Di dalam kisah Nabi Musa Alaihissalam (AS), kita pasti pernah mendengar ada beberapa pembantu Firaun dalam memerangi Nabi Musa dan pengikutnya, yang pertama adalah Haman (ahli arsitek) dan kedua adalah ahli sihir.
Di zaman sekarang, ilmu arsitek dan sihir Mesir Kuno tidak bisa dipisahkan oleh kaum satanisme modern di mana ajarannya turun temurun dilestarikan selama ribuan tahun.
Pada tulisan ini alfakir akan membahas makna simbol yang disukai oleh kaum satanisme dibalik pembangunan gedung Mahkamah Agung Israel yang dibangun dan didanai keluarga Rothschild dalam persiapan menyambut Firaun mereka yg baru (Dajjal / Anti Kristus).
Semoga tulisan ini bermanfaat. Bismillah.
Disclaimer! Apa yang dijelaskan dalam tulisan ini adalah fakta bukan teori konspirasi. Dicantumkan sumber kredibel di akhir tulisan.
Gedung Mahkamah Agung Israel

Gedung Mahkamah Agung Israel didirikan pada tahun 1992 oleh Arsitek asal Israel Ram Karmi dan Ada Karmi-Melamede atas sumbangan dari Dorothy de Rothschild [1-3], keluarga bankir yang mengendalikan dan menguasai sistem perbankan internasional saat ini.
Dalam negosiasi mereka dengan petinggi Israel saat itu, Presiden Israel Chaim Herzog dan Perdana Menteri Yitzhak Rabin [4-5], keluarga Rothschild meminta dengan tiga syarat, yaitu :
1. Rothschild sendiri lah yang memilih tanahnya,
2. Menggunakan arsitek dari mereka sendiri,
3. Tidak boleh ada yang tahu Rencana Anggaran Biaya-nya (RAB)
Syarat yang sama persis ketika mereka (kaum satanisme) membangun bandara internasional di Denver, AS yang penuh simbol satanisme.
Memangnya ada apa di gedung Mahkamah Agung Israel itu? Yuk kita unboxing!
Behind The Building

Saat kita masuk ke dalam lobi Mahkamah Agung Israel, kita akan langsung melihat sebuah lukisan karya seniman Inggris Paul Benney yang menggambarkan momen-momen sebelum pembangunan gedung Mahkamah Agung Israel berdiri. Beberapa orang penting yang ada di lukisan itu diantaranya. [5]

- Lord Jacob Rothschild, Ketua The Rothschild Foundation (Yad Hanadiv), di lukisan itu ia menandai miniatur gedung dengan tangannya. Lord Rothschild juga merupakan anggota Komite Juri Kompetisi Arsitektur. Pada saat itu Lord Rothschild diwakilkan oleh Dorothy de Rothschild cabang Inggris, ia adalah istri dari James Armand de Rothschild cabang Paris.
Jangan heran, karena memang dari dulu keluarga Rothschild menikahi sesama saudara ataupun orang tua dan anak (incest). - Ada Karmi-Melamede dan Ram Karmi, Karmi bersaudara adalah arsitek yang merancang pertama kali gedung Mahkamah Agung Israel di tahun 1986. Keduanya telah menerima Penghargaan Arsitektur dari pemerintah Israel.
- Meir Shamgar, Presiden Mahkamah Agung pada waktu itu. Ia merupakan anggota Komite yang menyeleksi arsitek dan berperan aktif dalam perencanaan bangunannnya
- Eliezer Rahat, Insinyur dan Manajer Proyek yang bertanggung jawab atas alokasi personel profesional dan koordinasi di antara mereka
- Chaim Herzog, Presiden Israel saat itu
- Yitzhak Rabin, Perdana Menteri Israel saat gedung tersebut selesai di bangun (1992)
- Shimon Peres, Perdana Menteri Israel ketika gedung tersebut direncanakan (1986)

Bagi yg ingin mengetahui keluarga Rothschild lebih jauh dan untuk membatasi pembahasan kita agar tidak terlalu panjang, kalian bisa membeli buku karya Dr. John Coleman berjudul The Rothschild Dynasty, alfakir cantumkan link buku bahasa Inggris nya di akhir tulisan. [6]
Lalu di mana simbol satanisme nya? Disini lah menariknya inti dari pembahasan tulisan ini, jika kita memasuki lebih dalam isi gedung Mahkamah Agung Israel kita akan menemukan bangunan-bangunan yang memiliki arsitekur satanisme yang juga telah banyak digunakan oleh perkumpulan rahasia seperti Freemasonry dan Illuminati. Yuk kita telusuri lebih jauh.
Geometri Suci
Saat kita memasuki bagian dalam lobi tepat di bawah bangunan Piramid berada, kita akan menemukan corak batu lantai yang memiliki pola Geometri Suci (Sacred geometry) berbentuk kristal persegi.

Desain Geometri ini digunakan oleh Freemason karena diyakini sebagai representasi simbolis alam semesta dan prinsip-prinsip yang mendasari penciptaan. Beberapa simbol dan pola spesifik yang digunakan dalam geometri suci, seperti persegi/penggaris dan kompas/jangka, memiliki makna khusus dalam Freemasonry. [6]

Geometri suci ini diyakini mempunyai kekuatan untuk mewujudkan keselarasan dan keseimbangan metafisik. Inilah kenapa logo Freemason berbentuk persegi/penggaris dan kompas/jangka dengan huruf G ditengahnya, karena mereka ahli dalam desain geometri dan arsitek.
Path of Illumination
Perjalanan di dalam Mahkamah Agung Israel sebenarnya merupakan perjalanan simbolis menuju pencerahan (illumination). Tujuan akhir dari perjalanan ini adalah untuk mencapai puncak piramida yang terletak di atap Mahkamah Agung Israel, layaknya kuil suci kuno kaum okultisme Yahudi.

Perjalanan kita ke Mahkamah Agung Israel dalam tulisan ini diabadikan oleh seorang jurnalis amatir Jerry Golden yang awalnya ia tulis dalam artikel berjudul The Roots of Evil in Jerusalem di tanggal 9 November 2004. [8]
Agar lebih yakin kita mengupas makna simbol piramida ini, mari kita ambil rujukan sumber kredibel dari kaum satanisme sendiri. Inilah yg akan menghubungkan antara sihir Kabbalah dengan arsitektur satanisme Mesir Kuno.

Albert Pike (1809 – 1891), seorang petinggi Freemason dan bergelar Grand Master derajat 33 (gelar tertinggi dalam Freemason) menulis dalam bukunya Morals and Dogma mengenai makna dari simbol piramid dengan tanda YOD (berbentuk lingkaran) ditengahnya, simbol piramida ini disebut juga sebagai All-Seeing Eye. Albert Pike dalam bukunya menulis…

“Lambang Kemahatahuan (Omniscience) atau Mata Yang Maha Melihat (All-Seeing Eye) bagi orang Mesir adalah lambang dewa Osiris, Sang Pencipta. Dengan YOD di tengah memiliki makna Kabalistik (ajaran sihir Kabbalah) dari Energi Ilahi, dimanifestasikan sebagai Cahaya yang menciptakan Alam Semesta. [9]
Untuk bisa menuju puncak bangunan piramid, kita akan diarahkan ke tangga masuk yang memiliki 30 anak tangga yang terbagi dalam 3 bagian, nanti kita akan bahas 3 tingkatan tertinggi nya lagi di ruangan Perpustakaan setelah ini (total jumlah 33 tingkatan).

Dalam buku Richardson’s Monitor of Freemasonry yang ditulis oleh Jabez Richardson, seorang Grand Master Freemason menjelaskan bahwa ada total 33 derajat tingkatan dalam Freemason yg terbagi dalam tiga gelar, 1. Entered Apprenctice, 2. Fellow Craft & 3. Grand Master (Master Mason). [10]
Setelah kita melewati 30 anak tangga, maka kita akan di arahkan ke 3 lantai perpustakaan yang digunakan oleh Hakim di Mahkamah Agung Israel. Lantai perpustakaan yang tertinggi hanya bisa diakses oleh Hakim dan Panitera (pembantu Hakim) tertentu saja yang diberikan privillage khusus untuk bisa mengakses seluruh koleksi Perpustakaan.

Isi Perpustakaan Mahkamah Agung Israel ini berisi dokumen2 dan buku2 yang sudah ada sejak mandat Inggris atas Palestina (Mandate for Palestine) tahun 1920, apa Mandat Inggris itu? setelah ini kita akan bahas singkat.
Selain itu ada dokumen undang-undang Inggris di masa Kesultanan Turki Utsmani sebelum runtuh tahun 1924, Deklarasi Balfour tahun 1917, dan juga kitab2 hukum dan kitab2 talmud Yahudi berbahasa Ibrani. [11]

Apa isi mandat Inggris atas Palestina itu? Inggris telah sepakat dalam Korespondensi McMahon–Hussein bahwa mereka akan menghormati kemerdekaan Arab jika bangsa Arab “memberontak” melawan Kesultanan Turki Utsmaniyah, namun pada akhirnya, Inggris dan Perancis membagi wilayah tesebut berdasarkan Perjanjian Sykes–Picot (1916), sebuah tindakan pengkhianatan di mata orang Arab. [12]

Fitnah pada waktu itu sungguh luar biasa, Inggris membohongi kaum muslimin bahwa rakyat Palestina akan tetap berada di wilayahnya ketika diambang kehancuran Kesultanan Turki Ustmani setelah Perang Dunia Pertama. Namun pemerintah Inggris berpihak kepada gerakan politik Zionis dan mengeluarkan Deklarasi Balfour (1917) atas permintaan dari Lord Rothschild bahwa mereka akan mendirikan negara Yahudi merdeka (Israel) di atas tanah Palestina. [13]
The Dorothy de Rothschild Grove

Di bagian luar perpustakaan terdapat petunjuk arah di sebuah tembok bertuliskan The Dorothy de Rothschild Grove (Hutan Dorothy de Rothschild).
Kemanakah arah yang menunjukkan panah tersebut?
Tugu Obelisk
Dari investigasi Jerry Golden, tanda panah itu mengarah ke sebuah tugu bangunan berbentuk obelisk, simbol okultisme yang paling umum digunakan oleh kaum satanisme.


Dalam tradisi Mesir kuno, obelisk sering kali memiliki konotasi Firaun, mewakili hubungan antara roh Firaun, dan dewa matahari Amun-Ra. Ra dianggap sebagai dewa tertinggi dalam tradisi Kabbalistik Mesir kuno.
Obelisk adalah monumen penghormatan, memperingati orang mati, mewakili Firaun mereka, dan menghormati dewa-dewa mereka. Orang Mesir Kuno membuat Obelisk dari batu pasir, batu kapur atau batu granit. Granit ini diberi nama Syenite dari Syene, sebuah kota di dataran tinggi Mesir. Obelisk biasanya ditempatkan di tiang depan pintu gerbang kuil utama Mesir Kuno. [14]
Penghinaan Salib Kristen
Di tengah-tengah fasilitas parkir terdapat jalan setapak berbentuk salib Kristen. Jerry Golden pernah menyebutkan bahwa salib ini ditempatkan khusus untuk diinjak oleh pengunjung. Dalam sebuah bangunan di mana simbolisme spiritual tersebar di setiap sudut, kecil kemungkinan kalau tata letak jalur tsb tidak dipikirkan dengan matang oleh arsitek.

Dengan kata lain, ini bukan sekedar kebetulan. Para pengunjung harus menuruni tangga yang secara simbolis turun ke dataran lebih rendah untuk mencapai salib. Seperti yang sudah kita ketahui, sakralnya bangunan ini ketika naik semakin tinggi. Sebaliknya, adalah sebuah penghinaan jika menginjak turun pada simbol salib tersebut.
Perkumpulan rahasia okultisme secara historis memang berselisih dengan gereja. Selama Abad Pertengahan, Kesatria Templar (nenek moyang Freemasonry) telah dituduh oleh Uskup Agung Canterbury melakukan berbagai tindakan anti-Kristen, termasuk “menginjak-injak Salib” selama proses inisiasi mereka. [15]
Buah Delima
Di luar gedung Mahkamah Agung Israel, kita akan melihat buah delima yang tergeletak di lantai, mungkin tampak sangat tidak penting bagi orang awam seperti kita. Namun, bagi kaum satanisme ini mempunyai arti khusus.

“Di antara Misteri kuno, buah delima juga dianggap sebagai simbol ilahi yang memiliki makna khusus… Hal ini diistilahkan oleh Cabiri sebagai “rahasia terlarang”… Ibu kota buah delima ditempatkan di atas pilar Jachin dan Boaz yang berdiri di depan Kuil Raja Salomon atas perintah Yehuwa, bunga delima disulam di bagian bawah Imam Besar”, ungkap ahli sihir Kabbalah Manly P. Hall, dalam buku The Secret Teachings of All Ages. [16]
Menarik, Manly P. Hall seorang ahli sihir Kabbalah menyebut pilar Jachin dan Boaz yang berdiri di depan kuil Sulaiman, dalam pandangan Zionisme Yahudi simbol ini memiliki makna mempersiapkan kehadiran Messiah mereka yang akan datang. Siapa itu?
Ya, betul sekali, mereka saat ini sedang mempersiapkan kedatangan Dajjal / Anti Kristus yang akan dibangun di sekitar komplek Masjid Al-Aqso di Palestina/Yerusalem sebagai pusat ibu kota pemerintahan dunia.
Jachin dan Boaz

Ilustrasi gedung pemerintahan dunia yang ingin mereka bangun mirip seperti kuil Sulaiman yang mereka idam-idamkan, di depan kuil terdapat dua pilar yang masing-masing bernama Jachin dan Boaz a.k.a Surga dan Neraka Dajjal.

Kesimpulan
Pembangunan Gedung Mahkamah Agung Israel layaknya Gedung Mahkamah Agung Mesir Kuno zaman Firaun. Dari seni arsitektur maupun filosofi simbol di dalamnya yang tak lain untuk menyambut kedatangan Firaun mereka yang akan datang, Dajjal / Anti Kristus. Dari sini kita bisa menelusuri jejak Satanisme dibalik gerakan politik Zionisme. Ya, kaum satanisme lah yang saat ini berada dibalik gerakan Zionisme Internasional. Petinggi-petinggi Zionis adalah orang-orang yang terafiliasi dan mendapat restu dari keluarga bankir Rothschild, keluarga yang secara turun temurun mempraktikkan ajaran okultisme Kabbalah.
Dengan mengetahui siapa mereka dan siapa dibaliknya serta genosida yang dilakukan Zionis Israel baru-baru ini terhadap rakyat Palestina, sudah cukup bagi kita umat beragama berpihak kepada siapa.
Wallahu a’lam bishowab. Segala kesalahan di dalam tulisan murni dari kekurangan alfakir sendiri.
#FreePalestine #SavePalestine
Sumber
1. Supreme Court of Israel, Official Website”. Elyon1.court.gov.il. Retrieved September 8, 2011.
2. New York Times Obituary – Dorothy de Rothschild
https://www.nytimes.com/1988/12/13/obituaries/dorothy-de-rothschild-93-supporter-of-israel.html
3. Supreme Court of Israel
https://en.wikipedia.org/wiki/Supreme_Court_of_Israel#cite_note-sup-18
4. The Judicial Authority Tour of Supreme Court – The Presidents Chamber
http://elyon1.court.gov.il/eng/siyur/lishka_nasi.html (Salin link dan paste di web.archive.org jika tidak bisa diakses)
5. The painting in the lobby
http://supreme.court.gov.il/sites/en/VirtualTour/Pages/02_portrait.aspx (Salin link dan paste di web.archive.org jika tidak bisa diakses)
6. Coleman, Dr. John. The Rothschild Dynasty
https://ia801400.us.archive.org/5/items/coleman-john-the-rothschild-dynasty_202208/Coleman%2C%20John%20-%20The%20Rothschild%20Dynasty.pdf
7. SACRED GEOMETRY. California Freemason.
https://californiafreemason.org/wp-content/uploads/sites/12/2019/04/MOC-063_CFM_Mar_Apr18_M02.pdf
8. The Roots of Evil in Jerusalem oleh Jerry Golden, terakhir diganti judulnya menjadi Masonic Order Designs Symbology in Israeli Supreme Court Building
http://www.abidemiracles.com/555701.htm
9. Albert Pike, Morals & Dogma, hal. 15-16
10. Richardson, A.M., Jabez. Richardson’s Monitor of Free-Masonry. New York: Lawrence Fitzgerald. Page 6.
11. The Supreme Court Library
https://supreme.court.gov.il/sites/en/Pages/Library.aspx
(Salin link dan paste di web.archive.org jika tidak bisa diakses)
12. Mandatory Palestine
https://en.wikipedia.org/wiki/Mandatory_Palestine
13. Balfour Declaration
https://en.wikipedia.org/wiki/Balfour_Declaration
14. A. Weioisse, M.D, John. THE OBELISK and FREEMASONRY. 1880. NEW YORK : J. W. BOTJTON, 706 BROADWAY. page 5
15. THE HISTORY OF The Knights Templars, THE TEMPLE CHURCH, AND THE TEMPLE. BY CHARLES G. ADDISON, ESQ. [Pg 217] di catatan kaki no. 10 dan 11 https://www.gutenberg.org/files/38593/38593-h/38593-h.htm
16. Manly P. Hall, The Secret Teachings of All Ages. page 298.









