbatasan antara air asin dan air tawar (Halocline) pada Cenote Angelita berada pada kedalaman sekitar 33 meter. Dalam kasus Cenote ini, air tawar di permukaan berasal dari air hujan.</p>
<figure style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1.bp.blogspot.com/-kc-TrykFgE0/VyyU9n6KTMI/AAAAAAAALqw/oSWaw2IomrMhhkhGrBue3VRynmdtpSO2wCLcB/s1600/halocline.jpg" width="1024" height="640" /><figcaption class="wp-caption-text">Gambar ini memperlihatkan pandangan yang jelas antara batas (Helocline) air tawar dan air asin</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Untuk lebih jelas, perhatikan film dokumenter dari BBC Planet Earth Episode 4 Caves &#8211; The Halocline dibawah ini, kalian akan melihat batas (halocline) yang sangat jelas antara air tawar dan air asin, bahkan hewan laut pun tidak bisa melewati batas ini.</p>
<p>Jika ingin lebih jelas lagi, kalian bisa membuat halocline sendiri di rumah. Caranya, masukkan air asin ke dalam sebuah gelas hingga setengah gelas terisi. Lalu, taruh spon di atas air. Setelah itu, tuangkan air tawar perlahan-lahan ke dalam gelas. Maka lapisan halocline akan tercipta sehingga air tawar yang masuk tidak bercampur dengan air asin yang dibawahnya.</p>
<h2 class="separator" style="clear: both; text-align: left;"><b>Lalu benarkah ada sungai dibawah laut?</b></h2>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Hal inilah yang perlu diluruskan kembali, dalam foto dibawah bisa kita lihat, Cenote Angelita sepertinya memiliki sungai di dasarnya. Jika benar, tentu saja akan sangat membingungkan.</div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium aligncenter" src="https://1.bp.blogspot.com/-8sKpks3epCE/VyyXfU4DPDI/AAAAAAAALq8/JiGTIpoPwtAYygmjb1WL0LRsJj8sOEsRwCLcB/s1600/26d6fdbeee2a249333095df8e8816d70.jpg" width="720" height="655" /></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium aligncenter" src="https://4.bp.blogspot.com/-6T0osZ93sfc/VyyXgfqtU-I/AAAAAAAALrI/JNH019vWeBwxn8gWtiZ3rs0DWu7tyFtcACLcB/s1600/183706.jpg" width="1600" height="1200" /></div>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium aligncenter" src="https://4.bp.blogspot.com/-kLLPHWCz-Do/VyyXfeVsFmI/AAAAAAAALrA/lVudubD12scyvHEu0bI-xLiQ-eCqJ-bGACLcB/s1600/IMG_0358.JPG" width="1600" height="1200" /></p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium aligncenter" src="https://4.bp.blogspot.com/-mak4nc7Uaf4/VyyXgVlH_PI/AAAAAAAALrE/CFzVnlVd4rgFtRQdLH8YnZLQlgv7_dUIACLcB/s1600/maxresdefault.jpg" width="1280" height="720" /></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Sebenarnya sungai tersebut hanyalah sebuah ilusi. Ini bukanlah sungai, melainkan kabut/awan, karena lapisan yang terlihat seperti sungai itu adalah lapisan Hidrogen Sulfida. Lapisan ini membentuk kabut/awan tebal yang membuat ilusi sungai.</div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"></div>
<div class="separator" style="clear: both;">Tidak banyak yang bisa menyelam sampai kedalaman ini karena lapisan ini terdapat di dasar Cenote Angelita, yaitu di kedalaman sekitar 60 meter.</div>
<div class="separator" style="clear: both;"></div>
<div class="separator" style="clear: both;">Lapisan Hidrogen Sulfida ini terbentuk akibat pohon-pohon atau organisme yang membusuk di dasar Cenote. Karena itu lapisan ini memiliki bau yang tidak enak, seperti telur busuk (Mungkin sebagian dari kalian juga tahu kalau kita juga mengeluarkan gas ini ketika kita buang angin). Selain karena aktifitas bakteri pembusukan, gas ini juga bisa dihasilkan oleh aktifitas gunung berapi. Dalam kadar yang tinggi, gas ini berbahaya bagi manusia karena bisa mengganggu beberapa sistem dalam tubuh manusia.</div>
<h2 class="separator" style="clear: both;"><b>Lalu bagaimana dengan pohon dibawah laut pada gambar itu?</b></h2>
<div class="separator" style="clear: both;">Jawabannya atas pertanyaan ini sebenarnya sangat sederhana, yaitu tidak ada pohon yang hidup di dasar Cenote!</div>
<div class="separator" style="clear: both;"></div>
<div class="separator" style="clear: both;">Kebanyakan dari kita salah menginterpretasikan kalimat Anatoly Beloschin. Anatoly mengatakan :</div>
<div class="separator" style="clear: both;"></div>
<blockquote class="tr_bq" style="clear: both;"><p>Di kedalaman 30 meter, air tawar, lalu pada kedalaman 60 meter, air asin, dan dibawah saya melihat sebuah sungai, pulau dan <b>daun-daun yang jatuh</b>.</p></blockquote>
<div class="separator" style="clear: both;"></div>
<div class="separator" style="clear: both;">Ia hanya mengatakan kalau ia melihat daun-daun yang jatuh.</div>
<div class="separator" style="clear: both;"></div>
<div class="separator" style="clear: both;">Perhatikanlah foto dibawah ini.</div>
<div class="separator" style="clear: both;"></div>
<div class="separator" style="clear: both;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium aligncenter" src="https://2.bp.blogspot.com/-s9cpIDqJErQ/VyyZDH461RI/AAAAAAAALrY/dWx7ubB0bMQD64ZzOFFqpY46IC5qbOdJgCLcB/s1600/o-UNDERWATER-RIVER-facebook.jpg" width="1536" height="1014" /></div>
<p class="separator" style="clear: both;">Terlihat jelas pada foto di atas kalau batang-batang pohon itu adalah pohon-pohon yang mati dan daun yang dimaksud adalah daun yang berserakan di dasar Cenote. Anatoly tidak pernah mengatakan melihat pohon hidup di dasar Cenote.</p>
<p class="separator" style="clear: both;">Lagipula, jika memang ada pohon yang hidup, mengapa Anatoly tidak mengambil fotonya?</p>
<p class="separator" style="clear: both;">Lalu pertanyaannya, darimana asalnya batang pohon dan daun-daunan tersebut?</p>
<div class="separator" style="clear: both;">Jawabannya adalah karena Cenote ini terletak di tengah Hutan.</div>
<div class="separator" style="clear: both;"></div>
<div class="separator" style="clear: both;">
<figure style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://1.bp.blogspot.com/-RtJf2LX8tRE/VyybyUveQUI/AAAAAAAALrk/5TeChYBNEacm64I5u5Az25yAImP_bjKfACLcB/s1600/cenote-angelita_2.jpg" width="640" height="404" /><figcaption class="wp-caption-text">Permukaan Air di Cenote Angelita</figcaption></figure>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<div>
<div class="separator" style="clear: both;">Tentu wajar kalau ada batang pohon dan dedaunan yang jatuh ke dalam dasar Cenote.</div>
<h2 class="separator" style="clear: both; text-align: left;"><b>Fakta Ilmiah dalam Al Qur&#8217;an</b></h2>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: left;"></div>
<p class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Sungguh apa yang disampaikan di dalam Al Qur&#8217;an membuat kita takjub, bagaimana tidak, apa yang disampaikan Rasulullah saw 1400 tahun lalu, mengungkapkan fenomena ini di mana teknologi untuk menyelam dikedalaman air belum ditemukan, tetapi sudah menjelaskan bahwa ada batas antara air tawar dan air asin yang memisahkan keduanya.</p>
<p class="separator" style="clear: both; text-align: left;">Perhatikanlah firman Allah swt berikut ini.</p>
<p class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><b>“Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan) ; yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”<br />
(Q.S Al Furqan:53)</b></p>
<div style="text-align: center;"></div>
<p>SubhanAllah!</p>
</div>
<div></div>
<div>Semoga bermanfaat <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div>
<div></div>
<div>
<p><strong>Sumber :</strong></p>
<ul>
<li><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Halocline" target="_blank">https://en.wikipedia.org/wiki/Halocline</a></li>
<li><a href="http://www.enigmablogger.com/2010/03/cenote-angelita-penjelasan-singkat.html" target="_blank">http://www.enigmablogger.com</a></li>
<li><a href="http://www.qiroatipusat.or.id/2015/06/kebenaran-kandungan-al-quran-dua-laut.html" target="_blank">http://www.qiroatipusat.or.id</a></li>
<li><a href="http://www.kumpulanmisteri.com/2015/03/ternyata-sungai-di-bawah-laut-sudah.html" target="_blank">http://www.kumpulanmisteri.com</a></li>
</ul>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/cenote-angelita-tempat-indah-yang/">Cenote Angelita, Tempat Indah yang Mempertemukan Batas Antara Air Tawar dan Air Asin</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/cenote-angelita-tempat-indah-yang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rahasia Dibalik Materi, Fakta Ilmiah Dunia Hanyalah Ilusi yang Menipu</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/rahasia-dibalik-materi-fakta-ilmiah/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/rahasia-dibalik-materi-fakta-ilmiah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 May 2016 00:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia dibalik materi]]></category>
		<category><![CDATA[rahasia materi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/2016/05/03/rahasia-dibalik-materi-fakta-ilmia/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pembahasan ini sangatlah penting karena akan mengubah cara pandang kita terhadap dunia materi. Penelusuran masalah ini bukanlah sebuah teori yang bersifat asumsi melainkan sebuah fakta ilmiah yang dibuktikan ilmu pengetahuan saat ini. Manusia sejak lahir sudah dibiasakan memandang materi dengan arti yang absolut (nyata). Dunia dan seluruh isinya yang kita pahami hanya sebatas apa yang...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/rahasia-dibalik-materi-fakta-ilmiah/">Rahasia Dibalik Materi, Fakta Ilmiah Dunia Hanyalah Ilusi yang Menipu</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Pembahasan ini sangatlah penting karena akan mengubah cara pandang kita terhadap dunia materi.</p>
<p style="text-align: justify;">Penelusuran masalah ini bukanlah sebuah teori yang bersifat asumsi melainkan sebuah fakta ilmiah yang dibuktikan ilmu pengetahuan saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Manusia sejak lahir sudah dibiasakan memandang materi dengan arti yang absolut (nyata).</p>
<p style="text-align: justify;">Dunia dan seluruh isinya yang kita pahami hanya sebatas apa yang dilihat oleh mata, dicium oleh hidung, diraba oleh tangan, dirasa oleh lidah dan didengar oleh telinga, sehingga manusia selalu bergantung kepada ke 5 indra ini sejak lahir.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi tahukan anda, penemuan ilmu pengetahuan modern saat ini sangatlah berbeda dari apa yg kita pahami selama ini?</p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang kita lihat oleh mata misalnya sejatinya hanyalah ilusi belaka. Hal ini karena apa yang dilihat oleh mata kita hanyalah berupa respon sinyal-sinyal elektris yang diteruskan ke otak, namun otak kita memprosesnya sehingga lingkungan disekitar kita seperti nyata.</p>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Frederick Vester menjelaskan apa yang dicapai ilmu pengetahuan mengenai subjek ini :</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<blockquote>
<div style="text-align: justify;">Pernyataan sejumlah ilmuan bahwa manusia adalah gambar, segala yang dirasakan bersifat sementara, dan tipuan dan alam semesta hanyalah sebuah bayangan, tampak dibuktikan oleh ilmu pengetahuan saat ini.<sup>1</sup></div>
</blockquote>
<div style="text-align: justify;"></div>
<h2 style="text-align: justify;">Proses Mata Melihat</h2>
<p style="text-align: justify;">Untuk memahami lebih mudah, kita harus mengetahui porses tahapan yang dilihat oleh mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Proses melihat melalui beberapa tahap.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat melihat, kumpulan cahaya (foton) bergerak dari benda menuju mata menembus melewati lensa dimana foton dibelokan dan difokuskan pada retina di belakang mata, hal ini menyebabkan objek terlihat terbalik.</p>
<figure style="width: 400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://i1.wp.com/ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/05/prosesmelihatmatamanusia.jpg" width="400" height="245" /><figcaption class="wp-caption-text">Tahapan proses yang dilihat oleh mata</figcaption></figure>
<div style="text-align: justify;"></div>
<p style="text-align: justify;">Di sini, cahaya tersebut diubah menjadi sinyal-sinyal elektris, kemudian dikirimkan oleh sel-sel saraf ke bintik kecil yang disebut pusat penglihatan di bagian belakang otak, tepatnya di Korteks visual (visual cortex).</p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://i0.wp.com/ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/05/prosesmatamelihatkeotak.jpg" width="400" height="239" /></p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div>
<p style="text-align: justify;">Segala sesuatu yang kita lihat saat ini, semuanya terjadi dalam bagian otak yang sangat kecil dan gelap ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulai dari lingkungan disekitar kita sampai galaksi yang jauh di ufuk terjadi pada tempat yang ukurannya hanya beberapa cm3 ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, kita tahu otak adalah bagian yang tertutup dan gelap gulita, sehingga otak tidak mungkin berhubungan dengan cahaya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kita bisa menjelaskan ini dengan contoh.</p>
<p style="text-align: justify;">Anggaplah kita melihat cahaya lilin, selama melihat cahaya lilin ini, bagian dalam otak kita sama sekali gelap. Cahaya lilin tidak pernah menerangi otak maupun pusat pengelihatan kita, melainkan hanyalah sinyal-sinyal listrik di otak.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun nyatanya kita dapat melihat dunia yang berwarna warni di dalam otak kita yang gelap.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu, seperti apa sebenarnya dunia di luar otak itu?</p>
<p style="text-align: justify;">Hal yang perlu diperhatikan mengenai dunia di luar otak kita adalah perasaan tentang jarak.</p>
<p style="text-align: justify;">Jarak yang terbentuk dari benda yang kita lihat di depan kita, tidaklah lebih dari perasaan tentang ukuran ruang yang terbentuk dalam otak kita.</p>
<p style="text-align: justify;"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full aligncenter" src="https://i2.wp.com/ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/05/visualfield.jpg" width="400" height="226" /></p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div>
<p style="text-align: justify;">Benda-benda yang kita lihat sangat jauh dalam pandangan seseorang ternyata adalah sejumlah bayangan yang terkumpul pada satu titik di dalam otak.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, seorang yang melihat bintang-bintang di langit pasti beranggapan bahwa benda yang dilihatnya berjarak jutaan tahun cahaya jauhnya.</p>
<div>
<div style="text-align: justify;">Padahal bintang-bintang ini ada pada dirinya sendiri, di pusat pengelihatan pada otaknya.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Ketika kita membaca artikel ini, sebenarnya kita tidaklah berada pada ruang sebagaimana yang kita yakini, melainkan ada pada diri kita sendiri, bahkan tubuh kita yang kita lihat sendiri pun merupakan gambar yang terbentuk dalam otak kita.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Hal ini sama seperti indra yang lain, suara, sentuhan, perasa dan bau, semuanya hanya dirasakan oleh otak sebagai sinyal-sinyal listrik.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Otak kita sepanjang hidup tidak berhubungan secara langsung dengan materi sesungguhnya yang ada di luar kita.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Disinilah kita tertipu ketika menganggap tiruan ini sebagai materi sesungguhnya diluar kita.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<p style="text-align: justify;">Untuk lebih memahami dunia di luar otak adalah tipuan belaka, kalian bisa melihatnya pada video dibawah ini.</p>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><iframe loading="lazy" class="YOUTUBE-iframe-video" src="https://www.youtube.com/embed/LOXvWP21n1U?feature=player_embedded" width="320" height="266" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen" data-thumbnail-src="https://i.ytimg.com/vi/LOXvWP21n1U/0.jpg"></iframe></div>
<h2><b>Dunia Dalam Mimpi</b></h2>
</div>
<p style="text-align: justify;">Sama seperti halnya kita melihat di dunia yang kita anggap nyata, pengalaman dunia di dalam mimpi pun sama sekali nyata, padahal kita tidak beranjak selangkah pun dari tempat tidur kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mempermudah memahami dunia dalam mimpi seperti terjadi di alam nyata dapat di contohkan pada video berikut ini.</p>
<div></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><iframe loading="lazy" class="YOUTUBE-iframe-video" src="https://www.youtube.com/embed/twt3WMqy0-4?feature=player_embedded" width="320" height="266" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen" data-thumbnail-src="https://i.ytimg.com/vi/twt3WMqy0-4/0.jpg"></iframe></div>
<div></div>
<p style="text-align: justify;">Bagi kita yang masih menganggap bahwa dunia mimpi hanyalah khayalan dan dunia sebagai alam nyata hanyalan karena kebiasaan dan prasangka kita saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu jika semua ini hanyalah khayalan, kehendak apakah yang melihat, meraba, merasa, mendengar, mencium jika bukan otak?</p>
<p style="text-align: justify;">Siapakah wujud ini, yang berfikir, beralasan dan memiliki perasaaan dan berkata saya adalah saya?</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Jawabannya adalah ruh.</strong></p>
<div style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Apa yang kita rasakan dalam alam materi di rasakan oleh ruh ini. Dunia tempat kita tinggal, alam semesta yang kita lihat di kejauhan, dan tubuh kita yang kita lihat secara fisik ada, sejatinya hanyalah khayalan yang dirasakan oleh ruh ini.</p>
</div>
<div style="text-align: justify;">Inilah rahasia dibalik materi!</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Hal ini mematahkan argumentasi kaum materialis bahwa materi bersifat absolut (nyata).</div>
<div style="text-align: justify;">Bahkan dalam ilmu fisika modern, dikenal sebuah benda yang bervolume nol, memiliki kerapatan dan suhu tak hingga yang disebut Big bang.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">
<figure style="width: 636px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://i2.wp.com/ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/05/conseq-expandingview.jpg" width="636" height="352" /><figcaption class="wp-caption-text">Alam semesta bermula dari titik yang bervolume nol, lalu meledak (big bang) sehingga terbentuklah galaksi, bintang, planet, bulan dan benda angkasa lainnya yang ukurannya lebih besar dan raksasa. </figcaption></figure>
</div>
<div>
<p style="text-align: justify;">Ilmu fisika yang membahas tentang hukum-hukum fisik di alam pun berawal dari ketiadaan dan bermula dari benda yang bervolume nol ini, mengubah cara pandang kita tentang dunia materi.</p>
</div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Pertanyaan penting lainnya ialah&#8230;</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Jika kita mengetahui bahwa alam materi yang kita lihat ini dirasakan oleh ruh, lalu dari manakah sumber penampakan ini?</div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Penampakan ini tidak lain pasti telah diciptakan.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Dan bukan hanya itu, penciptaan ini haruslah terjadi terus menerus.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Jika tidak demikian maka, apa yang kita lihat sebagai alam materi akan musnah dan hilang.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Hal ini dapat disamakan dengan televisi yang terus menampilkan gambar selama ada sinyal yang terus menerus dipancarkan, jika pemancar ini berhenti maka gambar pada layar tv juga akan hilang.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Siapakah Wujud Absolut (Nyata) yang Sebenarnya?</div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Wujud absolut sesungguhnya pastilah berbeda dengan apa yang diciptakannya yang bersifat khayalan.</div>
<div>
<p style="text-align: justify;">Dialah Allah, yang Maha Pencipta, memiliki kekuatan dan kebesaran yang abadi, seluruh penampakan ini Dia ciptakan atas kehendak-Nya dan Dia berkuasa atas apa yang diciptakan-Nya setiap saat.</p>
<div style="text-align: justify;"></div>
</div>
</div>
<div>Hal ini dikemukakan oleh ilmuan muslim Imam Rabbani.</div>
<div>
<blockquote class="tr_bq">
<p style="text-align: justify;">Allah.. Materi pembentuk wujud-wujud yang Dia ciptakan ini hanyalah ketiadaan&#8230; Ia menciptakan semuanya di dalam dunia indra dan hayalan.. Keberadaan alam semesta berada di dalam dunia indra dan hayalan, dan ia bukanlah materi&#8230; Sesungguhnya, di luar itu tidak ada apa-apa kecuali Wujud Yang Maha Suci (yaitu Allah).<sup>2</sup></p>
</blockquote>
</div>
<div>
<h2><b>Fakta Ilmiah Dalam Al Qur&#8217;an</b></h2>
<p>Suhungguh Maha Benar Allah atas segala firman-Nya. Semua yang kita bahas tadi telah disampaikan di Al Qur&#8217;an 1400 tahun yang lalu.</p>
<div>
<p style="text-align: justify;">Berikut adalah ayat Al Qur&#8217;an yang membuktikan bahwa dunia dan isinya, langit dan bumi sejatinya adalah khayalan dan akan lenyap.</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">“Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.”<br />
(QS. Fathir : 41)</span></strong></h3>
</blockquote>
</div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">Dalam ayat lain Allah swt tidaklah tidur dan terus menerus mengurus makhluknya.<b> </b></div>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><b>“Allah tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Maha Kekal lagi terus menerus mengurus makhlukNya, tidak mengantuk dan tidak tidur KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa&#8217;at di sisi Allah tanpa izinNya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendakiNya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi, Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.”<br />
(QS. Al-Baqarah : 255)</b></span></h3>
</blockquote>
<div style="text-align: justify;">Ilmu Allah swt meliputi segala sesuatu, dan Dia tidak berada pada apa yang diciptakan-Nya melainkan dekat kepada hamba-Nya tanpa jarak. Allah swt tidak serupa dengan makhluk-Nya dan tidak bisa dijangkau pandangan mata manusia.</div>
<div>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><b>“Dan kepunyaan Allahlah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap maka disitulah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Mahaluas (rahmatNya) lagi Mahamengetahui”<br />
(QS. Al-Baqarah : 115)<br />
</b></span></h3>
</blockquote>
</div>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><b>“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan; dan Dialah Yang Maha Halus lagi Maha Mengetahui.”<br />
</b></span><span style="color: #ff0000;"><b>(QS. Al-An’am : 103)</b></span><span style="color: #ff0000;"><b><br />
</b></span></h3>
</blockquote>
</div>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"><b>“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.”<br />
(QS. Al-Qaf : 16)<br />
</b></span></h3>
</blockquote>
<div>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><strong><span style="color: #ff0000;">“Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan, padahal kamu ketika itu melihat, dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat”<br />
(QS. Al-Waaqiah : 83-85)</span></strong></h3>
</blockquote>
<div style="text-align: center;"><b> </b></div>
<div style="text-align: justify;">Semoga bermanfaat <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f642.png" alt="🙂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></div>
</div>
<div>
<div style="text-align: justify;">_____________________</div>
</div>
<div>
<div>
<div style="text-align: justify;">1. Frederick Vester, Denken, Lerne, Vergessen, vga, 1978, hlm. 6</div>
<div style="text-align: justify;">2. Imam Rabbani dalam surat-surat Rabbani. Vol. II, Surat 357, hlm. 163</div>
</div>
</div>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/rahasia-dibalik-materi-fakta-ilmiah/">Rahasia Dibalik Materi, Fakta Ilmiah Dunia Hanyalah Ilusi yang Menipu</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/rahasia-dibalik-materi-fakta-ilmiah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fakta Ilmiah Tanaman Bisa Berkomunikasi, Mendengar &#038; Merasa Sakit</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/inilah-fakta-ilmiah-tanaman-bisa/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/inilah-fakta-ilmiah-tanaman-bisa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2016 02:59:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/2016/02/13/inilah-fakta-ilmiah-tanaman-bisa/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Benarkah tanaman dapat berkomunikasi, mendengar dan merasakan sakit seperti halnya manusia dan hewan? Pertanyaan ini akan kita buktikan secara ilmiah dalam artikel saya kali ini. Tanaman Dapat Berkomunikasi  Kemampuan komunikasi tanaman adalah salah satu misteri terbesar yang belum banyak terkuak dalam dunia ilmu pengetahuan sebelum penelitian yang dilakukan baru-baru ini. Tanaman dikenal memiliki sejumlah indera....</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/inilah-fakta-ilmiah-tanaman-bisa/">Fakta Ilmiah Tanaman Bisa Berkomunikasi, Mendengar &#038; Merasa Sakit</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: justify;">
<p>Benarkah tanaman dapat berkomunikasi, mendengar dan merasakan sakit seperti halnya manusia dan hewan? Pertanyaan ini akan kita buktikan secara ilmiah dalam artikel saya kali ini.</p>
</div>
<h2 style="text-align: justify;"><b>Tanaman Dapat Berkomunikasi</b></h2>
<div style="text-align: justify;"> Kemampuan komunikasi tanaman adalah salah satu misteri terbesar yang belum banyak terkuak dalam dunia ilmu pengetahuan sebelum penelitian yang dilakukan baru-baru ini.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Tanaman dikenal memiliki sejumlah indera. Mereka dapat &#8220;mencium bau&#8221; bahan kimia di udara dan &#8220;merasakan&#8221; apa yang ada di dalam tanah. Tanaman juga dapat merasakan perubahan lingkungan pada kadar ringan serta merespons cahaya. Bahkan tanaman memiliki indera sentuhan yang mampu mendeteksi hentakan dari angin kencang.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Untuk membuktikan sejauh mana kebenaran teori itu, sebuah tim yang dipimpin <a href="http://www.web.uwa.edu.au/people/monica.gagliano" target="_blank">Prof. Monica Gagliano di University of Western Australia</a> melakukan penelitian pada tanaman cabai.</div>
<div style="text-align: justify;">
<figure style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><a style="margin-left: auto; margin-right: auto;" ref="magnificPopup" href="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/02/MonicaGagliano1.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/02/MonicaGagliano1.jpg" alt="Fakta Ilmiah Tanaman Bisa Berkomunikasi, Mendengar &amp; Merasa Sakit" width="300" height="296" border="0" /></a><figcaption class="wp-caption-text">Prof. Monica Gagliano dari University of Western Australia</figcaption></figure>
</div>
<div style="text-align: justify;">Prof. Monica Gagliano dan timnya melakukan penelitian bagaimana cara komunikasi tanaman dengan menempatkan benih cabai (<i>Capsicum annuum</i>) ke dalam delapan cawan petri dan diatur melingkar di sekitar tanaman adas manis (<i>Foeniculum vulgare</i>). Adas manis dikenal sebagai tanaman yang melepaskan zat kimia ke tanah dan udara yang berfungsi menghambat pertumbuhan tanaman lain di sekitarnya.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><a ref="magnificPopup" href="https://4.bp.blogspot.com/-uaNys0y8zbo/Vr543gNbRwI/AAAAAAAALdY/Wp6fCSeqgrw/s1600/12898_2013_Article_234_Fig1_HTML.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/02/12898_2013_Article_234_Fig1_HTML1.jpg" alt="Fakta Ilmiah Tanaman Bisa Berkomunikasi, Mendengar &amp; Merasa Sakit" width="640" height="260" border="0" /></a></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Dalam beberapa perlakuan, para peneliti menutup adas manis dengan kotak, dengan maksud mencegah bahan kimia menyebar ke biji cabai. Pada perlakuan lain mereka menempatkan kotak tanpa berisi tanaman adas di dalamnya. Semua perlakuan dilakukan dalam satu ruangan tertutup dan kedap suara untuk meminimalkan potensi gangguan dari luar.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Hasil percobaan dapat ditebak. Biji cabai yang berdampingan dengan adas berkecambah lebih lambat dibanding saat tidak ada adas. Namun yang mengejutkan adalah ketika adas diletakkan di ruangan, tapi ditutup kotak. Benih cabai pada perlakukan ini menunjukkan pertumbuhan tercepat di antara perlakuan lainnya.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Untuk meyakinkan temuannya, Gagliano mengulangi percobaan menggunakan 2.400 biji cabai di 15 kotak berbeda. Ternyata hasilnya semua sama, menunjukkan benih cabai merespons sinyal dari beberapa macam sumber. Gagliano percaya sinyal ini membuat benih cabai mengantisipasi datangnya bahan kimia yang memperlambat pertumbuhan mereka. &#8220;Kotak yang mengelilingi adas telah memblokir sinyal kimia, tapi absennya suara mungkin terlibat di sini,&#8221; ujar dia.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Dalam sebuah percobaan terpisah, benih cabai yang ditanam di samping tanaman cabai yang tertutup kotak menunjukkan pertumbuhan berbeda dibanding benih cabai yang tumbuh sendiri. Gagliano mengatakan hal ini menunjukkan adanya interaksi sinyal di antara keduanya.</div>
<h2 style="text-align: justify;"><b>Tanaman Dapat Mendengar </b></h2>
<div style="text-align: justify;">Dalam penelitian lainnya, Prof. Monica Gagliano melakukan penelitian bagaimana akar tanaman dapat mendengar suara rekaman speaker. Kalian dapat melihat videonya <a href="https://youtu.be/m-lq4sTMCqg?t=198" target="_blank">disini</a>.</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><iframe loading="lazy" class="YOUTUBE-iframe-video" src="https://www.youtube.com/embed/m-lq4sTMCqg?feature=player_embedded" width="320" height="266" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen" data-thumbnail-src="https://i.ytimg.com/vi/m-lq4sTMCqg/0.jpg"></iframe></div>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"></div>
<p>Pada waktu ke <a href="https://youtu.be/m-lq4sTMCqg?t=198" target="_blank">3:18</a> pada video diatas, Prof. Monica Gagliano menguji tanaman jagung dengan speaker yang diatur dengan frekuensi 200 Hertz dibawah air. Hasilnya menunjukkan bahwa akar dari tanaman jagung tersebut bereaksi mendekati suara speaker yang telah diatur tadi.</p>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<h2><b>Tanaman Dapat Merasakan Sakit </b></h2>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<p>Fakta ilmiah bahwa tanaman bisa merasa sakit diteliti oleh Institut Smithsonian yang dipublikasikan dalam videonya di smithsonianchannel.com.</p>
<div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"><iframe loading="lazy" class="YOUTUBE-iframe-video" src="https://www.youtube.com/embed/fGLABm7jJ-Y?feature=player_embedded" width="320" height="266" frameborder="0" allowfullscreen="allowfullscreen" data-thumbnail-src="https://i.ytimg.com/vi/fGLABm7jJ-Y/0.jpg"></iframe></div>
<p>Pada percobaan ini, digunakan alat reseptor yang ditempel pada batang tanaman yang terhubung ke komputer. Saat tanaman dirusak dengan digunting dan dibakar, terlihat data berupa grafik di komputer yang menampilkan reaksi rasa sakit yang dialami tanaman tersebut.</p>
<p>SubhanAllah, ternyata apa yang disampaikan melalui firman Allah swt dalam Al Quran 1400 tahun lalu bahwa tanaman dapat berkomunikasi terbukti kebenarannya, hanya saja kita tidak mengerti komunikasi mereka.</p>
<p>Dalam Surat Israa’: 44 yang menunjukkan sesungguhnya, langit, bumi dan tumbuh-tumbuhan itu bertasbih kepada Allah, hanya manusia tak mengerti cara tasbih mereka.</p>
<blockquote class="tr_bq"><p><span style="color: #ff0000;"><strong>“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun.” (QS: Israa’: 44).</strong></span></p></blockquote>
<p>Dalam ayat lain disebutkan..</p>
<blockquote class="tr_bq"><p><strong><span style="color: #ff0000;">“Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.” (Q.S Ar-Rahman [55]: 6)</span></strong></p></blockquote>
<p>Dalam surat Al Hajj juga disebutkan&#8230;</p>
<blockquote class="tr_bq"><p><strong><span style="color: #ff0000;">“Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barangsiapa yang dihinakan Allah maka tidak seorangpun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” [Al-Hajj: 18].</span></strong></p></blockquote>
<p>Semoga bermanfaat.</p>
</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
<div style="text-align: justify;">Sumber :</div>
<div style="text-align: justify;"><a href="https://bmcecol.biomedcentral.com/articles/10.1186/1472-6785-13-19" target="_blank">http://bmcecol.biomedcentral.com</a><br />
<a href="http://www.smithsonianchannel.com/videos/do-plants-respond-to-pain/12151" target="_blank">http://www.smithsonianchannel.com</a><br />
<a href="https://www.hidayatullah.com/iptekes/saintek/read/2012/02/09/56557/subhanallah-tumbuhan-saling-berkomunikasi.html" target="_blank">http://www.hidayatullah.com</a></div>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/inilah-fakta-ilmiah-tanaman-bisa/">Fakta Ilmiah Tanaman Bisa Berkomunikasi, Mendengar &#038; Merasa Sakit</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/inilah-fakta-ilmiah-tanaman-bisa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ternyata Matahari Memiliki Garis Edar, Inilah Lama Peredarannya Mengelilingi Galaksi Bima Sakti!</title>
		<link>https://ardiyansyah.com/ternyata-matahari-memiliki-garis-edar/</link>
					<comments>https://ardiyansyah.com/ternyata-matahari-memiliki-garis-edar/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardiyansyah Nugraha]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2016 16:04:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keajaiban Al Quran]]></category>
		<category><![CDATA[astronomi]]></category>
		<category><![CDATA[garis edar]]></category>
		<category><![CDATA[garis edar matahari]]></category>
		<category><![CDATA[lama peredaran matahari]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://ardiyansyah.com/2016/01/28/ternyata-matahari-memiliki-garis-edar/</guid>

					<description><![CDATA[<p>Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km,kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya. Namun, tahukah kamu? ada sebuah fenomena matahari yang mungkin...</p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/ternyata-matahari-memiliki-garis-edar/">Ternyata Matahari Memiliki Garis Edar, Inilah Lama Peredarannya Mengelilingi Galaksi Bima Sakti!</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p class="separator" style="clear: both; text-align: justify;">Matahari atau Surya adalah bintang di pusat Tata Surya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km,kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000 kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86 % massa total Tata Surya.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, tahukah kamu? ada sebuah fenomena matahari yang mungkin jarang kita ketahui bahwa sebenarnya matahari juga berjalan di alam semesta mengelilingi galaksi sebagaimana berjalannya bulan mengelilingi bumi?</p>
<p style="text-align: justify;"><a style="text-align: center;" ref="magnificPopup" href="http://2.bp.blogspot.com/-tEPleAEANe0/Vqo0u5uqJ2I/AAAAAAAALRM/TB4lX8ayWeI/s1600/DfAo0.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/01/DfAo01.jpg" alt="Matahari Memiliki Garis Edar" width="400" height="221" border="0" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari (tata surya) juga berjalan menempuh jarak ini. Tata surya kita mengelilingi galaksi bima sakti yang begitu luas dan jauh. <a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" ref="magnificPopup" href="http://2.bp.blogspot.com/-Ouxrxvr0rO4/Vqo1AA_0kMI/AAAAAAAALRU/1BL8IGHcfwY/s1600/earthinmilkyway.jpg"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/01/earthinmilkyway1.jpg" width="400" height="288" border="0" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti kita ketahui, Bima Sakti adalah galaksi spiral dimana tata surya berada, dan diperkirakan berusia sekitar 13,2 miliar tahun. Saat ini, diketahui dari data terbaru bahwa ukuran diametar galaksi Bima Sakti ialah hampir 150.000 tahun cahaya. Galaksi ini, mengandung 200 sampai 400 miliar bintang, dengan perkiraan ada dialamnya 50 miliar planet, 500 juta di antaranya bisa ditemukan di pusat Bima Sakti.</p>
<figure style="width: 640px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/01/04-galacticmotion1.jpg" width="640" height="218" border="0" /><figcaption class="wp-caption-text">Matahari berjalan mengelilingi galaksi dengan bentuk spiral layaknya gelombang berjalan keatas dan kebawah, dimana satu siklus perputaran dari titik utara sampai ke titik selatan ialah selama 30 juta tahun!</figcaption></figure>
<p style="text-align: justify;">Bima Sakti bergerak dengan kecepatan 552-630 km per detik. Tata Surya kita bergerak pada 720 ribu km per jam dan membutuhkan 230 Juta tahun untuk menyelesaikan satu putaran mengelilingi galaksi Bima Sakti.</p>
<p class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"><a style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;" ref="magnificPopup" href="http://4.bp.blogspot.com/-Jc4qeIH606U/VqoxAVajX9I/AAAAAAAALQ0/uRZ_AwSXG88/s1600/perception-of-time-rotation-of-galaxy.png"><img loading="lazy" decoding="async" class="aligncenter" src="https://ardiyansyah.com/wp-content/uploads/2016/01/perception-of-time-rotation-of-galaxy1.jpg" width="640" height="448" border="0" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya. Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh semesta alam.</p>
<h2 style="text-align: justify;"><b>Keajaiban Al Qur&#8217;an Mengenai Garis Edar Matahari di Alam Semesta</b></h2>
<p style="text-align: justify;"><b></b>Saat Al Qur&#8217;an diturunkan 1400 tahun yang lalu, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa matahari sebenarnya memiliki garis edarnya sendiri sebagaimana bulan mengelilingi bumi, ini merupakan bukti mukjizat Nabi Muhammad saw bahwa Al Qur&#8217;an memang benar firman Allah swt, seperti dalam ayat Al Qur&#8217;an berkut ini.</p>
<blockquote>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.”<br />
</span><span style="color: #ff0000;">(QS. Al Anbiya:33)</span></h3>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;">“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.”<br />
</span><span style="color: #ff0000;">(QS. Yasin:38)</span></h3>
<h3 style="text-align: center;"><span style="color: #ff0000;"> “Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.”<br />
</span><span style="color: #ff0000;">(QS. Az Zariyat:7)</span></h3>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">SubhanAllah&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga bermanfaat.</p>
<p style="text-align: justify;">Sumber :<br />
<a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Matahari" target="_blank">https://id.wikipedia.org</a><br />
<a href="http://mujahidah213.blogspot.co.id/2015/03/fakta-ilmiah-kebenaran-al-quran-dalam.html" target="_blank">http://mujahidah213.blogspot.co.id</a><br />
<a href="https://larouchepac.com/20150520/vernadskian-reconsideration-galactic-cycles-and-evolution" target="_blank">https://larouchepac.com</a></p>
<p>The post <a href="https://ardiyansyah.com/ternyata-matahari-memiliki-garis-edar/">Ternyata Matahari Memiliki Garis Edar, Inilah Lama Peredarannya Mengelilingi Galaksi Bima Sakti!</a> appeared first on <a href="https://ardiyansyah.com">ardiyansyah.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://ardiyansyah.com/ternyata-matahari-memiliki-garis-edar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>6</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
