
Berdasarkan data dari katadata.co.id LVMH, Dior dan Kering termasuk 10 perusahaan fashion dengan pemasukan terbesar di dunia. Di tahun 2023 per 16 Agustus saja, pendapatan terbesar perusahaan fashion dipuncaki oleh LVMH (Prancis) dengan meraup untung $442,25 miliar, lalu Dior (Prancis) anak perusahaan LVMH meraup pendapatan sebesar $150,09 miliar dibawah Nike ($163,76 miliar), sedangkan Kering (Prancis) di mana brand Balenciaga, Gucci dan Alexander McQueen berada meraup $68,53 miliar. [1]

Dengan data tersebut, pantas saja Bernard Arnault, Pemilik Louis Vuitton (LVMH) dan Dior dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia. Namun, dibalik pemasukannya yang fantastis dan penggemar brand fashion tersebut yang mendunia, khususnya bagi kaum sosialita, tidaklah heran jika industri fashion digunakan sebagai media yang efektif bagi kaum satanisme untuk menyebarkan pengaruhnya.
Film The Neon Demon, Cerminan Industri Fashion Dunia Saat Ini

Jika kita pernah menonton The Neon Demon (2016), kita akan tahu wajah industri fashion dunia yang sebenarnya. Film karya Nicolas Winding Refn ini menceritakan tentang elit okultisme di balik dunia fashion di mana sangat digandrungi kalangan remaja yang ingin sukses berkarir menjadi model terkenal.

Pemeran utama dalam film ini adalah Jesse, pemuda polos yang ingin sukses di dunia fashion mode. Namun Jesse berubah & memiliki kepribadian ganda ketika ia menjadi model terkenal, sejak direkrut oleh agensi mode dan designer besar, ia menjadi sering menampilkan simbol-simbol okultisme, ritual kanibalisme bersimbah darah, berhubugan sesama jenis, sampai ketika Jesse menyadari dirinya ada yang salah ia pun dibunuh sebagai tumbal.


Penayangan perdana The Neon Demon menampilkan bintang-bintang dalam film yang memakan bola mata. Di belakang mereka ada piramida dengan bola mata yang hilang di bagian atasnya. [2]

Tak heran, instagram official Prada (brand fashion ternama) memposting foto Nicolas Winding Refn yang mensutradarai film The Neon Demon dengan simbol All-Seeing Eye dan simbol tangan Baphomet di kampanye Prada SS20 di tahun 2020 kemarin. [3]
Candy Jones, Model Fashion Pertama yang Menjadi Percobaan Project MKUltra
Kisah Jesse bukanlah sekedar certia dalam film, di dunia nyata model fashion top papan atas pun sudah dari dulu dipersiapkan dan dicuci otaknya untuk dijadikan percobaan.

Candy Jones adalah salah satu model fashion Amerika paling sukses dari tahun 1940-an, namun ia menjalani kehidupan rahasia sebagai agen percobaan Project MKUltra untuk badan intelijen AS (CIA) selama Perang Dingin. Suaminya, Long John Nebel menceritakan sendiri kisah Candy Jones yang memiliki kepribadian ganda (alter ego) dan pikirannya yang tak terkendali seperti orang terhipnotis yang memang tujuan utama dari proyek ini. [4]
Agar tidak terlalu panjang, pembahasan terkait Project MKUltra bisa dibaca di website berjudul Lubang Kelinci Alice. [5]
Model & Majalah Fashion yang Mempromosikan Ajaran Satanisme

Foto di atas merupakan sesi pemotretan majalah Vogue edisi Desember 2020 [6], di mana Harry Styles menggunakan mode fashion Genderless yang merupakan gaya mode penggabungan maskulin dan feminin sekaligus.
Banyak yang mengira gaya mode Genderless berasal dari subkultur mode di Jepang tahun 2010-an, namun sebenarnya gaya mode ini bersumber dari budaya kaum okultisme pagan di era Mesir Kuno yang bernama Schenti.
Menurut Bronwyn Cosgrove dalam buku The Complete History of Costume & Fashion: From Ancient Egypt to the Present Day, ia menulis :
“Pakaian tradisional pria adalah Schenti. Rok sederhana, dililitkan di pinggul dengan ujung menjuntai ke bawah dalam lipatan di bagian depan badan. Awalnya (Schenti) terbuat dari kulit, kemudian dibuat dari kain ringan, biasanya linen. Firaun terkadang ditampilkan dengan ekor pinggang yang tergantung di bagian belakang roknya, sementara tentara terkadang mengenakan rok yang bergaris atau dipotong dari kain berwarna.” [8]


Tak heran, baik Harry Styles maupun majalah Vogue sendiri memang memiliki jejak satanisme, orang-orang yang ada di balik Vogue dari kepala editor, designer dan model fashion nya sering menampilkan simbol-simbol okultisme Mesir Kuno dan Satanisme Kabbalah. Anna Wintour kepala editor dari Vogue sejak tahun 1988, memang sering menampilkan simbol satanisme di majalah Vogue maupun di acara fashion show yang bernama Met Gala.
Dalam majalah Vogue kita akan melihat banyak model bergaya Androgini yang sebenarnya adalah simbol Baphomet, dewa yang disembah oleh Ksatria Templar. Baphomet mewakili elemen biner “laki-kali & perempuan” dalam satu tubuh. Sejak tahun 1856 nama Baphomet telah dikaitkan dengan “Kambing Sabat” oleh Éliphas Lévi seorang ahli okultisme Kabbalah, guru tak langsung Anton Szandor LaVey pendiri gereja setan tahun 1966. [10]


Fashion Show yang Mempromosikan Budaya Satanisme
Met Gala adalah acara fashion show berkedok amal yang diadakan di Costume Institute Metropolitan Museum of Art di New York. Di bawah kepemimpinan Anna Wintour, Met Gala dihadiri oleh para model yang memang sudah dipilih dan di setting temanya oleh Anna Wintour sendiri, itu pun harus mendapatkan persetujuannya sehingga tidak sembarang orang di acara tersebut yang hadir. [11]

Di dalam acara fashion show ini banyak model, artis dan designer yang menampilkan busana khas Satanisme. Pembahasan Met Gala lebih jauh bisa di baca di web berjudul Met Gala, Sebuah Acara Fashion Show Khas Illuminati. [12]
Kampanye Iklan Fashion yang Mengandung Pesan Satanisme

Foto di atas adalah kampanye iklan tas Balenciaga yang mungkin bagi kita terlihat biasa saja, namun jika kita melihat lebih teliti isi dokumen dan buku yang berserakan, maka kita akan mendapatkan informasi terkait ritual dan seni-seni Satanisme.

Jika kita perbesar tumpukan buku di meja tersebut, kita akan menemukan nama Michaël Borremans. Siapa kah dia? Dan apa hubungannya dengan Satanisme?

Michaël Borremans adalah seorang pelukis Satanisme asal Belgia di mana teknik melukisnya mengacu pada seni Abad ke-18. Karya Michaël Borremans yang paling terkenal berjudul Fire From the Sun. Dalam karyanya itu kita bisa melihat terdapat sekelompok anak-anak yang sedang bermain sambil bersimbah darah di tubuhnya, anak-anak ini melakukan praktek kanibalisme di mana mereka memakan anggota tubuh yang berceceran. [13]
Beberapa lukisan lain dalam karyanya menggambarkan sebuah ritual Satanisme. [14]

Adapun dokumen yang berserakan di meja adalah sebuah dokumen terkait pedofil yang berisi tentang pornografi anak. Dokumen tersebut sebenarnya adalah keputusan Mahkamah Agung Ashcroft v. Asosiasi perdagangan nirlaba dari industri pornografi dan hiburan dewasa asal AS (Free Speech Coalition) menolak Undang-Undang Pencegahan Pornografi Anak di tahun 1996 [15].
Hasilnya Mahkamah Agung memutuskan bahwa “larangan pornografi anak virtual” melanggar kebebasan berpendapat sehingga larangan tersebut dibatalkan. Dengan kata lain, ini adalah kemenangan bagi kaum pedo. Ini sangat cocok dengan tema pelecehan anak yang sangat gila dalam kampanye Balenciaga di bulan November 2022 lalu.


Fashion Anak yang Mempromosikan Simbol Satanisme
Tak tanggung-tanggung sampai fashion anak pun tak lepas dari pengaruh kelompok Satanisme. NUNUNU dan Caroline Bosman adalah brand fashion anak-anak khas Satanasime. Kedua brand fashion anak ini kental dengan simbol-simbol satanisme, baju anak dari kedua brand fashion ini sering diposting di akun instagram @pepper.pic [16].

Simbol kupu-kupu adalah simbol perbudakan dalam Project MKUltra, sedangkan All-Seeing Eye seperti yang sudah pernah dibahas adalah simbol Kabbalistik dewa Mesir kuno Osiris. Sedangkan gagak dan tanduk adalah simbol dari kekuatan iblis Lucifer.
Designer Fashion yang Mempromosikan Simbol Satanisme
Designer fashion pun ada banyak yang mempromosikan simbol-simbol Satanisme, jadi tidak perlu heran karena memang secara struktur dan sistematis mereka masuk ke segala lini dalam dunia fashion.
Alessandro Michele
Alessandro Michele adalah mantan Direktur Kreatif Gucci yang meluncurkan kembali popularitas Gucci dengan properti Geek-Chic (culun namun elegan). Dalam terobosan karyanya yang bernama Gucci Garden, Alessandro Michele banyak menampilkan simbol-simbol satanisme dibanyak karyanya. Kalian bisa baca selengkapnya di web dengan judul “Alessandro Michele dan Maha Karyanya di Gucci Garden” untuk mengetahui lebih jauh karyanya selama berada di Gucci. [17]

Alexander McQueen
Designer fashion lain yang terlibat dalam satanisme adalah Alexander McQueen. Pada bulan Februari 2010, Alexander McQueen ditemukan tewas tergantung di lemari apartemennya di London. Dia meninggalkan pesan bunuh diri tetapi para pejabat tidak pernah mengungkapkan isinya.

Pesan kematiannya masih menjadi misteri dan mengingatkan kita kepada Jonghyun, vokalis K-Pop dari group Shinee yang mati bunuh diri dan meninggalkan pesan tertulis di Apartemen nya di Seoul. Apakah ia menjadi tumbal?

McQueen berada di garis depan dunia mode, mendandani selebriti seperti Sarah Jessica Parker, Nicole Kidman, Rihanna, Lady Gaga, dan anggota keluarga kerajaan Inggris. [18]
Seperti apakah karya-karya Alexander McQueen yang mengandung simbol Satanisme itu?


Simbol-simbol Satanisme Lainnya Dalam Industri Fashion Dunia
Berikut ini beberapa simbol-simbol satanisme yang dipromosikan industri fashion dunia.



Kesimpulan & Penutup
Banyaknya bukti-bukti dari simbol-simbol satanisme dalam karya mereka sendiri, tak dipungkiri bahwa kaum Satanisme lah yang berada dibalik industri fashion dunia saat ini.
Wallahu a’lam bishowab. Segala kesalahan murni dari alfakir sendiri yang masih banyak kekurangan. Semoga bermanfaat.
#FreePalestine
Sumber :
- 10 Perusahaan Fesyen Terbesar Dunia, Mayoritas dari AS
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/08/16/10-perusahaan-fesyen-terbesar-dunia-mayoritas-dari-as - Brian To/Variety/REX/Shutterstock
https://variety.com/2016/scene/vpage/neon-demon-elle-fanning-dark-role-nicolas-winding-refn-1201795966/ - Behind the scenes with Nicolas Winding Refn (@nwrefn) shooting the #PradaSS20 Men’s campaign. Diposting tanggal 13 Feb. 2020
https://www.instagram.com/p/B8V5CB0DyyO - Was Fashion Model and Author Candy Jones a victim of CIA Mind Control?
https://audioboom.com/posts/8246694-was-fashion-model-and-author-candy-jones-a-victim-of-cia-mind-control - Lubang Kelinci Alice in Wonderland dan Para Budak Industri – Bagian 1
https://ardiyansyah.com/lubang-kelinci-alice-in-wonderland-dan-para-budak-industri-bagian-1/ - Harry Styles Cover Majalah Vogue Desember 2020
https://www.vogue.com/article/harry-styles-cover-december-2020 - Harry Styles for Vogue
https://hampsteadharry.tumblr.com/post/635014260371636224/harry-styles-for-vogue - Cosgrave, Bronwyn. The Complete History of Costume & Fashion: From Ancient Egypt to the Present Day. New York: Checkmark Books, 2000. http://www.worldcat.org/oclc/925279376.
- Arca: Las enigmáticas imágenes de la cantante en su portada de Vogue
https://www.vogue.mx/estilo-de-vida/galeria/arca-fotos-en-la-portada-de-vogue-diciembre-2021-enero-2022 - Strube, Julian (2016). “The ‘Baphomet’ of Eliphas Lévi: Its Meaning and Historical Context”. Correspondences: An Online Journal for the Academic Study of Western Esotericism. 4: 37–79. ISSN 2053-7158. Archived from the original on 8 February 2017. Retrieved 31 March 2020. page 105–109.
- Met Gala
https://en.wikipedia.org/wiki/Met_Gala - MET Gala, Sebuah Acara Fashion Show Khas Illuminati
https://ardiyansyah.com/met-gala-sebuah-acara-fashion-show-khas-illuminati/ - Michaël Borremans. Sixteen Dances | Zeno X Gallery | 06.09 – 14.10 2017
https://zeno-x.com/exhibitions/sixteen-dances-michael-borremans/ - Michaël Borremans: Black Mould at David Zwirner
https://www.widewalls.ch/magazine/michael-borremans-black-mould-exhibition-at-david-zwirner-london - Balenciaga called out again for its new ad featuring kids posing with toys in bondage gear
https://www.wionews.com/entertainment/lifestyle/news-balenciaga-called-out-again-for-its-new-ad-featuring-kids-posing-with-toys-in-bondage-gear-536513 - Akun instagram pepper.pics
https://www.instagram.com/pepper.pics/ - Alessandro Michele dan Maha Karyanya di Gucci Garden
https://ardiyansyah.com/alessandro-michele-dan-maha-karyanya-di-gucci-garden/ - Alexander McQueen
https://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_McQueen - Abbey Lee, Elle Fanning & Bella Heathcote for V Magazine by Steven Klein
https://www.designscene.net/2016/06/v-magazine-steven-klein.html - Marina Abramovic by Dusan Reljin for Elle Serbia January 2011
https://www.designscene.net/2010/12/marina-abramovic-dusan-reljin-elle-serbia-january-2011.html - The Art of Being Pharrell
https://www.wmagazine.com/story/pharrell-williams-interview









